NovelToon NovelToon
...

...

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: My Project

[Sedang Mengalami Revisi]
[Sebaiknya baca Modern System selama novel ini direvisi]

"Guru, berarti si cacat Deon tidak akan pernah bisa menjadi seorang Machitis? ... Benar-benar sampah klan Aciel."

Pada awalnya Deon hanyalah pemuda kurang beruntung dari klan terkuat tapi dapat hidup bahagia di kota Nervik.

Semenjak terjadinya suatu peristiwa di kota Nervik kehidupan Deon berubah secara perlahan. Dimulai dari kematian ibunya disusul perubahan sikap seluruh anggota klan kepada Deon.

"Aku memanglah bukan orang pendendam, tapi, aku tidak akan terima jika seluruh anggota klan ku dibantai! Apalagi jika wanita yang paling aku sayangi terluka!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My Project, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#15 Perbatasan Kerajaan Isla Dan Kerajaan Bilfest

*TOK... TOK... TOK...*

Pagi hari di kota Vice, terlihat Ezra sedang mengetuk pintu rumah yang disewa Ava. Tak lama kemudian, pintu rumah itu terbuka. Terlihat Wilona yang membukakan pintu.

"Oh, guru Ezra, silahkan masuk guru! Kak Ava sedang membuatkan makanan." Ucap Wilona sambil menyingkir dari tempatnya berdiri agar Ezra dapat masuk.

"Tidak perlu, aku datang untuk memberimu ini dan ini untuk Ava." Ucap Ezra sambil memberikan dua kertas formulir kepada Wilona.

"Apa ini, guru?" Ucap Wilona setelah menerima kertas formulir yang dibawa Ezra.

"Formulir pertama adalah formulir untuk mendaftar di akademi Machitis kota Vice, formulir kedua adalah formulir untuk mendaftar ujian peningkatan level." Ucap Ezra menjelaskan.

"Ehm... Terima kasih guru." Ucap Wilona yang nampak senang.

"Kalau begitu aku pergi dulu ya." Tepat setelah Ezra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan pergi.

Wilona segera masuk kembali kedalam rumah setelah Ezra berjalan pergi.

......

"Sepertinya aku juga harus segera mencari rumah untuk aku tinggali." Ucap Ezra sambil memandang sekantung yang diberikan Una kepadanya.

"Hah~ okelah, tujuan pertama hari ini adalah mencari tempat tinggal." Tepat setelah Ezra mengucapkan kalimatnya, ia langsung melangkahkan kakinya.

Ezra mendatangi satu persatu rumah yang disewakan atau dijual pemiliknya. Setelah cukup lama mencari, akhirnya Ezra mendapatkan rumah untuk berlindung dari dinginnya malam dan panasnya matahari siang.

Setelah membayar rumah itu, Ezra langsung masuk kedalam rumahnya. Ezra melihat keadaan dalam rumahnya sudah bersih dan rapi.

"Tujuan kedua, mencari misi." Tepat setelah Ezra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan keluar dari rumahnya.

Memang, uang yang diberikan Una kepada Ezra cukup banyak. Tapi, sebanyak apapun uang itu, lama-kelamaan akan habis juga.

*****

Di akademi Machitis kota Vice, terlihat salah satu pemimpin pasukan DenTriaM yakni Zayn sedang bermain dengan para murid akademi. Zayn memang dikenal sangat ramah dan peduli kepada seluruh masyarakat kerajaan Isla.

Hal itu membuat Zayn sangat disayanginya seluruh masyarakat di kerajaan Isla.

Zayn memang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain dengan rakyat, dari pada menjalankan tugasnya sebagai pemimpin pasukan khusus.

Disaat Zayn sedang bermain dengan para murid akademi Machitis kota Vice, secara tidak sengaja, Zayn melihat seorang wanita yang ditolongnya kemarin malam. Ya, wanita itu adalah Ava Lakeisha.

Karena Zayn penasaran kenapa Ava datang ke akademi, Zayn langsung berjalan mendekati wanita itu. Dengan nada cukup tinggi, Zayn berkata. "Hei, nona."

