NovelToon NovelToon
Cinta Lembayung Senja

Cinta Lembayung Senja

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Romansa-Tata susila / Janda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:155.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Noormy Aliansyah

'Jangan ada boom like di antara kita, kalau kamu tidak mau dapat balasan boom like yang bertubi-tubi dari saya.' 🙏😊

Cerita ini murni imajinasi Author. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dll. itu hanya kebetulan saja! 🙏😁

Akibat hubungan kontrak antara Adinda dan Aditya, membuat keduanya terlibat dalam perasaan yang serius. Namun, kedatangan orang lain membuat hubungan mereka sulit bersatu.

"Lihat Mas! Kamu tidak perlu merasa bersalah dan kasihan sama wanita ini, karena sudah menceraikannya! Sekarang sepertinya dia sudah punya pengganti yang baru."

Adit dan Dinda tersentak kecil, kerena kedua pasang manusia itu berdiri tepat di hadapan mereka. Dinda melirik mereka sinis, sementara Adit sedikit bingung. Akan tetapi, dia mengeriti arti dari kata menceraikan, dan Adit menyimpulkan bahwa lelaki itu adalah mantan suami Dinda.

"Ya, Anda benar! Saya tidak mungkin menyia-nyiakan janda secantik Dinda, jadi saya sedang melakukan pendekatan," Dinda melotot kepadanya atas penga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noormy Aliansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Wanita tidak tahu malu.

...'Hadirkan rasa malu di hatimu ketika hendak berbuat keburukan. Karena rasa malu adalah sebagian dari iman.'...

...🌹🌹🌹🌹🌹...

Seperti yang dikatakan Soraya kemarin, hari ini jam dua siang akan diadakan acara empat bulan kehamilannya.

Dinda sudah bersiap dan hendak segera pergi. "Bunda, Adin pergi sekarang." Dinda mendekati Vita sambil menyodorkan tangan kanannya.

"Hati-hati kamu, di jalan." Vita langsung menyambut dan mewanti-wanti Dinda.

"Iya, Bunda. Assalamualaikum," sahut Dinda.

"Wa'alaikumussalam."

Dinda duduk di kursi kemudi dan bersiap menjalankannya. Menghidupkan mesin, perlahan mobilnya berjalan dan meninggalkan pekarangan rumah.

Di perjalanan Dinda terjebak macet. Sebelum berangkat tadi, Dinda memang sudah memprediksi bahwa kemungkinan akan memakan waktu lama untuk sampai ke tempat tujuan, maka dari itu Dinda berangkat satu jam sebelum acara dimulai.

Satu helaan napas lolos dari mulutnya, tatkala mobil yang dikemudikan hanya bergerak sedikit demi sedikit. Atensi Dinda seketika beralih ke pintu kemudi dekatnya duduk, saat tiba-tiba saja sepeda motor besar berhenti tepat di samping mobilnya.

Mengerutkan kening, mengingat-ngingat seperti mengenal siapa pemilik sepeda motor tersebut. "Mas Candra," monolog Dinda pelan sambil melihat Candra dari balik kaca mobilnya.

Terdapat ruang kosong di depan mobilnya, otomatis Dinda mengambil tindakan maju. Begitu juga sepeda motor di sampingnya tersebut, hingga kemacetan itu benar-benar sirna dan membuka jalan untuknya berlalu.

Dinda terkesiap saat melihat motor Candra melaju secepat kilat. Menggeleng kepala, tidak habis pikir atas tindakan Candra yang tidak sabaran.

Kembali menjalankan mobil dengan kecepatan maksimal, hingga akhirnya Dinda sampai di salah satu hotel ternama. Setibanya di sana, sudah terlihat banyaknya mobil yang terparkir guna menghadiri acara.

Turun dari mobil, pemandangan pertama yang Dinda temukan adalah sepeda motor Candra terparkir bersama dengan deretan motor lainnya tepat di seberang parkiran mobil.

Ngapain dia di sini? Inikan acaranya Aya, nggak ada hubungannya sama dia.

Di dalam hatinya, Dinda bertanya-tanya. Untuk ada pelatih taekwondo Rahman juga hadir dalam acara temannya. Detik berikutnya, telapak tangannya mendarat di permukaan keningnya.

Ya ampun, diakan juga pelatih taekwondo nya Rayan. Sekaligus temannya Mas Zidan.

Baru Dinda sadari, jika Candra juga pelatih dari anaknya Soraya dan teman suami Soraya. Zidan.

Dengan langkah gontai Dinda hendak masuk ke dalam hotel itu, tetapi ketika melihat mobil berhenti di parkiran, Dinda langsung menghentikan niatnya.

Tidak lama usai mobil terparkir sempurna, Nurul turun dari dalam mobil sambil menggendong anak kecil berusia dua tahunan. Disusul Ari suaminya Nurul.

"Baru sampai juga, Din?" tanya Nurul.

"He'eh," jawab Dinda dengan gumaman.

Kembali mobil datang dan mengalihkan perhatian mereka. "Itu, Imah," seru Dinda.

