~NOVEL KE 15~
Nama ku Myrtle. Aku telah jadi yatim piatu sejak masih bayi. Kemudian aku ikut tinggal di rumah sepupu ibu ku dan menjadi bagian dalam keluarga nya.
Sebuah tragedi kemudian terjadi pada keluarga sepupu ibu ku itu. Hampir semua anggota keluarganya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Hanya menyisakan Sang Sulung, Rayn Millard seorang saja.
Sejak itulah Aku tinggal berdua dalam asuhan Kak Rayn. Sampai kemudian aku menyadari rahasia tersembunyi terkait Rayn.
Bahwa sebenarnya, kakak sepupu ku itu ternyata adalah vampir!
Bagaimana kelanjutan hidup ku setelahnya?
Haruskah aku tetap hidup bersama Rayn, atau pergi sejauh-jauhnya?
Bagaimana juga kehidupan ku bersama Ray nanti, bila sosok wanita vampir lain muncul dan mengaku sebagai pemilik Rayn? Wanita yang telah mengubah Rayn menjadi seorang vampir..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hot Gossip
(POV Myrtle lagi...)
"Myr! myrtle Merana!!"
Aku langsung terbangun saat mendengar panggilan menyebalkan itu.
Ku buka mata ku secara perlahan, dan netra ku langsung bersitatap dengan sepasang mata milik Miranda.
"Miranda?"
"Akhirnya kamu bangun juga, Myr! ya ampun! bikin panik aja sih??"
Aku melirik ke sekitar. Mulanya bingung tapi lalu ingat kalau saat ini aku sedang berada di ruang UKS.
"Kak Rayn.."
Miranda tiba-tiba saja terdiam. Ekspresi di wajahnya jelas terlihat mencurigakan bagi ku. Sehingga aku pun langsung menanyakannya pada bestie ku itu.
"Kamu kenapa, Nda? Kak Rayn mana? tadi dia yang antar aku kan ke sini..?" ucap ku masih sedikit lemas.
"Hoahm..." aku kelepasan menguap. Dan baru setelah itulah akhirnya aku menyadari keberadaan sosok lain yang berdiri persis di belakang Miranda.
"Andrew..? ngapain kamu di sini?"
"Andrew tak menjawab pertanyaan ku. Ia hanya menatap ku dan Miranda bergantian dengan tatapan bingung.
Tiba-tiba saja Miranda mengikik geli.
"Hihihihihi.. Ya ampun. Myr! Kamu tuh lupa atau apa sih?"
"Huh?"
Miranda lalu melirik sebentar ke pada Andrew. Baru kemudian lanjut berkata lagi.
"Kamu lupa ya? si Bule kan brkum bisa Bahasa Indo.. Mana dia paham kamu ngomong apa barusan, Myr!"
"Ehh.. iya.. ya.."
Giliran aku yang terkekeh geli jadinya.
Melihat ku tertawa, Andrew pun ikut tertawa. Meski aku cukup yakin kalau si Bule pasti juga sedang kebingungan pada apa yang ditertawakan oleh ku dan juga Miranda.
"I'm sorry, And.. what i mean is, why would you here? (Maaf, Andr.. maksud ku tuh, kenapa kamu ada di sini?)" ucap ku lagi menjelaskan pada Andrew.
"Ooh.. i see.. i'm worried about you, Beau..you sick after i knocked you with the ball, don't i? (O..gitu.. aku khawatir tentang mu, Cantik.. kamu sakit setelag aku mengenai mu dengan bola kan?)"
"Nah.. it's not your fault, And.. don't blame yourself! (Nah.. ini jelas bukan salah mu. And. Jangan menyalahkan diri sendiri..)"
Hening sejenak.
Pandangan ku kembali ku arahkan kepada Miranda.
"Kamu lihat Pak Rayn, Nda?"
Aku sengaja menggunakan gelar Pak sebelum nama Kak rayn. Karena saat ini ada Andrew dan juga Bu Hikmah du dalam ruan UKS ini.
Begitu ku amati wajah Miranda, lagi-lagi aku mendapati ekspresi mencurigakan di sana.
Miranda tampak enggan untuk menjawab pertanyaan ku itu.
"Kenapa sih, Nda?"
"Aku... ahh. udah deh nanti aja ku jelasin. Mending sekarang kita pulang aja yuk!"
"Memangnya udah jan pulang sekolah ya?"
"Udah banget lah, Myr.. maka nya, yuk pulang sekarang!"
"Tapi Kak Rayn nya mana ya..? Kok dia belum ke sini sih tuk jemput aku..?"
"Ee.. soal itu. Barusan Kak Rayn titip pesan ke aku, Myr.. Dia minta kamu menginap dulu, sementara di rumah ku."
"Eehh? kenapa gitu?"
"Soalnya.. eee.. gak tahu aku! Nanti kamu tanyain sendiri deh ke orang nya ya! Udah yuk buruan pergi. Kamu bisa jalan gak, Myr?"
"Mm.. Bisa sih.. sebentar. Mm.. okey. gak apa&apa. Kita pulang sekarang?"
"Are you really okay, Myrtle?" ujar Andrew yang berdiri di dekat ku.
