NovelToon NovelToon
Connecting Room

Connecting Room

Status: tamat
Genre:One Night Stand / CEO / Percintaan Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:79.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ocean Na Vinli

Mohon bijak memilih bacaan!
Mampir ke IG @oceannavinli untuk lihat visual

🍃🍃🍃

Dalam keadaan mabuk berat, Selena salah masuk kamar yang terhubung antara satu lewat sebuah pintu khusus yang berada di dalam kamar

Ia tak tahu ternyata sang pemilik kamar adalah musuh bebuyutannya, siapa lagi kalau bukan Nickolas Andersean, seorang playboy cap kadal tengah mabuk berat juga.

Keesokan hari, keduanya orangtua mereka memergoki Nickolas dan Selena saling dalam keadaan telanjang. Bagai di sambar petir di siang bolong mereka pun dinikahkan segera tepat di hari itu.

Bagaimanakah kisah rumah tangga antara Nickolas dan Selena? Mengingat keduanya saling membenci satu sama lain? Dan apakah hati mereka bisa terhubung antara satu sama lain seperti sebuah kamar 'Connecting Room'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fiveteen

Nickolas dan Samuel kenapa ya?

Sambil menemani Lily berbelanja, Selena tengah menerka-nerka apa yang terjadi di antara Kakak beradik itu.

"Selena, kenapa melamun?"

Lamunan Selena seketika buyar kala Lily baru saja keluar dari ruang ganti pakaian. Dia baru selesai mencoba dress bermotif bunga-bunga.

Selena nampak salah tingkah. Merekahkan senyum lebar lalu mendekati Lily.

"Maaf Mom, aku tengah memikirkan pemotretanku untuk besok, yang katanya akan dilakukan di hutan, jadi aku kebingungan akan bergaya seperti apa, hehe," ucapnya, sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Lily mengangguk-angguk saja. "Oh, Mommy pikir kau sedang memikirkan Nickolas dan Samuel."

Jantung Selena langsung berdetak tak normal kala mendengar penuturan Lily barusan.

Oh my God, apa Mom Lily cenayang, kenapa dia bisa tahu isi pikiranku tadi.

"Selena, are you okay? Kok melamun lagi?" Lily menyipitkan mata, melihat tingkah Selena.

"Maaf, Mom," jawab Selena, sambil mengalihkan pandangan ke segala arah saat Lily menatapnya dalam.

"Pasti kau haus ya? Bagaimana kalau kita beli minuman dulu."

"Boleh Mom."

Lily merangkul tangan Selena kemudian melangkah cepat mendekati booth minuman di luar toko.

"Selena, apa kau menyukai Samuel?" tanya Lily tiba-tiba, sambil menyeruput pelan minumannya.

"Uhuk, uhuk, uhuk." Selena sampai tersedak mendapatkan sebuah pertanyaan yang membuat hatinya tergelitik sejenak.

Lily mengelus punggung Selena. "Oh my God, maafkan Mommy sayang, are you okay?"

Selena menarik napas panjang. "Its okay, Mom. Aku baik-baik saja. Emm, Mommy tadi bertanya apa aku menyukai Samuel?"

"Iya, apa kau menyukainya?" Lily bertanya sekali lagi, dengan mimik muka yang tak bisa terbaca.

Selena terkekeh pelan. "Mom, aku dan Samuel tidak lebih dari sahabat. Aku hanya menganggapnya seperti abangku, memangnya kenapa ya Mom?"

Seulas senyum tipis muncul. "Baguslah, Mommy sangat berharap, kau bisa mulai mencintai Nickolas, dia suamimu sekarang. Dan bisakah kau menjaga jarak dengan Samuel, Walaupun kalian selama ini berteman. Maaf, kalau Mommy terkesan memaksamu, tapi ini untuk kebaikan dirimu dan Nickolas."

Perkataan Lily barusan, membuat Selena diterpa gundah gulana.

Mencintai? Bagaimana bisa aku mencintai pria mesum dan kasar seperti dia? Argh! Aku malah ingin bercerai dengan anakmu!

***

Sementara itu, kembali ke cafetaria.

Senyuman smirk terukir di wajah Samuel kala mendengar pertanyaan Nickolas. Dia tak langsung menjawab, tengah menatap tajam kakak kandungnya itu.

Melihat mimik muka Samuel, tentu saja Nickolas dapat menebak kalau adiknya sendiri menaruh rasa pada Selena. Namun, dia berusaha berpikiran positif. Secepat kilat Nickolas menepis praduganya. Menunggu dengan sabar jawaban Samuel.

Mendadak suasana di sekitar menjadi panas. Kedua pria yang memiliki wajah begitu kentara. Bersitatap satu sama lain dengan ekspresi yang berbeda.

"Kenapa Kakak bertanya, bukankah sudah jelas, sebelum kalian menikah, aku menyukai Selena, em, maksudku mencintainya," ucap Samuel, lalu menyeringai tipis.

Tanpa sadar Nickolas bangkit berdiri. Matanya berkilat marah, ketika Samuel secara terang-terangan mengatakan kalau mencintai Selena. Nickolas tak memberi tanggapan, bergeming di tempat, melayangkan tatapan mematikan.

"Kenapa Kakak marah?" Sebelah alis mata Samuel terangkat sedikit. "Bukannya pernikahan Kakak dan Selena hanya sebatas bentuk tanggungjawab saja."

"Diam kau! Aku tidak marah!" pekik Nickolas.

Para pengunjung di sekitar, memusatkan perhatian ke meja Nickolas dan Samuel.

Samuel melirik ke kanan dan ke kiri. Melihat situasi tak kondusif. "Duduklah dulu Kak, apa kau tidak malu, semua orang melihat sekarang. Mari kita bicara dengan kepala dingin."

