Kisah rumah tangga Atika dan Aris yang diterpa badai, sebelumnya mereka keluarga yang harmonis dan saling melengkapi akan tetapi adanya orang ketiga yang membuat hubungan rumah tangga mereka hancur.
Bagaimana kelanjutan kisahnya? yuk ikuti ceritaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratih Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 15
Nadia sangat geram dengan tingkah Aris yang masih terus minta maaf pada Atika.
Setelah kepergian Atika, barulah Aris sadar ternyata ia belum siap kehilangan istrinya itu.
"Mas kenapa kamu minta maaf sama dia. Kamu mau menjatuhkan dirimu. Kau membuat aku malu Mas."
"Maafkan aku Nadia, jujur saja aku belum siap kehilangan Atika."
"Jadi kamu pilih kehilangan perusahaan gitu! kalau kamu tak mau kehilangan istri mu itu maka kamu harus siap kehilangan aku dan perusahaan."
Aris juga tak ingin kehilangan istri keduanya apalagi dengan perusahaan yang ia jalani selama ini, Aris pria egois yang tak cukup dengan satu wanita.
"Aku minta maaf Nadia, aku mencintai mu." Nadia pun memeluk suaminya dengan erat.
"Jangan pernah tinggalkan aku Mas, aku mencintai mu. Apapun yang kamu inginkan semuanya ada di aku, aku juga bisa memberimu harta yang banyak dan juga anak. Aku akan memberi mu keturunan Mas, jadi ku mohon lupakan Atika."
Aris membalas pelukannya, ia merasa bersalah juga pada Nadia yang banyak berkorban untuknya namun jika dibandingkan dengan Atika tentu saja Atika yang lebih banyak berkorban karena ia menemani dirinya dari nol hingga sukses berbeda dengan Nadia yang memang memiliki harta berlimpah yang bisa membuat Aris berpaling dari istri pertamanya.
Atika dan Intan kembali pulang kerumahnya setelah dari kantor Aris, di sepanjang jalan Atika tak berhenti menangis membayangkan pengkhianatan suaminya. Walaupun ia terlihat tegar di hadapan suaminya namun ia juga sangat rapuh.
"Kak sini biar Nathan sama aku,"
"Terima kasih Intan,"
Baru saja sampai rumah, Atika sudah disuguhi tatapan ibu mertuanya.
Bu Mirna melempar barang barang Atika keluar rumah bahkan ia melemparnya ke sembarang arah.
"Ibu apa yang kau lakukan!" Teriak Intan dari jauh, ia sangat terkejut melihat ibunya yang mengeluarkan semua barang barang Atika.
"Beraninya kamu pergi sama dia Intan."
"Ibu kenapa ibu melakukan semua ini, kenapa ibu mengeluarkan barang barang kak Atika."
Namun Atika biasa saja melihat barangnya yang dilempar keluar karena ia sudah tahu pasti baha dirinya di usir dari rumah itu.
"Mulai sekarang kau pergi dari sini Atika! kau bukan istri Aris lagi jadi kau tak berhak tinggal disini."
Dengan perlahan Atika mengambil barang barangnya berupa tas yang berisi bajunya.
"Apa ibu tega membiarkan cucu ibu pergi dari sini?" Intan mencoba membela kakak iparnya bagaimana pun sikap ibunya yang salah.
"Sudah Tan, biarkan saja. Tak apa apa kakak di usir memang kakak tidak berhak lagi tinggal disana."
"Kalau kau tak mau membawa anak mu, sini biarkan saya yang rawat."
Atika tersenyum sinis pada ibu mertuanya yang hanya menginginkan anaknya.
"Aku tidak akan memberikan anakku pada mu, aku akan membawa dia pergi dalam ke adaan apapun."
"Ya sudah kalau kau mau bawa anak mu, ya sudah pergi sana! lagian Aris sudah memiliki istri dan dia juga akan memberiku cucu dari istri keduanya."
"Mulut ibu sudah sangat menyakiti hatiku Bu, aku bersumpah istri mas Aris sampai kapan pun dia tidak akan pernah mengandung. Suatu saat ibu pasti akan merindukan Nathan cucu ibu." Ucapan Atika membuat Bu Mirna semakin geram.
"Apa maksud mendoakan anak saya jelek hah, kau tak pantas berbicara seperti itu Atika."
"Kita lihat saja Bu!"
Kemudian Atika membawa tas nya, lalu ia pergi meninggalkan rumah yang selama ini ia anggap nyaman namun seketika rumah itu membuat ia sakit hati banyak kebohongan yang Aris ciptakan dirumah itu.
"Intan kau jangan ikut kakak, kembali lah pada ibu mu."
"Tidak kak, aku akan ikut kakak. Aku tahu kak Atika bukan kakak kandung ku tapi aku sangat menyayangi mu kak,"
"Intan jika kau ikut dengan ku, kau akan kesulitan. Aku tak seperti kakak mu yang bergelimang harta."
"Aku tetap akan ikut kak Atika, aku tak peduli dengan semua itu."
Atika pasrah dengan sikap Intan yang keras kepala, ia tak bisa mencegahnya karena Intan bersikeras ingin ikut bersama dirinya.
"Kalau gitu kita cari kontrakan di sekitar sini,"
"Baik kak, aku akan mencarinya untuk mu kita tinggal bersama sama kak." Atika sangat senang ternyata Intan sangat menyayanginya bahkan ia rela ikut bersamanya, kalau tidak ada intan ia tak tahu harus bagaimana.
Mampir juga ke karya ini.