Ava terus berjalan meskipun dirinya mendengar suara dari Zayn. Karena yang Ava kira, suara itu bisa saja orang lain, bukan dirinya.

"Nona." Ucap Zayn yang tiba-tiba sudah berada di sebelah kanan Ava. Hal itu membuat Ava terkejut.

"Oh, tuan Zayn, maaf aku kira tadi tuan tidak memanggilku." Ucap Ava yang langsung berhenti berjalan.

"Hahaha, tidak apa-apa kok, lagi pula kenapa kamu ada di sini (Akademi)." Ucap Zayn sambil menghadapkan tubuhnya kearah Ava.

"Aku sedang mendaftarkan adik temanku." Ava.

"Teman? Kok aku tidak percaya ya." Ucap Zayn dengan tersenyum mencurigakan.

"Kenapa tuan Zayn seperti tidak percaya?" Ucap Ava ketakutan melihat senyum yang ditunjukkan Zayn.

"Teman apa pacar?" Zayn.

"Teman." Ava.

"Masa'? Teman apa pacar?" Zayn.

"Ehm... Ya maunya sih jadi-" Ava malu untuk mengucapkannya.

"Cie~ malu-malu ya? Sudah pacaran berapa lama?" Zayn.

"Belum jadian sih." Ava.

"Kenapa?" Ucap Zayn sambil mengerutkan keningnya.

Ekspresi wajah Ava seketika berubah sedih. "Dia sudah tiada."

"Oh... Maaf." Ucap Zayn mengerti dengan maksud Ava. "Ehm... Kalau begitu kenapa kamu disini? Bukannya... Seharusnya kamu di ruangan kepala akademi?"

"Tadi aku habis dari toilet, dan ini aku mau kembali ke ruangan kepala akademi." Ava.

"Oh... Ayo." Zayn.

Mereka berdua berjalan bersama menuju ruangan kepala akademi.

Sesampainya mereka berdua di depan pintu masuk ruangan kepala akademi, dengan santainya Zayn langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Disusul Ava yang berjalan dibelakang Zayn.

Zayn terkejut melihat dua orang yang tak asing baginya juga ada didalam ruangan itu. "Una, David, kenapa kalian ada disini?"

"Kita datang kesini untuk mencari mu, Zayn." Ucap David sambil berdiri dari duduknya.

"Sudah lama kita tidak memberi pelajaran kepadanya iya 'kan, David." Ucap Una sambil ikut berdiri dari duduknya.

Zayn kesusahan menelan ludahnya sendiri setelah melihat dua orang itu. Zayn menerima firasat akan hal buruk yang akan menimpanya.

"Ehm..." Zayn menolehkan kepalanya ke sana kemari.

"Aduh aku mendapatkan panggilan alam." Tepat setelah Zayn mengucapkan kalimatnya, ia langsung berlari keluar untuk menyelamatkan hidupnya.

"Zayn, tunggu!!!" Teriak David dan Una secara bersamaan. Tanpa pikir panjang lagi, mereka berdua langsung berlari mengejar Zayn.

*****

*****

Rombongan keluarga bangsawan Tidelda kini sudah berada di perbatasan kerajaan Isla dan kerajaan Bilfest. Di perbatasan kedua kerajaan, ternyata sudah banyak Machitis kerajaan Bilfest yang menunggu rombongan keluarga bangsawan Tidelda.

Kira-kira ada 30 Machitis kerajaan Bilfest yang menunggu kepulangan keluarga bangsawan Tidelda dari kerajaan Isla.

Keluarga bangsawan Tidelda memang dikenal sangat dermawan kepada masyarakat miskin dan kurang mampu. Hal itu membuat keluarga bangsawan Tidelda sangat dihargai oleh masyarakat bahkan pihak istana kerajaan sekalipun.

30 Machitis kerajaan Bilfest itu memang ditugaskan langsung untuk menjemput keluarga bangsawan Tidelda di perbatasan kedua kerajaan. Mereka harus memastikan keluarga bangsawan Tidelda sampai di kediamannya yang berada di kota Anta dengan selamat!

