NovelToon NovelToon
Hati Yang Terbagi

Hati Yang Terbagi

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Obsesi / Angst / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:325.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: aisyah az

WARNING!! Novel ini mengandung Emosi Jiwa😎Jadi Komenlah sesuka hati kalian, jika itu pada pemeran😁


Maya harus menikah dengan pria dingin dan kejam bernama Carlen. Mereka terpaksa menikah karena permintaan sang kakek, dari Carlen.


Namun, siapa yang menyangka. Jika pernikahan Maya harus melalui banyak cobaan dan terjangan badai. Bukan hanya dari suami dan mertuanya saja, tapi dari pihak ketiga juga.


"Aku tidak akan pernah, mencintaimu! Dasar kau wanita rendah!" geram Carlen sambil mendorong tubuh Maya hingga jatuh dan mengenai pecahan beling.


Apakah rumah tangga mereka akan langgeng? Apakah cinta akan tumbuh di hati Carlen untuk Maya? Dan apakah, Maya bisa bertahan demi cintanya?


Simak hanya di Novel ini yuk!! JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN BESTIE🙏🏻😘DAN KOMENLAH YG BIJAK

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisyah az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Freya

Happy reading.......

Tante Gisel pulang dan dia langsung menuju kamar Maya. Namun, saat sampai di sana, wanita itu melihat jika Maya sedang menunaikan shalat dzuhur. Akan tetapi dalam keadaan sedikit menahan sakit.

Saat Maya sudah mengucapkan salam, wanita itu berdzikir, sedangkan tante Gisel masih berdiri di ambang pintu. Entah kenapa, kakinya berat sekali meninggalkan kamar menantunya tersebut.

Kemudian dia melihat Maya mengangkat kedua tangannya ke atas, berdoa kepada Sang Khalik.

"Ya Allah, luluhkanlah hati mertua dan suamiku. Jika memang mas Carlen beneran akan menikahi wanita itu, aku ikhlas ya Rabb. Karena kebahagiaan mas Carlen, hanya ada padanya. Namun, berikan aku hati yang luas dan lapang, agar bisa menerimanya sebagai manmduku. Berikan aku hati dan fisik yang tegar, saat mas Carlen menyakitiku! Ya Allah, engkaulah tempatku mengadu. Engkau tempatku bersimpuh. Hanya kepadamu aku meminta perlindungan. Lindungilah suamiku dan mertuaku, dari segala marabahaya dan tipu muslihat dunia, aamiin.

Tante Gisel terpaku saat mendengar doa yang diucapkan oleh Maya. Dia tidak pernah menyangka, jika wanita itu mendoakan dirinya. Padahal selama ini, tante Gisel sudah jahat kepada Maya, dan tidak pernah menganggapnya sebagai menantu.

Entah dari mana hatinya mulai tergerak, memikirkan bagaimana kejamnya perlakuan dia kepada menantunya selama ini. Bahkan Tltante Gisel tidak perduli saat melihat penderitaan Maya karena ulah putranya.

Maya yang baru saja menyelesaikan shalat dan melipat mukenanya, kemudian dia berbalik, dan alangkah terkejutnya wanita itu, saat melihat tante Gisel sedang berdiri di ambang pintu dengan tatapan lurus ke arahnya.

"Mama, kenapa berdiri di pintu?" tanya Maya mengagetkan lamunan tante Gisel.

"Tidak apa-apa. Saya hanya ingin tahu saja keadaan kamu seperti apa? Soalnya saya tidak ingin ada balas budi," ucap tante Gisel sedikit ketus.

Maya tersenyum, kemudian dia pun menjawab, "Insya Allah, Maya nggak apa-apa kok Mah. Lagi pula, ini hanya luka kecil saja, tidak terlalu parah juga."

"Yakin? Apa perlu kita ke rumah sakit? Soalnya jika terjadi apa-apa sama kamu, itu karena saya, otomatis saya mempunyai hutang budi dong. Saya tidak ingin itu terjadi, apalagi punya hutang budi sama cewek kayak kamu," tutur tante Gisel dengan nada tak suka.

