Area 21++
Kekerasan
"Ka-kamu pembunuh?" Bulan tercengang
"Akhirnya kamu sudah tahu juga. sekarang, tanda tangani ini!" sebuah surat perjanjian dilayangkan kepadanya
"Mengurus kebutuhan lahir dan batin ku sampai waktu yang ditentukan. jika menolak, kabur dan mengadu pada orang lain, kau dan keluarga kau akan ku lempar ke Neraka!" ancam Guntur
Terikat Perjanjian menjadi Pembantu di kediaman pria psikopat yang gemar menyiksa siapa saja yang telah mengusik kehidupannya, untuk kedua kalinya kehidupan suram untuk Bulan yang terjerat dalam perangkap ini.
Bulan terpaksa menjadi tawanan pria itu, mulai mengurus hidupnya, hingga menjadi bual-bualan hasrat gairah dan siksaan tanpa melakukan kesalahan.
Rembulan, nama indah yang bersinar terang, seketika menjadi lebih suram bak kelabu cenderung hitam, tatkala terperangkap dalam Obsesi Majikan Psychopath
Apa yang terjadi pada pria bernama Guntur itu?
Apa misinya menjadikan Bulan sebagai tawanan?
****
Fllw ig @cece_virgo24
Add fb, elce kha
Baca juga karyaku yang lain, tekan profilnya 😉🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Klub Malam
🌺🌺🌺
Guntur menajamkan indra penglihatannya, lautan manusia memenuhi tempat ini. cukup lama menilik akhirnya ia melihat sosok yang ia cari. tiga ladies yang akan menjadi santapannya. Guntur kembali melangkah mendekati tiga wanita itu, sesekali ingin memamerkan wajah tampan dan penampilannya yang tampak keren dan cool, sampai dua ****** ini terus mengekorinya.
Sesekali Guntur mencuri pandang, mereka tampak asyik berjoget dengan iringan musik.
"Mau berjoget, Ladies?"
"Oh, tentu, Sayang." sahut mereka, Guntur merasa puas, kedua tangannya bergerilya menyentuh permukaan kulit dua wanita ini. sorot mata Guntur memerhatikan jaraknya dengan salah satu wanita incarannya, ia perlahan mundur dan mundur, berusaha menubruk tubuh salah satunya.
"Yuhu! aku suka tubuhmu." teriak Guntur memuji badan wanita yang bersamanya
"Aw!" pekik wanita yang sengaja ia injak kakinya. Guntur berbalik badan, berpura-pura merasa bersalah.
"Oh, sorry, Nona." ia mengatupkan kedua tangannya
Melihat wajah yang tidak asing ini, wanita cantik itu menyipitkan sebelah matanya. menatap dalam-dalam wajah tampan itu seolah mengingat sesuatu.
"Guys!" ia menepuk bahu kedua temannya, seketika saja perhatian mereka beralih kepada wanita ini
"Apaan!"
"Lihat deh .... itu kan ..." ia menunjuk wajah Guntur, lalu tatapannya mengarah pada penampilan lelaki tersebut. seketika saja mulutnya membulat, perubahan drastis dari sosok yang menggemaskan
"Gun--tur, ya?" tebak mereka, Guntur hanya mengulum senyum, kembali mendekap tubuh bohay kedua wanita yang melayaninya
"Oh, astaga!! hahahahahaha .... anak teladan semua orang sudah bermetamorfosis." mereka tertawa terbahak-bahak, sungguh perkataan itu menghinanya. tapi kali ini ia tidak merasakan sakit hati akan hinaan itu, Guntur tersenyum devil melihat gelak tawa bahagia yang keluar dari mulut mereka.
Puas-puaslah tertawa, batinnya
"Sayang, ayo kita kembali bersenang-senang." tepukan halus dipipinya seketika membuyarkan perhatian Guntur. ia tersenyum manis pada wanita ****** ini, mengekori keduanya untuk berjauhan dari tiga gadis itu.
