Seorang pria muda yang meninggal karena kecelakaan, dan kemudian dilahirkan kembali kedunia fantasy. Dia kemudian dirawat dan diberi nama Giz oleh sang pahlawan sihir bernama Welin Vartos. Giz di besarkan dan diajari beberapa macam ilmu sihir. Welin sadar kalau cucunya itu mempunyai kekuatan sihir yang sangat besar. Bahkan kekuatannya melampaui kekuatan yang dimiliki Welin. Setelah Giz menginjak usia 16 tahun, Giz memulai perjalanannya sendiri kekota kerajaan Alsharen untuk masuk ke akademi sihir. Tapi, Welin lupa memberitahu Giz tentang bagaimana bersosialisasi dengan masyarakat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anipri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter Fiveteen
"Kau, aku akan memberikan hadiah karena kau sudah mengalahkan ku dalam pertarungan kemarin," ucap Gressyna tersenyum mencurigakan.
Giz yang melihat gerak-gerik dari Gressyna benar-benar tampak mencurigakan.
"Apa yang akan dia lakukan pada Mayna," batin Giz.
"Aku tidak tahu sebenarnya apa yang ingin Griss sensei lakukan. Tapi jika Sensei ingin mengulang pertarungan ini, maka aku akan bersiap," ucap Mayna.
"Wah, semangat yang bagus. Cih," Gressyna tiba-tiba melesat maju ke arah Mayna dan menonjok perut Mayna dengan sesuatu di tangan Gressyna.
*Bruhhhh......* Tubuh Mayna tiba-tiba tidak bisa merasakannya, dia terjatuh dan tidak bisa berdiri lagi. Badannya mati rasa, Mayna perlahan menutup matanya dan dia jatuh pingsan.
"Hahahaha! Tentu saja aku tidak mau membuang-buang waktuku untuk bertarung sihir. Inilah yang ku inginkan, aku ingin kau mati Mayna!" Gressyna tertawa senang melihat Mayna tergeletak pingsan.
Giz turun ke arena dan menyerang Gressyna dengan brutal sampai Gressyna sendiri tidak bisa menghindari serangan Giz, Giz menyerang Gressyna bertubi-tubi sampai dia tergeletak tidak berdaya.
Giz mendekati Gressyna yang tergeletak tidak berdaya itu. "Kau, j-angan mendekatiku. Kau, apa yang akan kau lakukan," Gressyna mencoba untuk bangun tapi tubuhnya sudah terluka parah.
"Kau, apa yang ku katakan tentang jika kau sampai menyakiti Mayna ku!" Giz menatap tajam Gressyna.
Saat Giz mengeluarkan sihirnya yang paling kuat untuk membunuh Gressyna, kepala sekolah dan Erika Sensei datang dan segera membawa Gressyna pergi.
"Tunggu! Tenangkan dirimu Giz! Saat ini Mayna sedang membutuhkanmu," ucap Erika Sensei mencoba untuk menenangkan Giz.
Giz yang tiba-tiba teringat Mayna segera menghentikan.serangannya dan terjatuh. Giz menghampiri Mayna yang tergeletak pingsan.
"Mayna! Apa yang terjadi padamu, bangunlah. Aku tidak bisa hidup tanpamu Mayna!" Giz mencoba untuk membangunkan Mayna, tapi Mayna tidak juga kunjung bangun.
Giz meneteskan air matanya, gadis yang dia cintai tergeletak pingsan tidak berdaya. Semua murid yang berada di arena hanya berdiri melihat Giz yang menangis itu.
"Mayna, apa kau tidak akan bangun? Jika tidak, lebih baik aku mati. Aku bertahan hidup hanya karena ingin terus bersamamu. Tapi, jika kau sudah tidak ingin bangun lagi, maka aku akan mati saja," Giz mengambil pedang dan akan menusuk dirinya sendiri, tapi tiba-tiba saat pedang itu sudah mendekati Giz, tangan Mayna memegang pedang itu.
"Mayna, apa kau sudah..." Giz terkejut saat melihat Mayna sudah terbangun.
"Giz, kau jangan lukai dirimu sendiri hanya karena aku tidak ada," Mayna langsung memeluk Giz erat.
Giz mulai tenang dalam pelukan Mayna, tidak di sangka jika serangan Gressyna tidak mempan pada Mayna. Karena sudah jelas Gressyna memberikan racun pada tonjolannya tadi. Mungkin karena Mayna adalah keturunan dari seorang Dewi.
"Aku tidak tahu jika tadi kau...." Giz memeluk Mayna erat.
"Giz, aku tidak akan semudah itu meninggalkanmu. Kita sudah berjanji kan akan selalu bersama," ucap Mayna.
