Monika seorang mahasiswi jurusan kedokteran disuatu universitas swasta yang bolak-balik harus berurusan dengan pihak kepolisian karena melanggar aturan lalu lintas, membuatnya bertemu dengan Evan seorang polisi tampan yang membuatnya terjebak dalam situasi yang sulit. Namun dari situasi sulit itulah yang membuat mereka harus berpura-pura untuk saling mencintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alesha Neova, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cafe Part 2
Suasana cafe yang sedikit ramai membuat Monika dan Andrean sedikit menunggu pelayan datang menghampirinya, disela-sela menunggu pelayan datang untuk melayani mereka, mereka asik mengobrol sambil sesekali melakukan foto selfi. Mereka terlihat sangat bahagia, karena disela-sela mengobrol pasti tercipta tawa bahagia. Sesekali Monika tertawa sembari menutup mulutnya, menyipitkan mata indahnya dan itu terlihat begitu menarik.
Ditengah-tengah mereka mengobrol, pelayan datang sambil membawakan daftar menu makanan.
"Selamat siang kak, maaf membuat Anda menunggu lama. Ini daftar menu makanannya kak." Ucap pelayan cafe itu sambil menyerahkan buku daftar menu kepada Monika dan Andrean.
Kemudian Monika mengambilnya sambil menyunggingkan senyuman yang manis kepada pelayan itu. Monika membuka daftar menu makanannya, melihat-lihat makanan apa yang menggugah selera makannya.
Kemudian Monika memilih untuk memesan steak sapi dengan bumbu lada hitam, itu terlihat menggugah selera makan siangnya. Kemudian ia berganti membuka halaman daftar minuman, ia memilih memesan es jeruk nipis peras untuk menetralkan lemak pada steaknya.
Berbeda dengan Andrean, Andrean memesan nasi goreng seafood untuk makan siangnya dengan segelas jus mangga sebagai minumannya. Pelayan itu kemudian mencatat semua pesanan mereka dalam gadget yang ia bawa.
"Baik kak, saya ulangi lagi untuk pesanan kakak satu porsi steak sapi lada hitam, satu gelas es jeniper (jeruk nipis peras), satu porsi nasi goreng seafood dan juga satu gelas jus mangga, ada lagi yang akan ditambah kak?" Ucap pelayan itu yang masih berdiri disamping meja makan Monika.
"Mmm.. enggak mba itu saja." Ucap Monika sambil tersenyum ramah pada pelayan itu.
"Baik kak, mohon ditunggu sebentar ya pesenan kakak segera kami buat." Ucap pelayan itu sambil menekan tombol send untuk mengirim daftar menu pesanan yang dipesan Monika kepada koki yang berada di dapur.
Sambil menunggu pesanan makan siang mereka datang, mereka kembali mengobrol.
"Andrean, besok bisa tidak temani aku ke pengadilan?" Ucap Monika memulai obrolan.
"Ke pengadilan, untuk apa?"
"Iya, jadi ternyata besok jadwal sidang yang waktu itu aku kena tilang pas ada razia polisi."
"Jam berapa sidangnya?" Tanya Andrean.
"Di surat tilangnya jam 10.00."
"Wah jam 10.00 pagi ya, besok aku ada praktek di lab mulai jam 09.00 sepertinya belum selesai kalau jam 10.00 Mon."
"Oh gitu ya, ya sudah besok aku ajak Sandra saja untuk menemani."
"Maaf ya." Ucap Andrean sambil mencubit hidung mancung Monika.
"Aooww.. ih Andren apaan si, sakit tau." Ucap Monika yang kesakitan sambil memegangi hidungnya yang dicubit Andrean.
"Hehe.. abisnya kamu nggemesin si." Ucap Andrean yang kembali mencubit pipi Monika karena gemas.
"Awas aja ya, aku balas sepuluh kali lebih menyakitkan dari ini." Ucap Monika dengan wajah yang dibuat-buat agar terlihat seperti sedang marah.
"Hmm kalau marah gitu kamu semakin menggemaskan tau, jadi pengin nyubit lagi." Ucap Andrean yang masih menggodanya.
Kemudian "Buuggg!!!" Tonjokan halus melayang dibahu Andrean.
"Aooww.. cantik-cantik tapi kaya samson tenaganya." Ucap Andrean sambil memegangi bahunya yang pura-pura sakit akibat tonjokan Monika.
"Biarin, barti kamu pacaran sama samson." Ucap Monika sambil tertawa.
"Oke, barti sekarang aku panggil kamu samson saja ya. Oke Son?" Ucap Andrean yang masih saja meledek Monika.
