Berawal dari sakit hati dan dendam, seorang gadis cantik yang ramah dan periang berubah menjadi gadis yang dingin juga angkuh ketika dewasa. Namun, pertemuan nya dengan seorang CEO perusahan ternama membuat kehidupan nya jungkir balik.
Alexander Kim yang mencintai Go Hera pada pandangan pertama terus berusaha untuk melelehkan es yang ada pada hati Go Hera.
Akan kah Hera membuka hatinya untuk Alexander?..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bae Corporate
Hari demi hari telah berlalu, Hera semakin terbiasa dengan sikap Alex yang sedikit konyol menurutnya, setiap kali Hera sedang bekerja di perusahaan Alex , Alex selalu berusaha untuk lebih dekat dengannya, entah itu Hera yang di suruh bolak balik ke ruangan Alex, atau Alex yang datang ke ruangan Hera, dan jangan lupakan masalah Jas Alex yang tertinggal di apartemen Hera, itu juga menjadi alasanAlex untuk datang menemui Hera di apartemen nya.
Setelah tiga bulan Hera bekerja di Estate, perlahan dia mulai nyaman, dia semakin dekat dengan Sara, meskipun Hera tidak bisa dekat dengan yang lain, baginya, Sara saja sudah cukup.
Semakin lama Hera bekerja di Estate, semakin sedikit orang yang menjelekkannya di kantor, kalian tau alasannya kenapa? karena Alex. Ya, setiap kali Alex mendengar karyawannya menjelekan Hera, dia tidak akan segan untuk langsung memecat karyawan tersebut.
Pernah sekali Hera marah kepada Alex karena menurutnya keputusan Alex terlalu berlebihan, apalagi selama ini Alexlah yang sengaja mendekatinya di depan semua karyawan kantor, jadi wajar mereka bergosip , namanya juga manusia.
Namun lagi-lagi amarah Hera seakan di anggap angin segar oleh Alex, semakin banyak Hera berinteraksi dengan Alex, Alex semakin senang, tidak perduli Hera marah atau tidak menghormatinya, bagi Alex, Hera mau berbicara dengannya saja sudah bisa membuatnya bahagia.
kenapa Hera tau akhir-akhir ini banyak karyawan yang di pecat karnanya?? Hera mendengarnya dari Sara, dan Sara mengetahui semua itu dari tangan kanannya Alex, Wohyun.
"Halo, ada apa paman? tumben paman menelpon? Hera berbicara dengan orang di sebrang telpon.
"Hera, Hera, gawat nak, Ayahmu ingin mengakuisisi perusahan ibumu, dia berencana untuk menjual semua sahamnya kepada perusahaan lain," Paman Bae berbicara dengan nada yang sedikit gugup dan takut.
"Apa? Kenapa bisa seperti itu paman? jelas-jelas sahamku lebih besar daripada saham Ayah."
"Paman rasa ada beberapa petinggi di Bae Corporate yang sengaja bersekutu dengan ayahmu, awalnya kamu memang memiliki saham tertinggi , tapi sekarang Ayahmulah yang memiliki saham itu. 40% saham bae corporate sudah ada di tangan ayahmu, kamu memiliki 35% saham, dan sisanya milik petinggi yang lain," Jelas paman Bae.
"Paman tenang saja, meskipun aku tidak terlalu pandai dalam bidang ini, aku akan berusaha untuk mempertahan kan perusahaan Ibu," Yakin Hera.
"Baiklah Nak, paman percayakan semuanya padamu, paman akan berusaha untuk berbicara dengan petinggi yang masih memiliki saham di perusahaan ibumu,"...
"Terimakasih paman."
"Tidak perlu sungkan, Ibumu adalah Adik paman, jadi sudah sewajarnya paman membantumu."
"Ya sudah kalau begitu, Hera tutup telponnya dulu, Hera masih bekerja sekarang,"
"Jaga diri baik-baik Hera!" Ingat paman Bae.
"Baik paman."
Tut...... Suara sambungan telpon terputus.
Hera menyimpan ponselnya di atas meja, dia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kerjanya, sesekali dia memijat pelipisnya, Hera merasa pening dengan ulah ayahnya itu.
"Ayah, belum cukupkah ayah menyakiti ibu selama ibu masih hidup, sekarang setelah ibu tidak ada di dunia inipun, ayah mengganggu perusahaan milik ibu," Hera memejamkan kedua matanya, semakin lama Hera memikirkannya, semakin sakit pula hatinya.
Wanita itu meraih ponsel di atas mejanya, lalu membuka galery poto .
"Ibu , andai Ibu masih hidup, aku pasti tidak akan menderita seperti sekarang ini bu," ucap Hera sambil menatap layar ponselnya.
Di sana terlihat Bae In Ha yang sangat cantik, tidak Kalah cantik dengan Hera, jika saja In Ha masih hidup saat ini, pasti mereka akan terlihat seperti adik kakak ketika mereka sedang bersama.
"Cantik sekali kak Ara," Hera yang mendengar suara di balik punggungnya terperanjat kaget.
