Cerelia Park, selebriti terkenal yang kini sedang terlibat skandal dengan pria beristri. Tidak ingin rumor tentangnya makin menyebar luas, Cerelia memutuskan menikah kontrak dengan pria yang bekerja sebagai cleaning service di hotel tempatnya menginap.
Tanpa diduga, pria yang bernama Kang Seok Joon itu adalah putra kedua dari konglomerat terkenal di Korea. Anak buah ayahnya berhasil menemukan Seok Joon yang bernama asli Lee Kang Joon.
Lee Kang Joon akhirnya kembali ke rumah besar keluarganya dengan membawa Cerelia sebagai menantu kedua di keluarga Lee.
Akankah pernikahan Joon dan Cerelia bertahan meski keluarga Lee menentang?
*Kisah ini berlatar di Korea Selatan, anggap saja kalian sedang menonton drakor, hehe
Jangan lupa dukungannya utk karyaku yg satu ini.
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mi Ran Sakit
Joon memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Perdebatan dengan sang ayah pagi tadi membuatnya kini harus memutar otak agar Celia bersedia menemui keluarganya.
"Bagaimana cara mengatakannya pada Celia?" Joon bergumam dan bingung sendiri.
Pasalnya, Jika Joon membawa Celia ke rumah, otomatis Celia akan mengetahui kebohongannya selama ini. Dan pastinya Joon bisa memprediksi semarah apa Celia nanti terhadapnya.
"Haah! Ya Tuhan! Kenapa aku tidak berpikir sejauh itu sebelum mengiyakan permintaan Ayah! Aku harus bagaimana?"
Joon mengetukkan jarinya di meja kerja kebesarannya. Hari ini Joon sudah tidak bisa fokus bekerja. Pikirannya hanya tertuju dengan tantangan Byung Man.
Jujur saja sejak dulu, Joon adalah anak yang tidak patuh dengan Byung Man. Berbeda dengan Kang Moon yang selalu mengikuti perintah ayahnya.
Namun anehnya, baik Byung Man dan Ae Gyo malah semakin memberikan perhatian khusus pada Joon dan bukannya Kang Moon. Pernah Joon bertanya pada sang ibu. Dan Ae Gyo menjawab jika Kang Moon tidak akan berbuat ulah seperti yang diperbuat Kang Joon, makanya Ae Gyo sangat percaya pada Kang Moon.
Keresahan yang terjadi di keluarga Lee adalah ketika Ae Gyo harus menjadikan Hye Ri sebagai menantu keluarga Lee. Sebenarnya Ae Gyo sudah memiliki gadis pilihan untuk jodoh Kang Moon. Tapi ternyata Kang Moon tetap memilih Hye Ri menjadi istrinya.
Kini Joon akan menambah keresahan sang ibu dengan tiba-tiba membawa sosok istri ke rumah keluarga Lee.
"Huft! Mungkin sudah saatnya aku berkata jujur pada Celia. Dia akan lebih membenciku jika aku lebih lama lagi memendam rahasia ini."
Joon sudah bertekad. Saat pulang kerja nanti ia akan bicara jujur pada Celia siapa dirinya sebenarnya.
Pukul enam petang Joon kembali ke apartemen Celia. Joon tidak mendapati siapapun disana. Apartemen Celia terlihat sepi dan tidak berpenghuni.
"Apa Celia belum pulang? Syutingnya pasti berlangsung sangat lama. Kasihan dia. Harus bekerja keras untuk menghidupi Mi Ran dan ibunya. Setelah aku jujur padanya, aku harap Celia akan hidup lebih baik bersama Mi Ran. Aku akan memenuhi semua kebutuhan Celia. Dan aku tidak akan membiarkan dia dihina dan dilecehkan lagi."
Joon masuk ke kamarnya dan membersihkan diri terlebih dulu. Kemudian Joon menuju ke dapur dan memasak untuk makan malam.
Hingga jam menunjukkan pukul delapan malam, Celia belum juga kembali ke rumah. Joon mulai tidak tenang.
Joon menghubungi nomor ponsel Celia. Namun ternyata ponselnya tidak aktif. Joon mulai khawatir.
"Apa sebaiknya aku menyusul ke lokasi syutingnya saja?" Joon segera meraih kunci mobil dan bergegas pergi.
Tiba di lokasi syuting, tempat itu terlihat sepi. Sudah tidak ada kru yang ada disana.
"Sial! Apa mungkin Celia sudah pulang ke apartemen?" Joon kembali melajukan mobilnya menuju ke apartemen.
Dengan tergesa dan sedikit berlari, akhirnya Joon tiba di apartemen. Dan ternyata kehadiran Celia belum juga ia lihat.
"Celia... Kau ada dimana?" Joon frustrasi. Ia merebahkan diri di sofa. Hingga akhirnya rasa lelah menghinggapinya dan membawanya menuju ke alam mimpi.
Keesokan harinya, Joon mengerjap bangun dari tidurnya. Suasana apartemen masih tampak sepi. Tidak ada tanda-tanda Celia kembali ke tempat itu.
