NovelToon NovelToon
ORANG ASOSIAL

ORANG ASOSIAL

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Masalah Pertumbuhan / Dunia Lain / Anak Genius / Selingkuh / Romantis / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Dia adalah orang yang tidak ingin terlibat dengan masyarakat.

Penghuni rumah itu sangat jarang keluar rumah. Ia hanya akan bertamu jika ada urusan saja. Orang-orang di sini tidak terlalu mengenalnya.

Sikapnya menarik diri dan menghindar terhadap interaksi sosial apa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEMBALI TAK BERPENGHUNI

Hampir lima tahun kakek yang ramah di sebrang rumah itu menjadi tetanggaku. Bisa dibilang dialah orang yang paling lama ku kenal secara dekat selama aku tinggal di sini. Banyak waktu yang sudah aku habiskan dengannya. Perbincangan-perbincangan kecil hingga saling bertukar cerita-cerita nostalgia. Seolah sudah tahu dan mempersiapkan segalanya keluarga besar kakek melepas kepergiaannya dengan begitu lapang dan ikhlas. Begitu juga aku ketika pertama kali mendengar kabar bahwa sang kakek meninggal. Ketika melayat pun meski bernuansa duka tapi bisa dilihat dari pancaran wajah dan juga sikap para pelayat maupun kelurga kakek begitu damai menerima kenyataan bahwa orang yang mereka kasihi telah meninggalkan mereka. Sama halnya dengan kematian sang nenek yang belum juga genap satu tahun. Jenazah sang kakek juga akan dikebumikan di pemakaman tempat tinggalnya dulu tepat bersebelahan dengan makam dari istrinya yang telah lebih dulu mendahuluinya.

Kepergian sang kakek untuk selama-lamanya tanpa akan kembali lagi menjadikan rumah di depan rumahku ini kembali tak berpenghuni. Sama halnya rumah yang berada di sebelahnya yang sudah bertahun-tahun yang lalu masih “sedang dalam tahap renovasi”. Bahkan plang tulisan sedang dalam tahap renovasinya itu sudah selayaknya direnovasi karena wujudnya yang sudah lusuh besinya berkarat meskipun tulisannya masih bisa terbaca.

Untuk sementara waktu aku akan kembali sendiri diantara tiga rumah yang saling berpandangan ini. Semoga saja rumah bekas kakek dan nenek segera ada yang menghuni. Untuk rumah kosong sudah bisa tidak diharapkan lagi. Dengan banyaknya pilihan rumah-rumah tinggal zaman sekarang. Mau tidak mau para agensi perumahan harus bersaing keras untuk mendapatkan pelanggannya.

Sekarang hanya tinggal aku seorang diri. Interaksi yang paling sering aku dapati adalah komunikasi dalam rentan waktu yang jarang dengan adikku. Secara kekerabatan dialah yang masih ada sekarang. Jika ditelurusi pastinya ada dari silsilah keluarga siapa sepupu siapa keponakan dan lain sebagainya. Tapi untuk apa? Bagiku kalau memang dekat dan akrab harusnya tidak perlu untuk dibuat-buat. Kalau kenyataannya tidak untuk apa juga diada-adakan.

Kunjungan adikku ke Indonesia sudah semakin jarang. Dengan segala kesibukkan kerja dan segala urusan rumah tangganya dimana sekarang anak-anaknya sudah mulai bersekolah dan yang lain-lainnya bagiku itu sangatlah wajar. Karena memang itulah sekarang kehidupan utamanya. Meski kami berdua selalu menjaga komunikasi dengan baik aku sampaikan padanya untuk selalu mendahulukan kepentingan-kepentingan anak istrinya dibandingkan urusan lain yang tidak penting.

Kini bisa dua atau tiga tahun sekali dia pulang ke Indonesia. Dalam hati sangatlah senang dia telah nyaman di sana sejalan dengan keputusan dan keinginan yang dipilihnya. Semua kedatangannya padaku aku hanya bisa bandingkan dengan satu kali kunjunganku ke sana beberapa tahun yang lalu. Akhirnya aku pergi ke Jepang lagi setelah bisa mengalahkan segala pikiran-pikiran dan ego-ego yang bertentangan dan juga rasa malas yang teramat lah besar. Untungnya semua itu terbayar dengan melihat kegembiraan dan kebahagiaan di wajah-wajah mereka.

“Orang Baik Berpulang”, itulah headline berita di siang hari itu ketika aku menyalakan televisi untuk menemani makan siangku. Negeri ini kembali kehilangan orang baik. Sebagai seorang pengusaha yang sudah ulung dengan semua kesuksesannya yang luar biasa kepergiannya mejadi pukulan telak bagi banyak orang terutama teman-teman sesama pebisnis yang senantiasa menimba ilmu dan mengidolakan sosoknya. Catatan-catatan kemurahan hatinya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Kekayaan yang dimiliknya sebanding dengan kedermawanannya. Sosoknya yang enggan untuk dijadikan berita apalagi tampil di depan layar kaca membuat sebagian orang tidak terlalu tahu akan siapa beliau. Pada kenyataannya beliaulah orang yang selalu ada mengulurkan tangannya untuk kegiatan-kegiatan amal dan juga berbagai kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Itulah kurang lebih yang disampaikan pewarta berita. Cukup naas memang bapak yang ada diberita tadi harus menghembuskan nafas terakhirnya bersama dengan istrinya dalam sebuah kecelakaan tunggal dengan mobil yang dikendarainya.

Aku turut bersimpati dengan kejadian yang diberitakan di televisi tadi. Aku langsung saja mencari sosok beliau yang dimaksudkan di internet. Begitu sudah mengetahui indentitasnya. Aku duduk di kursi di ruang tamu sembari memandang keluar jendela. Aku pandangi rumah kosong itu. Aku mau tertawa rasanya ketika teringat masa-masa dulu akan kejadian-kejadian yang aku alami bersama empunya rumah. Tapi tidak bisa dipungkiri terdapat rasa sedih diatas semua fakta-fakta dan peristiwa-peristiwanya. Sosok yang baru saja diberitakan itu adalah si tua Burhan.

1
🥰
Kepo Banget
Baaa
Kepo Banget
Halooo aku kemabli /Hey//Hey/
Dwi Sari Usop
lanjut kak
david: bisa baca ceritaku yang lain kak
total 1 replies
Dwi Sari Usop
kok kerasa gantung kak ceritanya
Kepo Banget
Besok lagi aku mampir dadah semangat
Kepo Banget
Ceritanya bagus semangat yahh.. cocok buat menyelesaikan misi baca novel soalnya gak ngebosenin dan adem ayem gak banyak konflik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!