NovelToon NovelToon
CINTA KU MAFIA KU

CINTA KU MAFIA KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Cintamanis / Mafia / Kriminal
Popularitas:81.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Azizah

Adelaide Wijaya selalu menjaga cinta pertama nya dengan baik. Entah sejak kapan cinta nya pada William Franois kian tumbuh. Setiap kali cinta nya tumbuh saat itu juga lah hubungan nya kepada sang mafia terasa canggung. Debaran hati dan rasa yang berbeda membuat jarak antara kedua nya semakin canggung dan menimbulkan jarak besar. Apakah Adel bisa menjaga cinta nya kepada sang mafia? Atau kah sang mafia yang akan membuat cinta mereka bermekaran?

Lanjutan dari novel Istri Yang Terabaikan, dengan plot kisah Adel dan William. Apakah Adel akan memilih William? Ataukah ada cinta lain nya yang akan dipilih oleh Adel? Ikuti terus novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 14 - TERINDAH

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga dukung karya author yang lain dengan judul "Istri Yang Terabaikan" dan "Pertemuan". Terimakasih....

...*...

...*...

...*...

Angin menerpa dengan sangat kencang, aroma bunga yang terbawa angin terhirup begitu dalam dan menenangkan hati. Mata nya jauh memandangi kejauhan. Tak ada yang tahu, apa yang sedang pria muda itu pikirkan dalam benaknya. Wajahnya menyimpan segala gundah dan penderitaan yang membuat semua orang terus bertanya, apa yang sedang dipikirkan nya ketika melihat ke arah ufuk timur itu.

"Kak Will !!" Teriak Adel dengan keras.

Adel berlari dengan sepatu high heels nya, menuju ke arah William sambil tersenyum cerah.

"Hati - hati !! Kamu bisa jatuh Adel !!" Ucap William.

Sesaat....meski hanya sesaat saja, Adel bisa merasakan dengan hatinya, William yang dulu seolah kembali ke hadapan nya. William yang, baik, penyayang dan selalu memikirkan nya tanpa pernah berkedip sedikit pun.

"Hari ini mau ngapain? Nggak ada jadwal shooting kan?"

"Memang nggak ada Willy, tapi Adel hari ini mau nulis lagu baru, kan kalau ada kak Willy siapa tahu Adel dapat inspirasi buat nulis lagu"

Adel hari ini begitu cantik, bagaikan bunga musim semi yang sedang bermekaran. Aroma nya yang manis seperti gula menghiasi pucuk hidung William. Maxi dress dengan motif bunga dan sepatu high heels serta rambut yang terurai dengan bando di atas kepalanya. Hari ini Adel lah pemeran utama nya.

William membayangkan Peri yang sering ia baca dari buku bergambar ketika ia kecil. Jika peri memang ada, pastilah peri itu akan secantik dan semanis Adel yang ada dihadapannya ini. Peri dengan aroma yang memikat hati.

"Kalau begitu tulis saja lirik nya, kenapa bawa Sandwich dan tikar segala?" Tanya William ketika melihat bawaan Adel.

"Ini untuk kita piknik, menulis itu juga butuh momen yang menggugah inspirasi, Adel harus merasakan feel dan momen yang ada untuk menulis"

William semakin tak mengerti isi kepala Adel.

"Terserah kamu saja" Ucap William.

William memasang tikar yang Adel bawa dan mulai menata bawaan Adel di atas nya. Adel sibuk memainkan gelembung busa yang ia bawa.

"Adel, bukannya bantuiin kamu malah mengacaukan ini, lihat!! Sandwich nya mulai kena gelembung"

"Nggak apa! Toh nanti juga masuk ke perut"

Sejak dulu, William selalu takjub dengan Adel yang selalu berfikir simpel. Berfikir seperti itu ada baik nya, tapi kadang hal itu bisa jadi bumerang bagi yang berfikir seperti itu.

William menikmati setiap momen nya bersama Adel, ia berharap setiap waktunya dapat berhenti saat ini juga. Karena saat bersama Adel lah waktunya seakan berjalan dengan semestinya.

Adel mulai melihat bunga dandelion yang berada di samping tikar yang diduduki oleh Adel. Adel pun menunduk untuk melihat bunga itu lebih dekat, Mata nya terpaku pada bunga kecil nan indah itu, Ada perasaan bahagia ketika melihat hal indah yang kecil seperti itu. Adel tersenyum ketika melihat bunga itu lebih dekat, bunga itu sangat indah baginya.

