Kisah dua orang Indigo
Lachlan Lexington de Luca memiliki kekuatan di luar Nurul para sepupunya ... L biasa dipanggil, memiliki sixth sense yang bisa berkomunikasi dengan hantu. Kali ini liburan L ke Jakarta menjadi berbeda karena dia harus membantu empat hantu gentayangan untuk bisa ke alam baka... Dengan syarat harus berbuat baik baru bisa dipertimbangkan masuk surga atau neraka. Di perjalanan membantu, L bertemu dengan seorang gadis yang takut hantu tapi punya kemampuan yg sama dengan L.
Nareswari adalah seorang gadis berprofesi sebagai konsultan gizi di rumah sakit tapi dia juga punya kemampuan bisa melihat hantu. Nareswari super takut dengan mereka sampai dirinya bertemu dengan Lachlan yang memiliki kemapuan sama. Keduanya membantu empat hantu yang rusuh minta kembali ke habitatnya... Eh alamnya. Bagaimana ceritanya? Menyambut Halloween... FYI ini horor unfaedah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pak Gondo Pergi
AJ Corp jl Slamet Riyadi Solo
Lachlan dan Raiden menatap bingung ke arah Sagara yang datang menyusul mereka di Solo. Keduanya yakin jika Sagara sudah pasti tidak akan kemari hanya demi tengkleng Bu Edi atau Soto Gading. Pasti ada suwiran ayam di balik nasi liwet !
Sagara Hadiyanto
"Kalian pada ngapain disini? Mana Oma Freya?" Sagara celingukan.
"Oma di kantor sebelah. Aku dan Dendeng habis makan es puter terus ngadem disini soalnya kan kita gadha hak di AJ Corp Solo yang lagi sibuk buat acara tar malam. Lha kamu sendiri ngapain kemari? Naik apa?" tanya Lachlan.
"Garuda."
Lachlan dan Raiden melongo. "Elu naik Garuda? Yakin? Elu kan orang yang paling anti antri masuk, paling ogah ke bandara berlari-lari cari gate ... Naik Garuda? Business Class?" Raiden menatap Sagara yang tampak acuh dengan penasaran. "Elu kan pecinta pesawat pribadi keluarga Hadiyanto !"
"Sekali-kali..." jawab Sagara sambil melengos.
"Wah, kagak beres nih !" gumam Raiden.
"Sekarang pertanyaanku. Dalam rangka apa tetiba ada pertunjukan wayang kulit di AJ Corp Solo? Soalnya kata Oom Arka, itu tidak ada dalam list acara." Sagara menatap tajam ke Lachlan dan Raiden.
Lachlan dan Raiden saling berpandangan. "Apakah elu percaya kalau kita mengadakan pertunjukan wayang kulit itu demi menyebrangkan arwah kembali ke alamnya?" Lachlan menatap lekat ke Sagara.
"Usssoooooo ( yang benar saja - bahasa Jepang ) !" seru Sagara tidak percaya sepupunya benar-benar jadi ghost whisperer.
"Serius. Malam ini ada tiga arwah akan menyebrang jadi aku minta sama kamu, jangan sampai pikiran kamu kosong..." pinta Lachlan serius. "Karena kamu bisa kesurupan..."
Sagara hanya memegang pelipisnya. Repot memang kalau punya Saudara yang memiliki kemampuan diluar Nurul.
***
Rumah Keluarga Pratomo di Manahan Solo
Sagara meletakkan tubuhnya yang penat usai Freya selesai menjadi boss dadakan di AJ Corp. Usai melaksanakan ibadah Asar, Sagara memutuskan untuk tidur sejenak karena jam tujuh malam nanti mereka akan ke AJ Corp.
Sagara mengambil ponselnya dan melihat wajah cantik Khadijah di layar ponselnya. Gadis blasteran Arab dan Jawa itu tampak cantik disana dan Sagara sudah mengejarnya sejak setahun ini. Khadijah Kartokusumo Al Khafi adalah kakak kelas Sagara waktu SMA. Sagara kelas satu, Khadijah kelas tiga dan saat masa orientasi, Sagara sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis berwajah Arab itu.
Berbagai cara dilakukan Sagara untuk mendekati Khadijah saat di sekolah tapi gadis itu hanya menganggap dirinya sebagai adik kelas. Lulus dari SMA, Khadijah masuk pendidikan pramugari di Garuda apalagi ditunjang dengan tinggi 170 dan badan proposional serta wajah cantik dan cerdas, gadis itu pun lulus dengan nilai terbaik sedangkan Sagara melanjutkan kuliah di Universitas Pelita Harapan.
Karena tidak pernah ada kontak lagi, setahun lalu Sagara naik Garuda bersama Dewa dan terkejut melihat pramugari yang melayani dia dan ayahnya adalah Khadijah. Sagara pun meminta kontak gadis itu saat ada kesempatan sebelum pesawat mendarat. Sejak saat itu, jika ada kesempatan pergi, diam-diam Sagara memilih penerbangan dimana Khadijah menjadi pramugarinya.
