NovelToon NovelToon
CEO KEJAM ITU AYAH DARI ANAK-ANAKKU

CEO KEJAM ITU AYAH DARI ANAK-ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / CEO / Mafia / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:728.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Vinyfillah☺☺

Menjadi cantik dan berprestasi bukan sebuah jaminan memiliki kehidupan yang baik. Alina gadis yatim piatu berparas cantik juga salah satu primadona kampus dengan banyak prestasi harus menerima takdirnya yang buruk.

Alina tidak menyangka bahwa akibat dari cinta satu malamnya yang tidak di sengaja bersama Presdir kejam bernama Revan menuai hinaan dan hujatan dari orang disekitarnya karena telah berbadan dua...



Diharapkan untuk pembaca agar bijak dalam menanggapi tulisan ini 😁😁😁
bagi yang belum cukup umur jangan intip intip ya..☺️☺️☺️🌺🌺🌺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vinyfillah☺☺, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung (Part 2)

Sebenarnya Alina malu dan gugup bertemu langsung dengan Revan karena ia tidak tahu atas alasan apa dia ingin bertemu Bos Besar Perusahan itu. Apalagi ini pertama kalinya ia berkunjung ke kantor musuh bebuyutannya itu.

"Will, kau baik-baik saja?" Ucap Revan.

"Ya bos. Maaf tadi tiba-tiba saja ada kepiting yang." Ucap William yang langsung terpotong karena Alina tiba-tiba memarahinya.

"Kak William apaan sih! Enak aja bilang Alin kepiting!" Ucap Alina cemberut, sementara William hanya terkekeh.

"Lin? Ini... Ini pertama kalinya kamu mengunjungiku dikantor?" Ucap Revan mendekati Alina.

"Ya. Iya sih! Ada yang mau aku omongin sama kamu" ucap Alina.

"Hmmm.. Ini kejutan yang luar biasa Lin. Aku senang kamu akhirnya berinisiatif menemuiku lebih dulu" ucap Revan menggoda.

"Ha.. Ha.. Ha.." Tertawa paksa. "Ya, aku.. Aku berpikir sebaiknya membicarakan sesuatu denganmu." Ucap Alina berbalik membelakangi Revan dengan gugup.

"Hmmm, kau sangat imut, begitu menggoda." Ucap Revan sambil memeluk Alina dari belakang mencium aroma rambutnya, membuat Alina terkejut.

"Kau apa yang! Cup." Belum selesai Alina berbicara Revan langsung mencium bibirnya.

"Manis aku sangat menyukai rasanya" ucap Revan berbisik ditelina Alina membuat bulu kuduk Alina berdiri.

Alina terpaku sesaat karena kelakuan Revan yang tak tahu malu dan terus menggodanya.

"Kau! Lepaskan aku." Ucap Alina berusaha lepas dari pelukan Revan yang semakin erat.

"Ayah juga merindukan kalian sayang!" Ucap Revan tersenyum sambil mengelus perut Alina yang buncit.

Dug.. Dug.. Jantung Alina berdegup kencang seakan mau copot. Ia tidak menyangka Revan akan selembut ini padanya. Kata Ayah yang diucapkannya membuat hati Alina bergetar. Ia memikirkan tujuannya dan bagaimana tanggapan Revan nanti.

"Duduklah kau akan semakin lelah jika terus berdiri" ucap Revan khawatir menyuruh Alina duduk. "Apa yang ingin kau bicarakan denganku Lin?" ucap Revan yang berjongkok dihadapan Alina yang sudah duduk disofa.

"Apa yang kau lakukan? Jangan seperti ini? Kau seorang pemimpin diperusahaan ini tidak baik jika ada yang melihatmu berjongkok didepanku" ucap Alina

"Abaikan aku. Katakan saja maksud dari kunjunganmu ini." Ucap Revan mengelus perut Alina yang sesekali menciumnya.

"Kau jangan seperti ini. Sebaiknya kau duduk baik baik disebelahku" bujuk Alina yang tetap di abaikan Revan.

"Aku hanya ingin berada didekat si kembar. Kau bisa mengatakan maksud dari kedatanganmu tanpa harus mengusik kami kan?" Ucap Revan memutar kata.

"Apa?" Alina terkejut dengan omongan Revan yang kekanak kanakan. "*Hei ini perutku kenapa jadi aku yang mengusikmu*" batin Alina melihat Revan kesal.

"Tidak usah memandang seperti itu. Aku hanya merindukan mereka. Kau tidak berada sisiku setiap saat ditambah sumpah serapahmu itu yang terus terngiang di telingaku. Apa kau pikir hidupku bisa tenang," ucap Revan menyalahkan Alina. "Aku sangat tersiksa dengan perasaanku, setiap hari merindukanmu merindukan calon bayi kita. Apa aku bisa santai dengan semua itu, ditambah lagi kau akhirnya berinisiatif datang sendiri kekantorku apakah aku harus mengabaikanmu dan bayi kita." Ucap Revan berkeluh kesah.