Maya yang mendengar itu pun hanya tersenyum saja. Kata-kata hinaan sudah biasa dilontarkan oleh tante Gisel kepadanya, dan itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Maya, dan dia sudah kebal akan hal itu.

"Ya sudah, kalau kamu memang tidak apa-apa, saya masuk kamar dulu." Setelah mengatakan itu, tante Gisel pergi meninggalkan kamar Maya.

Setelah kepergian mertuanya, Maya meringis memegang pundaknya yang terasa begitu sakit. Namun dia tidak boleh lemah. Maya harus menjadi wanita yang kuat dalam segala hal, walaupun pada akhirnya dia adalah orang yang lemah. Namun harus menjadi kuat karena keadaan.

.

.

Waktu telah berlalu begitu cepat, saat ini Maya sedang berada di taman belakang membersihkan kolam renang. Akan tetapi, salah satu pelayan datang menghampiri Maya dan mengatakan, jika ada seorang wanita cantik yang berjalan bergandengan bersama Carlen, dan saat ini mereka sedang duduk di ruang tamu bersama dengan tante Gisel.

"Siapa wanita itu, Mbak?" tanya Maya pada pelayan tersebut.

"Aku juga kurang tahu, Mbak Maya, tapi tadi Tuan Carlen meminta Mbak Maya membuatkan minum untuk mereka."

Maya mengangguk, kemudian dia berjalan ke arah dapur, sedangkan pekerjaannya digantikan oleh pelayan itu. Dia membuatkan minum pesanan Carlen, walaupun Maya tahu mungkin saja wanita itu adalah Freya, kekasih suaminya.

Saat sampai di sana, ternyata benar dugaan Maya, jika wanita itu adalah Freya. Sekuat apapun dia sudah menyiapkan hati untuk menghadapi saat ini yang pasti akan terjadi, namun tetap saja hatinya merasa hancur.

"Sayang, nanti kita ke mall ya! Soalnya aku udah lama banget nggak jalan-jalan sama kamu," ucap Freya dengan nada yang manja sambil bergelayut di lengan kekar milik Carlen.

"Iya sayang, apapun itu untuk kamu," jawab Carlen sambil mengusap pipi Freya dengan lembut.

Tante Gisel hanya diam saja, dia melirik ke arah Maya yang dengan tenang menaruh minuman di atas meja. Dia pikir, Maya akan marah-marah karena melihat Freya yang saat ini tengah bergelayut menjadi lengan putranya.

Saat Maya akan pergi, tiba-tiba saja Carlen menghentikannya, kemudian dia menyuruh Maya untuk duduk. Wanita itu pun hanya menurut saja sambil tersenyum tipis.

"Oh iya, Maya. Sebenarnya aku tidak ingin sih mengungkapkan ini kepada kamu, tapi biar kamu nggak kaget aja. Satu minggu lagi, aku akan menikah dengan Freya, mungkin kami hanya akan mengadakan ijab qobul saja, sebab akan membutuhkan waktu membujuk kakek. Jadi kamu harus menerima Freya di sini, dan menuruti semua keinginannya_ paham!" tegas Carlen tanpa menoleh ke arah Maya sedikitpun.

Bagaikan diremas hati Maya begitu sakit, saat mendengar penuturan suaminya. Namun rasa sakit itu dibalut senyuman manis wanita cantik tersebut. Dia menganggukkan kepalanya, padahal saat ini dirinya benar-benar hancur.

"Iya Mas, aku akan menerima Mbak Freya sebagai maduku. Jika Itu memang membuatmu bahagia. Selamat ya, semoga pernikahan kalian dilancarkan. Kalau tidak ada yang dibutuhkan lagi, aku permisi. Soalnya masih banyak kerjaan di belakang," ucap Maya sambil tersenyum, kemudian dia pergi dari sana.

Tante Gisel merasa heran, sebab dia tidak melihat kemarahan di wajah menantunya itu, saat Carlen mengatakan akan menikahi Freya. Sebagai seorang wanita, dia pasti juga akan hancur saat mengetahui jika suaminya akan menikah kembali.