"Imah, sini?" panggil Dinda sedikit berteriak.

Mereka bersama menuju ruangan acara setelah Ari dan Abdar tadi sempat berbasa-basi. Acara pun segera dilaksanakan dengan pengajian yang dipimpin oleh Ustadzah Habibah, salah satu kenalan Dinda dan teman-temannya.

Semua berjalan lancar tanpa kendala, hingga sampai pada penghujung acara. Ternyata selain pengajian, mereka juga mengadakan baby shower.

Di sudut ruangan ada begitu banyak balon berwarna merah muda dan biru muda yang tadi tertutup oleh dinding putih besar sehingga sempat tidak terlihat.

Dengan seorang MC yang mengambil alih acara, dan turut mengucapkan selamat pada keluarga Soraya dan Zidan. Rayan tidak luput mendapat pujian serta menjadi bintang karena akan menjadi seorang kakak.

Kini ketiga orang yang menjadi pusat perhatian para tamu, sudah berdiri dengan sebuah balon putih yang dipegang Soraya dan Zidan. Rayan bertugas untuk memecahkan balon tersebut.

Seketika tepuk tangan dan sorak sorai menggema di dalam ruangan tersebut saat Rayan memecahkan balon, ada sebuah kertas berbentuk hati dan berwarna merah muda.

Sudah dipastikan, jika adik dari Rayan adalah perempuan. Tanpa sadar Rayan turut tersenyum ketika tahu adiknya perempuan.

"Selamat Aya," kata Dinda dan yang lain bergantian menyalami Soraya.

"Terimakasih," bahas Soraya sambil senyum bahagia.

Semua hidangan tersaji, dan semua para tamu langsung dipersilahkan makan.

Dinda yang sudah merasa kenyang, lantas pergi ke toilet guna mencuci tangan dan tepian bibirnya

Sehabis mencuci tangan dan mulutnya Dinda langsung hendak keluar, tapi sebelum sempat menarik gagang pintu .... Dinda mendengar suara perdebatan antara pria dan wanita, itu sukses membuatnya mengurungkan niat untuk membuka pintu.

"Lepaskan tanganmu!" suara dingin seorang pria itu seperti Dinda kenal.

"Tidak akan," tantang wanita itu tegas.

Dinda pun tergelitik untuk mengetahui siapa kedua orang tersebut, dengan perlahan membuka sedikit daun pintu dan mengintip keadaan luar.

Matanya membola, tangannya seketika membekap mulut sendiri saat melihat bahwa kedua orang itu adalah orang yang Dinda kenal.

"Apa kau tidak punya harga diri?" tanya dingin sang pria.

"Harga diriku sudah hancur, ketika kau menolakku," jawab lawannya.

"Dasar wanita tidak tau malu, sebaiknya kau lekas kembali ke tempat acara. Kalau tidak, suamimu akan melihat kelakuan buruk mu," ujar pria itu sembari menghentakkan tangannya agar tautan tangan wanita itu terlepas dan langsung pergi.

"Kalau kau tidak ingin dia melihat, kita bisa pesan kamar di sini," ujar wanita itu cepat menahan pria itu pergi meninggalkannya.

Dinda terkesiap dan mematung, sulit baginya mempercayai kejadian di hadapannya tersebut.

"Jangan harap, aku sudi," geram pria menjawab.

"Bukankah dulu, kau menyukaiku?"

"Itu hanya dalam mimpimu."

"Aku tidak bermimpi, aku yakin kau memang menyukaiku."

"Hahaha, aku sendiri saja tidak yakin, lalu seyakin apa dirimu?"

Dinda merinding mendengar tawa sumbang pria itu, seperti hendak menelan musuhnya hidup-hidup.

"Sudahku katakan, jangan menutupi perasaanmu."

"Omong kosong. Ku tegaskan sekali lagi padamu wanita gil4 ... aku sama sekali tidak menyukai mu! Aku bahkan jijik melihatmu dan sangat kasian pada suamimu," katanya penuh penekanan.

Setelah pria itu berkata demikian, ia langsung pergi meninggalkan wanita itu dengan perasaan marah.

"Brengg sekkk," umpat wanita itu kemudian juga ikut pergi setelah terdiam beberapa detik.

Menghela napas lega, refleks tangan Dinda mengusap dadanya. "Benar-benar wanita gila dab tidak tau malu. Sudah ditolak, masih aja ngotot," gumam Dinda bicara sendiri.

"Apa jangan-jangan ... waktu mereka berdebat di pinggir jalan saat itu, juga karena Luna ngejar Mas Candra?" tebak Dinda menerawang kejadian kapan mana.

"Benar-benar hubungin yang rumit, tapi ngapain juga aku mikirin mereka? Kehidupan aku sendiri saja, juga sangat rumit." Dinda menggelengkan kepala dan melanjutkan niatnya keluar toilet.

Hingga acara selesai, Nurul berpamitan pergi begitu juga Dinda. Di tempat parkir Dinda tidak sengaja bertemu Candra dan langsung teringan akan uang yang dikembalikan kepadanya.

