NovelToon NovelToon
Finding Elina

Finding Elina

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta
Popularitas:63.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erna Surliandari

Elina san Rafa besar di panti asuhan yang sama. Suatu hari mereka berpisah karena Elina diadopsi oleh sebuah keluarga kaya yang menginginkan anak perempuan dalam keluarganya.
Lima belas tahun kemudian mereka bertemu kembali dalam kondisi yang sudah amat berbeda. Rafa lah yang paham jika itu Elina dan kemudian memberinya cinta yang Elina butuhkan selama ini dengan kesederhanaan yang dimiliki.
Namun bukan itu masalahnya. Ternyata Rafa sudah bergabung dengan sekelompok mafia dengan tugasnya sebagai seorang pembunuh bayaran. Bahkan Rafa adalah yang terbaik disana.

Hingga suatu hari kenyataan pahit menghampiri keduanya, bahwa target terbesar Rafa adalah keluarga yang membesarkan Elina selama ini.
Bagaimana hubungan mereka selanjutnya? Bertahan dan Rafa berhenti dari dunia Mafia, atau Elina mengkhianati keluarga yang sudah membesarkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elina dan Rafa 15

Ina merapikan dirinya di toilet kampus saat itu. Fikirannya tak lagi tentang kuliah dan tugas-tugasnya yang menumpuk, melainkan hanya ada R dan pertemuan mereka. Saat ini Ina hanya tinggal menunggu R mengirim lokasi dimana mereka akan bertemu saat ini, dan betapa bahagianya Ina ketika R sudah mengirimkan lokasinya.

Ina langsung menyandang tasnya kembali dan melangkah pergi dari kampus itu menuju tempat janjian mereka. Entah kenapa Ina justru mampir Minimarket dan membeli banyak cemilan untuk mereka semua di taman itu nanti dan memberi minuman botol untuk sang pujaan hati.

“Sepertinya dia tak minum alcohol,” gumam Ina yang menaruh kembali beernya saat itu. Ia lantas menuju kasir untuk membayar semuanya dan segera menuju lokasi.

Elina tiba disebuah taman yang ada di pinggiran kota, tapi saat itu amat sepi dan nyaris tak ada orang sama sekali. Ina keluar dari mobil dan menoleh kesana kemari untuk mencari keberadaan R, hingga ia menemukan pria itu tengah berdiri dipinggiran kolam dan diam disana dengan semua pemandangan indah yang ada.

Tersenyum senang, Elina langsung menghampiri pria itu dan memeluknya dari belakang.

Plukk!! R langsung membulatkan mata dan menarik napas dengan tingkah gadis itu yang terlalu agresif menurutnya saat ini. Tapi entah kenapa itu tak membuatnya segera lari atau menghindar darinya sama sekali.

“Telat?” tanya R yang langsung membalik tubuh menatap Ina saat itu. Kali ini tatapan R lebih ramah padanya dibanding dengan yang kemarin, dan itu semakin membuat hati Elina berbunga-bunga untuknya.

“LIhat, El bawa apa?” Elina mengeluarkan semua makanan ringan yang ia bawa hingga R menggaruk kepala melihatnya.

“Kau fikir aku semiskin itu hingga tak bisa membelikanmu jajan? Kau mengingatkanku pada seseorang,”

“Siapa?” tanya dan tatap Elina dengan begitu penasaran padanya.

“Sudahlah, ayo duduk. Waktuku tak banyak untukmu hari ini,” ucap R meraih lengan El untuk duduk ditepi danau itu sembari menatap semua pemandangan yang ada. Sayangnya tak ada tikar sebagai alas mereka saat itu, dan seekali El tampak meringis karena bokongnya tertusuk rerumputan yang tajam.

“Sakit?” tanya R yang kemudian membentang jaket jeansnya saat itu untuk El duduki. Semakin tersipu malu El dibuatnya saat ini.

El membuka sebotol minuman dan memberikannya pada R, entah kenapa rasanya begitu mesra seperti mereka tengah berkencan. Apalagi ketika EL justru terbayang ketika R tidur diatas pahanya, dan ia mengusap rambut R saat itu dengan lembutnya angin yang menerpa tubuh mereka.

Hal itu sepertinya terbaca oleh R. Dan benar saja, R saat itu langsung merebahkan diri dan tiduran dipaha El begitu santainya.

