Setiap perempuan tentu menginginkan pernikahan impian, bersama pria yang mencintai dan di cintainya. Menghabiskan masa masa hingga menua bersama.
Lalu bagaimana jika seorang perempuan yang bernama Clara atau biasa di panggil Ara, saat setelah acara resepsi mewah selesai, seorang wanita cantik hadir dan mengaku hamil anak dari Adnan, pria yang baru sah menjadi suaminya?
Lebih menyakitkan lagi adnan yang di kenalnya selama ini baik, ternyata menyimpan rahasia dan kebohongan.
Suaminya tidak menampik bahkan tega meminta ara menerima wanita itu menjadi madunya. Istri kedua..
Bagaimana nasib Clara berikutnya? apakah dia akan bertahan? atau apakah dia akan bahagia??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsmebet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
di indonesia
Adnan terlanjur senang karena ara mendekat padanya bahkan ara berbicara sangat lembut padanya . sama seperti mereka saat baik baik saja dulu.
Dia juga setuju sama ara. lagian kalau mama nya berkunjung pasti berkabar dulu, pikirnya.
"Alamat rumah kami di jalan xxxxxxx ma no. 12. nanti adnan shareloc yaa" ujar adnan..
"Iya ma.. kalau mau mampir, mama lebih baik kabarin dulu ma biar aku sama adnan tau. kalau kalau kami sedang bekerja" kilah ara seolah olah dia menyelamatkan adnan. hufft. tak sudi.
"okey nak.. kapan kapan mama sama papa mampir yaa" ujar mama adnan.
Mereka mengobrol, bahkan ara dengan sengaja mendekati adnan.. dan berbincang dengan mertuanya. adnan terlihat begitu senang.
berbeda dengan perempuan hamil di sebelah sana.. dia merasa hatinya begitu panas. dia tak sudi adnan berdekatan dengan perempuan lain. termasuk ara .
Ara tersenyum mengejek pada raina.
"Begini rasanya saat milikmu di curi" batin ara puas mengetahui raina jatuh cinta pada adnan.
Ara malam ini mulan bersikap lembut lemah dan pemaaf.. karna di sinilah di mulai penyelesaian sesungguhnya.
Tuuut!!!
panggilan akhirnya selesai. tapi ara tak berniat menjauh dari adnan dia tetap duduk di sana.
"Ara, sayang.. makasih banyak yaa. kamu sangat pengertian, aku tak salah mencintaimu" ucap adnan sangat senang. selama ini ara menjauhinya tak bertukar sapa.
'Kamseupay iu iu' batin ara berteriak.
"Iya nan.. aku juga minta maaf sama kamu dan raina. aku sudah memaafkan semua nya. aku ingin hidup damai nan" jawab ara lembut, padahal dia hampir muntah. kalau bukan karna rencana nadia dia juga ogah.
"Benarkah?? kamu sangat baik sayang. makasihh" adnan memeluk ara. raina mengepalkan tangannya emosi.
"Oiya nan.. aku kayaknya besok ada operasi, aku kayaknya gak bisa ke rumah mama. apa pas mama mampir kesini aja ya aku bilang mama barengan.. biar mereka gak curiga" ucap ara dengan wajah polos tanpa dosa.
"Iya sayang gak apa apa.. " saut adnan tanpa curiga. dia kepalang senang karena sikap ara berubah manis padanya.
"Mas.. " ara melepaskan tangan adnan yang masih memegang bahunya.
"Maaf ya raina, kalau selama ini aku pernah menyakitimu. semoga kamu dan kandungan mu sehat sampai lahiran" ujar ara tersenyum.
"Mbak ara sedang merencanakan apa? " tebak raina dapat pelototan dari adnan. adnan kesal.. bisa bisa nya raina malah menembak istri nya.
"Raina!! apa apaan kamu, sudah baik ara mau minta maaf lebih dulu" sentak adnan membuat ara tertawa dalam hati.
"Udah nan.. gak papa, mungkin efek hormon kehamilan. maaf ya, kalian lanjut lagi mesra mesra an.. aku pamit dulu" ujar ara dengan suara sendu. dia berjalan ke kamar nya dan menguncinya.
ara tertawa menutup mulutnya.. dia ternyata bisa tampak licik seperti pemeran antagonis di pilem pilem.
Dia juga pengen cepat cepat pergi dari sana.. dia mengelus elus bahunya yang habis di peluk adnan.
"amit amit" gumam nya naik ke ranjang dan mengirim pesan pada mama nya.