Karena tante Gisel tahu, sekuat-kuatnya wanita, pasti ada rapuhnya. Apalagi itu menyangkut suaminya. Akan tetapi, dia melihat Maya seperti tenang saja, tidak ada raut terluka sama sekali di wajah wanita itu.

Namun, siapa yang menyangka, saat Maya sampai dapur, air mata yang sejak tadi dia tahan akhirnya lolos juga. Wanita itu menangis dalam diam. Dia tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun, dadanya terasa begitu sesak, bagaikan dihimpit batu yang besar.

Mungkin saja Maya terlihat tenang dan menerima secara legowo di luar, akan tetapi di dalam, dia benar-benar hancur. Hatinya remuk redam, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Perkataan Carlen bagaikan ribuan anak panah yang sekali langsung menusuk tepat di jantungnya.

"Kuatkan aku ya Allah! Kuatkan aku!" pinta Maya dengan suara yang purau dan tersedu-sedu.

Rania yang baru saja pulang dari kampus, cukup terkejut saat melihat kedatangan Freya di sana. Dia pun ingat dengan ucapan kakaknya beberapa hari yang lalu, dan gadis itu seketika terlihat kesal saat melihat Freya.

"Hai Rania, apa kabar? Ya ampun, sudah lama sekali kita---" ucapan Freya terhenti saat Rania mendorong tubuh wanita itu hingga jatuh ke sofa.

"Rania! Apa yang kamu lakukan?!" bentak Carlen saat melihat perlakuan adiknya terhadap kekasihnya.

Begitupun dengan tante Gisel. Dia juga kaget saat melihat bagaimana barbarnya Rania kepada Freya. Dia tidak menyangka, jika selama ini Rania yang terkenal kalem mampu berbuat sekasar itu kepada Freya.

BERSAMBUNG....

1
Rismawati Damhoeri
dak obeh...
Rismawati Damhoeri
yah cepat kali matinya.....
Rismawati Damhoeri
yah memang bodoh ya thor...? udah tau beracun masih di minum juga, bongak!!!!!
Rismawati Damhoeri
bodoh kali, masih bertahan suami kayak ni, mau mati...?
Dewi Dama
cerita nya bagus...walaupun banyak sekali salah ketiknya..padat dan singkat
Dewi Dama
banyak bangat salah ketik nya sampai merubah arti...
Dewi Dama
Luar biasa
Nadira Azzahra Nasution
Sebel lihat sikap maya
Nadira Azzahra Nasution
Buat Maya menjadi wanita kuat thor
ANNTIE
aku bukan Maya. udah disakiti berulang kali masih aja memaafkan, smpe mikir emang ada y manusia seperti itu. y mngkn ada. tapi semua orang berbeda, ada yg mudah ikhlas, ada jg yg mudah nyimpen trauma dan ketakutan, tapi manusia punya kehendak bebas. mau bertahan dg rasa sakit smpe dapet atau memilih pergi dg pelajaran yg didapat dn mencari kebahagiaan lain. intinya kesel. wanita sebaik maya ga pantas untuk sibrengsek
Ifah Al Azzam Jr.
maaf yc thor endingnya kurng suka...
memaafkan boleh tp klo kembali lebih baik sendiri atau cari yg laen krn cam gak ada pembalasan buat suami yg zalim dan tega...
falea sezi
wanita bodoh yg mau balikan ma suami yg kejam dan dzalim
debby harahap
Luar biasa
Alea
"tapi aku kan wanita udik mas" kalau aku udah jawab gitu
Alea
kenapa mau masuk lagi ke kandang babi sih maya🤦
keledai aja nggak mau jatuh dua kali kedalam lbang yg sama
Alea
ihh ada kelainan ni orang
Alea
bego aja terus maya
nggak usah pinter pinter
Alea
"kakak ipar laknat?
ogaahhh
nggak sudi.. najiiis" kalau jd rania aku jawab gitu
Alea
wow dapet ipar kek Rania rejeki banget dan yg pasti cuma ada di novel😁
Mulyanah Efendi
banyak bawang ny...😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!