Menceritakan seorang anak yang lolos dari aksi pembantaian oleh orang-orang aliran hitam. Dia diselamatkan oleh seorang Kakek yang adalah seorang Kultivator terkuat di benua timur yang sudah lama mengasingkan diri di hutan kematian.
Dia pada akhirnya diangkat menjadi murid yang mewarisi Semua ilmu kepandaian gurunya dan menjadi penerus sebagai sang Naga.
Pergi berkelana seorang diri dan tidak pernah menutup mata terhadap ketidak adilan, menjadi momok yang menakutkan bagi aliran hitam.
Dialah Xiao Lang, seorang yang akan menuju puncak kultivasi dan menjadi LEGENDA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attar GG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Mengalahkan Jenius Kota Yunan
Setelah beberapa lama, akhirnya tiba waktunya mereka berpisah. Wang Lee dan Xin Ying mengharapkan agar Xiao Lang mau bersama mereka untuk berkunjung ke Sekte Naga Langit, tapi langsung di tolak oleh Xiao Lang dan mereka pun akhirnya berpisah.
Xiao Lang akhirnya berjalan pelan sambil melihat-lihat bangunan di sepanjang jalan kota Yunan. Terlihat raut wajah yang cerah melihat kota dengan bangunan-bangunan yang bertingkat dan tertata dengan baik.
Tidak berapa kemudian, Xiao Lang sampai di sebuah rumah makan mewah yang berlantai tiga dan masuk kedalamnya. Ia berjalan menuju kasir dan memesan tempat, ia pun membayar dua koin emas untuk naik ke lantai dua. Di lantai dua suasananya sangat berbeda dengan di lantai satu dan tidak sembarang orang bisa karna hanya orang dengan kelas-kelas tertentu saja yang bisa naik dan menikmati hidangan di lantai dua.
Sesaat kemudian Xiao Lang memilih lokasi dekat jendela karna ia ingin makan sambil menikmati pemandangan kota dari jendela rumah makan itu dan ia pun memesan beberapa menu makanan terbaik yang ada di rumah makan itu. Suasana di lantai dua saat itu cukup tenang karna tidak terlalu banyak pengunjung yang menikmati hidangan di situ, hanya ada beberapa muda mudi saja yang sedang mengobrol dan menikmati hidangan yang telah disajikan.
Di tengah ketenangan itu, tiba-tiba muncul seorang pemuda dengan penampilan yang sangat indah seperti seorang bangsawan di ikuti oleh puluhan orang pengawalnya. Pemuda itu langsung mendatangi meja yang di tempati oleh seorang pemuda dan gadis yang sangat cantik dengan kulit putih giok dan rambut di tata rapi yang semakin menambah kecantikannya.
"Hai Xin Mei, lebih baik kamu menjauh dari orang bodoh ini dan hanya aku yang pantas bersama dengan mu." ucap pemuda itu sambil menunjuk ke arah pemuda yang datang bersama gadis yang bernama Xin Mei itu.
"Chen Lee, jangan karna kamu dianggap seorang jenius nomor satu sehingga kamu berlagak sombong disini. Ingat, aku Hei Long dari sekte Naga Langit sedikitpun tidak takut dengan mu." jawab pemuda itu dengan tegas.
"Kalau begitu, kamu harus mampus hari ini." sambil bersiap untuk menyerang Hei Long.
"Tunggu, kenapa tuan muda tidak menanyakan kepada ku apakah aku mau atau tidak. Perlu tuan muda ketahui aku tidak tertarik dan tidak ada urusan tuan muda Chen Lee untuk mengatur dengan siapa aku ajak jalan." ucap Xin Mei sambil menatap tajam Chen Lee.
Ucapan dari Xin Mei membuat hati Chen Lee jadi panas dan emosinya sudah memuncak. Sebagai seorang jenius nomor satu di kota Yunan dan merupakan murid langsung dari Patriak Sekte Seribu Pedang Langit Chen Lee seketika langsung bergerak dan mengeluarkan pedangnya sambil mengayunkan pedang ke arah kedua muda mudi itu.
Braaakkkkkk
Meja kayu itu pun terpotong jadi dua, seketika Hei Long dan Xin Mei melompat menghindari serangan dari Chen Lee. Para bawahan Chen Lee pun bergerak dan membatasi ruang kedua muda mudi itu. Melihat adanya perkelahian, orang-orang yang dari tadi sedang makan di lantai dua akhirnya berhamburan dan segera turun dari lantai dua sehingga menimbulkan kegaduhan di lantai bawah dan merekapun berhamburan keluar dari rumah makan itu.
Chen Lee yang sudah sangat beringas dengan menggunakan teknik-teknik pedangnya terus menggempur Hei Long yang tidak kalah hebat dalam menangkis dan mengimbangi gerakan jurus pedang yang dimainkan oleh Chen Lee. Sudah puluhan jurus di mainkan oleh mereka berdua dan terlihat Hei Long sudah mulai terlihat kewalahan meladeni gerakan jurus pedang dari Chen Lee.
Bukk...Bukk...
Tendangan lurus dari Chen Lee bersarang telak mengenai perut Hei Long sehingga membuatnya terlempar beberapa meter ke belakang dan menabrak meja hingga hancur berkeping-keping. Melihat kondisi Hei Long, Xin Mei melompat dan mencoba untuk menyelamatkan Hei Long. Namun segera di hadang oleh bawan dari Chen Lee dan berusaha untuk menangkapnya.
