NovelToon NovelToon
Retaknya Sebuah Kaca

Retaknya Sebuah Kaca

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: Arrafa Aris

Pernikahan yang didasari sebuah syarat, keterpaksaan dan tanpa cinta, membuat Azzura Zahra menjadi pelampiasan kekejaman sang suami yang tak berperasaan. Bahkan dengan teganya sering membawa sang kekasih ke rumah mereka hanya untuk menyakiti perasaannya.

Bukan cuma sakit fisik tapi juga psikis hingga Azzura berada di titik yang membuatnya benar-benar lelah dan menyerah lalu memilih menjauh dari kehidupan Close. Di saat Azzura sudah menjauh dan tidak berada di sisi Close, barulah Close menyadari betapa berartinya dan pentingnya Azzura dalam kehidupannya.

Karena merasakan penyesalan yang begitu mendalam, akhirnya Close mencari keberadaan Azzura dan ingin menebus semua kesalahannya pada Azzura.

"Apa kamu pernah melihat retaknya sebuah kaca lalu pecah? Kaca itu memang masih bisa di satukan lagi. Tapi tetap saja sudah tidak sempurna bahkan masih terlihat goresan retaknya. Seperti itu lah diriku sekarang. Aku sudah memaafkan, tapi tetap saja goresan luka itu tetap membekas." Azzura.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrafa Aris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. RSK

Ba'da Ashar ....

Setelah pergantian shift, Azzura tak langsung pulang melainkan ke rumah sakit untuk menjenguk sang ibu.

Setelah memarkir motor, ia merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal. "Masha Allah, hari ini lumayan melelahkan," ucapnya lirih. Azzura meraba lengannya merasakan sakit. "Pasti akan memar lagi."

Gadis berhijab itu pun mengayunkan langkah sambil membawa paper bag mukenah juga makanan untuk ibu dan suster yang berjaga.

Setelah tiba di bangsal tiga, ia malah menubruk seseorang. Azzura bergeming sejenak kemudian perlahan mendongak.

"Pak dokter, maaf."

"Nggak apa-apa, makanya hati-hati serta fokus jika berjalan. Ini sudah yang kesekian kalinya kamu menabrakku," sahut pria itu dengan seulas senyum. "Saya kan sudah bilang jangan suka melamun."

Azzura mengangguk mengerti. Setelah itu, ia melanjutkan langkah kakinya menuju kamar rawat bu Isma.

Sedangkan Pak dokter menggelengkan kepala. Memandangi Azzura yang kini sudah menjauh darinya.

"Baru saja aku ingin berkenalan dengannya, dia malah buru-buru pergi," gumam Pak dokter lalu lanjut menuruni anak tangga.

Sedangkan Azzura kini sudah berada di dalam kamar rawat bu Isma. Senyum seketika terbit di wajah wanita paruh baya itu memandangi sang putri.

"Kemarilah Nak," pinta bu Isma dan dengan patuh Azzura menurut lalu duduk di kursi.

"Bagaimana keadaan Ibu?" tanya Azzura sembari menggenggam jemari sang ibu.

"Alhamdulillah, Nak, ibu merasa jauh lebih baik," jawab bu Isma berbohong. Padahal ia merasa kondisi kesehatannya semakin menurun dan merasa waktunya tak akan lama lagi.

Terpaksa ia rahasiakan supaya sang putri tak merasa khawatir juga bersedih. Bu Isma tak ingin melihat Azzura menangis seperti kemarin.

"Bu, aku ingin tidur sejenak sambil memeluk Ibu," pinta Azzura.

“Kemarilah, tidurlah disamping ibu," timpal bu Isma sembari menepuk kasur.

Azzura langsung naik ke bed pasien kemudian memeluk sang ibu lalu memejamkan mata. Mungkin karena kelelahan, tak lama berselang gadis berhijab langsung terlelap.

"Azzura, maafkan ibu karena berbohong," Bisik bu Isma. Menatap lekat wajah teduh Azzura sembari mengelus punggungnya dengan penuh kasih.

