Ifdha Apriliani wanita berumur 26 tahun yang di anggap mandul oleh Ibu mertuanya karena sudah lebih dari tiga tahun menikah dia tak kunjung juga hamil.
Sampai akhirnya saat suaminya meninggal Riyan Askara lalu memutuskan menikah dengan Rival Anggara karena sebuah wasiat dari mendiang suami. tiba-tiba dirinya dinyatakan hamil 18 minggu.
SEASON DUA. bercerita tentang Ezra dan Ajma. anak dari Ifdha dan temanya Ella, tidak kalah seru loh.
Bisa di lanjut baca AZRANA, cek di profil author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aovvie viie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SESUATU
🌷🌷🌷
Jam pulang kerja Riyan berangkat menuju ke Rumah Sakit seperti yang sudah dia rencanakan dari siang.
Sampainya di rumah sakit. dia bertemu dengan Dokter yang sudah membuat janji dengan nya.
Raut wajahnya berubah menjadi suram, rasa kecewa, sedih , Dan juga bingung dia rasakan sekarang. setelah mendengar penjelasan dari Dokter yang memeriksanya.
Dia duduk di taman Rumah Sakit. pandanganya begitu kosong.
Dia benar-benar frustasi dengan keadaanya sekarang. berbagai pertanyaan timbul di hatinya.
Bagai mana mungkin ini bisa terjadi?dan kenapa? bagai mana kalau sampai Istrinya tau, apa yang akan terjadi?
Dia tidak mungkin memberi tahukan pada siapapun. termasuk istri dan ke dua Orang tuanya. dia takut mereka akan merasa sedih.
Membayangkan nya saja dia tidak sanggup.
Jika Istrinya tau pasti Wanitanya akan langsung menangis dan merasa takut.
Tidak ingin berlama-lama berada di situ.
Riyan memustuskan untuk pulang. takut Istrinya khawatir karena dia pulang telat.
Mengendarai mobil dengan pelan menuju arah rumah.
Mobil pun sudah sampai di teras. Riyan masuk dirinya langsung memeluk Istrinya.
"Mas, kenapa ada apa? apa terjadi sesuatu? Mas seperti lagi ga baik-baik saja."
"Mas ga papa sayang. cuman merasa lelah aja karena pekerjaan yang begitu banyak. maaf ya sayang Mas pulang telat."
"Ouh .. begitu Mas. ya udah ga papa! aku udah masak, Mas mandi dulu sana bau keringet."
"Apa aku benar-benar bau? ya sudah aku mandi dulu."
Acara makan malam pun telah rampung.
Mereka berdua pergi ke kamar.
Sekarang ifdha sudah terlelap dalam tidurnya. dengan senyum yang terukir di wajah cantiknya, mungkin dia sedang bermimpi indah.
Riyan dengan penuh kasih sayang mengelus pelan kepala sang Istri. dia jadi teringat kejadian tadi di rumah sakit.
Dengan pandangan sedih menatap Istrinya. dia jadi membayangkan bagai mana nasib Istrinya nanti? bagai mana nanti hidupnya? apa akan ada yang menjaga dan melindunginya.?
Istrinya memang masih memiliki kakak, dia empat bersaudara. tapi jangan harap ke tiga kakaknya mau perduli dengan Istrinya, berkabar lewat ponsel pun jarang paling hanya sesekali dalam satu bulan.
Dia jadi bingung, dengan keadaan ini.
Lelah dengan pikiran buruknya Riyan mulai memejamkan mata semoga saja hari esok lebih baik lagi.
💐💐💐💐💐
Di dalam Apartemen.
Rival masih setia membuka matanya. entah kenapa akhir-akhir ini dia jadi susah sekali untuk tidur, padahal tubuhnya terasa sangat lelah dan ingin sekali tertidur dengan nyenyak.
Dia jadi mengingat kembali perkataan Ibunya. yang Ibunya bilang kalau seandainya Ifdha belum memiliki suami. Ibunya akan menjodohkanya dengan wanita itu.
"Andai saja itu terjadi" Batinya.
"Iissshh .. lagi-lagi gue ngayalin yang aneh-aneh. inget val inget Ifdha Istri orang. ya tuhan .. lama-lama gue tuker juga ini otak, biar ga bisa lagi mikirin yang aneh-aneh tentang Istri orang."
Dan tanpa sadar dirinya mulai memejamkan mata, dan tertidur hingga pagi tiba.
💐💐💐💐💐
Di kediaman tuan Adam Anggara.
Mereka sedang menikmati bersantai, sembari minum teh di taman belakang rumah. tak lupa Istrinya membawakan cemilan untuk menemani acara meminum teh mereka.
