Azura seorang gadis cantik yang hidup dalam sangkaan buruk semua keluarganya kurang lebih 13tahun. Ia di sangka telah membunuh mamanya rasa sakit yang ia alami kerap membuat nya salah dalam mengambil tindakan.
Semua rasa sakit dan kekecewaan hampir semuanya ia alami, namun di sisi itu dia di temani oleh seorang pria yang senantiasa bersabar dalam memberikannya arahan.
Cinta pertamanya yang entah akan berakhir seperti apa kisah mereka, akankah hidup Azura berakhir dengan bahagia dan berdamai dengan keluarganya? Atau justru malah sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Memberikan sarapan
"Hahaha,kamu sangat lucu Azura,bagaimana jika kamu mengajariku untuk mengiklankan suatu produk" ucap Marina sambil tertawa kecil.
"Ternyata benar kamu itu sangat bermuntitalenta hahahaha" ucap Devan.
"Azura mending jualin produk Tante aku,supaya cepat laris" ucap Anwar.
"Kamu benar-benar sangat unik" ucap Anjuar.
"Baiklah- baiklah sudah cukup mengejeknya guys, sekarang kita harus segera menyelesaikan misi ini dengan serius" ucap Azura.
"Nauval ganteng bantuin Azura bagiin sarung tangannya donk" ucap Azura centil sambil menatap ke arah Nauval dengan tersenyum manis.
Nauval pun mengangguk dengan tersenyum tipis dan mulai membagikan sarung tangan plastik ke setiap siswa siswi sampai selesai.
"Oke guys,langkah selanjutnya adalah pembagian timm,barisan ini (a) kalian mencuci buah-buahan ini terlebih dahulu,barisan (b) kalian buat bumbu nya, barisan (c) kalian nanti potong-potong buahnya, barisan (d) nanti kalian masukkan buah-buahan serta bumbu nya ke dalam cap yang udah di sediakan,nah setelah tugas per barisan tadi selesai kalian bisa langsung bantu yang lain. Apakah penjelasan Azura dapat di mengerti?" ucap Azura lumayan tinggi.
"Mengerti" jawab siswa-siswi.
"Apakah kalian sudah siap untuk menjalankan kegiatan ini?"
"Sangat, sangat siap"
"Kalo begitu mari kita ambil posisi masing-masing, semangat semuanya"
"Semangat"
Mereka pun mulai melakukan kegiatan yang sudah di persiapkan dari semalam yaitu membaut rujak hahahaha.
Jadi gini semalam itu Azura membuat rencana akan membuat rujak di sekolahnya saat jam istirahat, tetapi karena jam pelajaran ke dua sebelum istirahat jamkos dan tidak ada tugas maka kegiatan pun dipercepat.
Semua siswa siswi sudah memulai kegiatan nya masing-masing, keadaan pun menjadi sunyi hanya terdengar suara beberapa alat untuk membuat rujak.
Azura yang merasakan suasana sedikit sunyi pun langsung berjalan ke depan meja guru sambil membawa ulekan, sebenarnya mereka juga mengunakan blender untuk menghaluskan bumbunya karena mereka akan membuat rujak besar-besaran,jadi ulekan itu nga terlalu kepake.
"Halo,halo,halo guys. Tolong perhatian nya sebentar" ucap Azura sambil tersenyum manis.
"Makasih atas perhatiannya,di sini Azura bakallan nyanyi dan buat kalian yang mau ikutan boleh kita nyanyi bareng-bareng sambil melakukan kegiatan, tujuannya untuk membuat suasana hidup nga sunyi kaya gini, gimana?" Tanya Azura dengan semangat yang tinggi.
"Boleh juga,biar kegiatannya nga monoton kaya gini" ucap Arsi.
"Nah bener itu,ayo kita nyanyi bareng-bareng" ucap Devan.
"Ayo,gaskeun haha"
"Azura mulai ya terus kalian ngikutin,inget harus ikutan semuanya"
"Siap"
Azura mengunakan ulekan sebagai pengganti mikrofon,salah satu siswa mulai mengambil video mengaabadikan kegiatan yang sangat jarang mereka lakukan.
Kala ku pandang Kerlip bintang nan jauh di sana. Azura.
Asikk. ucap Devan sambil berteriak.
Sayap ku dengar melodi cinta yang mengemaaaa.
Hobahh. ucap Aril sambil berjoget ala-ala cacing kepanasan.
Terasa kembali gelora jiwa mudaku, karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut. Azura.
