NovelToon NovelToon
BERPINDAH KE TUBUH GADIS ANTAGONIS

BERPINDAH KE TUBUH GADIS ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:166.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Rosalyn.

Cerita sedang Hiatus, tidak diperkenankan untuk dibaca.


Bagaimana jadinya ketika Anak baik-baik yang begitu tahu akan adab tiba-tiba berpindah ke tubuh gadis Antagonis?

Yup! Alvina memasuki tubuh seorang gadis yang terkenal dengan nama Bad Gueen, pembully yang sangat jahat di sekolah Antareksa. Begitu memasuki tubuh sang gadis antagonis, hidup Alvina berubah 100 derajat dari kehidupannya sebagai Alvina, gadis sopan dan tahu adab.

Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Alvina? Yuk saksikan kelanjutannya!

SELAGI LAGI CERITA INI HANYA UNTUK BERSENANG-SENANG UNTUK MELEPAS BOSAN AUTHOR, SEKIAN DARI ZEN. TERIMA KASIH 🥂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosalyn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FESTIVAL #2

Shopia sudah selesai bersiap. Saat ini dia sedang mengemasi barang-barang yang akan dia bawa. Seperti hp dan dompet. Namun, karena ponselnya berada di dalam sebuah box yang berada di dalam lemarinya, Shopia harus melakukan pekerjaan 2 kali.

Dia membuka lemari yang ada di ruang bajunya dan mencari-cari diberbagai laci-laci yang ada disana. Meski agak lama mencari, akhirnya Shopia menemukan kotak tersebut.

Kotak bewarna biru dan diikat oleh pita bewarna merah. Shopia mengangkat alisnya, heran melihat Shopia terdahulu yang memilih untuk menyimpan ponsel di dalam box, alih-alih menggunakannya.

"Kenapa Shopia nyimpan ponselnya di dalam box ya?" herannya dan kemudian mulai berjalan menuju sofa dan duduk disana.

Shopia mulai membuka box itu dan kemudian dia bisa melihat isi di dalam box tersebut. Box yang tak terlalu besar dan tak kecil itu terdapat sebuah buku catatan dan 1 smart phone di dalamnya.

Shopia pun langsung merasa janggal setelah melihat itu, tentunya dia sangat tahu betul pada kebiasaan ini. Dia pun dulu sering melakukan hal tersebut demi bisa menyembunyikan sesuatu yang tertulis di dalam buku cacatannya.

"Buku ini..." gumam Shopia secara perlahan mulai membuka buku catatan itu.

Setelah membukanya, Shopia tersenyum simpul karena ternyata dugaannya itu memang benar-benar terjadi. Shopia melihat sebuah halaman pertama itu yang terdapat sebuah tulisan 'Goresan sedihku'

"Gak salah lagi, Shopia nyembunyiin sesuatu yang gak semua orang tahu. Kayak aku dulu, nyembunyiin penyakitku dan ujung-ujungnya malah meninggal," ucap Shopia, berniat untuk membuka halaman selanjutnya. Namun tidak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamar Shopia sehingga niat Shopia untuk membuka halaman selanjutnya pun terurungkan.

*Tok tok tok

Shopia menutup buku itu dengan cepat dan kemudian berkata "Si-siapa?" tanya Shopia dengan ekspresi sedikit risau.

"Sayang, kamu udah siap? Teman-teman kamu nungguin di depan," ucap Mega agak sedikit mengeraskan suara.

Seketika Shopia teringat jika dia memiliki janji main bersama kelima teman-temannya.

"Iya, mah. Shopia sebentar lagi turun kok," balas Shopia, dengan sembarangan dia memasukan ponsel maupun buku catatan itu ke dalam tas miliknya.

"Iya sayang, cepat ya," ucap Mega lagi

"Iya mah, iya" jawab Shopia.

Shopia sudah menyiapkan semua keperluannya, bercermin untuk melihat penampilan. Dan kemudian Shopia pun keluar dari kamar dan menemui kelima teman-temannya.

...****************...

"Shopia, rumah lo gedek banget! Gue lihatnya jadi segan," celetuk Carolyn saat keadaan di dalam mobil saat itu cukup hening.

"Hahaha, iya banget. Gue gak bisa bayangin itu gimana bersihinnya," sahut Andin yang sedang menyetir.

Shopia hanya tersenyum simpul, dia menurunkan pandangannya seraya berkata "Enggak kok, biasa-biasa aja," ucapnya merasa segan.

Semua orang yang ada di dalam mobil itu mendadak tertawa melihat tingkah malu-malu Shopia. Namun tidak lama kemudian, tawa Angel luntur saat menyadari sesuatu yang salah pada diri Shopia.

"Pi, lo kenapa? Wajah lo kok pucat, lo juga kayak lemah banget. Lo sakit ya?" tanya Angel khawatir dan diikuti oleh yang lainnya.

"Lah iya juga ya, " ucap Jessica membalikkan badan untuk melihat ke arah Shopia yang sedang duduk di bangku penumpang bagian belakang.

Anita, Angel dan Carolyn memperhatikan Shopia dengan khawatir. Terutama Angel, dia yang memang sudah menyadari itu sejak lama pun akhirnya buka suara.

"Pia, dari kita masih di sekolah aja gue udah notice kalau muka lo tuh pucat. Lo udah coba periksa ke dokter?" ucap Angel.

Shopia yang mendengar itu pun langsung kebingungan. Dia pun tidak memahami kondisi yang sedang dia alami saat itu. Shopia hanya tersenyum kecil sembari bergeleng.