El lantas cengo. Ia justru kebingungan harus berbuat apa saat itu ketika R mewujudkan khayalannya tanpa diminta, bagai memang ia adalah sosok pria yang begitu peka yang bisa melakukan apapun keinginan gadisnya tanpa diminta.

“Kau kuliah di kampus itu?” tanya R dengan ramah padanya.

“Iya, El kuliah disana. Hanya tinggal beberapa semester sih, karena kemarin El lama Di Singapore dan kuliah disana sejak mama ngga ada.” El membelai rambut R saat itu, dan tercium aroma maskulinnya yang begitu menyegarkan.

“Mas tinggal dengan siapa?” El gantian bertanya saat itu, tapi R hanya menggelengkan kepalanya dan itu menjelaskan semuanya tanpa perlu banyak jawaban lain. Karena entah kenapa Elina tahu kesepiannya seorang R saat ini, yang sendiri dan sepi meski ia tengah ada di keramaian.

“Disini enak ya, adem,” ujar El yang masih menisir rambut R saat itu. R mungkin terlalu nyaman hingga ia hanya bersedekap memejamkan matanya disana dengan satu kaki yang ia tekuk. Untung saja ada pohon yang bisa membuat El bersandar sejenak disana sembari terus menikmati keheningan yang ada.

“Mas, tidur ya?”

“Kenapa, berat?”

“Ngga sih, ngga papa.” R lantas membuka matanya saat itu dan mengadahkan wajahnya menatap El dari bawah sana. Bulu matanya begitu lentik dan indah, serta bibirnya yang tampak begitu manis dan merekah.

Tangannya terulur saat itu meraih bibir itu dan mengusapnya dengan ibu jari, dan Elina diam saja menerima semua perlakuan lembut itu darinya.

“Ahh… Maaf, aku tak bermaksud_”

“Mas merindukan seseorang?” tanya El yang melihat binar-binar kerinduan dimata R saat ini. R lantas menegakkan posisinya dan duduk menekuk lutut saat itu tepat menghadap El dan matanya.

“Aku seperti menemukan sosok dari seorang yang aku rindukan dalam dirimu, El.”

“Hm… Siapa? Pacar,atau istri?” Pertanyaan yang cukup konyol yang bisa melengkungkan senyum R pada akhirnya, tapi saat itu justru pipi El lah yang bersemu mereah melihatnya.

“Yes… Berhasil! Dia senyum,” girang Elina dalam hatinya, membuat ia serasa ingin meloncat loncat kegirangan tanpa jeda.

“Kau fikir aku duda? Setua itu?”

“Ya engga, tapi kan banyak cowok kelihatannya masih muda tapi ternyata duda. Duren,” senyum Elina menelengkan kepala.

“Kau bilang aku keren?” Elina menganggukkan kepala jujur, karena memang sekagum itu ia pada Rnya.

Obrolan mereka mulai santai saat ini meski R menjawab seadanya yang keluar dari mulut, apalagi ketika El mempertanyakan pekerjaan R saat ini yang sering ia lihat selalu berubah ubah. Tapi R juga santai ketika menjawab pekerjaannya hanyalah serabutan asal ia bisa makan hari ini dan besok. Sesederhana itu menurut Elina.

“Mas udah punya pacar belum?”

“Jika ada, akankah aku menemuimu? Bagiku pacaran tak terlalu penting dan aku tak begitu paham akan cinta. Mungkin nanti,” jawab R dan Elina memperhatikannya sejak tadi. R sering bicara hari ini dan terasa begitu menyenangkan. Semoga tak hanya hari ini, dan R akan terus begini bersamanya karena ia takut setelah ini R akan menghilang dan meninggalkannya sendiri.

Maka dari itu, Elina tak mengungkap jati dirinya saat ini hingga waktunya tiba, karena ia belum siap kehilangan R dalam waktu dekat.

“Kau tak apa dekat dengan pria sepertiku?”

“KEnapa? El bukan cewek matre tauk. El ngga pandang itu semua,”

“Bisakah aku bilang jika itu mustahil?” tatap R padanya penuh ledekan.

