Dalam perang dunia ke-3, semua penyihir dan esper di dunia di kerahkan oleh masing-masing negara. Seorang pemuda yang awalnya hanya merupakan seorang korban penculikan dan dijadikan tawanan perang, pada akhirnya menjadi seseorang yang akhirnya menghentikan perang tersebut.
Dia memiliki kekuatan fisik, dan teknik bertarung yang tinggi. Dia juga memiliki kemampuan untuk melenyapkan segala kekuatan-kekuatan abnormal yang biasanya hanya ada di film-film atau dunia fantasy. Dengan kekuatan dan keahlian bertempurnya, dia menghentikan peperangan tersebut seorang diri.
Setelah perang usai, beberapa tahunpun telah berlalu dan pemuda itu memulai kehidupan normal yang dia inginkan. Namun, suatu hari dia bersama teman-temannya dipanggil ke dunia lain. Dunia yang dipenuhi dengan monster, sihir, dan juga keberadaan-keberadaan makhluk dunia fantasy lainnya.
Disinilah awal dari legenda seorang pemuda yang akan menjadi Raja dari para Raja, Raja dari para Dewa dan Raja bagi seluruh duniapun dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAEFUL ADAM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14 – Raja Pahlawan VS Pahlawan
Setelah Adam memberitahukan keputusannya untuk pergi melakukan perjalanan, para pahlawan mengatakan hal yang mengejutkan padanya.
Pada jam 3 sore, para pahlawan, prajurit, ksatria dan semua anggota keluarga kerajaan, berkumpul di lapangan pelatihan yang akan menjadi sebuah arena pertarungan.
Raja dan Ratu serta para Putri dan Pangeran duduk disinggasana yang sudah dipersiapkan, para pemimpin ksatria berada disamping mereka untuk berjaga-jaga dan para prajurit memenuhi sisi-sisi lapangan, sedangkan para Pahlawan dengan persenjataan lengkapnya sedang fokus mempersiapkan fisik dan mental mereka.
Untuk kelompok Don yang sebelumnya terbaring tak berdaya di kamarnya masing-masing, walaupun mereka sekarang telah kembali sehat karena Lucy menyembuhkan mereka, mereka tidak senang dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Walaupun tidak terlihat di wajah mereka, saat ini mereka sedang sangat gugup dan ketakutan. Karena mereka tidak menyangka kalau mereka akan segera berhadapan lagi dengan orang yang membuat mereka mengalami trauma.
Semua orang berkumpul disana karena mereka mendengar tentang para pahlawan yang menantang Adam untuk bertarung, sehingga mereka sangat tertarik untuk melihatnya. Sekarang, semua orang sedang menunggu kedatangan Adam dengan tidak sabar.
Karena para pahlawan sedang berkonsentrasi untuk pertarungan yang akan datang, tak ada satupun orang yang ingin mengganggu mereka. Sehingga suasana menjadi sangat hening.
Dalam kehenigan itu, Raja bertanya pada para pahlawan, “Pahlawan-pahlawan sekalian! Maaf mengganggu konsentrasi kalian, hanya saja aku sangat ingin menanyakan ini!”
Para pahlawan langsung berbalik kepada Raja. Yoshi menjawab pertanyaan Raja, “Tidak apa-apa Yang Mulia, kami juga tidak ingin terlalu tegang. Jadi, apa yang ingin Yang Mulia tanyakan?
“Aku hanya ingin tahu, apa kalian sudah memperkirakan kepergiannya? Karena dari yang kulihat, sepertinya kalian tidak terlalu terkejut dengan keputusan Adam!”
“Sebenarnya ketika kami baru dipanggil ke dunia ini, Adam sudah berencana untuk pergi seorang diri pada keesokan harinya. Namun kami memintanya tetap bersama kami di Istana untuk sementara waktu. Dia mempertimbangkan itu dan menyetujuinya.”
“Jadi, awalnya dia sudah langsung ingin pergi, namun karena kalian, dia menetap untuk sementara waktu?”
“Benar, Yang Mulia! Dia memutuskan untuk mempelajari dunia ini terlebih dahulu dengan membaca buku diperpustakaan istana sebelum melakukan perjalanannya. Sebenarnya kami juga terkejut, kami tidak mengira kalau dia akan memutuskan untuk pergi secepat ini!”
Raja mengangguk setelah mendengar penjelasan Yoshi. Sedangkan Ratu, para putri dan pangeran menghela nafas dengan lembut sambil memasang ekspresi kecewa setelah mendengarnya.
