Awas bisa menyebabkan kram pipi dan perut!
Kisah Cherry gadis putih Abu-Abu yang tak menyangka kaget menikah dengan seorang pria mapan bernama Lucas yang sering mengejeknya cabe-cabean.
Seperti apa ceritanya keseruannya langsung saja cus...
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Lii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part. 15. Jangan ada dia diantara toilet
Part. 15. Jangan ada dia diantara toilet
Happy Reading....
"Mama tak apa Lucas, Mama hanya terkejut dengan yang terjadi pada kalian. Reta, tante sangat kecewa kepadamu" Mama Risti beralih menatap tajam Reta yang menatapnya.
"Lucas, sekarang segera tentukan pilihanmu agar Papa bisa mengatakan semuanya kepada Arif,"
Lucas terdiam, kemudian melirik kearah Cherry. Perlahan dia mendekatinya,
"Lucas akan menikah dengannya," ucap Lucas percaya diri.
"Eh.. eh.. eh.. ga bisa..," tolak Steve.
"Emang Om siapa mau nikahin dia?" tanya Steve sinis.
"Neva, bisa jelasin ke kakak siapa si kutu kupret ini?" tanya Lucas jengah karena takut dramanya ketahuan oleh Reta. Lucas sedikit memberi kode kepada Neva agar bisa bekerjasama dengannya.
Neva menarik kedua ujung bibirnya, "Steve dia kakakku bukan Om elu" ucap Neva tak nyambung. Kembali lagi Lucas memberi kode kepada Neva dengan mengedipkan satu matanya.
"Cher... terima kakak gue, meskipun dia uda second tapi gue jamin masih indoornya masih segel rapi" ucapan Neva membuat semuanya membelalakkan matanya. Bahkan kedua orangtuanya menepuk dahinya pelan.
"Pa.. ajaran papa ini kayaknya" sindir Mama Risti kepada papa Hadi yang berada di sampingnya.
"Kok jadi papa yang kena sih ma," bisik papa Hadi.
"Iya nak, sama anak tante saja. Tante juga bisa jamin kalau segelnya masih orisinil" Mama Risti ikut-ikutan gesrek seperti Neva.
"Bagaimana Pa.. Papa juga setuju kan?" ajak Mama Risti menyodok pinggang Papa Hadi dengan sikunya.
"I--iya Ma, papa sangat setuju sekali" sahut papa Hadi.
Bagaimana dengan Cherry? saat ini dia ingin sekali memukul kepala Lucas agar tersadar dari halunya untuk menikahinya. Tangan yang sudah mengepal serta mata yang sudah siap menusuk seperti ujung mata pisau membuatnya semakin yakin untuk melakukan aksinya. Eit, tapi bentar Cherry tiba-tiba memiliki ide baru dia tersenyum kearah Lucas lalu melingkarkan tangannya ke tangan kekar Lucas.
"Kita menikahnya sekarang kan?" tanya Cherry dengan bergelayut manja. Kini malah Lucas yang seperti cacing kepanasan karena terjebak dengan permainannya.
"Faster baby!" Lucas langsung menarik pegangan Cherry keluar ruangan.
"Lucas... Lucas...!" teriak Reta memanggil Lucas, sayangnya Lucas tak menanggapi sama sekali.
Melihat Lucas dan Cherry melenggang begitu saja, Neva berlari ikut mengejarnya disusul Steve yang dalam hatinya tak terima. Begitupun Mama Risti dan Papa Hadi serta Brandon mereka ikut mengejar Lucas dan Cherry keluar Rumah sakit.
Setelah sampai parkir Cherry berusaha melepaskan tangannya yang melingkar di tangan Lucas, Cherry agak kesulitan karena Lucas sedikit mengunci dengan tangannya.
"Om, lepasin gak!" bentak Cherry.
Lucas cuek tak perduli seakan-akan tak mendengar ucapan Cherry. Dia tetap berjalan tanpa merasa berdosa.
"Om bolot ya.." ucapan Cherry yang ini mampu membuat Lucas menoleh kearahnya.
"Enak aja ngatain bolot, elu tuh yang bolot" Lucas membalikkan ucapan Cherry.
"Kok bisa gue sih, jelas-jelas Om tuh yang bolot" dengus kesal Cherry.
"Gue ulangin ucapan elu ya, kita menikahnya sekarang kan?" Lucas menirukan suara Cherry beberapa menit yang lalu.
Cherry menggerakkan bola matanya menghindari tatapan mata Lucas, wajahnya yang memerah seperti tomat menandakan dirinya terserang malu.
"Itu--itu aku cuma bercanda" ucap Cherry melupakan elu-gue.