“Iiiih, ngeselin. Kenapa meremehkan sekali?” kesal El yang kemudian meraih lengan R dan mencubitinya beberapa kali hingga meringis kesakitan, tapi itu menggemaskan. El bahkan beralih mencubit pipi R saat itu sangking gemas ia padanya.

“Kau anak orang kaya, El.”

“Iya, ngga perlu dipertegas lagi, El memang anak orang kaya. Tapi yang kaya itu ayah, dan El numpang hidup sama dia sekarang.”

“Kau lucu,”

“Cantik juga?” Elina menempelkan kedua jari telunjuk di dua sisi pipinya dengan gaya sok imut saat itu.

Hingga waktunya untuk Elina pulang karena Rey menelpon. Ia pamit pada R dan membereskan semua sampahnya didalam plastic besar yang ia bawa agar tak mengotori lingkungan disana.

“Biarkan, nanti aku yang membuangnya.”

“Beneran? Terimakasih,” ucap manis El dan ia melangkah untuk pergi dari sana dengan segera. Namun, tangan mungil itu ditarik oleh R hingga mendekat dan langsung melingkarkan tangan dipinggang El kemudian mengecup bibirnya yang indah.

Sontak saja Elina langsung membulatkan matanya terkejut mendapatkan kejutan itu, dan bahkan sudah berapa kali R memberinya kejutan tak terduga saat ini.

Rasanya kaki Elina gemetar dan lemas. Tubuhnya seolah akan meleleh dengan debaran jantung yang begitu kuat hingga sulit ia kontrol sendiri dengan napas yang sesak didalam dadanya. Itu hanya kecupan, bagaimana ketika mereka semakin dekat nanti.

1
naifa Al Adlin
sama di besarkan dengan keluarga mafia. sepertinya target nya keluarga ina
Dede Dengah Rumayar
knp udah nggak lanjut lagi ceritax🤭
Rizal Saputra
gk jls episode nyh THN skli
Maliq kumbara: Emang ga jelas, seengga jelasnya peraturan nt yang bkin penulis ga semangat. Eh, kok curhat. Wwkwkwwl
total 1 replies
Dede Dengah Rumayar
tetap semangat thor...lanjutin lagi ceritax😊
🍒WINA🍒
ina sangat benci banget sm rafa krn mau membunuh ayah n kakak angkat ina,,,,kasian rafa sampe frustasi kehilangan elina.....
Anis Nur Aidah
knp up nya selalu lama thor...🥲
Lou
ko' jarang up sekarang Thor?
Maliq kumbara: Kak, aku mau promo karyaku yang di kbm. Wkwkkw. Judulnya, Aku disusui Maduku😗
total 1 replies
Lou
benarkan ulah si 003
tari
seruu
Lou
siapa lagi klo bukan 003
Rosy
itu pasti 003 nya storm tuh yg pengen jadi 001 menggantikan Rafa..dan jujur kali ini aku seneng karena ulah dia ayah Ina selamat..
🍒WINA🍒
klo ayah ina terbunuhh ditangsn rafa maka ina tidak akan memaafkan rafa,,,lanjut thor....
Dede Dengah Rumayar
duhh ina jadi galau karena sdh tau rafa adalah pembunuh bayaran
Rosy
ayo Ina telpon Rafa..dia sudah pergi untuk membunuh salah satu keluarga kamu..ah..jadi deg2an nih..kira2 Ina bisa menghentikan Rafa apa enggak ya..
Rosy
lah..kok malah pake bahasa Jawa ya..🤭
Pujiastuti
akhirnya Ina tahu apa pekerjaan Rafa dan siapakah target Rafa saat ini apakah salah satu orang kesayangan Ina 🤔🤔🤔🤔

lanjut kak upnya 💪💪💪💪
🍒WINA🍒
akhirnya inantau rafa seorang pembunuh bayaran,,,jadi target selanjutnya adalah ayah angkat ina kedua kakak iya yg hrs dibunuh,,,,lanjut thor....
Lou
duh ketahuan 🤭
Pujiastuti
siapa nih yang harus Rafa bunuh kok jadi penasaran dan deg degan takut aja diantara keluarga Elina yang harus rafa bunuh
Rosy
jangan2 Tom tau kalau Rafa pacaran sama Ina..dan apa Tom juga tau kalau Ina adalah anggota keluarga Armagedon..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!