"I'm okay, And.. thank you.. nah.. you may go now. i'll go home with Miranda,"
"If you really mean it. Then, i'll go now. see you tomorrow, Beau?" pamit Andrew..
"Not tomorrow, And.. may be.. the dat after tomorrow?" sahut ku sambil tersenyum kecil.
Andrew akhirnya menyadari maksud ucapan ku.
Karena kami jelas tak akan bertemu besok, karena besok adalah gari libur. Jadi kami baru akan bertemu lagi pada keesokan lusanya.
"Yeah.. i forgot. (Iya. aku lupa) Bye, Myrtle.. Miranda!"
"Bye, Andrew.."
Setelah Andrew berlalu pergi, aku dan Miranda pun berpamitan kepada Bu Hikmah, sang penjaga UKS.
"Bu Hikmah, kita pulang dulu ya, Bu.. makasih untuk pertolongannya hari ini.." ucap ku sambil menundukkan kepala sedikit. Itu adalah tanda hormat ku padanya.
"Iya, sama-sama. Dijaga lagi ya kesehatannya. Jangan lupa banyakin minum air putih. Myrtle! temannya Myrtle juga ya!" pesan Bu Hikmah.
"Iya, Bu.."
Setelah berada jauh dari ruang UKS, barulah Miranda berkata lagi.
"Ya ampun, Myr. ada banyak banget hal menarik yang terjadi hari ini tahu!"
"Oh ya? Maksud kamu bukan kejadian aku mimisan tadi kan?"
"Nah.. itu juga menarik. Tapi gak.. gak cuma tentang kamu doang, Myr. Ada cerita lain juga yang sekarang jadi hot gossip di sekolah kita. Kejadiannya pas kamu masih pingsan di ruang UKS tadi!"
"Kejadian apa sih, Nda?"
"Nah.. nanti aja deh ku lanjut pas kita udah sampai di rumah ya. Soalnya aku yakin banget, kamu pasti gak mau dengar cerita ini pas kita masih jalan kepanasan kayak sekarang ini! Haus banget iih.."
"Hmm.. sengaja banget deh bikin penasaran orang! Tapi iya juga sih ya. Lumayan haus nih.."
"Eitts.. tapi kamu gak boleh minum es ya! Air putih aja! dengar kan apa kata Bu Hikmah tafi?"
"Dih.. lupa ya? Bu Hikmah tuh gak cuma ngasih nasihat ke aku aja kan tadi tuh. Tapi nasihatnya buat kamu juga loh, Nda.."
"Buat kamu doang lah, Myr! Kan kamu yang sakit! Kamu yang mimisan!"
"Aku udah ngerasa segeran kok! Gak lihat apa nih aku udah bisa jalan kaki sendiri?"
"Ya mas aiya kamu mau minta ku gendong sampai rumah, Myr. Gila aja kali! bobot badan kamu kan lebih heavy dari.. aduh!!"
Aku merasa gemas untuk mencubiti lengan dan pinggang Miranda setelahnya. Alhasil kami pun pulang sambil saling mengejar satu sama lain. Derai tawa pun tak hentinya keluar dari mulut kami masing-maisng.
***
Sesampainya di rumah Miranda, aku tak menggubris pelototan mata bestie ku itu. kala aku menenggak jus jeruk yang varu saja ia seduh untuknya sendiri.
"Udah, cerita aja deh. Hot gossip apa yang kamu omongin tadi di sekolah, Myr?" tanya ku berusaha mengalihkan rasa kesal sahabat ku itu padaku.
"Jadi gini.. eh.. Tapi janji dulu ya. Myr. Kamu jangan nangis bombay nantinya?" pinta Miranda tiba-tiba.
"Apaan sih? Siapa juga yang mau nangis bombay? bukannya itu kebiasaan mu ya setiap kali habis nonton drakor?"
"Hahaha.. gak usah dibahas deh kalau soal itu.. Okey. Aku cerita nih ya! Jadi, Myr.. tadi tuh sekolah heboh banget karena ada aksi kissing dua sejoli yang tertangkap basah sama banyak orang di sekolah!"
"Hah? Aksi Kissing? maksud kamu. ciu man beneran gitu??"
"Iya!!"
"Duh.. ceritanya gak bermutu banget sih. Kalau kaya gitu. aku gak mau dengar deh. Mending lanjut tidur lagi aja.." ucap ku sambil rebahan di atas kasur Miranda.
"Eh, Myr! dengerin dulu! Kamu gak mau tanya, siapa yang udah ketangkap basah ciu man di lapangan sekolah siang tadi,?"
"Di lapangan sekolah kejadiannya?? ya ampun.. nekat amat.."
Miranda langsung mengangguk bersemangat.
"Nekat kan?"
"Iya. nekat plus gila!" komentar ku asal.
"Wahh.. parah banget kamu. Myr!"
"Huh?" aku memandangi Miranda dengan tatapan bingung.
"Iya..parah banget! Masa kamu sebut Pak Rayn gila sih? Biar gitu kan, dia juga masih terhitung saudara mu. Myr.."
Hening sejenak..
"Hah???!! Barusan kamu bilang siapa, Nda?!" tanya ku terkejut dengan mata terbelalak kaget.
***
PaMud Mampir
PaMud Papa Muda mampir
Ry Benci Pakpol Mampir