"Ayah .. kemaren Ibu pergi ke toko kue yang Rival berikan alamatnya."
"Lalu.??"
"Iisshh .. Ayah ini, Ibu belum selesai berbicara. jangan di potong dulu!"
"Ya teruskan. akan Ayah dengarkan."
"Hmmm .. Ayah tau? pemilik Toko tersebut ternyata seorang Wanita muda cantik dan ramah. yang lebih membuat kaget lagi Wanita itu Istrinya Riyan yah. karyawan Ayah yang dari dulu." dengan menggebu-gebu Wanita paruh baya itu bercerita kepada Suaminya.
"Istrinya Riyan? maksdu Ibu RIYAN ASKARA begitu bu?"
"Iya Ayah, mangkanya Ibu juga kaget ko bisa gitu ya yah. padahal Ibu sudah sempat berpikir ingin menjodohkan Wanita itu dengan Putra kita rival. ehh .. sayangnya dia sudah menikah dan Suaminya malah karyawan kita sendiri."
Tuan Adam mengangguk paham.
"Tapi ada yang aneh sama Rival yah !! saat Ibu bercerita tentang Ifdha dia seperti bahagia mendengaranya. keliatan dari wajahnya yang biasa nya hanya datar tanpa ekspresi, ini malah antusias mendengarnya."
"Jadi nama Istrinya Riyan itu Ifdha Bu?mungkin hanya perasaan Ibu saja. karena Ibu juga sepertinya menyukai Ifdha itu!"
"Iya mungkin hanya perasaan Ibu saja. masa ia Putra kita menyukai Istri orang." dengan di akhiri tawa ringan Nyonya Erika menjawab.
"Kau ini Bu!! pikiranmu ada-ada saja."
"Tapi Ibu memang masih berharap Ayah Ifdha belum menikah. jadi bisa Ibu jadikan mantu kita. dia baik loh Ayah pinter bikin kue pasti pinter juga memasak bakaln kenyang kita tiap hari punya mantu kaya gitu."
"Sudahlah Bu!! ga baik ngomong kaya gitu. dia Istrinya Riyan, doakan saja mereka selalu bahagia terus."
"Aamiin .. apa kita jadi berkeliling dunia Ayah?kapan lagi coba kita bisa pergi berdua. karenakan dari dulu Ayah selalu sibuk ngurusin perusahaan. sekarang perusahaankan sudah di urus Rival, jadi kapan kita berangkat Ayah? jangan sampai ga jadi ya Ibu marah loh!!"
"Iya Bu, semua persiapanya kan baru di urus Andre. sabarlah nanti kalau udah selesai juga pasti Andre kasih kabar."
"Ok Ayah."
Mereka melanjutkan acara minum teh bersama.
💐💐💐💐
Tiba-tiba kepala Riyan terasa sakit lagi.
Dia tidak mungkin meneruskan pekerjaanya dengan keadaan menahan sakit seperti ini.
Dia memutuskan untuk bersandar sebentar di kursi kerjanya. sembari menunggu sakitnya reda dan hilang, tak lupa juga dia meminum obat yang dari dokter kemaren.
Entah sampai kapan dia bisa menahan rasa sakit ini dan menyembunyikan dari Istrinya.
Dia khawatir Istrinya akan tau semuanya.
Dia benar-benar belum siap untuk berkata jujur tentang keadaan yang sebenarnya kepada Istrinya.
Beberapa menit berlalu setelah meminum obat, rasa sakit di kepalanya mulai reda dan sedikit demi sedikit menghilang.
Riyan kembali mengerjakan pekerjaan yang tadi di tunda dan begitu menumpuk di meja kerjanya.
Sekarang dia mulai mudah lelah dan lemas. Mungkin karena rasa sakitny itu yang membuat tubuhnya menjadi tak sekuat dulu lagi.
Mulai sekarang setelah selesai bekerja Riyan selalu pergi ke Rumah Sakit. tanpa ada seorang pun yang tau termasuk Istrinya sendiri. dia selalu beralasan lembur pada Ifdha karena dia selalu pulang telat.
Sebelum apa yang di takutkanya terjadi, dia harus melakukan sesuatu untuk Istrinya. dia takut waktunya tidak akan lama lagi.
Dia akan mencari cara agar Istrinya ada yang menjaga dan melindungi nya nanti.
Semoga tuhan memberi jalan terbaik, untuk dia dan kebahagiaan Istrinya kelak.
💐💐💐💐💐
SEMOGA SUKA DENGAN CERITANYA...
INI MURNI CERITA PEMIKIRAN AUTHOR SENDIRI YAH .. . NO PLAGIAT
TERIMA KASIH YANH SUDAH BERKENAN MEMBACA😍