"Kau mengagetkan ku Sara," ucap Hera mematikan layar ponselnya.
"Aku sudah mengetuk pintu dari tadi, tapi kak Ara malah melamun dan aku masuk saja, aku kira kak Ara tau, ternyata memang sedang fokus memandang poto itu," tunjuk Sara ke arah ponsel Hera yang sudah mati.
"Maaf Sara, aku hanya sedang merindukannya."
"Dia Ibumu kak? sangat cantik, mirip sekali dengan Kak Hera."
"Hmmmm, Dia memang sangat cantik Sara, bahkan aku rasa dia lebih cantik dariku," Hera terkekeh mendengar ucapannya sendiri.
"Kapan aku bisa menemuinya kak?"
"Dia sudah lama meninggal Sara, saat usiaku sepuluh tahun," terang Hera dengan wajah yang berusaha tersenyum.
"Maaf kan aku kak. Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tau, sungguh," Sara gelalapan dia merasa sangat bersalah, Hera mungkin akan kembali dingin padanya seperti dulu.
"Kau tidak perlu minta maaf Sara, kamu gak salah kok, aku juga tidak pernah bercerita bukan, jadi wajar jika kamu tidak tau," Sara yang mendengar itu lantas memeluk Hera dari belakang.
"Terimakasih kak, aku sangat takut kau akan marah padaku."
"Aku tidak marah," Hera menepuk lengan Sara yang melingkar di bahunya.
"Ada apa kau ke sini?"
"Akhhh iya," Sara melepaskan pelukannya,
Ini adalah dokumen data hasil penjualan di bulan ini kak Hera, sepertinya mereka sangat suka dengan rancanganmu, sudah tiga bulan sejak pakaian ini di luncurkan tapi masih banyak para kalangan atas yang menginginkannya.
"Hmmmm," aku rasa itu sepadan dengan Hasil kerja kalian yang hampir setiap hari lembur selama sebulan," ucap Hera. Kemudian dia mengambil dokumen itu.
" Aku akan memeriksanya, Kau bisa kembali! oh iya Sara, sepertinya untuk beberapa hari ini aku gak akan pulang ke apartemen, jadi jangan main dulu ya," ucap Hera kepada Sara.
"Akhh baiklah, jangan lama-lama gak pulangnya kak, aku bosan kalau harus pulang ke rumah."
Sara memang sering menginap di apartemen Hera akhir-akhir ini, dia juga sering belajar design pakaian dari Hera.
🍓🍓🍓
"Lex, besok ada seminar di Universitas Seoul , kamu Harus datang sendiri, karena Tuan Kim sedang ada perjalanan bisnis ke Eropa," ucap Wohyun.
"Kenapa tidak kau saja yang jadi perwakilan Wohyun, sangat membosankan," Alex sedang fokus melihat Hera dari layar komputernya, Alex sengaja memasang CCTV lebih banyak di ruangan Hera. Kenapa? tentu saja karena dia sangat senang bisa memantau Hera setiap saat.
"Kau ini, memang apa yang harus aku bahas di sana, apa yang akan mereka tiru dariku kelak, jelas-jelas kau yang paling cocok mengisi seminar itu, Bos muda yang kaya raya dan telah sukses membangun Estate Group menjadi perusahaan raksasa."
"Ishhh kau ini pintar sekali mengelak," dengus Alex Kesal..
🍓🍓🍓
Para mahasiswa kini telah berkumpul di aula Kampus , mereka sedang menunggu tamu istimewa yang akan memberikan inspirasi kepada mereka yang memilih jurusan Bisnis Management. Banyak di antara para pelajar perempuan merasa bosan, karena mereka berpikir yang akan jadi Inspirator mereka kali ini adalah seseorang yang sudah tua dan sudah tidak enak di lihat.
Author gak tau mereka niat sekolah apa cari jodoh😁
Mereka sudah mendengar wejangan dari para senior dan alumni Kampus mereka saat ini, begitu juga dari para dosen yang memberikan semangat pada siswa siswi mereka.
Para siswa menjadi riuh ketika Alex mulai menaiki panggung.
"Wah, wah, siapa dia, apa dia Inspirator kita kali ini?"
"Dia sangat tampan, sangat cocok untuk menjadi ayah dari anak-anaku kelak," halu salah seorang siswa..
"Akhhh pangeranku, sedang apa kau di sana? kemari lah, aku akan memelukmu," teriak seseorang yang terdengar oleh semua orang yang ada di aula. Para siswa lain yang mendengar itu lantas menyoraki orang yang berteriak kepada Alex.
"Diam!" ujar dekan dari mic yang di pegangnya.
Aula pun menjadi Hening kembali .
"Silahkan Tuan Kim!" dekan mempersilahkan Alex untuk mulai berbicara.
"Tampan," ujar seorang gadis, ketika melihat Alex berdiri di atas panggung.
To Be Continue...
Hai para Readers.. Jangan Lupa Like, Komen, Vote sama hadiah nya ya.. Favoritkan juga Novel nya...
Terimakasih... 😘😘😘