"Buat gue kagak ada bercanda, sekarang juga kita ke KUA" Lucas menarik pergelangan tangan Cherry kembali untuk memasuki mobilnya.
"Ibu tolong....!" teriak Cherry.
Kelima orang yang mengintip kelakuan Lucas dan Cherry tertawa. Terutama Mama Risti dan Papa Hadi, mereka sangat bahagia melihat Lucas dan Cherry bersama tak perduli nanti persoalan hubungannya dengan Arif, yang pasti saat ini Risti dan Hadi hanya ingin Lucas dan Cherry hidup bersama.
"Ma.. kenapa Mama dan Papa diam saja?" tanya Neva.
"Terus Mama sama Papa harus gimana?" Mama Risti balik bertanya.
"Kok, Om dan tante jadi mendukung Om itu?" sahut Steve yang masih menyimpan sejuta tak kerelaan.
"Emangnya ada masalah apa lu?" tanya Brandon merasa aneh dengan Steve.
"Kayak ga rela gitu" imbuhnya.
Steve gugup tak mungkin dia mengakui jika menyukai Cherry.
"Lah Om ini kagak mikir apa, Cherry tuh masih sekolah menengah keatas masa' iya mau nikah" alasan Steve.
"Gue bilangin ya bocah ingusan, nikah itu ga usah mikir sekolah atau tidaknya yang penting logonya halal jauh dari zina. Paham..!" sahut Brandon.
Mama dan Papa Hadi terkekeh mendengar ucapan Brandon.
"Pokoknya ga bisa!" ucap Steve kekeh menolak.
"Kalian masih mau debat sampai kapan?" tanya Neva jengah.
"Mereka sudah pergi ke KUA" imbuhnya lagi.
"Oh.. tak bisa!" sahut Steve masih dengan nada sewot.
"Steve... Steve...," panggil Neva mengejar Steve berlalu meninggalkan mereka.
"Itu bocah ingusan kenapa jadi sewot?" gumam Brandon.
"Ih... gara-gara kakak nih Steve jadi marah" ucap Neva kembali lagi karena Steve keburu melajukan kendaraannya.
"Kok jadi gue yang salah," tolak Brandon.
"Ya iyalah.. coba kagak ada drama nikah-nikahan gini, Steve pasti ga akan marah" ucap Neva masih mengerucutkan bibirnya.
"Anak Mama kenapa jadi ikutan marah? Jangan-jangan...," sembari memicingkan mata sebelahnya.
"Kamu suka Steve ya..,"
Neva sangat terkejut dia baru menyadari jika tingkahnya sangat terlihat menyukai Steve, sedangkan dirinya belum pasti dengan perasaannya kepada Steve sebenarnya.
"Tuh kan bener... kelihatan banget salah tingkahnya," ejek Brandon merasa lucu dengan salah tingkah Neva.
"Ih.... Mama sama Om gendon ngeselin!" menghentakkan kakinya kemudian meninggalkan ketiganya.
"Apa elu bilang, gendon? enak aja dibilang gendon emang gue baby uler" teriak Brandon tak suka.
Perdebatan Neva dan Brandon sudah terbiasa didengar Risti dan Hadi, Brandon yang masih saudara jauh dari Hadi sudah mereka anggap seperti anak kandung sendiri. Semenjak Mamanya Brandon menikah lagi, Brandon tak mau lagi bertemu dengan Mamanya sehingga membuat Brandon sedikit kecewa dengan keputusan Mamanya. Meski Risti dan Hadi sudah sangat baik padanya, Brandon tak lantas seenaknya. Dia memutuskan untuk tinggal di apartemennya sendiri agar tak terlalu merepotkan keluarga Hadinata.
**Lucas dan Cherry
Lucas beneran mengajak Cherry menuju KUA, ternyata dia tak main-main dengan ucapannya. Cherry sangat kesal bahkan saat ini dia sedang mencari celah untuk kabur. Terjebak dengan ucapannya sendiri membuatnya sangat menyesal.
"Ngapain masih berdiri disini?" tanya Lucas melihat gelagat tak enak dari gadis berseragam putih abu-abu.
"Em--anu--itu aku mau ke toilet," ucap Cherry pada akhirnya untuk beralasan kabur.
"O.. ya udah ayo!" ajak Lucas dengan senang.
"Lah kok, Om malah ayo?" tanya Cherry heran.
"Gue ga mau elu kabur..," jawabnya dengan pasti. Lucas ternyata sudah tau dengan rencana Cherry yang akan kabur.
"Oh Tidak, jangan ada dia diantara toilet"
Cherry mau kabur kemana lagi lu.... hahaha...
Bersambung....
Jangan lupa ritual wajibnya ya ges👍✌
btw, cherry kelas brapa sih?
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍
ahirnya cherry dan lukas bersatu😍