21+
Awal dari story Bukan Salah Cinta
Pernikahan adalah sebuah ikatan suci dari dua orang yang saling mencintai. Namun, apa yang terjadi jika pernikahan dilandasi oleh dendam???
"Kita buat kesepakatan secara gentle. Jika setelah dua hari ini Diana tetap memilih Anda, saya akan merelakan dia untuk Anda. Tapi jika setelah dua hari, Diana memilih saya maka Anda yang harus merelakan Diana untuk saya, termasuk membebaskan Diana dari segala perjanjian yang Anda buat untuk menjerat dia."
Di tengah badai melanda rumah tangga Diana, Bayu, sang mantan kekasih datang kembali membawa cinta yang tidak pernah Diana dapatkan dari suaminya.
Siapakah yang akan dipilih Diana?
Suami yang menikahinya karena dendam atau Bayu, pria yang dia cintai dan mencintai Diana?
Cari tahu jawabannya yuk,
Diantara Dua Hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riana Kristina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Happy reading
💕💕💕💕💕
Mobil yang membawa Diana terlihat memasuki kawasan perumahan elit, lalu berhenti sebentar di depan pintu pagar besi bercat putih yang menjulang tinggi. Seorang satpam terlihat membukakan pintu pagar tersebut. Dia menundukkan kepala begitu mobil yang membawa Diana melewatinya.
Dengan tergopoh-gopoh seorang wanita paruh baya menghampiri Diana yang baru turun dari mobil.
"Selamat datang Nona," sapa wanita paruh baya itu.
"Eh, iya terima kasih Bik," jawab Diana gelagapan.
"Mari Nona, saya antar ke kamar." Mengambil alih tas dan menuntun Diana memasuki rumah.
"Terima kasih, Bik." Diana merasa sungkan mendapat perlakuan hormat dari orang-orang di rumah Reyhan.
Sambil melangkah Diana melihat isi sekeliling rumah, dia berdecak kagum. Rumah besar dengan interior moderen dan perabotan mewah tentunya. Sangat jauh dengan apa yang selama ini dilihatnya di rumah Sandra.
Mereka melewati ruangan di mana banyak terpajang foto-foto Reyhan. Foto Reyhan menggendong anak laki-laki berumur sekitar tiga tahun.
Apa dia, Tuan Muda Rangga? Hm, benar-benar anak yang lucu dan tampan, persis seperti ....
Diana tersenyum dengan pikirannya sendiri.
Tapi, kenapa mereka cuma berfoto berdua?
Diana penasaran, tapi tidak punya keberanian untuk bertanya. Kemudian, pandangannya beralih ke foto lainnya. Foto pria muda dengan wanita yang mungkin seumuran dengan Sandra.
Apa itu Tuan Reyhan muda dengan mamanya?
Lagi-lagi Diana hanya bisa menebak karena enggan bertanya. Sekarang dia tahu dari mana Reyhan mendapat dimples itu, tentu warisan dari wanita yang berfoto bersamanya. Di foto terlihat jelas mereka sedang tersenyum memamerkan dimples di kedua pipi mereka. Namun yang membuat Diana bingung, kenapa mereka berfoto hanya berdua? Terlebih di ruangan itu hanya ada foto-foto mereka saja. Tidak ada satu pun foto yang menandakan keberadaan ayah Reyhan. Sejak tadi juga tidak ada tanda-tanda keberadaan orang tua Reyhan saat acara pernikahan maupun di rumah ini.
Mereka berjalan menaiki tangga, terdapat tiga kamar di lantai itu, dan mereka berhenti di kamar yang di tengah.
"Silahkan masuk Nona, silahkan beristirahat."
"Tunggu dulu Bik, apa Tuan Reyhan akan tidur di kamar ini juga?" Pertanyaan bodoh menurut dirinya sendiri. Tentu saja Reyhan akan tidur di kamar yang sama, mereka sudah menikah secara resmi.
Bik Sumi terlihat mengernyitkan dahi. "Tidak Nona, Tuan Reyhan tidur di kamar sebelah sana." Menunjuk kamar yang paling ujung. "Nona di sini tidur bersama Tuan Muda, tapi sekarang Tuan Muda sedang bermain di taman belakang dengan Lala. Nona bisa beristirahat lebih dulu."
