NovelToon NovelToon
SUKI

SUKI

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:216.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dini Salim

Di tahun kedua sekolahnya, Suki mencoba untuk mencari kisah cintanya seperti orang-orang kebanyakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini Salim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Canteen

"Memilih jalan yang berbeda belum tentu buruk."

•••

Suki adalah tipe anak sekolah yang selalu berada di kelas.

Ya, kecuali kalau mau ke toilet.

Suki lebih nyaman di kelas. Dia bisa bebas. Main ponsel, nonton drama, main game, demus ataupun tidur. Suki tak pernah ke perpustakaan karena dia nggak suka baca buku asli, kalau e-book Suki suka. Suki juga nggak pernah ke kantin karena Suki suka bawa bekal dan Suki nggak suka keramaian.

Karena apa ya, keramaian itu bukan Suki banget.

Tapi hari ini Suki menyaksikan keramaian. Tubuhnya berkeringat banyak dan otaknya berasa pusing melihat banyak orang. Berbicara, tertawa, bercanda, bahkan sampai ada yang berteriak sok heboh. Ada juga beberapa yang baca buku. Suki heran, bagaimana mereka bisa fokus membaca sementara di sekelilingnya amat berisik.

Kalo semua orang begitu, buat apa ada perpustakaan ya.

Mata Suki beralih ke jajaran penjual. Semuanya penuh dan padat. Suki sudah membayangkan bagaimana sesaknya berada di sana.

"Sel, gue balik ah," pamit Suki sudah takut duluan.

Selena berdecak, langsung menarik lengan Suki ke arah satu meja. Meja itu berada agak pojok, dekat penjual batagor. Dan di sana sudah duduk Fira, Zenna dan Yanti dengan makanannya masing-masing, seperti menunggu kedatangan Selena dan Suki.

Iya, Fira, Zenna sama Yanti itu sahabatnya Selena. Tapi karena Selena baik banget sama Suki, ia mengajak Suki buat berteman juga sama mereka. Dan mereka juga menerima Suki dengan baik.

Beruntung banget ya jadi Suki, tapi ya, sayang, Sukinya kadang suka kufur nikmat dengan menyianyiakan mereka yang peduli padanya.

"Eh, gais, sori ya telat," kata Selena sambil duduk dan tersenyum merasa bersalah. Sementara Suki ikut duduk di sampingnya tanpa kata-kata.

Yanti tertawa. "Nggak apa-apa. Santai, Sel. Asal jangan telat pas lima menit mau masuk aja."

"Lah, Suki ikut?" tanya Zenna kaget. "Biasanya di kelas."

"Dipaksa Selena," jawab Suki sedih. "Juga karena nggak bawa bekal."

"Oh, gitu ya."

Fira menyedot es tehnya. "Mau pesen apa, Sel? Suki juga, mau pesen apa?"

"Kenapa? Mau dipesenin?" Selena jadi tersenyum sok manis, bikin Fira hampir terbujuk sebelum akhirnya menuding Zenna yang tak tau apa-apa. "Sama Zenna aja, kakinya panjang dan tubuhnya tinggi. Gampang tuh buat nyerobot."

"Dih, kok gue?!" tanya Zenna kaget.

"Udah ah, mending pesen sendiri aja dah." Selena bangkit dan akhirnya menghampiri penjual batagor sementara Suki mengekor di belakangnya.

"Sel, sumpek banget ya kayaknya. Nggak kuat gue," kata Suki sudah menyerah duluan. "Gue nggak deh."

Selena melotot, lalu menggeleng kuat. "Lo harus makan dan nikmati cita rasa batagor Mang Ujang, dijamin bikin ketagihan. Oke?"

Suki tak tau harus bereaksi bagaimana.

Selena jadi berdecak gemas. "Udah, sana lo beli menumannya. Biar gue yang beli batagornya. Ayok," katanya mendorong punggung Suki ke kerumunan.