"Mas Candra, tunggu dulu," panggil Dinda mendekati Candra.

"Apa?" tanya Candra datar.

"Kenapa waktu itu uangnya dikembalikan lagi?" tanya Dinda langsung.

"Saya 'kan mau ganti uangnya, mas Candra," lanjut Dinda.

"Tidak perlu, saya sudah melupakannya," kata Candra sambil memutar kunci motornya.

Buru-buru Dinda berdiri di depan motornya, agar Candra tidak pergi meninggalkannya.

"Menyingkir dari jalanku!" perintah Candra sengit.

Tanpa mengatakan apa pun, Dinda segera mengeluarkan dompet dan mengambil uang yang tersimpan terpisah dari uang lainnya.

Maju satu langkah, Dinda meraih tangan Candra dan meletakkan uang itu ke dalam genggaman nya.

"Saya bayar hutang saya, dan sekarang sudah lunas. Mohon diterima," ucap Dinda dan langsung berbalik badan meninggalkan Candra dengan tatapan yang sulit diartikan.

BERSAMBUNG ....

1
Indri Yani
Aluna dalangny
Indri Yani
Adit g dteng, Chandra yg gantiin
Indri Yani
Ada Candra, Din
Indri Yani
Bara n Candra orang yg sm ternyata
Indri Yani
blm ngerti alurny
Lis May Bae
baca ini kok brasa di tampar ya thor 🤦‍♀️🤦‍♀️
Lis May Bae: iya thor masama🙂🙂🙂
total 4 replies
i'm virgo ♍️
maaf Mas Adit, aku dukung Mas Candra nih 😃
Untaian Fiksi(Hiatus): horeee
total 1 replies
Untaian Fiksi(Hiatus)
semoga bisa menghibur di waktu senggang. 🙏😁
mezee
aduh baara itu siapa ?!
masalau dinda pa masa depan,y ya
Untaian Fiksi(Hiatus): semangat bacanya, kak. temukan di bab selanjutnya. 😅
total 1 replies
Ati Susanto
sangat bagus.. sudah ngikutin dari rahman bin rahimah.. suka dengan alur cerita nya yang ringan.. love buat karya mu thor
Untaian Fiksi(Hiatus): masyaallah tabarakallah, terimakasih banyak kak, karena sudah berkenan membaca karyaku. 🙏 aku jadi terharu🤧🤧🤧
total 1 replies
Nia Kurniawati
ayo bara jangan pilih kasih nanti ya kasihan Malik yatim piatu dia tuh jangan di inget emak bapak nya kalo di inget mah ya bikin kesel
Adfazha
Alhamdulillah Dinda pya buku baru hm Bara bere mulai terusik dg khdrn Malik nihh pdhl berkah bgt urus anak yatim piatu Mas... Semongko Akakk
Adfazha: Alhamdulillah udh publish nih kak...
total 4 replies
Adfazha
Berkah ya Din, skli dpt anak lsg 3 mskipun Malik bkn anak kandung 😁tp tar jgn lupain bayi gedemu tar cemburu ngambek lg krg perhatian wkwkwkk🤣🤣
Adfazha
Alhamdulillah akhirnya Baby twin upcoming jg..knp gk launching dsni aj kak tmbh expart lg gpp 😁Congrats ya gk sabar tgu "DiRa Andra "Launching hehee😁....kirain kembaran bara Si Bere trnyta Bari 😁
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi tanya sama pihak nt, kak. boleh apa enggak kalau sudah tamat banyak tambah bab. tunggu aja kabarnya ya, kak.🙏
total 1 replies
Ha_liza
di tunggu ya kak🤩
Untaian Fiksi(Hiatus): terimakasih kk😊
total 1 replies
Nia Kurniawati
selamat Dinda mas Chandra akhirnya kalian di percaya sama Alloh di kasih momongan kembar lagi sehat sehat sampai hari lahiran nanti ya🥰
Untaian Fiksi(Hiatus): kata Dinda, makasih kak 😁
total 1 replies
Adfazha
Gpp Anggap aja Naaman jd pancingan smg Dinda nanti bnr2 bs hml baby Twin 😁😁 Masihh ngareep eike 🤭🤭untgnya DaRa hatinya tulus bs maafin mrka dg ikhlas eh dpt bonus baby gemoyy
Untaian Fiksi(Hiatus): lagi catat bahan buat adonannya. wkwkwk
total 1 replies
Nia Kurniawati
tapi kan Dinda katanya telat seminggu kan tadi tuh 😩 musti hamil pokok nya🤭
Nia Kurniawati
enak banget si Angga dan istrinya habis jahat minta maaf pergi deh nitipin anak malah sama Dinda orang yg pernah dia sakitin
Untaian Fiksi(Hiatus): mungkin, satu bab lagi kk😁
total 1 replies
Nia Kurniawati
jadi Dinda gak bakalan punya anak yg terlahir dari rahim nya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!