"Aku gak kenapa-kenapa, dan makasih ya atas kekhawatiran nya. Aku mungkin hanya kecapek-an," balas Shopia.

Kelimanya hanya terdiam, memperhatikan Shopia dengan tidak yakin. Namun mereka memilih untuk diam, karena mereka pun sangat segan untuk kembali bertanya pada Shopia. Pun mereka juga baru akrab, mereka takut jika Shopia tidak nyaman apabila mereka beri perhatian lebih.

Mereka kembali pada kesibukan masing-masing. Sampai tak terasa perjalanan membawa mereka sampai di taman festival. Dengan semangat ke-empat dari mereka turun dari dalam mobil, sementara Andin sedang memarkirkan mobil.

"Akhirnya...! Kita sampai juga di Festival ini!" ucap Carolyn sangat senang melihat kemeriahan Festival yang berlangsung.

Banyak sekali pengunjung disana, acara lempar bunga dan masih banyak lagi. Shopia pun mendongak, melihat sebuah boneka besar yang berbentuk seorang princess sedang menabur bungan mawar kepada puluhan penonton yang saat itu hadir.

Dia tersenyum takjub, matanya berbinar saat melihat jutaan kelopak bunga mulai di taburkan ke jalanan saat itu.

"Indah," celetuknya.

"Iya, Festival tahun ini memang benar-benar indah," sahut Andin yang baru datang.

Ke-empat nya langsung menoleh ke arah Andin. Mereka tersenyum gembira tatkala melihat Andin yang sedang membawa lima tiket untuk mengikuti Festival.

"Ok, kita masuk sekarang?" ucap Andin tersenyum.

"Yeokshi!"

Mereka semua sangat senang. Dengan kegembiraan itu, mereka pun pergi dari sana untuk segera pergi bermain di wahana yang sudah disiapkan.

Tidak lama setelah mereka pergi, tiba-tiba Erlan dan Kelvin pun menampakkan diri mereka. Kelvin dan Erlan bersembunyi di balik sebuah food truck, dengan tampang yang sangat serius itu mereka mulai mengikuti Shopia secara diam-diam.

"Jangan sampai Shopia sadar dengan kehadiran kita," ucap Kelvin sangat serius.

"Ok! Rencana dijalankan!" jawab Erlan, menanggapi perkataan Kelvin dengan serius.

...Di sebuah bianglala...

Shopia dan teman-temannya memutuskan untuk menaiki bianglala sebagai wahana pertama mereka di malam itu. Dengan semangat, Shopia menaiki bianglala itu dengan ditemani oleh Andin.

"Indah banget! An, lihat itu An, bagus banget," ucap Shopia bersemangat tatkala melihat penampakan yang sangat indah dari atas puncak bianglala.

Andin hanya bisa tersenyum melihat tingkah menggemaskan Shopia. "Kasihan Shopia. Kayaknya dia gak pernah deh naik wahana yang kayak gini. Dulu kan dia Anaknya gengsian banget. Tapi selarang, Shopia benar-benar beda! " benak Andin.

Disaat keduanya sedang menikmati keindahan Festival dari atas, Erlan dan Kelvin justru tengah sibuk memantau keberadaan Shopia saat itu. Mereka mengenakan masker dan sebuah topi aneh namun lucu.

Erlan menggunakan topi gajah, sementara Kelvin menggunakan topi tupai. Mereka melihat Shopia menggunakan teropong kecil yang baru saja mereka beli di toko elektronik.

"Tck! Lo beli teropong ini dimana sih? Gue gak bisa liat apa-apa!" jengkel Kelvin pada kakaknya itu.

"Ya...gue beli di toko elektronik, mustahil dong kalau gak bisa liat apa-apa, gue belinya aja mahal!" jawab Erlan tidak percaya, dan kemudian dia mengambil teropong itu dari tangan Kelvin, lalu mencobanya.

"Lo udah ditipu goblok," jengkel Kelvin karena Erlan senang sekali jatuh dalam tipuan para pedagang.

Erlan mencoba teropong itu, dan benar saja. Erlan tidak bisa melihat apa-apa selain sebuah salju yang berterbangan.

"Lah, ini mah permainan Anak kecil anjir," celetuk Erlan menggaruk kepalanya.

Sementara, Kelvin, dia hanya bisa pasrah pada kebiasaan buruk Erlan.

^^^To be Continued~^^^

1
bubu
cerai aja sih
Bzaa
vote udah otw ya
Bzaa
kopi sudah otewe ya
Bzaa
sukses ya ka otor😘
Bzaa
😘😘😘
Bzaa
semangat terus ya kak😘
Bzaa
shopia the best..
Bzaa
semangat shopia...
Bzaa
rasakan pembalasan nya shopia
Bzaa
udah gK sabar nunggu yg mao jujur😅
Bzaa
rasain Austin, puas aku bacanya🙃
Bzaa
si babeh be*o bener jdi oen cubit hatinya
Bzaa
menyala shopia
Bzaa
si mila,
Bzaa
coba aja kl kamu berani mila, yg ada nyari penyakit kamu..
Bzaa
lanjutkan.... 😘
Bzaa
saatny bermain,, semangat shopi
Bzaa
semangat shopia
Bzaa
kasian shopia
Bzaa
mila memangnya gak ada keluarga aslinya, stlh ortunya ninggal gitu, malah numpang di rmh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!