NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Karina

Pernikahan Paksa Karina

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:322k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_OK

Karina tidak menyangka akan menjadi korban pelecehan kakak sahabatnya sendiri yang mengakibatkan dia hamil anak dari Bisma. Bisma adalah laki-laki dengan sifat yang dingin dan arogan. Sedangkan Karina adalah wanita yang sedikit bar-bar yang mudah terbawa perasaan.

Apa yang akan terjadi jika keduanya terpaksa menikah karena keadaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_OK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps_15. Bi Eni dan Nadia

Seorang wanita paruh baya yang tidak asing untuk Bi Eni berdiri di balik pintu. Wanita itu masih ia kenali meskipun wajahnya sudah mulai menunjukkan tanda penuaan. Matanya yang jernih dan senyum lembutnya tidak berubah sampai kini.

"Kamu Nadia kan?" tanya Bi Eni.

"Em. Iya. Kamu...ah ya aku ingat. Kamu Eni kan?" Nadia juga mengenali wanita yang membukakan pintu untuknya.

"Iya betul. Wah aku nggak nyangka bisa ketemu kamu lagi."

Bi Eni adalah salah satu teman waktu kecil Nadia di desa. Dulu wanita ini merantau ke kota untuk menjadi pembantu dan akhirnya menikah di kota. Setelah itu ia tidak pernah lagi pulang ke desa karena orang tuanya juga sudah meninggal dan dia tidak punya saudara lagi. Tanah peninggalan orang tuanya juga ia jual untuk membeli rumah di kota.

Bertemu teman lama, kedua wanita ini lupa diri dan mengobrol mengenang masa kecil mereka berdua. Tak jarang kedua wanita paruh baya ini terbahak-bahak saat mengenang cerita lucu di desa dulu.

"Kabar terakhir yang aku terima bukannya kamu menikah dengan juragan?" bi Eni teringat sesuatu. Dulu saat ia mendengar jika Nadia menikah dengan juragan Bondan, ia ikut menangis sedih.

"Iya. Aku memang menikah dengan bapak. Tapi setelah bapak meninggal aku menikah lagi."

"Oh begitu. Jadi Tuan Bisma apa nak Karina yang merupakan anakmu?"

"Bisma. Dia belum pulang?"

"Belum. Tuan biasanya pulang habis magrib."

"Ya. Jam kantornya berakhir sore hari. Dia sering lembur. Kalau Karina?"

"Nak Karina mungkin tidur. Tadi pagi habis periksa kandungan."

"Benarkah?"

"Iya."

"Lalu bagaimana hasilnya?"

"Sedikit tidak baik. Nak Karina kekurangan gizi."

"Bagaimana bisa? Apakah putraku tidak bisa mengurus istrinya?"

"Bukan begitu Nad. Tapi..." belum sempat Bi Eni menyelesaikan kalimatnya, wanita yang sedang mereka bicarakan datang menghampiri mereka.

"Mama." sapanya. Karina masih dengan muka bantalnya mendekati Nadia dan mencium tangannya dengan takdzim.

"Bagaimana sayang kabarmu hari ini?" Nadia mengajak Karina duduk di sampingnya.

"Baik ma."

"Aku dengar dari Eni kamu kekurangan gizi ya? Apa Bisma tidak merawatmu dengan baik?" Nadia memegang kedua bahu Karina dan bertanya dengan serius. Ia akan berjanji memberi pelajaran putra dinginnya itu jika sampai tidak merawat menantunya dengan baik.

"Bukan begitu ma. Bisma merawatku dengan baik. Dia juga perhatian."

"Kamu jangan menutupi kesalahan Bisma. Kalau Bisma memperlakukanmu dengan baik bagaimana bisa kamu sampai kekurangan gizi begini. Kamu ini serang hamil. Mana boleh sampai kekurangan gizi? Jangan takut kalau Bisma mengancam mu."