"Ibu sudah pasrah, Nak. Ibu merasa sudah tidak kuat lagi menahan sakit ini. Namun ibu sudah bisa merasa tenang karena ada suamimu yang akan menjagamu sepeninggal ibu nanti."

Tak lama berselang, seseorang mengetuk pintu lalu membuka benda itu. Seketika bu Isma mengarahkan pandangannya ke depan.

"Nak Yoga." Bu Isma tersenyum. "Kamu juga baru pulang, Nak?"

"Iya, Bu, kebetulan memang sudah jam pulang kantor. Jadi, aku sekalian mampir," jawab Yoga seraya meletakkan kantong plastik berisi buah di atas lemari nakas.

Ia memandangi Azzura yang sedang tertidur sambil memeluk bu Isma. Terlihat sekali jika gadis itu sangat lelah. Yoga menarik kursi lalu duduk di samping bed pasien.

"Bagaimana keadaan Ibu sekarang? Apa Ibu sudah merasa jauh lebih baik?" tanya Yoga.

"Nak Yoga, jujur saja keadaan ibu saat ini tidaklah baik-baik saja. Ibu merasa kondisi kesehatan ibu semakin menurun. Namun, demi Azzura, ibu berusaha untuk terlihat sehat. Ibu tidak ingin Azzura mengkhawatirkan ibu. Ibu tidak sanggup melihatnya menangis," ungkap bu Isma dengan suara bergetar.

Yoga memandangi Azzura. Wajah teduh nan tenang gadis itu, membuat hatinya tiba-tiba menghangat. Sudut bibirnya langsung melengkung membentuk sebuah senyuman.

"Bu, Ibu harus sembuh. Aku yakin Ibu pasti bisa melewati masa-masa sulit ini. Ibu harus semangat jangan berputus asa. Ada aku dan Azzura yang akan selalu menyemangati Ibu," kata Yoga menyemangati bu Isma sambil menggenggam erat jemarinya.

"Terima kasih, Nak," ucap bu Isma dengan senyum tipis.

"Oh ya, Bu, aku tinggal sebentar, ya. Jika Azzura bertanya atau mencariku, katakan saja aku ada di rooftop," pesan Yoga.

Bu Isma mengangguk. Sepeninggal Yoga, wanita paruh baya itu, menatap wajah Azzura lalu mengecup puncak kepala sang putri.

"Azzura, suamimu pria yang baik. Ibu bisa melihat serta merasakan ketulusannya. Bukan hanya padamu saja tapi pada ibu juga. Ibu sangat yakin dia benar-benar pria yang tepat untukmu," ucap bu Isma nyaris tak terdengar.

.

.

.

Kantor Close ....

Close masih betah berada di kantor. Duduk termenung sambil menggoyang-goyangkan kursi kerjanya.

Pikirannya kembali larut mengingat senyum tulus istrinya pada sang asisten. Bahkan senyum itu tak pernah terukir jika bersamanya.

Satu hal yang membuatnya sangat penasaran adalah, ingin melihat Azzura tanpa hijab.

"Aakhh, sial! Kenapa aku malah memikirkannya," umpat Close seraya beranjak dari tempat duduknya. Meraih jas kemudian memilih meninggalkan ruangan kerja.

Tujuannya kini adalah ke apartemen Laura sekalian akan menjemputnya untuk membawa gadis itu menginap di rumahnya malam ini.

Apalagi yang ia rencanakan jika bukan ingin menyakiti hati juga perasaan Azzura.

Di sepanjang perjalanan menuju apartemen Laura, benaknya kembali bertanya-tanya? Kenapa bisa secara kebetulan Yoga bertemu dengan Azzura di pusat perbelanjaan?

Dan yang membuatnya sangat jengkel adalah, saat membayangkan Azzura itu berboncengan dengan sang asisten.

"Apa Yoga yang mengantarnya semalam? Secara, motornya ada sama pria itu," gumam Close bertanya pada dirinya sendiri.

Amarah seketika merasuki jiwanya. Close mencengkram kuat setir mobil merasakan hatinya panas disertai darah yang seolah mendidih.

