Astri Wijaya mengenal Pasquela Sioulus sebagai pria yang tampan dan disukai banyak wanita.
Dia tidak berharap lebih untuk dicintai dan dimiliki oleh Pasquela, karena ia tahu apa yang harus diterimanya saat ia menerima seorang Pasquela Sioulus.
Perjalanan cinta mereka seperti menyusuri jalan sunyi hanya berdua tanpa mengetahui apakah ada rintangan didepannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15.
Hari ini adalah hari dimana Astri akan berkunjung ke Jakarta untuk menemui Shereen direktur SMD.
" Kamu naik pesawat yang jam berapa Ast ?," tanya Gita.
" Jam 7 Mba." jawab Astri.
" Ya sudah cepat lah, Aku akan mengantar mu ke bandara," ucap Gita mulai memanaskan mesin mobil.
" Terima kasih Mba." ucap Astri tertawa.
Gita mengantar Astri ke bandara dengan mobilnya.
" Jadi nanti langsung ke Singapura setelah menandatangani kontrak ?," tanya Gita.
" Iya Mba, doakan ya semoga semuanya lancar dan usaha keluarga Astri kembali berjalan normal ."
" Pasti Mba berdoa untuk semua usaha mu." jawab Gita.
" Terima kasih Mba."
Begitu tiba di bandara Abdurrahman Saleh, Astri segera menuju pintu keberangkatan sementara Gita kembali ke Showroom karena hari ini barang pesanan mereka sudah datang.
Astri sudah berada didalam pesawat dan ia benar-benar merasa bahagia karena dapat mewujudkan mimpinya sebagai designer.
" Tuhan selalu punya rencana untuk umatnya, menjadi seorang designer awalnya hanya mimpi kanak-kanak, ternyata kini terwujud menjadi nyata." ucap Astri dalam hati.
Pesawat yang membawa penumpang dari bandara Abdurrahman Saleh telah landing di bandara Soekarno Hatta.
Astri melangkah keluar dari bandara kedatangan dan ia melihat ciri-ciri orang yang menjemputnya, dan ia segera melangkah menuju orang tersebut.
" Dengan Pak Arif ?," tanya Astri.
" Oh, dengan Nona Astri ?," tanyanya yang dijawab anggukan Astri .
" Maaf Nona, Nyonya Sioulus meminta saya untuk mengantar langsung ke SCC." beritahu Pak Arif.
" Baik Pak. Silahkan..." ucap Astri pada Pak Arif.
Astri mengikuti Pak Arif menuju parkiran di mana mobil Pak Arif berada.
" Silahkan tas nya diletakkan di bagasi Nona !," kata Pak Arif pada Astri ketika gadis itu hendak membawa tas nya ke kursi penumpang.
" Baik Pak. Terima kasih." ucapnya tersenyum malu.
Tidak berapa lama, kendaraan yang dikemudikan Pak Arif sudah keluar parkiran menuju jalan utama.
" Pak Arif sudah lama tiba di bandara tadi ?," tanya Astri memecah kesunyian, karena Pak Arif diam saja.
" Tidak Nona, tadi saya baru sampai di terminal kedatangan ketika Nona melihat saya." jawab Pak Arif.
" Ooh ."
Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Pak Arif tiba di gedung SCC.
" Nona Astri, saya akan menurunkan Nona di Lobby sementara tas bepergian biarkan saja berada di mobil. Saya akan menunggu diparkiran, jadi kalau nanti Nona akan pulang, telepon saya saja." beritahu Pak Arif.
" Baik Pak." jawab Asta.
Asta turun di parkiran lobby dan segera menuju lift.
Pada saat ia menunggu lift ia mendengar keramaian yang disebabkan oleh para wanita yang berada di lobby yang mengagumi seorang pria asing. Dengan penuh rasa ingin tahu Astri mencoba melihat apa yang membuat para wanita histeris, tetapi pintu lift sudah terbuka sehingga Astri membatalkan niatnya.
Sementara itu di lobby terlihat Pasquela berada didepan meja resepsionis menanyakan tentang Alex.
Pasquela sempat melihat keberadaan Astri tetapi ia tidak yakin karena setahunya Astri masih berada di Malang.
" Benarkah yang aku lihat Astri ?, tapi apa yang dilakukannya disini ?, di kantor Alex, kalaupun ia mempunyai kepentingan tentu ia akan mendatangi Khayrani bukannya ke kantor Alex," ucap Pasquela dalam hati.
Ia baru saja berniat untuk mengejar Astri yang berada didepan pintu lift ketika resepsionis menghentikan langkahnya untuk memberitahukan bahwa ia bisa menggunakan lift khusus yang langsung menuju kantor Alex.
Di kantor Shereen, Astri sudah menandatangani kontrak kerja dengan pihak SCC dengan disaksikan oleh Khayrani yang sengaja datang ke kantor Shereen sebelum menemui Alex.
Astri sangat gembira hingga ia tidak bisa mengatakan apa-apa selain berjanji untuk memberikan karya terbaik.
Khayrani sudah pergi untuk menemui Alex, sementara Astri masih berada di ruang kerja Shereen.
" Setelah dari sini, ada rencana mau kemana ?," tanya Shereen mengamati Astri.
" Ada tugas keluarga yang harus aku lakukan Nyonya," jawab Astri sopan.
" Tidak perlu bersikap sungkan padaku, anggap saja aku sebagai teman yang lebih senior. Untuk orang-orang yang mempunyai pekerjaan seperti kita lebih baik bila kita mempunyai sikap bebas, itu yang aku terapkan pada diriku sendiri." kata Shereen berbagi pengalaman.
Ia melihat Astri mempunyai potensi yang sangat besar bila dilakukan secara serius.
" Terima kasih untuk sarannya Nyonya, aku akan mengingatnya." janji Astri dengan senyum manisnya.
emang hrs ketemu sm astrid