CINTA BEDA USIA
Semua pasti sudah tidak asing dengat kalimat tersebut kan?
Itulah yang sedang dialami oleh seorang gadis cantik keturunan Turki Jawa itu. Saat pertama kali dia melihat sosok Jendra, pria tampan mantan playboy yang sudah memiliki Cucu tetapi masih bujangan itu.
Entah bagaimana caranya, Pria berusia 47 tahun itu mampu meluluh lantahkan hati Khanza, membuat wanita yang tadinya berpikir bahwa pacaran adalah sebuah hal yang sangat membuang waktu saja itu. Akhirnya memilih melabuhkan hatinya pada seorang kakek bujang tua seperti Jendra.
Bagaimankah kisah selanjutnya? Apakah Jendra mau menerima dan menikahi wanita yang seumuran dengan anaknya? Apakah anaknya akan mengizinkan dirinya mengakhiri masa lajang dengan seorang wanita muda?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa Lalu Berakhir Cukup di Situ
🌊 KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
"Ternyata selama ini kamu bohong Vika, kamu mengatakan anak kita sudah tidak ada." tanyanya sekali lagi membuat Vika memilih tidak menjawabnya.
"Dek ayo kita pergi, bunda udah nungguin kita, kakak tadi udah beliin kamu sesuatu yang sepesial loh." serunya pada Vita yang masih berdiri dengan perasaan takut tadi.
Vika langsung menarik Vita untuk segera pergi dari tempat itu. "Vika jawab! Jangan hindarin aku." ucap Jendra yang menyentuh tangan Vika agar tidak pergi.
"Lepaskan tangan sampahmu itu!" Bentak Vika dengan tegas, merasakan jijik jika di sentuh oleh pria mana pun apa lagi ini adalah Jendra.
Namun bukanya melepaskan Jendra malah semakin menggengamnya. "Aku gak akan lepaskan, sudah lama kamu terus menghindari aku, aku hanya ingin meminta maaf Vika dan memperbaiki semuanya," ungkapnya pelan namun membuat Vika rasanya ingin menyobek mulutnya yang begitu gampangnya bilang memperbaiki.
"Vika, Vita." panggil Veli yang melihat sosok Vika sedang tersendat oleh sosok pria Bejad yang menjadi sumber mala petaka untuk keluarganya.
Vika menoleh pada ibunya dan memberikan Vita agar di bawa oleh Veli untuk pulang. "Bu bawa Vita pulang ya, kita kembali lagi lain waktu." pintanya pelan pada Veli karna melihat kondisi Vita yang masih ketakutan juga.
"Ayo Vita." Ajak Veli tanpa mengatakan apa pun, karna dia tau jika Vika pasti bisa menyelesaikan masalah ini.
"Enggak, Vita harus di sini dia anak ku." Bentak Jendra yang berusaha menahan langkah Vita dan Veli.
Namun Veli semakin mempercepat langkahnya untuk pergi dari hadapan Jendra.
Lalu setelah ibu dan anaknya pergi, kini Vika menatap dengan tajam ke arah Jendra. "Apa maumu! Berhenti menggangu kehidupan kami!" seru Vika dengan tegas, namun Jendra yang paling tidak menyukai sifat keramaian sama seperti Vita tadi. Memilih menarik dan membawa Vika masuk ke dalam restoran di ruang privasi.
"Makanlah dulu Vik, baru kita bicarakan semua ini dengan kepala dingin." Imbuhnya yang semakin membuat Vika rasanyanya ingin sekali menampar wajah pria ini, namun masih dia tahan.
"Apa maumu! Katakan cepat aku tidak memiliki banyak waktu." Perintahnya tegas meminta agar Jendra tidak berbasa basi lagi.
"Dia putri ku kan Vika?" tanyanya dengan lembut.
"Bukan, dia adalah anak ku dengan suamiku." Jawabnya asal, membuat Jendra terkekeh mendengarnya.
"Suami? Kamu adalah model go internasional Vika, jadi informasi sedetail apapun pasti bisa di bocorkan apa lagi hal privasi seperti itu, jika kamu sudah menikah pasti akan di beritakan di seluruh media, walaupun kamu menikah secara diam-diam.
Mendegar Jendra yang mengetahui jika dirinya bohong kini langsung tersenyum simpul menatap wajah Jendra penuh dengan amarah. "Lalu kenapa jika dia putri saya ? Kamu mau apa ha?" Tegasnya ingin mempersingkat waktu ini, dia sangat tidak menyukai dirinya berada di satu ruangan dengan pria bere**sek ini.
Jendra terlihat berlutut di kaki Vika untuk mendapatkan pengampunan. "Maafkan aku Vik, maafkan atas sikapku yang jahat sama kamu, mari kita perbaiki semuanya dan kembalilah bersama ku, demi putri kita." serunya yang menbuat Vika semakin emosi mendengarnya.
"Maaf kamu bilang, hey Rajendra kamu sadar yang kamu katakan ha? Kamu meminta maaf? Wah itu sangat luar biasa,plokk,,plokk."Seru Vika dengan menepukan tanganya kesal.
"Kamu sangat hebat sekali," sambungnya lagi lalu mengambil air dan menyiramkan ke wajah tidak tau malu milik Jendra.
Byyyuuurrr wajah Jendra basah seketika, plaaaakkkkk plaaakkkk Vika menambahkan dua tamparan yang sangat keras untuk Jendra.
"Tampar aku Vika, tampar jika memang itu bisa membuat kamu memaafkanku," ucapnya dengan pelan.
Vika lagi-lagi tersenyum membalas ucapan dari Jendra. "Bahkan kematianmu saja tidak akan pernah aku terima Jendra, bagiku kamu hanyalah sebuah masa lalu yang sangat kelam, yang harus segera di hilangkan. Karna kamu sendiri yang membuangnya dulu, dan apa kamu lupa jika dulu kamu dan Papahmu memintanya untuk lenyap, maka saat ini jangan menggunakanya sebagai sebuah alasan untuk memperbaiki semuanya."
"Jangan pernah menjilat air ludah mu kembali Jendra, karna itu sangatlah memalukan. Ingat yang miskin tetap lah miskin, dan tidak akan ada yang berubah, ingat itu." Tegasnya yang tidak akan pernah berdamai dengan Jendra dan keluarganya.
Lalu dia memilih pergi dari ruangan itu karna tidak ingin lebih lama lagi menahan emosinya berhadapan dengan penjilat seperti Jendra.
Flashback OFF
*To qBe Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*