Sudah 2 tahun menjalin rumah tangga namun belum diberi kesempatan untuk mempunyai keturunan. Mertua yang sakit-sakitan dan ingin segera mengendong seorang cucu membuat sang menantu yang paling dicintai suaminya untuk rela di madu.
Kinaya larasati sanjaya, seorang wanita yang cantik, anggun dan baik hati menyuruh sang suami bernama Samuel malaka wijaya untuk memadu dirinya dengan seorang wanita cantik. Namun, Samuel dengan tegas menolak permintaan sang istri.
Penasaran ... jangan lupa mampir dan kasih dukungannya yah.
Update : Jum'at
IG : gx_shi7
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadila sizy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekhawatiran
Samuel menarik pinggang Kinaya, menuntunnya untuk pergi ke kamar. Disaat hendak melangkah tiba-tiba Kinaya menahan tangan Samuel. Samuel pun menghentikan tangannya, dia balikan badannya kesamping lalu dia perhatikan wajah istrinya. Samuel bingung dengan sikap istrinya belakangan ini. Banyak diamnya dan juga banyak sedihnya. Kadang-kadang meminta agar dirinya tidak pernah meninggalkannya. Entah kenapa Kinaya bisa memikirkan hal itu, bahkan sedetik pun Samuel tidak bisa jauh-jauh dari dirinya. Samuel bahkan terbesit dihatinya untuk selalu membawa Kinaya kemanapun dia pergi, namun hal itu tidak akan mungkin terjadi karena dia tidak mau mengekang kebebasan istrinya yang mungkin butuh privisi sendiri.
Samuel pun menghela napas. Dia tangkap kedua pipi Kinaya dengan kedua tangannya. Mencoba menerka sendiri apa yang terjadi dengan istrinya tersebut.
" Ada apa? Apa kamu punya masalah Nay? Kamu bisa bilang sama mas. Biar kita selesaikan bersama-sama." Samuel menatap lekat wajah istrinya tanpa berpaling sedikit pun. Namun Kinaya geleng-geleng kepala menandakan bahwa dia tidak punya masalah sedikit pun dengan orang lain.
" Kalau begitu kenapa? Menyembunyikan kesalahan juga tidak! Bermasalah dengan orang lain juga tidak! Lalu apa Nay? " tanya Samuel.
" Aku..." Kinaya menghentikan perkataannya karena tiba-tiba ponsel Samuel berdering.
" Tunggu bentar Nay, ponsel mas berdering. " Samuel meraih ponselnya yang ada di saku celana Joger nya. Dia pun melihat ada ID pak Des yaitu kepala pelayan yang ada dirumah orang tuanya. Samuel pun mengangkatnya di dering pertama karena dia tahu pasti ini sangat penting. Samuel nampak terkejut, terlihat dari raut wajahnya. Kinaya yang melihat reaksi wajah suaminya, dia pun ikut panik. Apa yang terjadi? pikir Kinaya.
Samuel menutup teleponnya setelah mendapat kabar dari pak Des. Dia pegang tangan Kinaya dan membawa Kinaya ke kamar mereka. Kinaya bingung namun dia terus mengikuti langkah Samuel. Samuel mengambil kunci mobilnya dan beberapa keperluan lainnya. Dia juga menarik tas Kinaya, Lalu Samuel kembali membawa Kinaya turun. Samuel menghidupkan mesin mobilnya lalu dia membelah jalanan yang saat itu terlihat sepi jadi dia bisa membawa mobilnya dalam kecepatan diatas rata-rata. Namun Samuel masih sempat mengkhawatirkan Kinaya, dia juga tidak bisa egois karena dia juga membawa Kinaya di mobilnya. Dia tidak mau Kinaya berada dalam bahaya jika harus membawa mobil dalam kecepatan diatas rata-rata. Samuel pun menghela napas dalam-dalam dan melajukan mobilnya dibawah rata-rata.
" Maaf Nay. Mas hanya cemas saja. Jadi tidak memikirkan keselamatan mu tadi. Kita akan kerumah mama sekarang. Mama sakitnya kambuh lagi. Mas takut Nay, kalau kita tidak sempat melihat mama lagi. Makanya mas bawa mobilnya di atas rata-rata. Maafkan mas yahh." seru Samuel mengusap pipi Kinaya namun matanya lurus kedepan.
Kinaya tidak terlalu terkejut mendengar perkataan Samuel namun dia juga khawatir akan keadaan mertuanya itu. Mertuanya itu telah sakit terlalu lama namun karna kainginannya yang belum tercapai membuat dia bisa bertahan selama ini. Dia merindukan sosok tangisan Samuel kecil karena Samuel sudah besar dan tidak memungkinkan untuk Samuel menangis lagi membuat Mamanya menginginkan sosok bayi kecil dari kinaya.
" Tidak apa-apa mas. Tapi kamu harus memikirkan keselamatan mu juga mas. Jangan seperti ini. Kita harus berdoa agar mama baik-baik saja. Doa hamba yang soleh akan dijabah oleh yang diatas mas. Kamu harus tenang mas dan jangan pikirkan apapun yang mungkin akan kau sesali nantinya. "Kinaya mencoba menenangkan Samuel yang terlihat khawatir. Tangan Samuel gemetar namun karena sentuhan dari tangan Kinaya membuat Dirinya sedikit lebih tenang.
" Makasih Nay. Makasih udah ingatin mas. Mas tidak tahu jika tidak ada kamu disisi mas. Apa mas bisa menahan rasa khawatir ini." Samuel menggenggam erat tangan mungil Kinaya. Tangan mungil yang memberi kekuatan besar untuknya.
.
.
.
.
.
Bersambung.