NovelToon NovelToon
Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nunuk pujiati

Dira, wanita cantik yang ditinggal pergi suaminya. Tak pernah ada yang tahu jika dia harus menikah dengan kakak iparnya sendiri. Semua itu karena permintaan terakhir mendiang suaminya.

Dira yang sebelumnya ragu apakah dirinya bisa bahagia bersama dengan orang yang sedikit pun tidak dia cintai. Namun, seiring waktu berjalan, semua perasaan ragu dan benci mulai menghilang.

Ditengah-tengah perjalanan cinta mereka, sebuah hal tak terduga terjadi. Dira akhirnya dapat berjumpa kembali dengan kedua orang tua kandungnya.

Dari keraguan berubah menjadi cinta. Semua perasaan luka karena ditinggal mendiang suami, kini mulai pulih dengan perlahan.

Apakah semuanya akan berjalan dengan penuh kebahagiaan dan harmonisasi?

Penasaran dengan ceritanya? Silahkan baca novelnya yang berjudul Naik Ranjang Season 1&2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 1 - 15

Hari pun sudah menunjukkan pukul 07:00.Tak terasa ternyata aku sudah membuang waktu selama satu jam hanya untuk membersihkan dan menata semua baju-baju yang aku bawah. Ternyata waktu satu jam membuat perutku keroncongan, dan minta di kasih jatah makan oleh sang tuan.

Biasanya di jakarta Dira lah yang selalu memasak untuk kami semua, tapi Dira selalu membuat menu spesial untuk aku seorang. Menu spesial Ayam rica-rica, dan itu adalah makanan kesukaan ku.

"Ah... Aku jadi ingin makan ayam rica-rica buatan Dira, apa dia jual makanan itu ya saat ini?" gumam ku sambil melirik ke jendela, untuk melihat apakah warung Dira buka.

Dan benar saja, warung Dira sudah sangat penuh orang yang mengantri makanan. Apakah setiap hari seperti ini, apakah Dira jualan dengan baju seperti tadi?

"Astaga! Jangan bilang jika Dira jualan dengan memakai baju tidur satin tadi? Gak aku gak rela, aku harus kesana demi melihat langsung apakah Dira pakai baju layak atau enggak!"

Aku pun langsung mengambil jaket dan topi, entah kenapa aku membayangkan tubuh Dira yang memakai baju tadi membuat ku geram. Aku bersumpah akan membakar baju itu nanti, jika dugaan ku benar. Aku gak mau tubuh Dira jadi tontonan warga desa, hanya aku saja yang boleh melihat itu!

Aku pun langsung berjalan kelur tanpa memperdulikan antrian, aku langsung masuk dan duduk paling depan. Hatiku sangat lega saat melihat Dira yang sudah berganti pakaian, bahkan itu terlihat sangatlah sopan.

"Mas! Lek arep mangan antri, ojok sak enake udelmu nerobos sak karepmu dewe!"

"Mas! Kalau mau makan antri, jangan seenaknya pusarmu, pakai nerobos sesuka hatimu!" ucap seseorang padaku. Tapi tunggu dulu, tadi dia bicara pakai bahasa apa? Aku benar-benar gak tau dia bicara apa?

"Maaf, bisa pakai bahasa Indonesia?" pintaku sopan.

"Wong endi mas sampean iki, kok gak ero boso Jowo! Wong kok kakean gaya ora iso gawe boso jowo, lek pean ngerti boso Indonesia iku mok gawe wong sogeh."

"Orang mana anda ini Mas, kok gak tau bahasa Jawa! Orang kok kebanyakan gaya gak bisa pakai bahasa Jawa, asal mas tau bahasa Jawa hanya untuk orang kaya." Astaga aku bisa gila kalau gini, ini bahasa Jawa. Sedangkan aku gak bisa Jawa, gimana ini?

Aku semakin gugup, hingga keringat dingin mulai bercucuran. Apakah aku akan di bunuh oleh orang setempat sini, atau malah sebaliknya? Namun tak lama setelah itu, aku melihat Dira menghampiriku dengan tatapan penasaran.

"Mbak Neng, wong ini gak ero boso Jowo Mbak. Dadi di maklumin ae, ketokane wong iki seng jek tas pindah. Omah e nok sebelah iku"

"Mbak Neng, orang ini gak tau bahasa Jawa Mbak. Jadi di maklumin saja, kelihatannya orang ini yang baru saja pindah. Rumahnya di sebelah itu."