Suki melotot. Sudah niat mengumpati Selena kalau gadis itu tak hilang dan kini tengah menyeludup di antara badan-badan yang memesan batagor. Suki berbalik, menatap penjual minuman yang juga sama penuhnya. Meneguk ludah kasar, kemudian berdiri paling belakang.

Oke. Suki akan menunggu saja hingga massanya menghilang dan ada saat Suki bisa memesan tanpa berdesakkan.

*

Zidan ingat dulu ia memiliki teman yang badannya amat mungil dengan wajah yang selalu datar. Tapi bukan datang yang dingin dan elegan. Tapi wajah datar polos tak tau apa-apa dan amatir. Zidan suka padanya, suka menjahilinya.

Iya, teman itu namanya Suki. Hanya saja Zidan memanggilnya Ucil. Karena dia kecil.

Dan lucu, sama sepertinya Ucil, kucing betinanya.

Zidan ingat sekali ketika suatu saat pulang sekolah, Suki hendak pulang sekolah. Ia selalu berjalan kaki karena rumahnya lumayan dekat, bersama temannya, Selena. Zidan suka mengikutinya, karena rumah mereka searah juga.

Cara jalan Suki dan gerak tubuhnya membuat Zidan tak bisa menahan untuk melemparinya batu dari belakang. Punggung itu langsung kaget dan berbalik.

"Ish!" kesalnya ketika tak menemukan siapa-siapa karena Zidab ngumpet di balik pohon.

Zidan sekikikkan, kemudian lanjut mengambil batu hendak melempar lagi. Tapi baru ia mengangkat tangan, Suki keburu menoleh dan membuat Zidan beku.

Suki melotot, kemudian langsung berlari setelah melepas tasnya begitu saja. Larinya cepat, Zidan saja tak bisa mengejar.

"Dan, jail banget sih, aduh, Suki tuh takut tau," kata Selena sambil mengambil tas Suki dengan sukarela.

Zidan hanya tertawa. "Nggak apa-apa. Gue seneng."

"Iya lo seneng. Suki takut tau!" seru Selena.

Justru Suki yang takut itulah yang membuat Zidan semakin tertarik menjahilinya.

Suki itu wajahnya kecil, tapi rambutnya panjang. Suki juga suka memakai tas yang lebih besar dari tubuhnya, jadi punggungnya terlihat amat kecil. Zidan jadi bisa langsung mengenalnya dari belakang karena terlalu sering menjahilinya.

Karena punggung itu tak berubah.

*

"Kalo cuma berdiri di situ, mana dapet, Ucil."

Sebuah suara mengejek seperti melesat di telinga Suki ketika ia masih setia menunggu antrian pembali es jelly, kemudian terlihat sebuah punggung yang langsung menerjang massa mencoba berada di barisan depan kerumunan.

"BU, ES JELLY SATU!" teriaknya keras, Suki aja ngeri mendengarnya.

Kemudian sebuah tawa terdengar dari orang yang berdiri di sebelah Suki. Suki menoleh dan mendapati Felik tertawa geli. Felik ikut menoleh, sadar dilihat Suki.

Mata mereka bertemu.

Felik langsung senyum ceria. "Hai," katanya menyapa ramah. "Suki, ya?"

"Iya."

Felik hendak bersuara lagi ketika tiba-tiba Zidan muncul dengan sekantung es jelly segar yang menggoda. Senyumnya lebar ketika menunjukkannya pada Suki.

"Mau nggak?" tanyanya menyodorkan es jelly.

Suki refleks tersenyum. "Makasi-"

"Beli sendiri." Baru Suki hendak menyambut es jelly itu, Zidan langsung meminumnya tanpa tega. Kemudian membuang napas legas setelah menghabiskannya sekali teguk. Ia membuang sampahnya asal, kemudian tertawa.

Suki mendelik. "Dasar."

Zidan menaikkan alis tinggi. "Kok diem?"

"Kenapa emang?"

"Ya, lo mau beli nggak?" tanya Zidan jadi kesal sendiri.