Dengkusan kesal terdengar dari hidung Nickolas. Kemudian duduk kembali. Menarik napas panjang sejenak.

"Kalau Kakak tidak marah, mengapa Kakak menanyakan perasaanku terhadap Selena? Aneh sekali." Samuel kembali menambahkan.

"Ya aku cuma ingin tahu saja, benar kata Isabella, ternyata Selena selama ini wanita liar! Aku jug tidak tahu kalau dia masuk ke kamarku! Asal kau tahu kami sama-sama mabuk waktu itu!"

Samuel melototkan mata seketika. "Cukup Kak! Jangan menghina Selena! Dia wanita baik-baik, jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya. Kalau Kakak hanya ingin tahu perasaanku terhadapnya, ya sudah Kakak jangan marah. Lagipula dia sekarang sudah menjadi istri Kakak kan."

Nickolas malah membuang muka ke samping. Dia pun sendiri tak tahu. Mengapa semarah ini padahal kalau di pikir-pikir untuk apa dia marah.

"Atau Kakak mulai jatuh cinta dengan Selena?" Samuel memicingkan mata, melihat tingkah Nickolas.

Nickolas berdecih. "Cih! Jangan ngawur kau! Untuk apa kau jatuh cinta dengan wanita seperti Selena. Wanita manja dan selalu membuat orang sakit kepala! Kau kan sudah tahu kalau aku menikahinya sebagai bentuk tanggungjawabku saja, aku akan menceraikan Selena secepatnya," jawabnya dengan ketus.

"Baguslah, jadi aku mempunyai kesempatan untuk mendekati Selena."

Rahang Nickolas kembali mengeras. Di bawah meja kedua tangannya terkepal kuat. Mengabaikan ponselnya yang bergetar di atas meja sedari tadi. Memperlihatkan nama Mommynya menghiasi layar ponsel.

"Apa kau tidak malu mendapatkan barang bekasanku, Sam?"

Samuel mendengus. "Malu? Untuk apa malu? Selena bukan barang, dia manusia Kak! Kakak tenang saja, setelah aku menyelesaikan urusanku di Moskow, aku akan datang kemari dan mengambil Selena darimu, Kak."

"Cih! Terserah! Aku penasaran! Bagaimana tanggapan Mommy kalau dia sampai tahu tentang perasaanmu terhadap Selena!" ucap Nickolas penuh penekanan.

Nickolas mengerutkan dahi, melihat Samuel malah tersenyum sinis seakan meremehkan. Sejak kejadian ia dan Selena kepergok di hotel, sikap Samuel berubah drastis, seperti bukan adiknya.

"Kenapa kau malah tersenyum?" Nickolas menatap lekat-lekat Samuel.

"Tentu saja, aku harus tersenyum, karena Mommy sudah tahu kalau aku mencintai Selena sebelum kalian berdua menikah," jawab Samuel.

Nickolas tak mampu berkata-kata sekarang. Mommynya sudah tahu, sejak kapan? Pikirannya pun berkecamuk seketika, mencoba menebak sebenarnya apa yang terjadi.

"Lucu bukan? Mommy sudah tahu kalau aku mencintai Selena, sepertinya dia menganggap perkataanku lelucon waktu itu, hmm, entahlah."

Nickolas tak menyahut, lidahnya begitu sulit untuk digerakkan sekarang. Apa yang disembunyikan Mommynya darinya.

"Apa kau tidak penasaran, di mana aku, saat kau dan Selena dipergoki Mommy dan Daddy waktu itu di kamar hotel?" Samuel kembali bersuara saat Nickolas hanya diam saja, tak menanggapi ucapannya barusan.

"Malam itu kau ada di mana!?" tanya Nickolas seketika, setengah berteriak. Pikirannya yang sudah melanglang buana entah kemana.

"Aku tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaanmu, sebaiknya kau tanyakan langsung dengan Mommy. Aku harus pergi, sampaikan salamku pada Mommy dan Selena." Samuel bangkit berdiri, hendak melangkahkan kaki.

Nickolas mencekal cepat tangan Samuel. "Aku butuh jawaban darimu sekarang! Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dariku!"

"Cck!" Samuel berdecak sambil menyentak kasar tangan Nickolas. "Tanyakan langsung dengan Mommy!" ucapnya, lalu mengalihkan pandangan ke arah Lily dan Selena tengah melangkah cepat, mendekati meja mereka.

1
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
👍
pink blossoms
babnya sog thirteen two.. bukannya thirty two
Ernawati
padahal ceritanya bagus tapi sedikit yg like
Irma Windiarti
Luar biasa
Yuli Yanti
jngan bosan y thor aq mamfir d'karya mu lgi😁
Beauty JK
😍
Mesri Sihaloho
kok Isabel tiba tiba tau rumah Nicolas yg baru?
Ran Aulia
singkat, jelas dan padat ....manis 😍😍😍

terimakasih author 👍👍👍👍
Fitriatin Noor
nah jd petinju anaknya😂😂😂😂
Vivin Yulistian Pradesti
suka ka cerita nya
Ririn Nursisminingsih
mimpi yg enak🤣🤣
khadizah thea
ok
🌹🌹🍀🍀Edelweis🌻🌻🌈🌈
👍👍👍
🌹🌹🍀🍀Edelweis🌻🌻🌈🌈
akhirnya... happy ending
EBI
😅😅😅
EBI
padahal dulu tak terpisahkan, usil pula
EBI
nurun dr bapak kandung nya
EBI
kok berubah sam
EBI
langsung tokcer
EBI
mom lily nakal 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!