Aku melihat Dira berusaha berbicara dengan orang tadi, aku sedikit terkejut karena Dira sangat lancar berbicara pakai Bahasa Jawa. Darimana dia belajar?

"Mas,"

Aku sangat terkejut saat Dira menepuk tanganku, ternyata dia sudah ada di depan ku. Entah sejak kapan dia berjalan mendekatiku, tapi yang jelas, dia ada di hadapanku.

"Iya," jawabku dengan nada yang sangat aku keraskan, agar Dira tak curiga.

"Lain kali kalau mau beli makan jangan asal serobot ya? Kasihan yang lain, karena mereka juga antri daritadi," ucap Dira lembut. Saking lembutnya membuat aku terpana akan itu.

"Maafkan saya, saya hanya ingin duduk tepat di depan. Masalah antri, saya akan antri di akhir," balas ku dengan ramah. Sebenarnya aku memilih tempat paling depan, agar aku bisa melihat sesibuk apa Dira saat jualan.

"Baiklah kalau gitu. Mas harus diam, dan tunggu giliran." Aku hanya menganggukkan kepala, tanda setuju dengan ucapan Dira.

Setelah itu Dira kembali kedalam dan melayani semua orang, sangat sibuk yang aku lihat. Jika nanti kamu jadi istriku, gak akan aku biarkan kamu kerja Dira. Cukup dengan memuaskan aku saja, tanpa melakukan yang lain-lain.

Tak terasa ternyata semua orang sudah habis, hanya tinggal aku sendiri yang belum juga pergi karena memang belum mendapatkan jatah makan. Sebenarnya bukan jatah makan, melainkan antri makan.

"Mas mau makan apa?" tanya Dira padaku. Aku langsung menoleh dan melihat menu di sekeliling, tenyata ada ayam rica-rica kesukaan ku.

"Ayam rica-rica saja, Mbak."

"Baiklah, saya ambilkan sebentar ya?"

Aku sungguh terpanah dengan senyuman itu, senyuman tulus yang diberikan Dira secara cuma-cuma. Dan entah kenapa aku sangat kesal, saat membayangkan Dira mengumbar senyuman dia kesetiap orang.

"Mbak saya lupa, nasinya satu centong saja, ayamnya dua bumbu yang banyak dan jangan lupa susu hangat," pintaku. Aku ingin sekali melihat expresi Dira, apakah dia hafal kesukaan ku.

Dan itu sangat berhasil saat aku melihat Dira berhenti tersenyum, bahakan langsung termenung hingga senyuman manis tadi hilang seketika.

"Mbak kenapa? Kok kelihatannya sedih, apa ada masalah?" tanya ku pura-pura, padahal aku sangat ingin tau isi hati Dira.

"Ucapan Mas mengingatkan saya sama seseorang, dia juga sangat suka ayam rica-rica buatan saya. Bahkan porsi kalian juga sama, nasi satu centong ayam dia, bumbu yang banyak dan susu hangat." celetuk Dira. Sungguh aku sangat bahagia saat mendengar ucapan Dira, ternyata dia sangat memperhatikan aku, sungguh terharu hati ini.

"Oh iya kah? Apakah dia pacar, atau suami, atau apa?" tanyaku sambil memancing Dira.

"Bukan, dia adalah Kakak ipar saya. Saya sangat menyayangi dia, dan menganggap dia sebagai kakak kandung sendiri. Tapi, sayangnya saya sudah tak bisa melihat dia lagi. Sungguh saya sangat merindukan keluarga saya, dan Kakak ipar saya itu."

Sendu itu yang aku lihat dari wajah Dira, aku semakin yakin jika Dira terpaksa meninggalkan keluar Wiguna. Karena gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba Dira menghilang hanya karena permohonan Fani.

"Kenapa kamu gak pulang saja? Jika kamu rindu seharusnya pulang, ngapain kamu malah menyiksa diri." pancingku sekali lagi. Namun saat aku bertanya, Dira langsung mendekat dan memberikan sepiring nasi beserta susu hangat yang aku pesan.

"Saya gak bisa pulang, karena saya gak mau mereka kenapa-napa jika saya egois." Aku langsung mengernyitkan dahiku saat mendengar perkataan Dira, ada hal aneh di sini.

"Maksudnya?"

"Duh, kok saya jadi curhat sih. Padahal anda mau makan, maaf ya sebelumnya." Dira terus meminta maaf padaku, namun gak ku hiraukan. Karena yang ingin aku tau, kenapa Dira pergi tanpa kabar.

