NovelToon NovelToon
MENGANDUNG BENIH BURONAN

MENGANDUNG BENIH BURONAN

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Berliana, seorang polisi wanita yang harus berpura-pura mencintai seorang buronan bernama Gabriel.

Saat akad nikah, polisi datang untuk menangkap Gabriel.

"SEENGGAKNYA GUE HANYA PENJAHAT BUKAN PENGKHIANAT SEPERTI LO! YANG MENJADIKAN CINTA SEBAGAI MAINAN," ucap Gabriel dengan menahan amarah yang berkecamuk di hatinya.

"Aku memang jahat, tapi apa yang kau buat ini lebih jahat. Aku yang bersalah, kenapa hatiku yang kau hukum?" tanya Gabriel dengan mata berkaca.

Mama mohon baca setiap bab tanpa menunggu tamat. 🙏🙏
Terima kasih.

Note : cerita hanya fiksi belaka, apa bila ada kesamaan kejadian atau tempat hanya kebetulan belaka. 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Aku Anak Kuat

Setelah mandi dan berpakaian, Berliana berkaca di cermin yang ada dalam kamar mandi. Baju yang dibelikan Gabriel memang sangat pas di tubuh wanita itu, bahkan pakaian dalamnya.

Tanpa polesan bedak, wanita itu keluar dari kamar mandi. Sebenarnya Berliana sedikit merasa risih. Ukuran rok nya bagi dia terlalu pendek. Namun, Berliana tidak mungkin protes. Telah dibelikan saja, sudah syukur.

Saat Berliana keluar dari kamar mandi, Gabriel menatapnya tanpa kedip. Tampaknya dia sangat kagum dengan kecantikan alami dari wanita itu. Menyadari pandangan mata Gabriel, wanita itu menunduk.

Gabriel langsung berdiri dan menuju kamar mandi. Dia tidak mau terpesona lagi dengan Berliana, cukup sekali wanita itu mempermainkan hatinya.

Berliana yang merasa sangat lelah, membaringkan tubuhnya di sofa. Dalam sekejap matanya telah terpejam.

Gabriel yang telah selesai mandi, kaget melihat pemandangan di depannya. Paha mulus Berliana terekspos karena rok yang digunakan pendek dan naik ke atas saat dia berbaring.

Gabriel menatap tanpa kedip, dia menelan air ludahnya. Terbayang kembali malam panas mereka berdua. Sebagai pria normal, tentu saja pemandangan yang dia lihat ini membangkitkan gairah jiwanya.

Tatapan Gabriel berpindah ke Nicole. Bocah cilik itu juga nampak terlelap dengan nyenyaknya. Mungkin pengaruh obat yang dia minum.

Gabriel melangkahkan kakinya dengan pelan menuju sofa tempat Berliana berbaring. Diambilnya selimut dan ditutupnya tubuh wanita itu yang terbuka. Dia melakukan itu bukan karena takut khilaf, tapi tidak ingin ada perawat atau orang lain melihatnya.

Berliana yang kaget karena merasa tubuhnya ada yang menyentuh langsung bangun. Mata yang masih mengantuk membuat keseimbangan tubuhnya tidak stabil hingga dia hampir terjatuh, beruntung Gabriel langsung memeluknya.

Pandangan mata mereka bertemu. Wajah mereka saling berdekatan. Gabriel makin mendekatkan bibirnya ke wanita itu. Berliana yang kesadarannya mulai kembali melepaskan pelukan Gabriel.

"Maaf, Bang. Aku kira siapa tadi yang menyentuh tubuhku," ucap Berliana pelan.

"Aku tidak ada menyentuhnya!" ucap Gabriel dengan wajah datarnya. "Aku hanya ingin menutupi tubuhmu dengan selimut."

Berliana hanya menjawab ucapan Gabriel dengan cengiran. Dia baru menyadari itu setelah melihat selimut yang jatuh di lantai.

"Maaf, Bang. Jika aku salah sangka," ujar Berliana.

Tanpa menunggu jawaban, Berliana berjalan mendekati ranjang putrinya. Dia duduk di samping tempat tidur. Gabriel pamit keluar. Entah apa yang pria itu lakukan. Berliana tidak ingin tahu atau mencari tahu. Dia hanya butuh bantuan dana dari Gabriel. Yang terpenting dia butuh pencangkokan sumsum tulang belakang dari pria itu.

Berliana tidak akan mencampuri urusan pribadi pria itu. Baginya Gabriel hanya ayah dari Nicole, dan dengan dirinya tidak ada hubungan apa-apa. Dia meletakkan kepalanya di tepi ranjang, tidur dengan posisi duduk.

Jam dua dini hari, Gabriel masuk ke ruang inap Nicole. Dia melihat Berliana yang tertidur di samping ranjang putrinya. Pria itu berjalan pelan, takut membangunkan keduanya. Di selimuti tubuh wanita itu.

Gabriel berdiri dekat jendela besar yang ada diruangan tempat Nicole di rawat. Jendela kaca itu terbentang luas dari atap sampai lantai memampilkan pemandangan kota yang dia saksikan dari lantai ruang rumah sakit tempat putrinya terbaring.

Malam gelap sudah menjelang, sehingga yang tampak oleh pandangan Gabriel saat ini adalah lampu-lampu gedung di sekitar rumah sakit.

Pandangan matanya jauh menerawang. Dari tadi Gabriel memikirkan nasib Nicole. Tanpa melakukan tes DNA sebenarnya hati kecil pria itu telah mengakui jika Nicole memang putrinya.