"Ma, sepertinya mama salah sangka. Bisma selalu memperlakukanku dengan baik. Hanya saja makanan yang masuk sering aku keluarkan lagi ma. Apalagi aku tidak bisa sarapan karena selalu mual. Makan berasa enak cuma waktu malam hari. Dan itupun pagi harinya langsung dikeluarkan lagi."

"Aduh kasihan." Nadia mengelus kepala Karina. Ini persis seperti saat dia hamil Dini dulu. "Sudah minta obat sama dokter?" lanjutnya.

"Sudah ma. Dan sepertinya manjur. Tadi pagi aku bisa sarapan dan sudah tidak mual lagi."

"Ah itu bagus. Oh ya mama ke sini mau ngajak kamu pergi jalan-jalan. Kamu sudah tidak capek kan?"

"Tidak. Mau jalan-jalan Kemana ma?"

"Ke mall."

"Cepat bersiap."

"Iya ma." Karina segera berdiri dan masuk ke dalam kamarnya.

Sesampainya di kamar, Karina bukannya bersiap. Dia menghubungi Bisma untuk meminta izin.

"Pergi sama mama?" tanya Bisma di seberang sana.

"Iya. Mama kesini ngajak aku jalan-jalan di mall. Bolehkan?"

"Boleh. Tapi jangan sampai kecapekan. Ajak Bi Eni juga. Nanti aku akan menghubunginya."

"Mm." Karina mengangguk meskipun Bisma tidak akan melihat karena mereka bukan sedang melakukan vidio call.

"Oh ya. Karena kamu pergi sore ini, nanti malam tidak usah jadi pergi ya. Kamu minta apa? Nanti aku bawain pulang saja."

"Tidak usah. Aku sedang tidak ingin makan apa-apa."

"Oh. Kalau ada yang ingin kamu makan jangan lupa beritahu aku."

"Hem. Ya sudah aku mandi dulu ya. Nggak enak biarin mama nunggu terlalu lama."

"Oke. Hati-hati nanti. Dan ingat kalau capek cepat bilang mama dan istirahat."

"Iya iya aku tahu. Aku juga tidak selemah itu." meskipun kadang Karina merasa jika kondisi tubuhnya jauh berbeda sekarang. Sekarang ia jadi mudah lelah dan sering mengantuk.

"Hem. Iya."

**

Nadia memilihkan beberapa baju yang sesuai dengan Karina. Sebagian ada yang bisa dipakai untuk sehari-hari dan sebagian lagi yang bisa dipakai saat pergi keluar rumah.

“Ini terlalu banyak Ma.” Tolak Karina. “Aku tidak enak pada mama.”

“Kenapa harus begitu? Anggap saja aku ini sedang memberimu hadiah untuk yang pertama kali.” Jawab Nadia dengan masih sibuk memilih gaun-gaun indah yang tertata rapi.

“Nak Karina tenang saja. Mertuamu ini orang kaya.” Bi Eni menepuk bahu Nadia. Sedangkan yang ditepuk tertawa terbahak-bahak.

Karina dari tadi sudah berpikir jika kedua wanita paruh baya ini bersikap aneh.

Bi Eni memang mudah akrab. Tapi selalu bisa menempatkan diri. Dan mama mertuanya lebih aneh lagi. Wanita yang selalu tampil anggun itu sampai dibuat tertawa terbahak-bahak oleh wanita yang notabene adalah pembantu anaknya.

Ini aneh!

Mengetahui jika Karina memandang mereka dengan heran, keduanya saling memandang.

“Eni ini adalah teman mama dulu saat masih kecil. Kami teman sebaya saat masih tinggal di kampung.” Jelas Nadia. Menantunya ini jelas tidak mengetahui jika ia berasal dari kampung.

“Oh begitu. Pantas saja kalian terlihat akrab.” Karina menganggukkan kepalanya paham. Kini ia mengerti mengapa keduanya terlihat aneh sejak awal.