Terlihat Amor Tidelda, Mina dan anaknya, keluar dari dalam kereta kuda. Sontak seluruh Machitis yang ada langsung menundukkan tubuhnya sebagai rasa hormat mereka.

Amor, Mina dan anak mereka, berjalan mendekati Deon dan Felix yang berjaga di sebelah kiri kereta kuda yang mereka tunggangi.

"Tuan Amor." Ucap Felix terkejut melihat keluarga Amor berjalan mendekatinya dan Deon. Karena memang, keluarga Amor keluar dari sebelah kanan dan mereka tidak tau akan hal itu.

"Terima kasih atas pengawalannya, tuan Machitis." Ucap Amor sambil menawari jabat tangan.

"Sama-sama, keselamatan keluarga bangsawan Tidelda, tanggung jawab kami." Ucap Felix sambil menerima jabat tangan Amor.

Amor menghentikan jabat tangannya dengan Felix. "Terima kasih, Yon." Ucapnya sambil giliran menawarkan jabat tangan.

Ya, keluarga Amor memang sudah tau nama Deon. Mina pernah memberikan pertolongan pertama kepada Deon saat Deon terluka sangat parah (Bab-10). Hal itulah yang membuat mereka bisa tau nama dari Deon.

Setelah berjabat tangan dengan Deon, Amor langsung berkata. "Sepertinya misi kalian cukup sampai disini saja."

Deon dan Felix kembali dibuat terkejut oleh keluarga bangsawan Tidelda.

"Ini surat misi, tuan Machitis." Ucap Amor sambil memberikan selembar kertas kepada Felix.

Felix menerima kertas itu. Felix langsung membaca dengan sangat teliti kertas misi yang diberikan Amor kepadanya.

Untuk ketiga kalinya Felix dibuat terkejut. Tanda tangan Amor Tidelda sudah menyatakan misinya sukses.

"Tapi misi ka-" ucap Felix terpotong.

"Sudahlah! Ini buat tuan Machitis, anggap saja sebagai tip." Ucap Mina memotong kalimat Felix.

"Terima kasih." Ucap Felix sambil menerima sekantung uang yang diberikan Mina.

"Ini buat kakak Yon." Ucap anak dari Amor dan Mina sambil memberikan sekantung uang kepada Deon.

"Terima kasih." Ucap Deon sambil menerima sekantung uang pemberian anak Amor dan Mina.

"Kalau begitu, kami pulang dulu." Tepat setelah Amor mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan untuk kembali masuk kedalam kereta kuda bersama istri dan anaknya.

Bersambung......

My Project sebagai penulis "Deon Sword of Darkness" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.

Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan

Like

Comment

Vote

Rating 5🌟

Subscribe

Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

1
Kang Nyimak
komen ahh
Mhd Sayubi Efendi
terlalu naif MC nya
Kang Nyimak
👣
Kang Nyimak
👣👣
Kang Nyimak
👣
Kang Nyimak
petualangan baru di mulai
Kang Nyimak
mantap kreatif bet lu Thor sampe buat peta Ama logo nya
Kang Nyimak
orang hebat akan lahir dari penderitaan
Kang Nyimak
makin seru nihh

muehehehe
Kang Nyimak
ya 11 12 kek Naruto waktu ujian kelulusan
Kang Nyimak
mampir di sini ahh sambil nunggu yang di sebelah Up
Off
Antara sayang dan naif beda tipis ya wkek semangat thor bagus ceritanya
Empires
pasti setelah itu dia nyari adiknya trus sembah" tu si adik iyakan ?
Empires
wah wah gelar baru nih dalam cerita, biasanya terlihat kalo dilain sisi ada kuktivator, pendekar kalo yg ini machitis kerrrennnnn
why
MC nya kurang OP cemen
Aqsa Grizzly
mantap ceritanya
ベルゼブブ
....
ベルゼブブ
.....
ベルゼブブ
...
ベルゼブブ
h...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!