7 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk pasangan suami isteri Mia dan Shendy membina rumah tangga, dan kebersamaan mereka selama ini kurang lengkap karena belum hadirnya buat hati di tengah-tengah kehidupan mereka
Shendy memang tidak mempermasalahkan hal itu, bisa hidup bahagia bersama sang isteri sudah cukup baginya namun berbeda dengan Mia, wanita itu selalu merasa kesepian dan sedih kerap kali membayangkan adanya kehadiran anak di rumah mereka
Bahkan Sendy kerap kali harus menghibur sang isteri setiap kali mendengar kabar berita kehamilan para sahabatnya
Shendy merupakan sosok yang penyabar dan sangat mencintai isterinya tapi rasa cintanya di uji ketika sang isteri mengungkapkan keinginan konyolnya pada Shendy hingga membuat pria tersebut marah besar dan terjadilah pertengkaran hebat diantara keduanya
Apakah keinginan konyol sang isteri hingga membuat Shendy yang penyabar itu marah besar?
Simak terus cerita selanjutnya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dianshen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Sendy mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia merasa kesal dengan sikap isterinya yang begitu naif dan bodoh menurutnya
Entah apa yang sudah Siska katakan kepadanya sehingga bisa membuat Mia begitu mudah luluh kepadanya
Awalnya Sendy mengira setelah ia mengatakan semuanya kepada Mia tentang siapa sebenarnya Marisa, istrinya itu akan berubah pikiran dan segera membatalkan rencananya itu tapi dugaannya justru salah isterinya justru tetap ingin melanjutkan rencana konyolnya itu
Sendy yang dalam keadaan emosi pun tidak lagi berpikir jernih, pria itu pun langsung menghubungi Marisa dan mengajaknya bertemu
Mendapat ajakan dari Sendy tentu saja membuat Marisa merasa sangat senang dan wanita itu pun langsung bergegas bersiap-siap untuk menemui Sendy ditempat yang mereka sudah tentukan
Setelah satu jam lamanya akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba juga
" Maaf sudah membuat mu menunggu lama" ucap Marisa memperlihatkan rasa bersalahnya kepada Sendy
" Tidak masalah, duduklah!" ucap Sendy datar dan mempersilahkan Marisa untuk duduk
Marisa tersenyum lalu menarik satu kursi dan mendudukkan dirinya
" Apa sebenarnya tujuan mu?!"
" Tunggulah dulu mas, bukankah lebih baik kita itu bicara sambil makan biar lebih santai" ucap Marisa memotong ucapan Amar
" Aku_!" belum selesai bicara Marisa malah dengan santainya memanggil pelayan lalu memesan makanan dan juga minuman, tentu saja hal itu membuat Sendy geram dibuatnya
" Mas mau pesan apa?"tanya Marisa dengan suara lembutnya
Sendy memutar bola matanya jengah, sebenarnya jika tidak karena terpaksa sungguh ia malas berurusan dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini
" Tidak usah terima kasih!"tolak Sendy ketus, lagi pula tadi dia sudah sempat memesan minuman sambil menunggu kedatangan Marisa
" Pesan Jus jeruk saja ya mbak!" meskipun menolak Marisa tetap memesankan minuman untuk Sendy
Tidak butuh waktu lama pesanan Marisa pun datang dan lagi-lagi Sendy dibuat kesal karena Marisa malah terlihat santai dan menikmati makanannya
" Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu mu menghabiskan makanan mu itu" ucap Sendy dengan nada ketus
Marisa pun tersenyum " Oke baiklah kamu mau bicara apa denganku?"tanya Marisa seraya meletakkan sendok dan garpunya lalu mengelap mulutnya dengan tisu
" Bicaralah mas!" serunya dengan suara lembut dan senyum pun tidak pudar dari wajah cantiknya
" Aku ingin kau membatalkan rencana konyolmu itu dengan isteriku!"
" Jangan bertindak melampaui batasan mu Marisa!" tekan Sendy
" Apa tujuan kamu sebenarnya melakukan hal ini?" tanya Sendy bersikap dingin
Marisa bukannya takut dengan sorot mata Sendy yang menatapnya dengan tatapan tajam, wanita itu justru semakin mengembangkan senyumnya
" Aku tidak mempunyai tujuan apapun mas, aku hanya ingin membantu isteri mu itu saja" jawab Marisa dengan sikapnya yang dibuat selembut mungkin
Sendy mengepalkan tangannya ucapan Marisa tidak bisa dipercaya begitu saja, dia tahu siapa Marisa mana mungkin wanita itu mau membantu wanita yang tidak lain isteri dari mantan kekasihnya
Sendy yakin Marisa dan Siska pasti mempunyai niat terselubung dibalik rencananya itu hanya saja dia belum bisa berbuat apa-apa dan mencari kebenarannya karena entah kenapa Mia bisa begitu mudah percaya kepada mereka
" Aku yakin kau dan juga temanmu yang bernama Siska itu sudah merencanakan sesuatu iyakan?"
Mendengar tuduhan Sendy yang begitu pedas membuat Marisa memasang wajah sendu
" Kamu sangat kejam mas, tega banget kamu menuduhku seperti itu!"
Sendy memutar bola matanya malas mendengar drama yang sedang wanita dihadapannya mainkan
" Padahal aku berniat bersungguh-sungguh untuk membantu isterimu, bahkan awalnya pun aku tidak tahu kalau ternyata suami dari mba Mia adalah kamu mas"
Sendy membuang pandangannya ke sembarang arah, ucapan Marisa sungguh tidak mudah untuk ia percaya begitu saja
" Aku tahu kamu pasti menginginkan anak kan mas bahkan dulu kita pernah berencana mempunyai banyak anak" tutur Marisa mengingat masa-masa mereka saat bersama dulu
" Jangan mengungkit sesuatu yang sudah berlalu" ketus Sendy
" Iya, maafkan aku" ucap Marisa
" Impian kita memang sudah berlalu mas tapi mbak Mia juga begitu menginginkan anak darimu mas, meskipun dengan cara meminjam rahimku aku sungguh tidak keberatan kok mas jadi izinkan aku tetap membantu kalian untuk mewujudkannya mas!" tutur Marisa berharap Sendy tidak menaruh curiga lagi padanya
" Anggap saja apa yang aku lakukan sebagai penebus kesalahan ku pada mu mas, dan aku janji tidak akan mengusik kebahagiaan kalian setelah anak kalian nantinya terlahir" Marisa tidak menyerah wanita itu terus berusaha meyakinkan Sendy
Sendy bergelut dengan pikirannya sendiri, pria itu sungguh nampak bimbang jika Mia benar-benar tetap ingin dirinya menikah dengan Marisa maka dia tidak bisa berbuat apa-apa padahal disisi lain ia tidak ingin apa yang menjadi keputusannya nanti bisa menyakiti perasaan Mia sendiri
" Mas Sendy!"
Sendy terkesiap dari lamunannya ketika mendengar suara yang begitu sangat ia kenali memanggil namanya
" Mia!"