Tak lama kemudian, sosok Adam terlihat muncul dari arah perpustakaan Istana bersama dengan Lia. Dia berjalan dengan santai sambil memakan sebuah donat ditangannya.
“Nyam- nyam- nyam ~”
“Tuan, semua Donat-nya sudah habis!”
“Eh? Sudah habis? Cepat sekali!”
Dia memang sangat santai dan tidak membaca suasana. Namun tidak ada satupun orang yang merasa aneh dengan itu, kecuali para prajurit. Adam sudah sangat dikenal oleh semua penghuni istana dan para ksatria, karakter dan kebiasaan Adam sudah dianggap hal biasa oleh mereka. Namun tidak dengan para prajurit.
Adam tidak pernah bersosialisasi dengan mereka, sehingga para prajurit tidak terlalu mengenalnya. Mereka hanya tahu kalau Adam adalah seseorang yang tak sengaja dipanggil bersama dengan para pahlawan, dan mereka juga baru tahu tentang kekuatan Adam ketika melihatnya kemarin.
Ketika Adam dan Lia telah sampai dihadapan para pahlawan, Adam dapat melihat ketegangan mereka.
“Hm? … Haah ~ kalian ini, jangan terlalu tegang seperti itu!”
“Haha, ketahuan, ya?!”
“Tentu saja, indera ku ini cukup tajam! Aku bisa mendengar detak jantung kalian dengan jelas! … kalian terlalu gugup, tahu! Terutama, kalian … Don, Kali, Carl, Sati, dan Mei!”
Adam melihat ke arah mereka dengan tajam, perasaan dingin sedingin es langsung menusuk mereka. Namun pandangan tajam dan dinginnya itu hanya sesaat, setelah itu dia tersenyum hangat dan meminta maaf ....
“Sepertinya aku sudah terlalu berlebihan kemarin, maafkan aku!”
Setelah mendengarkan perkataannya, rasa gugup mereka langsung lenyap dan rasa takut mereka sedikit berkurang.
“Ap- apa … apa kau sudah tidak marah lagi pada kami?”
“Hmph, tidak ada gunanya aku terus marah pada kalian. Lagipula, semua hanya kesalahpahaman, bukan?! … Aku juga sudah puas dengan apa yang kulakukan kemarin.”
“ … Syukurlah kalau begitu!”
“Aku ingin kalian mengingat hal yang kalian alami kemarin sebagai pendorong kalian untuk menjadi lebih kuat lagi, jadi berjuanglah!”
“U-um! … kami akan berjuang untuk menjadi lebih kuat lagi!” Don menjawabnya dengan mengangguk agak canggung, namun tersenyum dengan semangat.
Dengan pembicaraan itu, rasa tegang mereka lenyap tak bersisa. Adam tersenyum setelah merasakan itu dan dia langsung berkata ke intinya ….
“Kalau begitu, tidak perlu berbasa basi lagi. Ayo kita mulai pertarungannya!”
Para Pahlawan berbalik kepada Raja dan meminta izin untuk memulai pertarungannya.
“Baiklah, kalau begitu … Jendral Rigas!”
“Ha!”
Setelah dipanggil oleh Raja, dia dengan sigap menjawab. Raja memanggil seorang pria berbadan besar dengan armor berwarna hitam, dia terlihat seperti seorang preman dengan luka goresan besar yang terlihat keren di satu matanya. Jendral Rigas adalah salah satu orang terkuat di Kerajaan setelah Komandan Darius.
“Kau akan menjadi wasitnya!”
“Baik, Yang Mulia!”
Setelah menerima perintah Raja, Jendral Rigas berdiri dihadapan Adam dan para Pahlawan. Dia menjelaskan aturan-aturannya ….
“Sederhana saja, kalian hanya tidak boleh sampai menghancurkan area ini dan tidak boleh sampai membunuh! … Ah! Jangan lupa untuk memperhatikan keselamatan penonton!”
Aturan yang diberikannya cukup sederhana. Mereka paham dan mengangguk sebagai tanggapan. Lia menjauh dari arena pertarungan setelah Adam menyuruhnya. Lalu ketika Adam dan para pahlawan telah mengambil jarak dan posisinya masing-masing, ketegangan di tempat itu kembali meningkat dalam sekejap dan para penonton menjadi gugup.
Setelah melihat Adam dan para pahlawan siap, Jendral Rigas memberikan aba-aba. Lalu pertarunganpun dimulai.
*****
Tidak seperti semua lawan yang pernah mereka lawan selama ini, yang menjadi lawan mereka saat ini adalah orang yang telah mereka anggap sebagai Dewa pertarungan yang sesungguhnya.
