Kisah cinta Reynaldo Kehliano dengan gadis misterius bernama Jessica Anora, adik dari sahabatnya yang bermarga Kelvin.
Kisah cinta yang unik dan tidak pernah mereka duga sebelumnya. Kisah cinta yang di imbangi dengan hal-hal yang tidak pernah relevan jika orang pikir.
--------------------
"Tidak, cinta itu lucu." Jeje menaikkan alisnya.
"Kita memiliki banyak anak dan dua cucu, apa itu tidak lucu?" Jeje ikut terkekeh.
"Ya, aku kadang merasa sudah menjadi nenek-nenek tua jika bersama Liana juga Marc.".
"Meski kau akan menjadi tua, aku tetap mencintaimu." Jeje mengangguk.
"Jika kau tua, aku akan cari suami baru."
Lalu bagaimanakah perjuangan cinta ke duanya.. ..??
-------------------
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hevitriAe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lamaran
Happy reading
"Ck baru kenal serasa dunia milik berdua ya?" goda Alan dengan senyum jail khas dirinya, Aldo berdecak. Untung hanya fotografer yang di bayar untuk mendokumentasikan moment keluarga Kelvin ini, bukan para awak media yang akan mencercanya terus menerus.
Ke jadian tadi mengundang obrolan baru yang muncul di permukaan mengenai bagaimana sikap posesif Aldo yang terkenal dingin pada semua wanita.
"Apa?" garang Aldo saat tidak hentinya Alan menaik turunkan alisnya menggoda Aldo.
"Hentikan Lan!" kesal Aldo seperti ABG labil, nyatanya Ia selalu tenang dalam situasi apapun. Ke napa tidak dengan situasi ini? Aldo mengalihkan pandangan ke arah lain, namun matanya malah terkunci pada sosok cantik yang sedang tertawa bersama teman-teman wanitanya.
"Adik Gue enggak akan di ambil orang, Gue yang pastikan." haruskah Aldo bersyukur ada Alan di sisinya saat ini? Aldo mendengus, tapi matanya sama sekali tidak beralih dari Jeje. Mungkin virus Jeje yang tertawa menular padanya hingga sudut bibirnya tertarik ke atas.
"Jadi kapan kalian akan resmikan hubungan kalian?".
"A-apa?" tanya Aldo kelu, 'apa Ia tidak salah dengar?'.
"Al G-Gue-".
"Gue tahu Do, Gue sama keluarga Gue setuju kalau Lo sama Jeje." Aldo semakin ingin memukul rahang sahabatnya ini. Bukan-bukan itu maksud Aldo, menjadikan Jeje pasangannya? Oh tidak! Rontanya tapi tidak di bibir, itu hanya di otaknya.
"Do, Mom dan Dad percayakan Jeje sama Lo." 'astaga ini apa lagi?' batin Aldo terus menolak. 'tapi apa?' satu katapun tidak ke luar dari mulutnya.
"Bagaimana? Lo setujukan?" Aldo menatap horror Alan yang seolah memohon bagi Aldo.
"Gue tahu Lo belum siap Do! Claudia begitu berharga buat Lo dan Jeje berharga buat kami! Dan saat kita tahu kalau Lo yang dekat sama Dia, Gue merasa lega. Mungkin menjalin hubungan dengan Adik Gue itu tidak mudah, Lo musti sabar banget! Gue yang Kakaknya dan orang tua Gue saja enggak bisa sekalipun memintanya untuk pulang selain ke inginannya sendiri! Dan mungkin dengan adanya Lo, setidaknya Dia punya alasan untuk Dia pulang. Kalau Lo memang suka sama Dia dan mau menjalin hubungan sama Dia. Gue harap itu akan jadi kado indah buat Mom dan Dad hari ini." Alan menunduk, 'oh Tuhan! Bisa tidak Aldo mundur sekarang jadi Raynaldo?' Alan menatap sahabatnya yang sedari tadi hanya diam membisu dan menatapnya.
"Ya, ka-.".
"Ok, Gue akan resmikan hubungan Gue sama Jeje malam ini." oh astaga mulutnya Aldo, Aldo ingin rasanya mati sekarang. Batinnya bilang apa? Mulutnya bilang apa? Resmikan hubungan?.
Belum kelar Aldo berpikir, tangannya sudah di tarik paksa Alan menuju panggung kecil. Sekarang mereka telah menjadi pusat perhatian, Aldo membeku di tempatnya 'apa yang akan Alan lakukan?' Pertanyaan muncul di kepala Aldo.
"Eh maaf mengganggu acara penting ini.".