“Nah sekarang coba gaun yang ini. Mama perhatikan kebanyakan bajumu itu celana dan juga kaos. Mana bisa dipakai wanita yang sedang hamil. Makanya mama bilang sama papamu untuk mengajak mu pergi berbelanja baju.” Ucap Nadia menyerahkan gaun berwarna kuning gading untuk dicoba Karina. Setelah menyerahkan gaun itu, tangannya masih lanjut untuk memilih gaun lagi.

“Mama meminta ku memakai gaun ini?” tanya Karina. Gaun yang dipilihkan Nadia sangat indah. Tapi masalahnya adalah ia tidak menyukai warna kuning. Menurutnya warna kuning terlalu mencolok dan ia tidak suka.

Nadia yang mendengar pertanyaan Karina menghentikan aktivitasnya dan memandang Karina heran. “Kenapa? Bukankah ini gaun yang indah?” tanyanya.

“Gaun ini sangat indah ma. Tapi aku merasa gaun ini tidak cocok untukku.” Karina berbicara sambil menatap kakinya yang ia gerak-gerakkan.

“Tidak kok. Mama rasa gaun ini cocok untukmu. Kamu akan terlihat cantik sampai Bisma pun akan terpesona nanti.” Bibir Karina berkedut ringan. Membuat Bisma terpesona tidak pernah ia bayangkan sama sekali.

“Percaya deh sama mama. Kamu itu cantik. Warna kulitmu juga putih dan halus. Kamu itu pantas memakai apa saja.” Jelas Nadia sambil menatap menantunya serius. “Benar kan En?” lanjutnya sambil menoleh pada bi Eni yang berdiri tidak jauh dari mereka.

“Benar nak Karina. Yang dikatakan Nadia memang benar. Nak Karina pasti akan terlihat cantik.” Bi Eni mengacungkan dua jempol tangannya.

Karina tersenyum dan akhirnya menuruti kemauan mama mertuanya. Melihat Nadia dan bi Eni membuatnya mengingat Fania. Satu-satunya sahabat yang mau menerimanya apa adanya. Memiliki sahabat itu sangat menyenangkan.

Akhirnya, demi menyenangkan dua sahabat yang baru bertemu setelah sekian lama itu, ia pun Mencoba gaun yang dipilihkan untuknya. Berwarna kuning!

Ketiga wanita itu Berbelanja hingga malam harinya. Sebelum pulang, Nadia mengajak Karina untuk makan malam di kafenya.

Sampai di apartemen, Karina sudah tidur. Dan Nadia meminta Bisma untuk menggendong Karina untuk masuk apartemen mereka.

“Hati-hati Bisma! Kamu kuat kan?” tanya Nadia sangsi. Ia memandang khawatir Karina yang ada di dekapan Bisma.

“Mama jangan menghinaku. Anakmu ini sangat kuat!” Bisma tidak terima. Mamanya ini sudah menghinanya dengan kejam. Dia selalu rutin datang ke gym untuk berolahraga. Bahkan di apartemen miliknya juga ada ruangan khusus dengan peralatan yang lengkap.

“Jangan banyak bicara! Ayo cepat jalannya. Mama takut kamu lelah dan tidak kuat.” Nadia benar-benar tidak mengindahkan ucapan Bisma.

Mengetahui jika ia tidak akan menang berdebat melawan Bisma membuatnya hanya bisa diam. Dengan cepat ia masuk lift dan menutupnya buru-buru sebelum Nadia dan bi Eni masuk lift. Meninggalkan dua wanita yang saling memandang tidak mengerti.

“Kenapa Bisma kelihatan marah?” Nadia bertanya heran pada bi Eni.

“Tentu saja tuan marah. Kamu ini bagaimana sih Nad? Bagi seorang laki-laki, kekuatan adalah harga dirinya. Kamu tadi Sudah merendahkan harga dirinya.” Jelas bi Eni.

“Aku kan hanya khawatir pada menantuku. Bagaimana pun Karina sedang hamil. Jika sampai ia terjatuh akan sangat membahayakan.”

“Tidak perlu khawatir. Tuan Bisma itu sangat kuat. Menggendong nak Karina tidak ada apa-apanya baginya.”