"Aku tahu, tapi kau jangan menyalahkanku bukankah kau alasan yang membuatku terpaksa bersumpah. Apakah kau pikir aku tidak tersiksa dengan sumpahku sendiri, memikirkan bayi bayi ini yang tidak akan memiliki ayah apakah kau pikir aku bahagia. Demi hanya membuatmu percaya Revan aku terpaksa bersumpah agar kau tidak menyalahkanku atas kejadian itu." Ucap Alina dengan nada agak tinggi dan kembali menyadarkan Revan.

"Aku minta maaf tidak seharusnya menyalahkanmu aku yang egois memikirkan kegelisahanku sendiri tanpa memikirkan perasaanmu." Ucap Revan

"Ya itu memang benar seharusnya kau baik baiki aku" ucap Alina mencairkan suasana.

"Apa kau tidak merah padaku?"

"Kenapa harus marah. Kau ayah mereka dan darahmu mengalir ditubuh si kembar aku tidak bisa mengubah itu bukan?!" Ucap Alina.

"Apakah kau sudah mulai menerimaku Alina?" Tanya Revan tersenyum bahagia.

" Belum.. Kau jangan senang dulu tidak mungkin melupakan apa yang sudah kau lakukan. Dimataku kau masih sama tidak memiliki nilai positif." Ucap Alina datar.

"Lalu kenapa kau berkata seperti itu!?" Ucap Revan kecewa.

"Jangan salah kau bisa sedikit bahagia tapi hanya sedikit. Aku berkata seperti itu artinya aku sudah menerima kenyataan bahwa kau adalah ayah mereka dan aku tidak menentang apapun lagi" ucap Alina.

"Benarkah? Aku aku.. Aku sangat berterima kasih Alina. Kau sudah sangat berbesar hati." Ucap Revan bahagia.

"Kalau begitu duduklah disampingku. Kau tidak perlu terus berjongkok seperti itu apa kau tidak lelah." Ucap Alina

"Tidak aku senang kalau duduk disebelahmu kau tidak akan mengizinkanku mengelus perutmu yang seperti balon ini" ucap Revan terkekeh.

"Ya perutku memang seperti balon" ucap Alina cemberut. "Duduklah disampingku aku yang lelah melihatmu seperti ini, kau ayah mereka meskipun hanya suaramu yang terdengar mereka pasti tahu."

"Benarkah itu?"

"Tentu saja lihatlah ini semenjak kau mengelus perutku mereka terus saja aktif bergerak, rasanya sangat aneh Revan haiiisssh... Kau pun tak akan mengerti jika tidak mengalaminya. Lihatlah bentuk perutku kini tidak beraturan mereka sangat aktif kadang membuatku sedikit kesakitan." Keluh Alina.

"Maaf aku tidak tahu itu bisa menyakitimu?" Ucap Revan menyesal dan kini duduk disebelah Alina.

"Bukan menyakitiku kata katamu terlalu dramatis. Hanya terasa sedikit sakit jika mereka terlalu aktif." Ucap Alina

"Baiklah sekali saja bolehkan" ucap Revan meletakkan telapak tangannya diperut Alina, "sayang ini tangan ayah, kalian bisakan merasakannya?" Ucap Revan bahagia.

Alina tidak tega melihatnya dibiarkannya Revan memegang perutnya sampai Revan merasa puas. Sambil menunggu jam makan siang, Revan tak bosan bosannya menatap perut buncit Alina sambil mengelusnya. Ia bahkan tidak menyadari bahwa Alina sudah tertidur beberapa menit yang lalu, memang selama hamil ini Alina sering sekali merasa mengantuk bahkan sampai tertidur. Sebab malam hari bayinya sangat aktif membuatnya susah tidur dimalam hari.

Setelah panjang lebar bercerita dan mengatakan hal hal konyol Revan menoleh pada Alina yang tak merespon ceritanya, ia tertawa ketika melihat Alina yang sudah tertidur padahal dalam posisi duduk. Dibaringkannya Alina disofa sedang Ia sendiri melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena kehadiran Alina.

Tak lama Sekretaris Alina mengetuk pintu.

Tok..Tok...

"Pak Presdir ini kopi anda." Ucap Lia sekretaris s*xi yang diam diam menaruh hati pada Revan.

"Taruh saja di atas meja." Ucap Revan tanpa menoleh.