"Ya, gue mau nungguin," jawab Suki tak kalah kesal.

"Nunggu di sini tuh nggak bakal dapet-dapet, lo liat gimana banyaknya yang pesen?"

Suki tersenyum miris. "Iya juga sih."

Felik tersenyum tipis, tau bahwa eksistensinya di sini harus dihapuskan jika tak mau mengganggu sahabatnya yang sedang mabuk cinta. Makanya, dia berbalik pergi tanpa pamit. Dan benar, Zidan maupun Suki sama sekali tak sadar Felik sudah berada jauh dari mereka.

Oke, Felik mungkin tidak penting. Sedih jadinya. Tapi ya, namanya Felik, dia tak baperan. Cukup duduk di pojok, memerhatikan semuanya.

Zidan lanjut menyikut Suki agar mengikuti gerakannya. "Gini, gue ajarin ya. Pertama-tama, lo harus nyeludup, usahain dapet tempat VVIP alias paling depan. Ngerti?"

Suki menggeleng ngeri. "Gue tunggu aja ah."

"Lo ini nggak berpengalaman banget ya! Lo ke kantin udah lebih dari setahun juga masih kagak ngerti beli es jelly itu gimana biar cepet," kata Zidan mengomel, entah mengapa jadi perhatian pada Suki hanya karena melihatnya tanpa sengaja saat Zidan hendak membeli es jelly.

"Dih, gue baru sekali ini juga ke kantin," balas Suki seadanya.

"What?!" Zidan melotot tak percaya. "Lo selama ini ke mana aja? Ngumpet kolong meja, ha?"

"Gue diem di kelas."

Zidan menggeleng kecewa. "Nyesel lo pasti. Kantin enak gini."

"Nggak tuh," jawab Suki tak terima.

"Tenang, tanpa lo minta, gue akan membantu lo buat menikmati sekolah ini secara maksimal." Zidan tersenyum lebar hingga deretan giginya terlihat. Suki hendak menyanggah, tapi Zidan keburu menempelkan telunjuknya di bibir Suki. "Nggak terima penolakan. Oke?"

Suki mendelik.

"Biasanya lo cabut kalo ada gue, tapi sekarang?" Zidan lagi-lagi tersenyum lebar. "Gue yakin lo nyaman sama gue. Iya kan?"

Lagi-lagi Suki mendelik.

"Dih, gengsi nih," ledek Zidan tertawa.

"Apaan sih ganggu aja. Gue mau beli es jelly juga," kata Suki mengalihkan pembicaraan dengan kikuk.

"Dih, sampe lebaran monyetpun lo nggak bakal dapet kalo cuma nunggu." Zidan jadi greget sendiri. "Udah, cepet ikutin gue. Dalam hitungan tiga, gue sama lo bareng-bareng nyeludup, oke?"

Suki masih ragu. Ia menggeleng pelan.

Zidan berdecak. "Aduh! Badan lo kecil, jadi gampang kalo nyeludup. Ayok, buruan!"

"Satu!"

Suki malah deg-degan.

"Dua!"

Suki menggigir bibir bawahnya, entah kenapa jadi menyiapkan diri buat menyeludup.

"Tiga!"

Dan Suki langsung masuk ke kerumunan pemesan es jelly. Massanya sangat banyak dan bikin sumpek. Suki hampir kehilangan napas karena terjepit kalau saja Zidan tak menepuk kepalanya supaya melihat ke atas dan mengambil napas sebanyak-banyaknya.

Zidan tersenyum menyemangatkan. "Ayok bentar lagi nyampe depan. Terus nyeludup kayak berenang, ayok!" serunya agak tak tega melihat tubuh pendek dan kecil Suki terus terjepit, terseret dan terdorong.

Suki menipiskan bibirnya berusaha. Ia menyeruak dan membuat badannya jadi berada di depan setelah lama berjuang. Seragamnya sudah acak-acakkan, begitu juga dengan rambutnya, tapi Suki sudah tak peduli. Suki malah tersenyum amat lebar, entah kenapa rasanya bangga bisa jadi seperti ini.