Joon bangkit dari sofa dan menuju ke kamar Celia. Kosong. Tidak ada siapapun disana.
Joon menghembuskan nafas kasar. "Apa terjadi sesuatu denganmu, Celia?" gumam Joon.
Tidak ingin berpikiran buruk, Joon pun memutuskan untuk bersiap pergi ke kantor. Setelahnya Joon menyantap sarapan sendirian. Hidupnya benar-benar terasa hampa tanpa adanya Celia di sisinya.
"Aku akan menemui Paman Byung Han dan bertanya padanya. Dia pasti tahu dimana Celia sekarang."
Sebelum pergi ke kantor, Joon menyempatkan diri menyambangi kantor sang paman. Dengan raut wajah serius, Joon bertanya pada Byung Han.
"Jadi, Celia tidak memberitahumu?" tanya Byung Han. Ia pikir Celia pasti meminta izin pada suaminya sebelum pergi.
Joon menggeleng. Joon terlihat sedih karena kehilangan kontak dengan Celia. Dan ini baru sehari. Bagaimana jika Joon harus kehilangan Celia selamanya? Pasti rasanya seperti hidup namun tidak bernyawa.
"Mi Ran sakit. Celia meminta izin tidak bisa melakukan syuting selama beberapa hari hingga Mi Ran sembuh."
"APA?! Mi Ran sakit?" Joon sangat terkejut.
"Iya. Celia tidak menjelaskan secara detil."
"Baiklah, Paman. Sekali lagi terima kasih." Joon segera bergegas untuk menyusul Celia ke distrik Mapo.
Saat di tempat parkir, Joon bertemu dengan Jimmy yang baru turun dari mobilnya.
"Seok Joon? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Jimmy yang tidak menunjukkan gelagat gemulainya.
"Aku..." Joon bingung harus menjawab apa.
"Aku sudah tahu semuanya dari Tuan Byung Han. Jadi, sebaiknya kau jangan macam-macam. Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti Celia. Apa kau mengerti?!" Suara tegas Jimmy membuat Joon bergidik ngeri juga.
Rupanya manajer Celia yang dikenal gemulai ini, bisa juga bersikap macho dan tegas.
"Kau tenang saja! Aku tidak akan pernah menyakiti Celia. Kau bisa memegang janjiku!" jawab Joon juga tak kalah serius.
"Baguslah kalau begitu. Secepatnya kau harus bisa berkata jujur pada Celia. Dia sudah mengalami banyak hal. Aku tidak mau kau terus membohongi Celia seperti ini."
Joon mengangguk mantap. Ia berpamitan pada Jimmy dan langsung melesat dengan mobilnya.
Sepeninggal Joon, Jimmy mengipaskan tangannya di depan wajah.
"Ya Ampun! Bagaimana bisa aku bicara begitu pada Tuan Muda Lee?" Jimmy uring-uringan sendiri. Sisi gemulainya kembali merasuk. Ia berjingkrak tidak karuan hanya karena baru saja memberi peringatan pada pria tampan si anak konglomerat keluarga Lee.
...***...
Joon memutuskan tidak masuk kerja hari ini. Joon memilih menemui Mi Ran dan Celia. Joon menghubungi Sang Mi karena ponsel Celia masih tidak bisa dihubungi.
Joon pergi ke sebuah rumah sakit dimana Mi Ran sedang dirawat sekarang. Sedikit berlari, Joon bertanya pada meja resepsionis dimana ruang rawat Mi Ran.
Joon berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit hingga akhirnya Joon melihat Celia yang baru saja berbicara dengan seorang dokter. Joon melihat Celia menangis.
Joon mempercepat langkahnya hingga ia berdiri di hadapan Celia.
"Seok Joon?" Celia tertegun melihat Joon ada di depannya.
"Celia... Aku sangat mengkhawatirkanmu. Kau bahkan tidak menjawab panggilan dariku."
Celia menyeka air matanya. "Maaf, aku pergi tanpa pamit padamu. Ponselku juga entah kemana. Mungkin batreinya juga habis."
"Bagaimana kondisi Mi Ran? Apa dia baik-baik saja?"
Pertanyaan Joon membuat Celia kembali menangis. Joon serba salah karena sudah membuat Celia menangis.
"Ma-maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk..."
Celia menggeleng. "Tidak apa. Terima kasih karena kau peduli pada kami."
Joon tidak tega melihat Celia yang terus meneteskan air matanya. Dengan penuh kelembutan, Joon membawa Celia dalam pelukannya. Joon ingin meringankan beban di hati wanita yang menjadi pujaan hatinya sejak dulu.
"Menangislah! Kau jangan takut. Aku akan selalu ada disini bersamamu. Aku janji."
Celia makin menyusupkan wajahnya di dada bidang Joon. Rasa nyaman mulai menjalari hatinya yang sedang bersedih.
Kali ini baca drakor 😂😂😂 alhamdulillah gak perlu bawa tisue 😊😊😊😊
kasian Mi Ran ya harus tau keyataan ini 🥺🥺