"Apa kalian tidak lelah berdiri? ayo kita duduk disana." Guntur menunjuk sofa yang kosong dengan dagunya, mereka mengangguk dan kembali melangkah menuju sofa
Kenikmatan yang hakiki, menggandeng dua wanita yang asyik menyentuh tubuhnya sekaligus melayani dahaga dengan suguhan alkohol yang mereka berikan. sedangkan kedua tangannya terentang mengelus rambut halus wanita ini, sesekali memainkannya. sedangkan kedua kakinya ia taruh diatas meja, diantara beberapa botol minuman yang tertaruh diatasnya.
"Kau tampan, Tuan. siapa namamu?" tanya salah seorang wanita yang cantik ini
Guntur tampak berpikir. "Kau sungguh ingin tahu namaku?" tanyanya, diangguki oleh kedua wanita itu
"Gledeg." jawabnya, tersenyum simpul
"Hah??" mereka terpelongo
"Hahahaha! jangan terlalu dibawa serius, Sayang. sekarang mana minumannya, hm?" ia pinta
"Kau sungguh lucu, Tuan." ledeknya, menyuapi Guntur dengan alkohol rendah itu. ia tidak ingin mabuk sebelum misinya malam ini selesai
"Tuan, apa anda tidak butuh penghangat tubuh? kita main threesome, lebih menggairahkan." Perempuan itu menatap nakal, nada bicara sensual tengah menggoda mangsanya
Guntur merasa jengah bersama dua wanita ini, namun ia tetap mengukir senyum manis kepada para dua ekor kupu-kupu malam disisinya
"Sorry, saya kesini untuk merilekskan tubuh, bukan bekerja keras diatas ranjang." tolaknya secara halus
Sial, kapan para mereka akan pergi. Aku merasa lelah disini. batin Guntur mengumpat, pandangannya tidak teralihkan kepada tiga wanita seusianya
Guntur bangkit berdiri, lama-lama sentuhan mereka akan membuatnya kejang, sesuatu didalam sana pun bahkan ingin bangun. Ia tidak berselera lagi untuk menangkap buronannya, lebih baik ia serahkan saja kepada anak buah yang berjaga. Guntur melangkah pergi, tidak menggubris dua wanita yang bersamanya tadi. benar-benar membuat mereka mendengus kesal.
Guntur telah tiba di mobilnya, kembali mengenakan alat pendengar untuk menghubungi anak buahnya
"Urus mereka! jalani rencana dengan matang tanpa ada yang mencurigakan. besok pagi aku akan ke Markas." titah Guntur kepada anak buahnya
"Siap, Bos."
Guntur tersenyum miring, ini adalah rencana terakhir untuk menyiksa musuhnya. dan ia berjanji setahun yang akan datang, dirinya berusaha membuka lembaran baru untuk hidupnya
***
Bulan bergeliat manja merasakan geli dipermukaan kulit leher dan punggungnya. Sepasang netra miliknya masih terpejam, ia begitu pulas terlelap hingga belum menyadari sesuatu mengelus dan meraba kulitnya.
"Eeeeemmh ...."
"Kamu nakal." desahnya
Guntur mengulas senyum tipis dibibirnya yang sedang asyik mengecup leher mulus milik Bulan, sebelah tangannya menelusuri area bokong hingga menjalar ke perut dan bukit kembar yang menggoda. untung saja Bulan mengenakan daster, dengan mudahnya bagian bawah pakaian itu ia singkap ke atas.
"Bulan, aku menyukaimu ... aku menyukai tubuhmu, bangunlah." bisik Guntur
Wanita itu tetap bergeming, bagaikan putri tidur yang mati suri dan mengharapkan kecupan tulus untuk membangkitkannya. Bagian tubuh milik Guntur sudah mengeras, ia sudah tak tahan untuk menyalurkan hasratnya. Ia bangkit, meluruskan badan Bulan hingga tubuhnya menghadap ke langit-langit kamar. Sebentar ia perhatikan wajah itu, kulit wajah didekat rahang pipi bagian kiri ada bekas luka bakar disana. Guntur membayangkan jika tiada luka, gadis ini memang sangat cantik natural tanpa polesan apapun.
"Malang sekali, pengobatan mu pasti terhenti setelah Papimu meninggal." gumamnya
🌺🌺🌺
Sesekali ada plot twist nya guys ... simak aja baik-baik, yang penting dia itu pengidap xxxx 😂😂
Kepo ya? kepo ya? kepo lah 😒😜