NovelToon NovelToon
Dendam Aqila

Dendam Aqila

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Pelakor / Tamat
Popularitas:147.9k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Aqila Mahendra, seorang gadis cantik berusia 21 tahun. Dia merupakan seorang mahasiswi disebuah universitas swasta di kota Jakarta. Ia bisa dibilang sebagai mahasiswi yang berprestasi di kampusnya, hal ini bisa di buktikan dengan beasiswa yang ia dapatkan dari tahun ke tahun hingga ia sampai di semester akhirnya.

Kemulusan hidupnya di dunia pendidikan tak sama dengan kemulusan hidupnya di dunia nyata. Hidup menjadi korban broken home bukanlah keinginannya, namun takdir sudah menuliskan kisah hidupnya sebagai seorang korban dari keegoisan sepasang suami istri yang sudah tak lagi sejalan, apalagi ada orang ketiga yang hadir di pernikahan mereka.

Selepas perceraian sang ayah dengan bundanya, Aqila tinggal bersama sang bunda dan keluarga barunya. Disaat tinggal bersama sang bunda malapetaka pun terjadi di dalam hidup Aqila.

Mau tau malapetaka apa yang terjadi di hidup Aqila?
Yuk simak ceritanya sampai selesai ya. Happy reading guys..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Setelah acara akad nikah dilangsungkan, Aqilla dan Bram kembali ke kamar utama. Mereka memadu kasih bersama di sana. Untuk pertama kalinya, Aqilla melakukan penyatuan dengan ketulusan hati.

Rasanya sungguh berbeda, tak ada hasrat yang menggebu-gebu ingin segera di puaskan seperti saat ia melakukan penyatuan dengan Dito. Meskipun hasratnya sama-sama melambung tinggi di saat ia melakukan penyatuan bersama Bram.

Begitu pula dengan Bram. Untuk pertama kali dalam hidupnya, ia melakukan penyatuan dengan seorang wanita dengan mengunakan hatinya. Tidak hanya sekedar ingin menumpahkan segala hasrat yang adi di dalam dirinya. Keduanya begitu menikmati penyatuan dengan sensasi berbeda meskipun bukan untuk yang pertama.

Usai melakukan penyatuan di atas ranjang, mereka kembali melakukan penyatuan di kamar mandi, saling berbagi peluh saat mereka mereka sama-sama merendam tubuh mereka di dalam bathtub untuk kedua kalinya.

Tak terasa senja telah berganti malam, kedua pasang pengantin baru ini, kini sedang menikmati malam mereka di sebuah tepi pantai. Duduk menikmati indahnya langit yang bertabur bintang yang berkerlap-kelip di atas sana.

"Aqilla mulai hari ini aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu, bercerita, tertawa dengan hal-hal sederhana yang akan membuat kita bahagia." ucap Bram saat ia menatap manik mata Aqilla yang juga tengah menatapnya.

"Mas Bram..." cicit Aqilla yang malah merasa sedih mendengar perkataan Bram.

"Mulai hari ini aku akan bersedia menjadi pendengar setia mu, mendengar keluh kesah mu yang mungkin orang lain tak mau mendengarnya, atau pun hal-hal yang membuat mu bahagia." Seulas senyum terukir di wajah tampan Bram, saat ia kembali menyatakan kesediaannya menjadi seorang pendengar setia untuk istri yang amat ia cintai.

"Mas Bram, bisakah kamu tak terlalu baik pada ku, karena aku mungkin tak bisa membalas kebaikan mu." cicit Aqilla dengan suara yang begitu lirih.

Ia amat terharu dengan apa yang dikatakan Bram padanya. Jauh di dasar hatinya, ia begitu bahagia mendengar kata-kata manis penuh cinta yang diucapkan Bram padanya, namun di satu sisi, ia tak bisa begitu saja membalas ketulusan cinta Bram.

Jika ditanya apa alasannya, tentu saja karena hatinya telah mati karena sebuah dendam. Bukan karena ia tak bersyukur ada seseorang yang tetap memperlakukan dirinya dengan begitu baik dan istimewa. Di saat yang lain mungkin hanya memandang dirinya tidak ada artinya.

Memang tak akan pernah mudah bagi Aqilla untuk melupakan semua penderitaan yang ia alami dan meninggalkan misi balas dendamnya pada orang-orang yang telah menghancurkan hidupnya.

Aqilla yakin, Tuhan akan mengerti dengan semua yang ia rasakan dan perbuat, meskipun dosa akan tetap mengalir dari setiap langkah salah yang dijalani oleh Aqilla.

"Aku tak meminta mu untuk membalas semua yang ku berikan pada mu Qilla, aku hanya ingin kau tetap berada di sampingku. Meski gelombang cobaan akan kita hadapi ke depannya." balas Bram yang kemudian mengecup pucuk kepala Aqilla denga begitu lembut.

"Mas, tapi hari ini aku ingin kembali ke kota." ucap Aqilla yang kembali mengutarakan keinginannya.

"Silahkan, pergilah dan jangan lupa untuk kembali pulang ke rumah ini. Karena ini adalah rumah kita. Rumah terakhir kita untuk pulang." jawab Bram yang mengizinkan Aqilla pergi.