"Awas saja kamu nanti, Zu! Aku akan memberimu pelajaran lagi," ancam Close dengan perasaan geram.

...🌿................🌿...

Jangan lupa masukkan sebagai favorit ya 🙏. Bantu like, vote dan komen, setidaknya readers terkasih telah membantu ikut mempromosikan karya author. Terima kasih ... 🙏☺️😘

1
mimief
banyak yg mengangkat tema perselingkuhan dan kdrt
cuman terkadang sekilas suka mencari pembenaran dari semua sikap mereka dan menormalisasi nya
tapi cerita ini dengan berani bahwa apapun alasannya,apapun konsep nya
terlebih apapun kondisinya

penghianat apalagi ditambah kekerasan itu sebuah kesalahan dan tidak ada pembenaran apapun
ayolah..semua korban nya kita bangkit bersama
memang susah melupakan tapi memaafkan diri sendiri dan berdamai dengan hidup yg lalu adalah pintu gerbang pertama kita bisa bahagia

terimakasih atas pengajaran yg indah Thor
ingat....kita ga pernah kurang apapun untuk menjadi alesan kita disakiti sedemikian rupa sama para pesakitan itu
ya.. selingkuh juga adalah salah satu dari sakit jiwanya yg ga pernah cukup dengan satu wanita
mimief
nice ending
beautiful story'

yah... terkadang entah apa yg dipikirkan para tukang selingkuh itu
dia fikir setelah menyakiti kita sedemikian rupa,maaf adalah jalan ninja nya.
seolah menolak lupa rasa sakit yg telah mereka torehkan sedemikian rupa nya
memaafkannya Bukan melupakannya

kita bukan malaikat dan juga bukan Tuhan yg bisa memaafkan begitu saja..maaf buanget ya apalagi yg sampe meninggalkan traumatis atau korban jiwa
hei para tukang selingkuh, ketika kau dengan sadar diri mencurangi kami terima lah segala konsekwensinya dr perbuatan mu. jangan Ira pura amnesia ketika sudah nyesel dan berlaga Seperti yg paling korban dan menyedihkan
mimief
wkwkwkw .puas euy
mimief
ah bgini lagi yg bener
ga bakalan ngasih celah sedikitpun buat pelakor
berantas segera
keren deh bapak ini
mimief
Bu.. walaupun nama kita mirip
aku ga kaya dia ya Bu..
ampuun donk ah🤣🤣
mimief
waduuh..bibit pelakor mang dimana mana ya
hadeeeh
mimief
aku sampe ikutan nahan nafas Thor
keren bgt si bahasanya mereka
ga ngerti si sama pria yg suka selingkuh
sadarnya telat
trus kalau sadar so jadi yg paling jadi korban
heli bgt ga si
mimief
kawal Thor..Ampe jadi yoga sama syakilla
mimief
ya...Yog
mang bakatmu jadi pebinor yg teraniaya 🤭🤣🤣
mimief
hei .ngapain pak Pras sakit hati
inget umur pak🤣🤣🤦
mimief
🤭😏🤦
mimief
begia jujur Zu,jadi terbuka semua
ga ada yg ditutupi
mimief
kesambet hawa mantan🤣🤣
mimief
yah...gimana bang
namanya ga jodoh
mimief
jemput bang calon bini nya
disana banyak pebinor itu 😅🤣
mimief
satu kata buat close
mampoooos 🤣🤣🤣
mimief
ga perlu cari alesan orang lain yg salah
mereka mang pemicu nya
tapi ga ada yg nyuruh lu kasar sama orang lain
sampe ngelukain secara fisik dan psikis
lu nya aja yg ga normal
mimief
cihh ga akan
kemaren aja dengan alesan mesti bagaimana lagi mau bicara, hampir melakukan kekerasan
orang kyk mereka ga ngerti lrmbut itu bagaimana 😔
mimief
ditolak
yg galau semesta yg memantau nya🤭🤣🤣
mimief
mau balik ke yoga pun sudah
ada ayya sama Devan yg bakal nangis..bunda nya diambil orang
sedangkan pisah dama Genta pun ga bisa
aahhh...rumit nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!