"Udah itu, teriak yang gede!" seru Zidan di tengah bisingnya kerumunan.

Suki agak oleng dan terseret jadi berada si samping Zidan yang juga sudah ada di depan. Suki bisa menebak Zidan sering begini, karena itu cowok itu cepat mendapat pesanan.

"Duh, lemah banget ya lo, untung ada gue," kata Zidan menyombongkan diri karena bisa menahan badan Suki yang terus terseret gara-gara banyak anak yang ikut menyeludup.

"Ah, gue nggak kuat!" seru Suki merasa sesak dan sakit.

"Udah, ayok teriak! Bu es jelly!"

"Bu es jelly dua!"

"Buat gue?" tanya Zidan terharu. "Gue mah nggak -"

"Buat Selena." Suki memotong, bikin Zidan mengerjap malu sendiri. Mengabaikan Zidan, kemudian Suki kembali mengumpulkan kekuatan buat teriak karena Ibu penjual tak kunjung menghiraukan suaranya. "Bu es jelly dua!"

"Lebih keras!" seru Zidan menyemangati.

"BU ES JELLY DUA!" teriak Suki, naik satu oktaf.

"LAGI!" Zidan ikut teriak. Tawanya keluar keras merasa lucu melihat Suki.

"BU ES JELLY DUA!" adalah teriakan paling keras yang tidak Suki duga bisa ia keluarkan selama bersekolah di sini.

Dan hari ini adalah hari yang terasa amat berbeda dari biasanya.

Berbeda yang menyenangkan.

*

A/N

Ada yang pernah ngalamin seperti yang Suki alami?

Selamat Hari Sumpah Pemuda! Semoga Pemuda-pemudi Indonesia bisa lebih bersatu dan memajukan Indonesia sampai mentokk

Dah!

1
sa._.efsoup
SUPARMAN SIALAN 😭😭
MY BOY ZIDAN 😭😭
sa._.efsoup
gelo gelo geloooo 😭😭😭 when yh
sa._.efsoup
AWWWW 😭😭😭
Arni 1705
sedih yak MAk😭
Arni 1705
lapangan sekolah ... dulu waktu klas 10pernah dihukum satu klas hormat tiang bendera. wkwwkk Keinget terus ampe sekarang
Arni 1705
suki gampang amat berdebar"...
Arni 1705
Arman dan tao...
bau" dendam nih
Naufal Tan Arsenio
keren ..awal yg bagus..jarang nemu penulis yg apik dan kata2nya bagus
dwitiarina kristiti
Ini maksudnya 'The Truth'?
~YanSin~
Kocak asli..
Curhatnya Zidan ke Felix tuh kocak.
absurd ala2 anak abegeh 🤣🤣
~YanSin~
Rutinitas Suki mirip gw 🤣
Suki Feci
bagus bnget lho ini novel..
tulisan ny ringan rapi dan keren
semoga semakin bnyak yg baca
Winsulistyowati
Suka.Asiik.Critanya..gk Pjng..kurang dr 100 episode..Siip..Thor Sehat n Brkarya Trus y Thor Say..💪💪👍👍🖐️
Winsulistyowati
Cidan...Cidan..kasihan kmu sayang..
Winsulistyowati
Haruse Omong ae Trus Trang Zidan..Biar Suki Tau..meski kurang prcaya
Winsulistyowati
Waduuh..difitnah apa dikompori ni Thor..Moga Suki..Isa Memilih.mana Teman yg Tulus Hati..
Winsulistyowati
Sabar Zidan...Maju Trus Pantang Mundur..💪💪🥰♥️
Winsulistyowati
Zidan Uda Jatuh Cinta Sma Suki..tpi GK.Ngerasa y Thor..Hmm..♥️🥰
Winsulistyowati
Mampir ni Thor..🖐️💪👍
Karmila Mila
ini novelnya udah lama aq baru nemu.

padahal ceritanya seruuuuu,tp sepi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!