Mereka tidak memiliki sedikitpun harapan untuk menang, jadi mereka langsung melepaskan seluruh kekuatannya dan mencoba memanfaatkan kesempatan ini untuk melampaui batasan mereka dan menjadi lebih kuat.
Para penyerang mengaktifkan seluruh harta suci dan semua skill perlindungan serta penguatannya. Bidang pertahanan yang tak terlihat yang diciptakan oleh harta suci memberikan daya tahan yang tinggi untuk mereka.
Pada saat yang sama, kekuatan fisik dan sihir serta kecepatan pergerakan dan aktivasi sihir mereka meningkat secara drastis.
Mereka langsung melepas pembatas kekuatan di awal pertarungan?! Jadi mereka semua langsung serius di awal,ya. Mereka juga mengaktifkan seluruh kekuatan harta sucinya! Pertahanan dari harta suci memang cukup layak, tapi … itu hanya jika lawannya bukan aku!
Adam memasang sikap bertarungnya dan menunggu mereka melancarkan serangan. Yumi dan Mei mengarahkan busurnya pada Adam, itu adalah busur berwarna perak tanpa panah,
“Hm?” Adam bingung melihatnya. Kenapa tidak ada panahnya?
Lalu mereka menarik tali busur dengan kuat dan melepaskannya, “”Meteor Arrow!!”” Yumi dan Mei meneriakkannya bersama-sama.
“???”
Ribuan panah seperti meteor jatuh dari langit, membuat Adam dan semua penonton terkejut.
“Woah! Bagaimana bisa semua panah itu tiba-tiba muncul dari langit?”
Ribuan panah itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju Adam. Adam tersenyum dan memposisikan tangan kanannya ….
“Hmph, sebanyak apapun itu, sihir tetaplah sihir!”
Adam pun mengibaskan tangannya.
FWOOSSSH!!!
Gibasan tangannya menciptakan gelombang angin raksasa dan melenyapkan semua panah yang jatuh kepadanya.
“”???””
Seluruh penonton tercengang dan membuka lebar mata dan mulut mereka, kecuali untuk para pahlawan, mereka tidak terkejut sama sekali dan sudah menebaknya. Mereka sengaja melancarkan serangan tadi hanya untuk mengalihkan perhatiannya.
Saat Adam baru saja mengibaskan tangannya ke arah panah-panah itu dan perhatiannya masih terfokus ke arah sana, mereka langsung melancarkan serangan berikutnya.
Yoshi, Rex, Don, Carl dan Arthur melesat dengan sangat cepat, memperpendek jaraknya dengan Adam dalam sekejap. Setelah sampai pada jarak serang, mereka mengayunkan senjatanya pada Adam dari berbagai sisi dengan mengerahkan seluruh kekuatan serangan harta suci mereka.
Haha, aku tahu kalian akan melakukannya!
Adam bisa melihat mereka dengan jelas, termasuk Rex dibelakangnya dan Carl dibelakang Arthur yang menyembunyikan keberadaannya dengan Stealth dan berada dalam mode siluman (Invisible).
Adam langsung bereaksi dengan cepat. Dia sedikit merubah posisi tubuhnya kesamping untuk menghindari Tombak Arthur yang mencoba menusuk dari depan kearah perut dengan kecepatan tinggi. Setelah Arthur melewatinya, dengan kaki kanannya dia menginjak punggung Arthur, sehingga Arthur langsung jatuh dengan keras sampai menghancurkan tanah.
BUMM!!!
“Gukhaa?!”
Lalu dengan tangan kanannya, dia menarik tangan Rex yang masih dalam mode siluman (Invisible atau tak terlihat) yang mencoba untuk menusukkan belatinya dari belakang.
Setelah itu, dia melemparkannya hingga menabrak Carl yang juga sedang bergerak dalam mode siluman saat mengikuti Arthur dari belakang.
“Uaahhh?!”
“Hugh?!”
Dengan masing-masing tangan diarahkan pada Yoshi dan Don yang mengayunkan pedang dan kapaknya dari samping kiri dan kanannya, dia memukul mereka dengan sentilan jarinya hingga terpental cukup jauh.
“Gukho?!”
“Ughu?!”
Itu semua terjadi dengan sangat cepat, dalam sekejap dan hampir bersamaan, hingga orang-orang tidak bisa melihatnya.
“ … O-Oi! Apa yang baru saja terjadi? … Bukankah para pahlawan yang menyerang tadi? Kenapa mereka tiba-tiba ada di posisi yang berjauhan dan tersungkur?”
“Tuan Arthur juga, sejak kapan dan kenapa dia bisa sampai diinjak oleh Tuan Adam?”