Mendengar hal itu Monika pura-pura marah, ia diam kemudian menekuk wajahnya kebawah. Bibir seksinya terlihat mengerucut kesal.
Andrean yang menyadari akan hal itu kemudian menarik tangan kanan Monika dan memeganginya sambil mengucapkan kata maaf.
"Sory, don't angry please."
Monika masih saja diam dan tanpa berekspresi apa-apa.
"Hmm.. beneran nih marahnya?" Ucap Andrean kembali yang masih memegangi tangan Monika.
Tanpa menjawab Monika menarik tangannya dari genggaman Andrean, kemudian ia memainkan ponselnya.
Rasain, sekarang giliran kamu aku kerjain. Ucap Monika dalam hati sambil menahan tawa.
"Mon.. jangan marah dong, aku cuma bercanda kok."
"Mon.. udah ya ngambeknya, please!"
"Janji deh gak akan gitu lagi bercandanya." Ucap Andrean yang terus menerus meminta maaf pada Monika.
Mendengar ucapan Andrean Monika tertengadah, mengangkat kepalanya memandang tajam pada Andrean dengan pandangan yang terlihat menunjukkan pandangan marah.
Aduh udah gak kuat nahan tawa lagi aku, tapi lucu juga mukanya kalau lagi memelas gitu. Gumam Monika dalam hati sambil menahan tawa.
Kemudian Andrean kembali menarik tangan kanan Monika dan kembali meminta maaf padanya, ia menggenggam erat jemari Monika.
"Mon.. maafin aku."
"Hmm"
"Kok gitu jawabnya."
"Terus aku harus jawab apa?" Ucap Monika dengan ketus.
"Kamu udah maafin aku kan?"
"Hmm"
"Yah.. berarti kamu masih marah sama aku kalau jawabnya gitu." Ucap Andrean dengan wajah yang memelas.
Dan akhirnya tawa Monika pun meledak karena ia sudah tidak kuat lagi menahan tawanya.
"Haha.. Selamat, Anda kena prank!" Ucap Monika yang masih tertawa lepas melihat wajah Andrean yang terlihat lucu saat memelas meminta maaf pada Monika.
"Hmm.. jadi balas dendam nih ceritanya, oke Anda sukses." Ucap Andrean sambil mengacungkan jempol tangannya pada Monika.
Tak lama pesanan makan siang mereka datang, Monika dan Andrean segera menyantap makanan mereka karena sudah cukup lama mereka menunggu.
Sesekali terlihat mereka bertukar makanan, terlihat Andrean yang sesekali menyuapi Monika dengan nasi goreng seafoodnya. Begitu juga sebaliknya, sesekali Monika memberikan potongan daging untuk Andrean. Sungguh siapa pun orangnya yang melihat keromantisan mereka berdua pasti akan iri melihatnya. Makan siang biasa, namun terlihat seperti makan siang romantis bagi siapapun yang melihatnya. Disela-sela mereka makan, mereka juga terlihat mengobrol hangat yang menciptakan tawa-tawa bahagia diantara keduanya. Banyak orang disekeliling mereka yang memperhatikannya, namun mereka tidak memperdulikannya seolah dunia ini hanya milik mereka berdua.
Dimeja lain Doni yang melihat pemandangan ini merasa kesal, ia melihat keromantisan mereka berdua. Awalnya perempuan yang ia temui saat olahraga pagi waktu itu masih single belum memiliki kekasih hingga ia berharap ia akan menjadi jodohnya, namun takdir berkata lain sekarang Doni menyaksikan adegan romantis sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta.
"Ini namanya kalah sebelum berjuang bro." Ucap Doni pada Evan yang sedang menikmati makan siangnya.
"Habiskan makannya, terkadang kekalahan yang belum sempat dimulai itu sakitnya lama lho." Celetuk Evan yang masih menggoda sahabatnya itu.
Mendengar ucapan Evan, Doni hanya mendengus kesal kemudian menghabiskan makanannya dengan cepat.
Setelah selesai makan siang, Evan dan Doni kembali ke kantor polisi lagi untuk melanjutkan pekerjaannya. Dalam perjalanan pulang, kali ini Evan yang mengemudikan mobilnya.
Hallo reader, jangan lupa untuk memberikan like, rate dan juga votenya ya.. agar author lebih semangat lagi buat nulisnya.😄
Lagi author usahakan biar bisa update tiap hari. Salam hangat dari author🤗🤗
padahal dah ditungguin lho😪
kok blm up lagi sich?