"Mas, apa kau tak ikut bersama ku?" tanya Aqilla yang membuat Bram bangkit dari posisi duduknya ia berdiri dan berjalan menjauh dari dirinya.

"JIka aku kembali bersama mu, apa kamu sanggup berbagi diriku dengan istri pertama ku Qilla?" tanya Bram yang menyadarkan Aqilla jika dia hanyalah seorang istri ke dua.

Aqilla terdiam sejenak, berpikir dengan jawaban apa yang akan ia berikan pada Bram saat ini.

"Aku baru sadar jika aku hanyalah istri kedua yang dinikahkan dirimu secara sirih hari ini oleh mu,Mas."

"Ya maafkan aku yang hanya bisa menikahi mu secara sirih untuk sementara waktu." balas Bram dengan wajah sendunya.

Ia menyadari betul jika Aqilla sedikit kecewa dengan kenyataan yang ada.

"Di dalam hidup ku, aku memang tak pernah menjadi sebuah prioritas. Itulah mengapa aku selalu berusaha menguatkan diriku yang selalu rapuh, menyadari takdir yang selalu tak berpihak pada ku."

"Qilla... maafkan aku," cicit Bram yang kembali mendekat pada Aqilla yang terlihat sedih.

"Itulah mengapa, aku tak yakin bisa membalas semua ketulusan cinta mu Mas, meski akupun mencintai mu. Aku hanya takut kecewa dan merasa menjadi manusia yang bodoh. Terus tersakiti namun tak dapat membalas rasa sakit ku."

"Aku tak meminta mu membalas ketulusan ku Qilla, aku pun tak melarang dirimu mem balaskan dendam mu. Kau bisa menjadi diri mu sendiri saat kau bersama ku. Namun aku tak rela jika kamu harus menjajakan tubuh mu ini hanya untuk sebuah dendam. Izinkan aku menyelamatkan mu dari kehancuran Qilla," ucap Bram seraya menyentuh dengan lembut kedua pipi Aqilla dengan kedua tangannya.

Bram menyatukan kedua kening mereka, menghapus deraian air mata yang mulai membasahi pipi Aqilla.

"Aku akak kembali bersama mu ke kota, jika kau menginginkannya. Tapi aku tak bisa tinggal bersama mu saat aku berada di sana. Karena itu akan membuat mu tak aman." ucap Bram yang kemudian mengecup kilas bibir Aqilla yang terasa begitu manis.

"Bersiaplah, aku akan membawa mu kembali." ucap Bram yang kemudian kembali menjauh dari Aqilla. Ia pergi entah kemana, Meninggalkan Aqilla sendiri di tepi pantai dengan suara deruan ombak yang memecahkan keheningan malam ini.

1
Mama Gezkara
aku suka ceritanya kaaakkk
Orang Pinggiran
ceritanya bagus terus gimana kalau mau lanjut ngebacanya?🙏🙏
Ricka Monika
kisahnya drama banget 👍
Ricka Monika
wah Dito kayaknya mau bundir nih
Ricka Monika
apa yg di bilang td sm Bram,hellooo perbuatan mu itu salah tau salah besar😡
Ricka Monika
lah gak sadar diri,cermin mana cermin🪞
Ricka Monika
beh egois cinta tp menelantarkan istridi saat badai menghantam nya kalo gak ada Dito udah KO istrimua
Ricka Monika
jelaslah kau saja TDK mau menyelamatkan istrimu dr ortu mu yg gila itu, wajar dia melupakanmu bercerminlah🤧😡
Ricka Monika
istri orang hanya status tapi TDK di nafkahi sm Bram berarti sudah bisa dibilang bercerai Krn TDK di beri nafka lahir dan batin,
Ricka Monika
dendam Aqila terbayar sudah,tapi kenapa Dito tau ya Aqila melakukan balas dendam terhadap keluarganya 🤔dan anehnya si Dito Mala menyetujui tindakan Aqila hanya gara" puas dngn pelayanan Aqila di ranjang 🙄😏🤨
Ristieriswanharti
bener² nyesek
Ristieriswanharti
sebenarnya dito sudah mencintai qila
tp dia sadar hanya Bram yg di cintai qila
Ristieriswanharti
ini sebenarnya alurnya mau di bawa ke mana thor
kok kaya aneh gitu ya aq bacanya
Ristieriswanharti
sebenarnya aku ga mudeng blas alur ceritanya tapi udah terlanjur baca sampai disini nanggung kalo ga di terusin
Ristieriswanharti
owalah dasar qila goblok
bram kaya gitu masih mau saja
diminta untuk ninggalin wanitanya aja Masih pikir² ee masih mau aja sama bram
Ristieriswanharti
ini sebenarnya gimana si qila
Ristieriswanharti
cerita muter ga karuan
Ristieriswanharti
aq kok sebal dengan si Bram laki² gak punya ketegasan bisanya menangis menangis dan menangis serta meratap
egois ingin memiliki tanpa mau berusaha dengan cara yg benar
Ristieriswanharti
cerita ini kebanyakan pemeran jadi kadang pemeran lain sampai hilang gitu aja
Ristieriswanharti
ngeri yaa
mungkinkah dunia para bangsawan seperti itu di dunia nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!