"Oh, iya Bik makasih." Diana tersadar, dirinya hanyalah baby sitter Rangga. Wajahnya seketika berubah murung. Dia melirik sekilas ke arah kamar Reyhan.
Sumi tersenyum geli melihat Diana yang dengan wajah sedih menatap kamar Reyhan. " Nona tidak perlu ke kamar Tuan. Tuan Reyhan sendiri yang akan datang menemui Nona, jika Tuan menginginkan, Nona."
Wajah Diana memerah mendengar ucapan Sumi. "Bukan begitu maksud saya, Bik." Diana merasa malu karena Sumi sudah salah menafsirkan maksud pertanyaannya. Padahal memang itu yang Diana inginkan. Diana tidak bisa membayangkan seperti apa malamnya jika, harus tidur sekamar dengan manusia kulkas seperti Reyhan.
"Beristirahatlah, Nona. Nona pasti lelah sekarang." Masih mengulum senyum melihat Diana yang salah tingkah.
Diana masuk dan memperhatikan kamar yang menjadi kamar barunya. Terdapat dua ranjang di sana. Satu ranjang milik Rangga yang dipasangi tirai menyerupai kelambu dan satunya lagi ranjang untuknya.
Diana merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang di rasa untuknya, menaruh punggung tangan kanannya di atas dahi, lalu memejamkan mata sejenak. Dia merasa lelah, lelah dengan pikirannya sendiri. Selang beberapa menit dia memutuskan untuk bangun dan membersihkan diri. Masuk kamar mandi, lagi-lagi dia dibuat takjub. Kamar mandinya yang luas, dilengkapi ruang shower, bathtube berukuran besar lengkap dengan beberapa macam aromatherapy. Diana memutuskan untuk berendam air panas saja. Dia menghidupkan air dan mengatur suhunya.
"Nyamannya," gumam Diana sembari memejamkan mata. Sudah lama sekali rasanya dia tidak menikmati yang seperti ini. Tentu saja, sebelum papanya bangkrut.
Diana masih memejamkan mata, menikmati aromatherapy yang menusuk hidung, memenuhi paru-paru, dan menenangkan otaknya. Dia ingin rileks sejenak sebelum memulai tugas baru di rumah baru. Tugas yang dirasanya berat dan pasti melelahkan. Akan tetapi, dia tidak ingin memikirkan itu sekarang. Saat ini, Diana hanya ingin rileks dan bersantai sebentar ....
❤️❤️❤️❤️❤️
*pelakot kau laknat habis2an tapi pebinor kau puja kaya wanita murahan
*pemikiran murahan mu
*pebinor bayu begitu kau spesial kan bahkan jelas dia mau merebut istri orang saja kau benarkan (menjijikan kau)
*ini kelakuan menjijikan bayu yang kau bela
*mau merebut istri orang
*memprovokasi suami orang
*menghasut istri orang
*selalu mengajak istri orang pergi hingga salah faham
*selalu membuat salah faham
*merusak rumah tangga orang
*membawa istri orang
*sok baik pada istri orang
aku doakan thor semoga ada wanita lain yang sifat kayak bayu mendekati suamimu
*tinggal suami dan pergi dengan pria lain
*berhubungan dengan pria lain
*wanita gampangan yang mudah Terima ajakan pria lain
*seorang istri tapi bingung memilih suami atau pria lain, lebih menjijikan dari pada pelacur
*fakta dia lebih murahan daripada pelacur
*fakta kau tanya lelaki mana pun pasti 100% tidak akan ada yang mau punya istri kayak diana
*saat kau terus membela kelakuan menjijikan diana sama saja kau terus membela kelakuan mu sendiri
*pelakor kau laknat tapi pebinor kau puja, pemikiran wanita murahan
*kesalahan suami kau laknat tapi kesalahan istri kau bela dan kau benarkan, munafik
*karakter suami kau buat bodoh, punya kayak pelacur menjijikan masih saya dipertahankan
hay2 aq dah nyampe sini Lo kak lady🤭🤭
semoga kagak ada 2digit😜