Huhhh,slibawww, lanjutkan. ucap para siswa-siswi sambil menggoyangkan pantatnya yang tepos,hahah ga boleh gitu!! Dosa 😂.
Azura menyanyi mengelilingi kelas sambil membantu para siswa-siswi lain, Devan yang melihat Azura berjalan ke arah nya langsung mengeluarkan setumpuk uang seribuan.
Api asmara yang dahulu pernah membara, semakin hangat bagai ciu**n yang pertama. Azura.
Detak jantungku seakan ikut irama, karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut. Azura.
Devan mulai berjoget ala bapak-bapak jaman baheula dengan uang seribuan nya, Azura pun ikut meladeni Devan, jadi keduanya seperti di acara dangdutan tetangga.
Para siswa-siswi yang melihat tingkah Azura dan Devan pun tertawa terbahak-bahak begitu pun dengan Arsi, berbeda dengan Nauval yang malah asik memperhatikan Arsi yang sedang tertawa di depannya.
Kegiatan membuat rujak pun selesai, terlihat sekitar 57 cap yang berisikan rujak.
"Di kelas kita ada berapa orang?" Tanya Azura di depan kelas.
"Perkelas kan ada 35 orang,yang nga sekolah ada 3 orang,jadi semuanya ada 32" ucap Egi ketua kelas.
"Yaudah Kalo gitu kalian bisa ambil satu orang satu yah, lumayan juga ukuran cup nya besar. Terus sisa nya bisa di bagiin ke kelas lain" ucap Azura yang di angguki teman-temannya.
"Azura ini buah-buahan nya masih banyak,mau kita apain?" Tanya Devan.
"Buat kalian aja yang mau,tapi Azura minta beberapa buat bang Calvin soalnya" ucap Azura, Calvin mengangguk.
"Oke guys, terimakasih atas waktunya tadi" ucap Azura dengan tersenyum manis yang di balas senyuman oleh teman-temannya.
Bertepatan setelah Azura berucap bel tanda istirahat pun berbunyi,para siswa-siswi ada yang keluar untuk membagikan rujak yang mereka buat tadi.
Arsi menghampiri Azura begitupun dengan Nauval.
"Mau ke kantin?" tanya Arsi.
"Mau,tapi kalian duluan aja. Soalnya Azura mau nemuin dulu bang Calvin buat ngasih ini" ucap Azura sambil menunjukan papeebag yang berada di tangan nya.
"Hmm,mau di pesenin apa?" Tanya Arsi.
"Apa aja deh,samain sama kamu" jawab Azura.
"Kalo gitu kita kekantin sekarang,kamu jangan lama-lama ketemu sama Calvin nya" ucap Arsi yang membuat Azura mengangguk, Arsi dan Nauval pun pergi ke kantin.
***
"Halo,mom"
"Iya halo ada apa sayang? tumben telfon,kamu ga kenapa-napa kan?"
"Azura nga kenapa-napa mom, Azura cuma mau nanya,tadi pagi bang Calvin sarapan apa nga?"
"Hufss, kirain ada apa. Abang kamu nga sempet sarapan, setelah datang ke meja makan langsung pamitan terus pergi"
"Ouhh,gitu. Azura cuma mau nanya itu aja mom hehe,kalo gitu Azura tutup ya"
"Iya"
"Bay-bay mom"
***
"Kalo gitu langsung ke kelas nya bang Calvin aja deh" ucap Azura, Azura telah sampai di kelas Calvin dan langsung masuk.
"Permisi,bang Calvin nya ke mana ya ko ga ada?" Tanya Azura kepada salah satu siswi yang ada di kelas tersebut yaitu Anita,saat tidak menemukan Calvin di kelas nya.
"Iya,aku kurang tau. Tapi tadi dengar-dengar kata Rendy temennya mau main bola basket" jawab Anita.
"Ouh gitu,makasih ka atas infonya kalo gitu Azura pamit" ucap Azura,Anita mengangguk.
Azura berjalan melewati setiap kelas untuk sampai di lapangan basket, Azura berjalan ke arah belakang agar melewati kelas nya Anver. Dan benar saja apa yang Azura tuju berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Bruk,aduhh. Maaf ka" ucap Azura karena menabrak Anver yang berada di depan kelasnya.
"Iya ga papa" ucap Anver sambil membantu Azura berdiri, Anver melihat ke arah paperbeeg yang berada di tangan Azura.