"Ini pak kopinya" ucap Lia sambil meletakkan kopi dimeja bos besarnya itu menunduk dengan sengaja memperlihatkan belahan gunung yang sedikit terekspos dengan kemeja tipisnya.

"Jangan lupa ingatkan saya nanti saat jam makan siang." tanpa melirik Lia sedikitpun.

"Baik pak" ucap Lia kesal. Tak sengaja matanya menangkap sosok wanita hamil tertidur disofa. "Pak?" Ucapnya ketakutan.

"Ya ada apa?"

"Itu yang disofa, orang kan Pak? maksudnya ma manusiakan pak?" Ucapnya sudah ketakutan.

"Hahahaha.. Iyalah manusia" ucap Revan tertawa.

"Hufftt syukurlah.."

"Dia itu istriku. Alina." Ucap Revan tersenyum

"Hah istri bapak??" Ucap Lia tak percaya sebab selama ini tak pernah ada beritanya kalau bos besar mereka sudah menikah.

"Iya istri saya. Kenapa? Tidak percaya? Tidak lihat dia lagi hamil gede gitu!"

"Lihat pak" ucap Lia

"Tahu tidak kamu kalau diperut istriku itu adalah bayi kembar empat milikku" ucap Revan bangga.

"Kembar empat pak?"

"Hebatkan.. Sekali cetak langsung kembar empat" ucap Revan semakin sombong.

"Iya pak hebat" ucap Lia tak percaya jika bosnya ternyata senarsis ini juga.

"Dua bulan lagi dia akan melahirkan anak anakku"

"Selamat ya pak bapak memang the best hebat pokoknya" ucap Lia terpaksa memuji.

"Ya terima kasih saya memang hebat." Ucap Revan semakin sombong, sambil memberi kode agar sang sekretaris segera keluar.

.

.

.

^bersambung_^

haaiii semuaanya terima kasih untuk dukungan kalian selama satu bulan ini ☺😘😘😘😘

jangan lupa terus dukung novel saya ini, dan tetap tinggalkan jejak ya komen like dan votenya sangat saya butuhkan sebagai penyemangat saya untuk terus menulis dan belajar perbendaharaan kata.

semoga kalian menikmati novel ini..

I LOVE YOU BERTUBI TUBI READERS TERBAIKKU TERIMA KASIH BANYAK 😍😍😍😘😘😘😘

1
Hayati Nufus
katanya alin anak jenius tapi bahasanya kaya org ga ada sopan2 nya lagi
miss see
thor dah setahun tapi masih belum tahu siapa yg dengki kpd alin...kemana perginya puteri?
ardiana dili
ceritanya bagus
ardiana dili
lanjut
Evelyn
akhirnya up 🥰😍
Ci Mutie
lanjut thorr
ardiana dili
semangat thor
Viny Rafilah Rafid
mau nangis aku padahal lg hiatus malah naik level author krna pembaca mkasih para pembaca setia novel in aku terhuuraa buuaaangeet i lope u puulll semuaa...😭😭😭😭
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Ni Ketut
menggairajkan..
Ni Ketut
seneng akhirnya Alina dan Revan nilah
Ni Ketut
Alina auka sinetron sm dg aku.
Laraswati Saputri
kerennnn
Tian Ae
amazing kak author one night tpi hasil langsung 4 😂
Tian Ae
kak jadikan alina wanita kuat tangguh dan mandiri untuk kedepanya
Sulistya Sulis
cerita nya bagus tapi terlalu byk ikan setiap ganti episode jd bacanya gk leluasa
Viny Rafilah Rafid
maaf ya semua mungkin sy sbagai penulis sedikit mengecewakan.. tp jgn khawatir novel ini tetap sy lanjutkan,,cma memang sy blum bs pastikn kpan krna anak sy msh kecil..kemarin waktu sy buat novel ini si bungsu br umur 1bln sy pikir bs nihh gak bakal kteteran antara anak sma novel eeeh rupanya sy salah jdilah sy putuskan untk lanjutkan setelah anak sy yg bungsu umur 1tahun lbh dant trnyata perkiraan sy msh salah jg..soal,y jarak usia anak sy yg k2 sma yg bungsu it cma 1thun sy krepotan sndri 😆 apalagi Alina ya yg kembar 4 🤣🤣🤣 skrgni anak sy yg bungsu umur 2thn lg aktif",y nih bunda sma yg k2 jg gitu..Insyaa Allah klo dalam pnjagaan dan pengawasan untk anak sy bs sdikit lbh kendor sy lanjut cerita,y makasih ya udah sabar menunggu 😘😘😘😘😍😍😍
Etik Puji Astuti
lanjut kk
Sri Murni
andai hidup ini bisa sesantai... secuek mereka berdua..
Sri Murni
emang nya segampang itu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!