Hanya saja, Khadijah masih saja sama. Menganggap Sagara adik kelasnya saja. Sagara lalu mengirimkan pesan ke Khadijah.
📩 Sagara Hadiyanto : Kalau kamu nggak ada jadwal terbang malam ini atau besok pagi, datang ke AJ Corp Solo. Ada pertunjukan wayang kulit... Jadi ingat eyang buyut mu kan ? Dulu juga jadi dalang di pernikahan Oma buyutku, Savitri Pratomo. ( Baca Guruku Bar-bar Sekali ).
Sagara menunggu balasan dari gadis cantik itu dengan harap-harap cemas.
📩 Khadijah-ku : Maaf, Sagara. Aku masih ada jadwal terbang malam ini pukul tujuh malam ke Jakarta. Besok pagi, aku terbang ke Singapura.
Sagara pun manyun. Susah sekali mengejar pramugari satu ini.
***
Lachlan sedang mencari jejak suami dan anak mbak Kunti di depan layar MacBooknya ketika mas Muka Rata masuk ke dalam kamarnya.
"Kulonuwun mas Bule. Boleh aku bilang sesuatu?" ijin mas Muka Rata.
"Lha mas muka rata, kan sudah saya bilang, jangan masuk ke rumah..." ucap Lachlan.
"Ada gosip mas... Sebentar saja..."
Lachlan menoleh ke hantu pria itu. "Ada apa?"
"Tampaknya mas Gara lagi patah hati."
Lachlan melongo. "Kamu tahu dari mana?"
"Aku tadi iseng masuk kamar per kamar dan pas di kamar mas Gara, dia lagi galau melihat ponselnya. Layarnya ada gambar cewek cantik ... Terus mas Gara kirim pesan ke mbak... Khadijah... Minta ketemuan tapi mbak Khadijah tidak mau karena harus terbang ke Jakarta."
Kali ini Lachlan benar-benar minat dengan ghibah habis Asar. "Memang ceweknya tinggal di Solo?"
"Nggak mas. Kayaknya ceweknya pramugari Garuda ... Tadi saya mengenali seragam di wallpaper ponselnya mas Gara."
Wajah Lachlan tampak tersenyum. "Pantas niat pakai Garuda, jebulnyaaaa..." kekeh Lachlan.
"Wis mas. Infonya sekian dan terimakasih. Aku out dulu soalnya eyang mas Bule udah mendelik aku main masuk ke rumah..." Mas Muka Rata pun pergi meninggalkan Lachlan yang menoleh ke arah pintu. Tampak pemilik rumah menatap galak ke mas muka rata.
"Eyang, jangan marah. Aku dapat info ini..." cengir Lachlan tanpa takut.
***
Gedung AJ Corp Solo
Malam ini acara dalang wayang kulit semalam suntuk pun diadakan. Freya, Lachlan, Raiden dan Sagara tampak hadir sebagai perwakilan keluarga Al Jordan dan Pratomo meskipun tujuannya bukan itu.
Ketiga buyut Arga Pratomo itu tampak terlarut dalam cerita yang dibawakan oleh Pak Choirul tapi sudah dimasuki arwah eyang pakdhe nya, Dalang Bambang Hardian. Biasanya ketiganya bakalan mengantuk dan terlelap di tengah-tengah cerita, tapi ini tidak. Meskipun Lachlan dan Raiden tidak begitu paham bahasa Jawa kromo Inggil macam Sagara, tapi mereka bisa mengikuti jalan ceritanya.
Menjelang jam dua malam, acara dalang pun selesai dan Lachlan bisa melihat ketiga arwah itu pun mulai pergi perlahan-lahan. Tampak Mayang dijemput oleh Hari dan Pak Gondo melambaikan tangannya ke Lachlan, Pak Choirul dan dua hantu di belakang mereka.
"Sampai bertemu di alam sana, mas dan mbak ... " senyum Pak Gondo.
"Semoga bisa masuk surga pak..." ucap Lachlan.
"Aamiin. Terimakasih mas Bule, mas Dendeng... Sampaikan salam saya pada mbak Nyes. Choirul, kerjo sing apik Karo keluarga Mas Sagara. Mereka itu keluarga paling apik..." ucap Pak Gondo.
"Njih eyang pakdhe ..." jawab Pak Choirul yang agak sedih tapi bahagia bisa membuat arwah eyangnya tenang.
"Terimakasih mas L, mas Dendeng... Aku pergi dulu" pamit Mayang.
"Selamat jalan mbak Mayang... " ucap Lachlan dan Raiden sedangkan Freya dan Sagara hanya melihat bagaimana keduanya sedikit melambaikan tangannya.
Tak lama, ketiganya pun pergi dan Pak Choirul langsung ambruk.
"Paaakkkk !"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️