Sahabat yang di bantu nya ternyata menusuk nya dari belakang..
Mita yang selama ini selalu menyangka sang suami sangat baik dan penyayang ternyata salah, semua tingkah laku nya tidak lain hanya untuk menutupi borok nya.
Lagi-lagi soal anak di jadikan alasan perselingkuhan,dan yang lebih menyakitkan sahabat sendiri tega menghancurkan kebahagiaan nya.
Apakah Mita mampu bertahan ataukah malah menyerah??
Yukk Mampir di cerita terbaru ku Sahabat ku musuh ku...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
"Mas....maaf kan aku" ucap Mita pelan saat dia naik keatas ranjang dan ada Farel di sana
Farel diam,dia sama sekali tak menggubris ucapan Mita
"Mas,aku minta maaf karena terlalu posesif mas,aku janji tak akan mengulangi nya lagi"
"Hari sudah malam, tidur lah bukan nya besok kamu harus ke butik,aku juga lelah karena banyak pekerjaan " jawab Farel
Mita menarik selimut dan menutupi sebagian tubuhnya.
Farel tersenyum lega karena akting nya dan Jihan ternyata berhasil membuat Mita merasa bersalah.
****
Mita membuka mata nya perlahan melihat sekeliling ruangan ternyata suami nya sudah tidak ada,apa mungkin Farel masih marah pada nya
Mita mengusap wajah nya kasar, bagaimana cara dia meminta maaf pada Farel,apa dia harus datang ke kantor Farel memberikan kejutan,tapi tidak mungkin karena suaminya bukan pemilik perusahaan, suaminya hanya pekerja, tapi setidaknya Farel memiliki hak untuk makan siang bersama nya,ya saat jam makan siang nanti Mita akan datang ke kantor Farel,dia juga ingin bertemu Winda meminta maaf karena tuduhan nya salah.
Mita segera bangkit dan menuju kamar mandi, perasaan nya saat ini tidak tenang apa karena perdebatan nya semalam bersama Farel.
***
"Kita mau ke mana mas?" tanya Jihan
"Ketempat yang pasti kamu suka"
"Belanja" tebak Jihan
"Bukan"
"Lalu?" tanya Jihan penasaran karena hanya belanja lah yang dia sukai
"Kamu duduk manis saja,jika mengantuk pejam kan mata,nanti juga akan tau" jawab Farel sembari mengulum senyum nya membuat Jihan penasaran.
***
Mita berdandan rapi, sangat rapi dan cantik,dia ingin menunjukkan pada semua orang kalau dia memiliki kecantikan yang sempurna,bukan bermaksud pamer tapi Mita ingin semua orang tau kalau dia pantas bersanding di sebelah suami nya Farel.
"Tumben cantik banget kak?" tanya Via
"Anak kecil nggak boleh bawel" ujar Mita memegang pipi adik perempuan nya ini
Via menggeleng kesal karena kakak nya menyebut dirinya anak kecil padahal dia sudah cukup dewasa bahkan jika Akmal bersedia melamar nya dia akan segera menerima tanpa pikir panjang.
"Ayo berangkat" ajak Mita
"Kak, pakaian untuk keluarga bu Ratna belum selesai?" tanya Via sambil tangannya menghidupkan radio
"Kata beliau acara nya masih di undur karena surat menyurat calon istri anak nya belum selesai"
"Kok bisa kak?" tanya Via
"Ya bisa lah Vi,apa yang nggak bisa terjadi kalau Tuhan sudah berkehendak"
"Jangan-jangan itu pertanda kak"
"Pertanda apa?" tanya Mita penasaran
"Pertanda kalau batal nikah"
"hust.... nggak boleh ngomong gitu Vi,nggak baik nyumpahin orang lain"
"Bukan gitu kak, biasanya kalau terlalu banyak rintangan sulit buat bersatu"
"Sama kaya' kamu donk,sulit bersatu sama Akmal karena terlalu banyak rintangan" canda Mita membuat Via terdiam karena memang benar yang dikatakan kakak nya ini,sulit bersatu bahkan mungkin tidak sama sekali.
"Hey,,kok cemberut gitu,kakak cuma bercanda,berdo'a aja Vi mana tau jodoh,kalau Akmal nya khilaf" canda Mita lagi terkekeh kecil
"Kakak!!!!" rengek Via membuat Mita semakin senang menggoda adik perempuan nya ini
"Nggak semua yang sulit itu tidak berjodoh Vi,mana tau justru yang sulit itu membuat hubungan seseorang semakin erat, karena setiap hubungan memiliki perjuangan"
"Mas Farel pernah berjuang untuk kakak?" tanya Via membuat Mita diam sejenak,memang benar pertanyaan Adik nya ini Farel tidak pernah berjuang untuk dirinya dari awal mereka berkenalan dulu hingga menikah tak ada momen spesial yang bisa Mita kenang,hanya beberapa kali hal menyakitkan yang keluar dari mulut sang mertua bahkan tak ada pembelaan untuk dirinya saat mertua nya mengatakan dia mandul.
"Kak" panggil Via membuat lamunan Mita buyar
"Lampu hijau " ingat Via membuat Mita menginjak pedal gas nya lagi lebih cepat
"Sudah lama ya nggak ketemu ibu kak,kangen"
"Iya,kakak juga"
"Semalam beliau menghubungi ku kak, menanyakan kabar kakak,tapi saat aku keluar aku melihat kakak bertengkar -"
"Vi, jangan katakan apapun pada ibu,kakak takut beliau kepikiran"potong Mita
"Nanti biar kakak yang menghubungi ibu"
Via mengangguk kan kepala nya patuh,dia juga bisa merasakan sakit kakak nya saat ini,tapi Via tak bisa berbuat banyak karena ini masalah rumah tangga Mita selagi Mita tak meminta nya ikut campur Via tak ingin sok tau tentang rumah tangga kakak nya ini.
rata2 karakter ceo nya goblok
sepertinya konflik selingkuh selalu jadi tema ceritamu ya thor.. 😁
btw, ceritanya bagus dan saya suka..
cus langsung ke novel berikutnya..
semoga sehat selalu ya thor, dan semangat terus untuk berkarya.. 😘🥰💪🏻🎉🎊