"Iya, kita akan selalu bersama," Giz tersenyum dah tiba-tiba Giz menutup matanya dan terjatuh pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan tenaganya.
"Giz! Bangunlah."
Erika Sensei dan yang lainnya segera membawa Giz ke asramanya bersama Mayna. Giz akan mudah emosi jika Mayna sampai terluka, emosinya datang karena sayangnya pada Mayna.
"Giz, kau sudah bangun?" Giz membuka matanya dan melihat Mayna berada di sampingnya dengan anak-anak yang lain.
"Mayna, apa aku tadi pingsan?" ucap Giz.
"Iya. Aduh kawan, kenapa lagi-lagi kau semarah itu sih. Janganlah seperti itu lagi," ucap Rio.
"Giz, kami khawatir denganmu tadi!" ucap Leyna dan Chels.
"Kalian jangan khawatir. Aku baik-baik saja, aku hanya sedikit emosi tadi," ucap Giz.
"Hanya kau bilang! Kau bukan hanya emosi tadi, tapi kau sudah melukai Gress Sensei," ucap Lea.
"Biarkan saja, dia pantas mendapatkannya," ucap Giz kesal.
"Tidak tahu kenapa racun itu tidak mempan denganku. Tapi aku bersyukur karena aku masih bisa bersama Giz saat ini," batin Mayna.
Di Istana Lavellia
"Sial! Aku belum juga tahu di mana Giz berada," Ratu iblis sangat marah dan memporak-porandakan istananya sendiri.
Sampai anak buah iblisnya juga ikut Ratu iblis itu bunuh dengan kejamnya hanya karena dia sedang marah.
"Aku pasti akan menemukanmu, Giz! Tunggu saja."
Giz sedang duduk di taman akademi, dia sedang memikirkan apa yang akan terjadi jika keegoisannya tadi semakin membesar. Pasti dia akan melukai banyak orang karena kemarahannya.
"Apa yang kulakukan tadi, seharusnya aku tadi tidak terlalu berlebihan," ucap Giz sambil memegangi kepalanya.
Mayna datang menemui Giz. "Kamu kenapa? Apa kamu masih memikirkan tentang kejadian tadi?" ucap Mayna yang ikut duduk di samping Giz.
"Aku berfikir kalau tindakanku tadi terlalu berlebihan," jawab Giz.
"Iya, jujur saja apa yang kamu katakan itu memang benar," ucap Mayna.
"Sudah kuduga, kamu juga berkata seperti itu. Maafkan aku," Giz menunduk menyesali perbuatannya tadi.
Mayna memegang tangan Giz. "Itu bukankah salahmu. Tapi itu hanyalah karena kamu tidak bisa mengendalikan amarahmu," ucap Mayna.
"Terimakasih, kamu bisa mengerti apa yang ku rasakan," ucap Giz tersenyum pada Mayna.
Mayna bersender di bahu Giz. "Iya. Aku pasti bisa mengerti apa yang kamu rasakan. Karena aku mencintaimu, Giz," ucap Mayna.
"Iya, aku akan selalu bersamamu dan melindungimu," ucap Giz.
Rio dan teman-temannya yang lain melihat Giz dan Mayna di taman, Rio tidak keberatan dengan itu tapi tidak untuk para gadis itu.
"Kenapa Giz harus menyukainya," ucap Chels kesal.
"Iya, tapi aku tidak akan menyerah untuk bisa mengambil hati Giz. Tidak apa-apal jika aku menjadi haremnya. Kau akan tetap menyukainya," ucap Leyna yang juga ikut kesal.
"Kalian berdua benar, aku juga kesal melihat mereka berdua terlihat mesra begitu," Elly juga ikut-ikutan.
Lea dan Rio yang melihat mereka, sangat tertekan dan juga takut jika saja mereka marah dan melampiaskan kemarahannya pada Rio dan Lea.
"Aku harap mereka bisa melupakan Giz," ucap Lea.
"Yah, itu pasti akan sedikit sulit," ucap Rio.
"Iya, kau benar. Mereka pasti akan berusaha untuk mengambil hati Giz. Aku jadi kasihan dengan Giz," ucap Lea.
"Lea, kau jangan masuk haremnya Giz. Kau pasti akan habis oleh mereka, haahahha!" Rio tertawa meledek Lea.
*Plakkkk.....* Lea memukul kepala Rio. "Kenapa kau memukulku. Aku kan hanya bercanda saja," ucap Rio sambil memegangi kepalanya yang membenjol.
"Apa kau! Kalau kau berkata seperti itu lagi, akan kupastikan kau akan segera mati," ucap Lea dengan tatapannya yang tajam pada Rio.
"Iya, iya. Cih, tatapanmu itu seram sekali," ucap Rio mengalihkan pandangannya pada Lea.
maaf menganggu