Dengan sekuat tenaga Hei Long berusaha untuk bangkit dan menerjang Chen Lee dan terjadi lagi duel yang sengit antara kedua pemuda itu. Karna kalah tingkat kultivasi membuat Hei Long menjadi bulan-bulanan dari Chen Lee, sudah banyak luka di sekujur tubuhnya akibat terkena sabetan dan goresan pedang Chen Lee.
Craaakkkkkkk
Craaakkkkkkk
Bukk
Sekali lagi tubuh Hei Long terlempar beberapa meter kebelakang dan jatuh di samping meja Xiao Lang dan tidak bisa lagi bergerak akhirnya ia pun pingsan. Xiao Lang yang dari tadi memperhatikan pertarungan keduanya akhirnya bergerak dan melihat kondisi Hei Long. Akhirnya semua orang tersadar selain mereka di lantai dua rumah makan itu ternyata ada seorang pemuda yang sejak tadi asik menikmati hidangannya dan arak yang dia pesan tanpa terganggu dengan pertarungan itu.
Xiao Lang akhirnya mencoba menghentikan Chen Lee, "sudah cukup, dia sudah kalah. Jadi lepaskan dia dan nona itu." sambil pemuda itu menunjuk Hei Long dan Xin Mei yang sedang di hadang bawahan Chen Lee.
"Hahahaha, siapa kamu berani memerintah aku, jenius nomor satu di kota Yunan ini." dengan angkuhnya Chen Lee menatap pemuda yang tidak ia kenali itu dengan tatapan meremehkan.
"Hanya seekor semut berani berlaga di depanku," Xiao Lang berucap dingin tanpa melihat Chen Lee.
Mendengar ucapan Xiao Lang membuat emosi Chen Lee kembali tersulut dan langsung menyerang menggunakan pedangnya. Mendapatkan serangan-serangan yang bertubi-tubi dari Chen Lee tidak membuat Xiao Lang panik, ia hanya terus menghindar tanpa memberikan satu serangan pun kepada Chen Lee. Di perlakukan seperti itu semakin membuat emosi nya mendidih dan semakin brutal.
Sudah puluhan jurus yang ia keluarkan tapi belum juga memberikan luka kepada Xiao Lang bahkan segenap kekuatannya sudah dia kerahkan tapi hasilnya juga tetap sama. "Seberapa kuat orang ini, Apakah aku bukan tandingannya...???." pikir Chen Lee.
Saat Chen Lee tidak fokus dalam pertarungan akhirnya perutnya terkena tendangan telak dari Xiao Lang dan langsung terlempar kebelakang dan jatuh tertahan tembok. Chen Lee sangat kesakitan, seakan semua organ dalam perutnya hancur, dengan menahan kesakitan, ia pun bergerak dan langsung menerjang Xiao Lang dan meneriakkan Jurus Pedang Langi Menggetarkan Bumi dan di tahan oleh Xiao Lang hanya dengan jepitan kedua jarinya.
Melihat itu mereka semua berkedip dan tidak percaya melihat seorang pemuda yang hanya dengan menggunakan kedua jarinya bisa mematahkan serangan jurus pedang tingkat tinggi dari murid Patriak Sekte Seribu Pedang Langit. Saat-saat Semua orang hanyut dalam keterkejutannya, tiba-tiba terdengar suara ledakan di luar rumah makan itu.
Booommmmm
Tidak ada yang melihat kejadian itu, semua begitu cepat dan hanya terlihat dinding bangunan yang jebol dan terdengar ledakan saja yang menandakan terjadi sesuatu.
Para bawahan Chen Lee begitu ketakutan. Tubuh mereka bergetar dan terlihat keringat dingin keluar dari wajah mereka. Xiao Lang tanpa melihat langsung membentak dan menyuruh mereka pergi. "Jika masih sayang nyawa, cepat enyah kalian dari sini. Bawa pergi tuan muda mu itu dan jangan coba lagi untuk mengganggu mereka." ucap Xiao Lang sambil menunjuk Xin Mei dan temannya yang masih terkapar di lantai.
"Iya tuan muda, kami tidak akan berani lagi. Permisi tuan muda." mereka pun dengan secepat mungkin pergi dari tempat itu.
Saat asik memandangi sosok pemuda yang memiliki paras yang tampan dan berwibawa itu Xin Mei akhirnya di kejutkan dengan suara beberapa pelayan yang datang melihat kondisi lantai dua. Xin Mei tersadar dan melihat pemuda tampan itu sedang mengobati saudara seperguruan nya yang saat ini masih tidak sadarkan diri.
"Terimakasih tuan muda atas bantuannya, kami dari Sekte Naga Langit. Namaku Xin Mei dan itu saudara seperguruan ku namanya Hei Long." ucap Xin Mei memperkenalkan diri pada Xiao Lang.
"Kalau Tuan muda siap namanya dan dari mana...???" tanya Xin Mei.
"Tidak apa-apa, aku hanya tidak mau ada orang berbuat sewenang-wenang dihadapan ku." jawab Xiao Lang.
"Oh, iya nama aku Xiao Lang, aku orang baru di kota ini nona Xin Mei." jawab Xiao Lang kembali.
Xin Mei adalah anak dari tetua Sekte NAGA LANGIT. Dia sangat mengharapkan Xiao Lang untuk berkunjung ke sektenya dan pada akhirnya Xiao Lang pun setuju dan mau menemaninya kembali ke Sekte. Xin Mei meminta bantuan Xiao untuk membawa Hei Long yang masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pada akhirnya, Xin Mei berjalan dengan semangat dan penuh kebahagiaan.