"Ma.. kayaknya besok ara gak bisa datang, kalau mertua ara mau ke sini kalian barengan aja ya ma.." terkirim.
"Oke nak.. kalian sehat sehat ya sama nak adnan" ara membalas dengan emotikon love.
"Met bobo araa" gumam nya tenang. dia terjun menuju mimpi.
*********
Di negara yang sama.
Dua pria tampan sudah tiba di indonesia. mereka tak langsung menuju rumah kakek nadia. mereka menuju hotel bintang lima dengan fasilitas terbaik dan keamanan privasi yang utama.
"Bos, ada yang megikuti kita" ucap mark
"Aku juga merasakan nya. sepertinya ada yang ingin bermain main dengan kita" jawab william santai. dia juga sangat peka.. dia tau dari ausi ada yang diam diam mengetahui keberadaan dan keberangkatan mereka. walaupun mereka naik jet pribadi. musuh kali ini cukup pintar. bisa tau ke mana mark dan william mendarat.
"Apa kita langsung ringkus saja?" tanya mark sesekali melihat sekeliling.
"Biarkan saja.. kita tunggu mereka merasa sedikit puas. lagian aku capek, besok adikku yang cerewet akan membuat ku pusing" keluh wil membuat mark tersenyum.
mark setuju, jika ada nadia mereka selalu pusing dengan gadis itu. sangat berisik. dan selalu mengganggu mereka. kapan pun dan di mana pun.
Ting!
"Tuh kan.. baru di omongin" decih william membuka ponselnya.
"Hem"
"Kak? kakak di mana? kakak sama kak mark baik baik aja kan? kenapa tidak langsung ke umah kakek? aku udah bela belain pulang cepat"
william menjauhkan ponsel dari telinga nya. mark tersenyum mendengar cerewet nya gadisnya.
"Iya besok ketemu. kami capek bye"
tuuut
William bahkan tak menunggu jawaban nadia yang sedang kesal dan menggerutu di sana.
cerewet nya nadia bahkan lebih cerewet ara.. dannitu hanya berlaku untuk orang orang yang mereka sayangi.
drrt drrrt drrrt
Balik ponsel mark yang berdering, siapa lagi kalau bukan nadia.
"Angkat dan kembali ke kamar mu mark. aku pusing"
"Baik bos" mark tersenyum. dia malah menyukai kecerewetan nadia. dia kadang rindu jika nadia tak menanyai nya. aneh sekali bukan.
"Halo honey"
"Honey, kenapa kak wil mematikan panggilanku? kan aku belum selesai. kalian di mana sih? aku kan khawatir" suara nadia tak se kencang tadi. dia akan berubah lembut dengan mark.
"Ini di hotel jalan x. jangan khawatir semua aman. kami akan menemui mu besok.. kalau bisa jangan di rumah sakit, di luar saja" ucap mark dengan suara berat tapi nadia sangat menyukai suara ini.
"Ooh yaudah deh.. aku ajak satu temanku ya hon?"
"Siapa? apa dia bukan orang berbahaya?" tanya mark
"Tidak sama sekali, dia satu satunya sahabat aku" jawab nadia. nanti saja dia beritahu rencananya.. karna kalau dari ponsel tidak bebas rasanya.
"Baiklah, jangan sampai identitas mu dan wil di ketahui siapa pun oke?"
"Iya sayang" jawab nadia manja.
"Aku kangen"
Mereka berbincang layaknya pasangan kekasih, saling mengurim untaian kata cinta dan kerinduan.
"Honey, kamu segera lah tidur, besok bekerja. kami akan segera menemui mu.. love you" ucap mark
"Love you too hon" balas nadia tersenyum. dia sudah tak sabar menunggu hari esok. dia akan langsung memeluk kekasihnya menciumnya sampai puas.
dia bahkan tak memikirkan kakak nya yang kaku itu. sungguh luck nut bukan?
Saat nadia hendak tidur. dia tak lupa melakukan rangkain rangkaian perawatan di wajahnya.. dia harus selalu cantik. apalagi besok akan ketemu pacar.. dia akan mengajak ara juga sedikit bersolek natural besok. supaya kesan pertemuan pertama ara dan kak william itu indah.
ting!!
pesan masuk. dari ara.
nadia membaca pesan cerita dari ara.. dia melakukan apa saja.
nadia tersenyum.
dia langsung mengganti nama ara dengan 'Kakak ipar'
BERSAMBUNG......
sampai lupa sama alur ceritanya....
semangat semangat Thor buat updatenya....