NovelToon NovelToon
Tolong Sentuh Aku

Tolong Sentuh Aku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dosen / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: fitryas

Anindia putri terpaksa harus menikahi Barra Emrik pria matang 10 tahun lebih tua darinya yang ternyata kakak dari kekasihnya.

Dia terpaksa harus menikah denganya karena Ayah nya menjual dirinya demi melunasi hutang-hutangnya karena Bisnisnya yang tiba-tiba bangkrut.

Bagaimana reaksi kekasihnya saat pulang dari negara lain mendapati kekasih yang sudah menjadi istri sah kakaknya.

Akibat kesalah pahaman yang di buat Dylan kekasih Anin, membuat Barra selalu bersikap kasar kepada istrinya dan memaksa istrinya melayaninya kapanpun dan dimanapun dalam kondisi apapun dalam urusan ranjangnya.

Apakah hanya kebetulan Barra menikahi Anin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitryas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Di ruang kerja di dalam Mansion Barra sedang menghubungi Edwin dengan raut wajah kesalnya dan hati yang panas. "Aku ingin malam ini juga, buat Diana babak belur lebih parah dari pada Anin!" sentak Barra karena Edwin tidak menuruti permintaanya.

Ya Edwin menolak untuk melukai seseorang, apalagi dia adalah seorang perempuan muda dan lebih parahnya lagi dia anak didik Barra sendiri, Edwin merasa Barra terlalu berlebihan untuk ikut campur dalam urusan muridnya, apalagi ini pertama kali nya dia meminta hal kasar seperti ini.

"Lakukan! atau aku yang akan melakukanya?" ancam Barra dan langsung membuat Edwin tegang di tempatnya.

"Baiklah, aku akan langsung menemuinya." ucap Edwin dan langsung di tutup begitu saja sambungan telpon itu oleh Barra.

Barra menatap photo yang sejak tadi di pegang dengan tangan kanannya, melihat sosok gadis cantik yang tengah tersenyum cerah dengan kedua rambut yang di kuncir dua di atas kepalanya.

Lalu Barra mengeluarkan satu buah photo lagi dari dalam lacinya dan membandingkan photo kedua gadis kecil itu. "Kalian memang sangat mirip," gumamnya menatap sendu gadis kecil yang sangat ia sayangi, Emily namanya. Dia adik terakhir dari Barra dan Dylan, namun Emily sangat dekat dengan Dylan karena pria itu sangat menyayangi adiknya.

Adik yang sangat ia sayangi juga, Barra sangat merindukan sosok cerewet adiknya itu. Namun sayang umur gadis itu tidak lama, membuat kepergianya menjadi luka untuk anggota keluarganya termasuk Barra dan Dylan.

Selang setengah jam Edwin menghubungi Barra kembali.

"Bagaimana?" tanya nya tanpa basa-basi menunggu kabar yang di harapkan.

"Aku tidak yakin untuk bisa melukainya." jawab Edwin membuat Barra mengerutkan keningnya, apakah sahabatnya itu sangat tidak tega melukai seorang wanita atau ada alasan lain sampai dia berkata seperti itu. "Dia sudah babak belur sebelum aku lukai," lanjutnya membuat Barra semakin heran.

"Katakan dengan jelas Ed! kamu sangat berbelit-belit!" sentak pria tampan yang sedang duduk di kursi kerjanya sambil mengetuk-ngetuk meja kerjanya dengan jari telunjuk.

"Sepertinya Diana kalah dari Nona Anin, dia sedang makan bersama teman-temanya dan mengadu jika mereka bertengkar sampai wajahnya babak belur," jawab Edwin membuat Barra langsung terbahak-bahak mendengar jika Anin ternyata tidak kalah dan malah mengalahkan lawanya.

Tanpa mendengar lagi ucapan Edwin dia langsung menutup sambungan telponya, dan kembali menyimpan photo itu kedalam laci.

Disebrang sana Edwin mengumpat kesal pada sahabatnya yang tidak jelas dan tidak mau mendengar ucapanya, "menyebalkan! dia selalu membuatku kebingungan. Ini gimana lanjut apa engga?" gumamnya karena Barra tidak mendengarkan ucapanya yang bertanya apakah dia harus melanjutkan tugasnya untuk melukai Diana atau tidak perlu karena wanita itu lebih banyak luka dibanding Anin.

Sementara Barra yang merasa bangga kepada istrinya itu tersenyum sambil mengelus pipi mulus Anin, "ternyata kamu tidak selemah yang ku kira, sayang." ucap Barra dengan malu-malu walaupun Anin tertidur dengan pulas.

"Kak Dylan," gumam Anin yang sedang mengigau. Namun detik itu pun Barra melepaskan lengan yang sedang menyentuh pipi Anin dengan dada yang terasa sakit dan rasa kesal yang sudah menyelimuti dirinya, Barra menatap tajam gadis yang sedang tertidur pulas itu lalu meninggalkanya pergi keluar dari kamar dengan perasaan kesal dan marah.

.

.

to be continued...

1
Ita rahmawati
weh kok end 🤦‍♀️
padahal masih seru²nya nih 🤔
Ita rahmawati
dasar edwin edan
Ita rahmawati
gila kmu nin
Ita rahmawati
siapa lg sih louis itu
Ita rahmawati
bara juga gk tau kn rasanya yg ori sm yg bukan
Ita rahmawati
gila kmu anin anin,,cara bslesnya gk gk bercinta depan dyland juga keles,,ke senangan dyland bisa liat tubuhmu 🤣
Ita rahmawati
wajarlah blm move on kn meteka pacaran udh lama dn putus gegara kmu bar
Ita rahmawati
malu segala sih bar 🤣
Ita rahmawati
heh pak dosen ngapain itu
Ita rahmawati
mau nanya takut tersinggung ya bar gk nanya jd salah faham sendirikan,,🤦‍♀️🤣
si dyland udah berhasik mempengaruhi oatknya bara 😩
Ita rahmawati
jgn mau nin pasti hatimu taukan mana yg tulus 🤣
Ita rahmawati
oawlah,,penyakit yg aneh
Ita rahmawati
sakit apa sih bara 🤔😩
Ita rahmawati
dyland 🙄🙄
Ita rahmawati
heh sebenernya ada apa ini knp tetiba bangun pd telanjang dn gk tau apa yg terjadi
Ita rahmawati
siapa emely
Ita rahmawati
bagus ini
Idha Giatno
Luar biasa
Katherina Ajawaila
thour, tanggung mat, lg seru2! nya tamat, keren thour ceritanya 😍
Katherina Ajawaila
akhirnya muncul lah Barra junior, Tq Thour 🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!