“Oi, siapa saja! apakah ada yang bisa menjelaskannya?”
“A-aku, aku juga tidak tahu apa yang terjadi?!”
Semua orang bertanya-tanya dengan bingung, namun tidak ada satupun orang yang bisa menjelaskannya. Bahkan para ksatria terkuat kerajaan, mereka hanya bisa menatap dengan diam sambil berteriak dalam hatinya. A-apa yang baru saja terjadi?!”
Setelah jatuh ke tanah, Yoshi dan Don kehilangan kesadarannya karena dampak yang sangat kuat dari serangan Adam. Begitu juga dengan Arthur, dia langsung pingsan setelah diinjak oleh Adam.
Sedangkan Rex dan Carl, mereka cukup baik-baik saja dan hanya terkejut dengan serangan yang tiba-tiba. Lagipula Rex hanya dilemparkan oleh Adam dan dampak kejatuhannya dinetralisir oleh pelindung dari harta suci miliknya, begitu juga dengan Carl.
Tidak seperti Yoshi, Don dan Arthur yang terkena serangan langsung Adam sehingga efek dari perlindungan Harta Suci sama sekali tidak berguna untuk mereka, Rex dan Carl cukup beruntung.
Untuk memberikan kesempatan bagi Lucy menyembuhkan mereka, Yumi dan Mei sekali lagi melancarkan serangannya. Kali ini, mereka mengisi busurnya dengan panah.
Itu adalah panah petir dan panah api yang berisikan kekuatan suci. Setelah itu, mereka menembakkan panah-panah itu dengan seluruh kekuatan mereka.
“Holy Lightning Arrow!!”
“Holy Flame Arrow!!”
Panah-panah itu melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Percuma!”
Saat Adam akan menangkis panah-panah itu, panah-panah itu tiba-tiba saja berbelok menghindari tangkisannya ….
“Hm?!”
Panah-panah itu bergerak seolah-olah memiliki pikiran sendiri. Adam dengan segera menyadarinya, dia baru ingat kalau Yumi dan Mei adalah seorang esper dengan kekuatan telekinesis. Karena itulah mereka bisa menggerakkan benda dengan sangat mudah.
“Haha!” Adam tertawa kecil melihat panah petir dan api yang terbang dengan kecepatan tinggi sedang berputar-putar mengelilinginya.
Setelah itu, Vina dan Sati melancarkan serangan mereka ….
“Power Of Nature, Astral Bind!!
“Thousand Time, Gravitation!!”
Sejenis tanaman merambat yang terlihat seperti akar pohon, keluar dari dalam tanah mengikat tangan dan kaki Adam dengan cepat, dan Gravitasi di sekelilingnya menjadi 1000 kali lebih berat sehingga tanah pijakannya hancur karena tidak bisa menahan beban berat tubuh Adam.
"Hm? Aku tidak bisa melenyapkannya?"
Meskipun tidak bisa melenyapkan sihir gravitasi yang dilancarkan oleh Sati, Adam tidak terlalu memperdulikan tentang beratnya gravitasi yang dia rasakan saat ini, karena dia tidak terlalu banyak merasakan perubahan berat pada tubuhnya.
Namun dia sedikit terkejut dengan serangan dari Vina. Karena tanaman yang Vina gunakan untuk mengikatnya, tidak bisa dia lenyapkan seperti sihir biasanya. Sampai dia bertanya-tanya dan bergumam ....
“Apa ini benar-benar sihir?”
Saat Adam masih dalam kebingungan tentang sihir Vina yang tak bisa dia lenyapkan, Yumi dan Mei menggunakan kesempatan itu untuk kembali menyerangnya.
Panah-panah yang sejak tadi terbang berputar-putar mengelilingi Adam, langsung melesat dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya kearah Adam. Namun ….
“”???””
Ketika panah-panah itu mengenai Adam, panah-panah itu langsung lenyap dan tak memberikan sedikitpun luka ataupun goresan pada kulitnya, kecuali untuk pakaiannya yang jadi berlubang.
“”…””
Semua orang hanya bisa terdiam tanpa kata. Setelah Adam kembali sadar dari lamunannya, dia langsung melepaskan diri dari tanaman-tanaman seperti akar yang mengikatnya hanya dengan kekuatan fisik murninya, lalu berjalan dengan normal seperti tidak merasakan beban berat apapun, hingga keluar dari bidang sihir gravitasi Sati.
““Eh?!””