"Em sorry! Dad dan Mom, Aku pinjam acara kalian karena ada kabar bahagia dari sahabat Alan." Alan menatap Aldo yang bergeming dan hanya menatap orang-orang.
"Dia Aldo, Raynaldo Kehliano akan mengungkapkan sesuatu." Aldo terheran dengan apa yang di ucapkan oleh Alan. Alan menyerahkan microfon pada Aldo.
"Gue mau lihat Lo sungguh-sungguh sama Adik Gue, Lo resmikan hubungan kalian. Moment ini sangat pas." bisik Alan menepuk bahu Aldo sebelum turun dari panggung, Aldo mematung.
Aldo menggaruk tengkuknya, ini posisi yang tidak pernah Aldo harapkan. Menjadi pusat perhatian di sebuah pesta dan orang-orang penting di sini menatap ke arahnya dengan tatapan menunggu. Aldo tersenyum meski senyumnya terasa begitu kaku. Aldo berdehem menetralkan suaranya.
"Maaf Tuan dan Nyonya Kelvin telah mengganggu acara kalian." Aldo menatap pasangan bahagia itu dan membalas senyum mereka.
"Saya Raynaldo Kehliano di sini ingin mengutarakan isi hati Saya pada seorang wanita yang berhasil mencuri hati Saya." semua orang mulai berbisik, Raynaldo jatuh cinta itu di luar pemikiran mereka.
"Entah sejak kapan Ia mampu memberi Saya sedikit pilihan agar Saya tidak memandangi dirinya! Saya juga merasa bingung harus bagaimana untuk menetralkan detak jantung saya yang seakan meronta saat Saya dekat dengannya." semua orang memusatkan perhatian mereka pada Aldo. Aldo turun dari panggung berjalan ke arah ke rumunan dengan setangkai mawar putih yang entah sejak kapan sudah berada di tangannya.
"Kamu, jika mendengarku maka tersenyumlah." semua wanita tersenyum ke arah Aldo berharap merekalah yang Aldo maksud. Aldo mengunci pandangan pada wanita yang memasang wajah datar tanpa senyuman yang berdiri dengan tenangnya bersama teman-temannya. Semua orang seolah mengerti hingga mereka membelah, memberi jalan pada Aldo.
Aldo berhenti tepat di hadapan wanita yang membuatnya lancar berkata malam ini, kata manis meski sangat sederhana.
"Jessica Anora Kelvin, maukah Kau mengisi ruang hatiku? Bersama membunuh rasa sepiku selama ini? Jessica Anora Kelvin maukah Kau menjadi milikku?".
Jeje mematung, udara di sekitarnya seolah terenggut oleh sosok di hadapannya yang sialnya lagi jarak mereka yang cukup dekat. Ruangan juga terasa sunyi 'ke mana Orang-orang?' pertanyaan konyol muncul di kepala cantik Jeje.
Jangankan Jeje? Semua orang di buat melongo karena pernyataan Aldo yang sekalipun tidak lagi di kabarkan dekat dengan wanita setelah tunangannya meninggal. Bahkan hampir semua orang tidak percaya jika keluarga Kelvin memiliki puteri cantik seperti Jeje.
Aldo yang dingin bisa semelankolis ini, jika wanita lain mungkin akan menjerit histeris karena ungkapan Aldo yang dapat melelehkan hati wanita manapun.
"Aku bersedia memiliki hatimu dan Aku milikmu.".
Aldo membeku saat jawaban yang tidak terduga meluncur dari bibir seksi Jeje, Aldo sebenarnya berharap Jeje akan menolaknya.
Semua orang bertepuk tangan menyambut ke tersediaan Jeje, apalagi pasangan Kelvin. Ini adalah kado terindah di mana anak gadisnya di lamar oleh pria tampan kaya baik dan orang yang selalu dekat dengan keluarga Kelvin sejak dulu.
Aldo menarik pinggang Jeje posesif lalu di angkatnya tubuh itu, tangan Jeje bertumpu pada bahu Aldo. Mereka tersenyum, ya meski mereka tidak tahu jenis senyum apa?.
Hidung Jeje tepat di atas hidung Aldo, tidak melewatkan moment blitz kamera fotografer menyorot adegan mesra mereka.
Alan memeluk Aldo setelah menurunkan Jeje yang kembali pada sahabatnya.
"Gue enggak nyangka Lo akan jadi Adik Ipar Gue." Aldo memutar matanya.
"Gue harap Lo bisa jaga Dia, Dia memang nakal dan childish tapi di dalam tubuhnya banyak orang yang mengincarnya! Apalagi sekarang Ia mulai di kenal publik.".
pasti seru jeje sama aldo bertengkarnya😀😀😀