Dari wajah saja, semua juga bisa menyimpulkan jika Nicole darah dagingnya. Di tambah dengan ingatan malam panas dia dan Berliana, dia ingat betul jika wanita itu masih perawan.

Yang menjadi pikiran Gabriel saat ini, bagaimana mengatakan semua kebenaran ini pada Tessa. Apakah wanita itu bisa menerima kehadiran Nicole? Sebagai ayahnya, dia harus bertanggung jawab pada bocah itu.

Jam empat subuh barulah Gabriel mencoba memejamkan mata. Membaringkan tubuhnya di sofa.

**

Sinar matahari pagi yang menembus kaca, menghangatkan tubuh Gabriel. Matanya terbuka perlahan. Gabriel menggerakkan tubuhnya yang terasa sedikit kaku karena tidur di sofa.

Mata pria itu langsung tertuju pada bocah cilik yang sedang disuapi ibunya. Tampaknya kesehatan Nicole sudah makin membaik. Dia tersenyum pada Gabriel.

"Selamat Pagi, Om," sapa Nicole dengan ceria. Obat-obatan yang diberikan dokter adalah yang terbaik, sehingga dia cepat pulih.

"Selamat Pagi, Cantik," balas Gabriel dengan senyuman.

"Terima kasih, Om. Aku memang cantik, seperti ibuku," ucapnya dengan suara riang.

Berliana tersenyum melihat perkembangan kesehatan putrinya makin membaik. Walau ini bukan penyembuhan total, paling tidak rasa sakitnya telah berkurang.

Gabriel bangun dan mendekati Nicole. Dia ingin mengecup pipi gadis kecil itu. Namun, Nicole mengelak, membuat pria itu heran.

"No, no ... jangan sentuh atau mencium pipiku. Om belum mandi!" ucap Nicole dengan gerakan melarang.

Berliana tersenyum melihat wajah cengo Gabriel mendengar ucapan putrinya. Mungkin pria itu belum tahu jika Nicole tidak mau di sentuh sembarang orang jika belum dekat. Dengan Gabriel ini saja, Nicole sudah termasuk bisa menerima pria itu. Terbukti dia mau di cium asal pria itu mandi terlebih dahulu.

"Apa tubuh Om bau?" tanya Gabriel.

Nicole tertawa melihat ekspresi wajah Gabriel yang lucu saat bertanya. Dia lalu mendekati pria itu dan memeluk leher nya dengan melingkarkan kedua tangan mungilnya.

"Aku cuma bercanda. Om boleh menciumku berapa pun Om mau. Itu sebagai bayaran karena Om telah menolong ibu dan aku. Tanpa bantuan Om, pasti saat ini ibu menangis memikirkan biaya rumah sakitku. Nanti setelah aku besar, aku baru bisa membayarnya dengan uang," ucap Nicole.

Mendengar ucapan Nicole, pandangan Gabriel beralih pada Berliana. Wanita itu menunduk, sepertinya menahan tangis. Dia baru menyadari jika selama ini putrinya juga ikut memikirkan tentang dirinya.

Air mata menetes dari kedua mata membasihi pipinya. Berliana merasa sangat bersalah karena membuat anak sekecil Nicole sudah harus memikirkan biaya.

Nicole melepaskan pelukannya pada Gabriel. Dia mendekati ibunya. Menghapus air mata wanita yang telah melahirkan dirinya.

"Maafkan ibu, Sayang. Ibu belum bisa menjadi ibu yang baik. Kamu jadi ikutan memikirkan biaya hidup karena ibu yang tidak mampu ini," ucap Berliana merasa sangat bersalah.

"Ibu tidak salah. Ibu adalah ibu terbaik di dunia. Tidak ada yang bisa menggantikan ibu," ucap Nicole.

Berliana memeluk putrinya erat. Tidak ada yang lebih berharga dari putrinya di dunia ini. Apa pun akan dia lakukan demi Nicole.

"Sekarang ibu tidak perlu bekerja di ladang sampai malam untuk mencari uang. Aku janji tidak akan sakit lagi. Aku akan jadi anak yang kuat," ucap Nicole.

Mata Gabriel berkaca mendengar ucapan putrinya itu. Dia baru tadi malam mendapatkan laporan tentang kehidupan Berliana dan putrinya.

...----------------...

1
Bunga Raudhatul Jannah
luar biasa cerita ini
Mama Reni: 😘😘😘😘😘
total 1 replies
UMM
seru banget.. menuju halal gabriel berli 😍 demi nicole
Aidul Putra
golden prawn...
Lia Dahlia
nama nya sama persis sama anak temen 🤭
Mawar Merah
Luar biasa
Eli sulastri
moga dipertemukan lagi dengan Gabriel dan mau mengakui Nicole
Yusria Mumba
kasiang
cinta
nah gitu lawan ulat bulu itu
cinta
mati aj sono
cinta
lelaki bodoh msh aj mau mah jalang
cinta
selidikin
cinta
cepat selidikin tessa biar bisa bersatu sama ank mu bang
cinta
kayaknya sengaja tesa nyebak tu
cinta
😭😭😭😭jd mewek
Deana
sudah ku duga dan mungkin ujian itu adalah salah satu dampak balasan dari rasa sakit hati Gabriel terlepas dia PU yah. Mempermainkan hati seseorang, tapi dia polisi Ais terserah lah... Next
Aska
akhirnya berbahagia 🥰
Aska
kukira Tessa keluar dari penjara nanti menjadi jadi orang yang lebih lg, ternyata malah meninggal
Aska
selamat datang di rumah baru mu tes
Aska
Berli itu mantan polwan dia pandai dan cerdik kalo gak pandai mana bisa nangkap buronan
Aska
hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!