Vina dan Sati sebelumnya senang karena mengira serangan yang mereka lancarkan berpengaruh pada Adam. Namun setelah melihat Adam memutuskan ikatan-ikatannya dan berjalan tanpa beban di bidang sihir gravitasi, lalu keluar dengan mudahnya, kesenangan mereka langsung hilang.
“Aku kira, tadi dia benar-benar terjebak disana!”
“Aku juga berpikir hal yang sama!”
Setelah Adam keluar dari sana, dia melihat kearah Lucy yang sedang mencoba untuk menyembuhkan Yoshi, Arthur dan Don.
Ini adalah test dariku, dan aku tidak akan memberikan kalian terlalu banyak kemudahan!
Aura Adam tiba-tiba berubah. Semua orang bisa merasakannya dan para pahlawan tahu kalau dia berniat untuk segera mengakhiri pertarungan ini.
Para Guardian yang menjaga barisan belakang, Rob dan Kali. Mereka langsung melepaskan pembatas kekuatan dan mengaktifkan semua skill peningkatan Indera dan perlindungan harta suci perisai mereka. Mereka bersiap dengan serangan Adam.
Namun hal yang mereka lakukan percuma. Karena Adam bergerak dengan sangat cepat hingga tidak bisa dilihat atau dirasakan oleh seluruh indera mereka yang telah ditingkatkan.
Adam yang berdiri cukup jauh dari mereka sebelumnya, telah menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba sudah berada di depan mereka.
Tanpa tahu apa yang terjadi, Rob dan Kali tiba-tiba saja jatuh dan tak sadarkan diri. Melihat itu, para pahlawan yang tersisa menjadi panik.
Rex dan Carl yang posisinya cukup jauh berlari dengan segera kearah para gadis untuk melindungi mereka. Sebelum mereka sampai, Yumi, Mei, Vina, dan Sati segera mengarahkan senjatanya pada Adam dan mencoba melakukan serangan. Namun ….
“? !! … A-apa yang –”
Sebelum mereka bisa melakukannya, mereka jatuh seperti Rob dan Kali tanpa tahu apa yang Adam lakukan pada mereka.
““UOOOOOA!!!””
Rex dan Carl yang sudah pasrah, berteriak dengan keras dan mengerahkan segalanya untuk menyerang Adam dengan seluruh kekuatannya. Namun ketika mereka telah sampai dihadapannya, mereka juga langsung jatuh seperti yang lainnya.
Lucy langsung lupa dengan penyembuhannya dan melihat Adam yang sudah berdiri dihadapannya dengan tatapan takut dan bingung ….
“A-apa yang kau lakukan pada mereka?”
“… Aku hanya membuat mereka kehilangan kesadaran dengan memukul tepat di ulu hati mereka dengan kecepatan yang tak bisa kalian lihat!”
“...”
“Tenang saja, aku hampir tidak mengeluarkan tenaga saat memukul mereka. Jadi mereka akan baik-baik saja!”
“Be-begitu, ya.”
“Umu! … kalau begitu, hanya tinggal kau sendiri sekarang. Apa masih mau lanjut?”
“…”
Lucy melihat kepada rekan-rekannya. Armor mereka rusak dan mereka semua tidak sadarkan diri. Lalu melihat kembali pada Adam.
“Apa lagi yang bisa kulakukan? Aku hanya seorang penyembuh!”
“Hehehe, jadi kau menyerah?”
“Haah ~ Ya! Aku menyerah dan kau menang!” Lucy menghela nafas dan menyatakan kekalahannya. Dia berkata sambil tersenyum lemas … “Serius! Bukankah kau yang harusnya jadi pahlawan?”
“Hm? … Kau ini bicara apa? Aku ini sudah menjadi Raja Pahlawan, tahu!”
“ … Hah?”
“Yah, nanti juga aku akan memperlihatkan statusku pada kalian!”
Setelah mendengar pernyataan Lucy, akhirnya Jendral Gerald mengakhiri pertarungan dan mengumumkan pemenangnya. Karena dia baru saja kembali dari keadaan terkejutnya, dia jadi sedikit gagap diawalnya ….
“Pe-pe-pe-pe-pemenangnya … Ukhum ~ Pertarungan antara para pahlawan dan Tuan Adam telah berakhir dan pemenangnya adalah Tuan Adam!!!”
Dia mengumumkannya dengan keras dan sangat jelas. Sehingga semua penonton kembali tersadar dari rasa terkejut mereka terhadap pertarungan sebelumnya.
Lalu mereka bersorak untuk kemenangan Adam dan juga kepada para pahlawan yang telah mengerahkan seluruh kekuatan mereka, meskipun pada akhirnya mereka kalah.