"Gak apa-apa, cerita saja aku akan mendengarkan dan tak akan ember." Dira langsung tersenyum saat aku berkata seperti itu, senangnya bukan main melihat Dira tersenyum lebar karena godaan ku.

"Baiklah saya akan cerita, mungkin dengan cerita beban pikiran saya akan hilang. Jadi suami saya meninggal baru beberapa bulan lalu, tapi sebelum suami saya meninggal dia meminta saya menikah dengan kakak ipar saya itu. Kami sepakat menolak karena memang itu gak mungkin terjadi, karena kak Arya memiliki kekasih." Dira pun menjeda ucapannya yang membuat aku geram, dan ingin terus mendengar kelu kesahnya.

"Terus?"

"Tapi kekasih kak Arya salah paham sama saya, dia kira saya akan merebut kekasihnya. Dia mengancam saya jika tidak nurut dengan ucapannya, dia akan berusaha mencelakai Ibu dan Ayah mertua saya jika tidak mau menurut sama dia. Bahkan dia mengancam akan membunuh ibu mertua saya, jika saya tidak pergi..."

Braaakk

Aku sudah tak tahan lagi, lebih baik aku stop sebelum aku semakin murka. Aku tak perduli dengan raut wajah Dira yang bingung, karena aku tiba-tiba menggebrak meja. Siapa sih yang gak marah, jika kekasihnya sendiri punya niatan sepicik itu. Ingin rasanya aku membuang Fani ke planet Pluto agar dia bisa berpikir jernih di sana, dan bisa mencuci otak kotornya itu.

"Mas kenaoa?" tanya Dira takut-takut. Akupun langsung menghela nafas panjang, dan langsung melepaskan jaket, berserta topiku. Terkejut itu yang di rasakan Dira, karena sedari dia selalu ngoceh dan tanpa di Rem sedikitpun.

"Kak, Arya!"

.

.

.

Happy Reading

1
Nafeeza_🎈🎈
Nunuk tolong kalau qm msh aktf di novel ini ad notifikasi kalau qm baik baik aja tolong kabari q ya. no wa ku msh sama tolong temen temen yg kenal Ama author ini tolong kabari q ya,q butuh tau kabar dia bbrp bulan ini dia GK ad kabar q takut dia knp2 tolong tmen2 yg tau dia kabarin q secepatnya ya
Nafeeza_🎈🎈: ria nuk ini ria
total 1 replies
Miss Tiya😊
Luar biasa
Helena Rusliana
ide penulis benar2 gila sama seperti pemeran novel ini gila semua
Helena Rusliana
gx suka penulisnya kok gils ide ceritanya kenapa harus ada jebak menjebak sih benci bacanya
Helena Rusliana
kok tangam gaysl ya mo nampar fani yg gila itu
Sri Yanti
kucu ....wkkkkk

baru tahu istilah kismis ...putik pucuk
Arisha Putri
kalau emang jodoh itu gak bakal jadi mantan Serlin....jangan rebut/usik lg klu dia sdh bahagia.🤭🤭🤭
Arisha Putri
hmmm,beda jauh ma pengalamanku.niatnya silahturahmi tok ga ada embel2,eh manpac nerimanya lain.tp tetep kekeh dong ma niat,kan disakiti itu sakit masa nyakitin.eh jujur k istrinya malah manpac ga terima jadi fitnah aku.blokirlah beres...eh istrinya tau drmn nomer baruku tlpn lg.🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ganti nomer lg deh... a
ahyuun.e
do'anya kurang afdol itu mom hahaha
Diandra Soraya
kapan nikahnya siy.. arya sama dira
lilah adawiyah
Jangan2 Dira jodoh sama Arman???
mars
mimpi indah dengan baca novel ini,melupakan sejenak beban hidup☺️
mars
turut berduka ya ka,semngt ka
mars
kurangi typo dan salah s3but nama aja
mars
ka g ush diambil hati koment yg cuma bikin down,klu ada kritik ambil baik nya aja, org yg cuma bisa kritik untuk menjelekan itu jelas2 org negatif,jdi anggep aja org iri,lanjutkan saya suka ide ceritanya cuma tolong bedain antara suara hati dan ucapan ,ada penggalan katanya gitu,masukan aja sih ka,semangat ya
Cornelia Pujiastuti
siapa sintal
Cornelia Pujiastuti
Arya kok goblok n plinplan
lilah adawiyah
Jangan2 Dira adik ny dokter sintal....
Bundanya REvan
kapan Dira mengubah panggilannya,, agar ga kakak lagi manggil suaminya
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!