“Ya sudah kalau begitu. Oh ya. Aku pulang dulu. Dari pada naik hanya untuk pamitan pada putra dinginku itu. Lebih baik aku pulang saja sekarang."

Bi Eni mengangguk. Ia juga akan melakukan hal yang sama jika ia menjadi Nadia. Tapi nasibnya tidak sebaik Nadia. Sejak muda ia hanya bisa menjadi pembantu bagi orang lain.

*

*

*

Terima kasih sudah mampir 😘

Jangan lupa like dan komentar ya....🤩

1
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
BOLEH MENYEMBUNYIKAN KEPADA SEMUA ORANG,TAPI TIDAK DGN ISTERI SENDIRI,DI SINILAH KEBEBALAN OTAK BISMA,CEO TAPI BODOH..😡
Qaisaa Nazarudin
Di mana bapaknya Jihan dan keluarga nya yg lain??
Qaisaa Nazarudin
TAPI MENURUT KU APALUN ALASAN BISMA ITU TETAP LAH TDK DI BENARKAN:1-BISMA GAK TEGAS SAMA RIVALNYA DAN TERANG2 AN BILANG DIA GAK MENCINTAI KARINA,MENIKAH HANYA KARENA TANGGUNGJAWAB.2- DIA MENOLONG VERA TANPA PENYELIDIKAN TERLEBIH DAHILU DAN PERCAYA BEGITU SAJA DENHAN APA YG DIA DENGAR TTG VERA,DAN GAK JUJUR SAMA ISTERI NYA SENDIRI..2 POINT ITU SAJA BISMA UDAH MALAKUKAN KESALAHAN YG FATAL..KALO AKU JADI KARINA AKU AKAN PERGI DIAM2 TANPA SEPENGETAHUAN BI ENI,
Qaisaa Nazarudin
Waah ini kalo Karina dengar gimana ya...🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Karina ini terlalu Polos apa terlalu Oon..Karina ini jenis orang yg gak pekaan,Dia pikir semua orang itu baik dengan nya itu semuanya Baik,Gak pernah curigaan atau apalah...
Qaisaa Nazarudin
Kayak suami mu itu orang misquin aja..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak di telpon aja bagian dlm suruh nanya pak Bisma benar apa gak,Lagian Karina manggil Bisma di kawasan kantor juga gak sopan,Cuman nyebut namanya doang,🤦
Qaisaa Nazarudin
Tidak sesuai dengan Ekspektasi kamu kan Bisma 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lakik bini sama2 polos 😂
Qaisaa Nazarudin
Polos banget Karina..🤣
Qaisaa Nazarudin
Klepon di tempat ku di panggil ondel-ondel,Kalo berbuka di bulan puasa harus ada klepon..😋😋😋
Qaisaa Nazarudin
Grab food
Qaisaa Nazarudin
"KARINA yg baru saja duduk setelah menidurkan Sakka" Mungkin NARA maksudnya ya Thor hukan Karina..🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Apa pelakunya pesaing bisnis Bisma,Atau yg menjebak Bisma dengan ubat perangsang waktu itu ya..
Qaisaa Nazarudin
Gam mungkin Mantannya Bisma,Kan Nara bilang Bisma gak pernah pacaran..
Qaisaa Nazarudin
Sahabat yang benar2 tulus,gak mandang kedudukan.. Good Nara..
Qaisaa Nazarudin
Sulit atau gak itu tergantung kita yg menjalani,akan kita anggap sebagai apa pernikahan kita.Kalo.kita menerima dan menjalani nya dgn ikhlas,maka kita akan bahagia dan pernikahan kita akan bertahan..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah kalo emang Bisma kayak gitu,Aku g suka aja yg jenis Teh Celup..
Qaisaa Nazarudin
THE OR TEH??
Qaisaa Nazarudin
Bagus Nathan,Lagian Karina kalo udah cerai,Siapa juga yg mau sama janda anak satu lagi..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!