William memperhatikan raut wajah yang terus Adel buat ketika melihat bunga itu. William memperhatikan lebih dekat dan lebih dekat lagi, tiba - tiba.....Angin pun bertiup dengan kencang.

Rambut Adel yang panjang tertiup oleh angin yang menerpa nya, Adel berusaha menahan rambutnya agar tak berantakan oleh angin, saat itu.....

Terpana..... William terpana akan keindahan yang ada dihadapannya. Bagaimana wanita bisa secantik ini?

Rambut nya sangat indah.... Bagaimana wanita bisa seindah itu? Terutama bibir nya yang merah....Ya tuhan!! Apa yang kulakukan?!! Dia itu adik ku!! Sadarlah William!!!

Namun, godaan tetaplah godaan, rambut Adel telah menggoda William hingga ke ubun - ubun nya. William tergoda untuk menyentuh, untuk mencium dan memiliki rambut itu. Dengan godaan yang ia miliki, William menyentuh rambut Adel.

Adel terkejut dan segera melihat ke arah William yang sudah berada di dekat nya. William menatap Adel dengan tatapan berbeda yang membara dan terasa membakar seluruh saraf yang Adel miliki.

"Willy?" Tanya Adel dengan gugup.

"Indah sekali.....rambut mu sangat indah....sejak kapan rambut ini jadi panjang seperti ini?"

Adel tersipu malu, ucapan yang William berikan sangat tulus adanya, namun lebih dari itu, Adel menyukai setiap sentuhan yang William berikan padanya. Jari nya yang kuat layaknya pria membuat Adel melayang.

"Aku terus memanjang kan nya sejak pergi dari Paris, kurasa jika aku memanjangkan nya, aku akan terlihat lebih cantik, tapi ternyata salah, biasanya kalau Kak Will bicara begitu, pasti cuma mau bercanda aja kan?" Adel pura - pura untuk tak tahu yang William katakan tentang ketulusan nya.

"Tidak benar...kamu sangat cantik dengan rambut ini"

Mata mereka bertatapan....ada rasa yang berbeda antara kedua nya. William terus memandang Adel dengan mata nya, lalu turun ke hidung Adel dan kemudian....bibir merah Adel.

Lip tint yang tipis teroles dengan merah di bibir Adel semakin menambah kenikmatan untuk dilihat. William penasaran, apakah bibir merah yang seperti semangka itu, akan semanis semangka? William mendekat ke arah Adel.

Adel pun menerima setiap pendekatan yang William berikan padanya, pelan dan pelan dengan lembut, William memegang pundak Adel, Adel mengerjap karena sentuhan yang membangkitkan saraf lain di tubuhnya. Tubuhnya terasa meleleh di bawah kulit panas William.

"Apa bibir ini akan semanis semangka?" Tanya William semakin mendekat kan wajah nya ke hadapan Adel.

"Entahlah...jika mau coba saja, apakah semanis yang kau pikirkan, aku yakin kau tak akan menyesal merasakan nya" Adel semakin menggoda William dan membangkitkan gairah yang tertidur dalam dirinya.

"Jangan menyesal ya"

"Tidak akan....aku tidak akan menyesal jika itu kamu...."

Dalam beberapa senti, bibir mereka akan bersatu, namun.....Anak - anak yang sedang mengejar layang melewati mereka dan seketika mereka melepaskan diri masing - masing. Melihat layangan yang berputar di udara, William merasakan hentakan keras di kepala nya.

"Ugggghhhh" Ucap William.

"Kak William kenapa?!!" Adel terlihat khawatir.

.

.

.

.

.

.

"Kak Will capek ya? Tahu gini nggak usah kesini hari ini, Mau ke rumah sakit?! Apanya yang sakit?!"

Mungkin inilah yang papa Adel rasakan ketika ia sering pura - pura sakit, rasanya sakit ku hilang ketika Adel mencemaskan ku.

"Di sini rasanya pusing sekali" William semakin berpura - pura untuk menarik perhatian Adel.

"Mana? Adel pijitin ya?" Adel segera membaringkan William ke pangkuan nya.

Pangkuan dan kehangatan kulit Adel malah semakin membuat William terbuai dan tergoda lebih dalam.

-bersambung-

1
Mei11
Kenpa teh nya?
Mei11
Adel sabarr yg kuat
Mei11
Willl ❤️
Who is My name?
adel kelewat positif
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
lanjut sampe sini dlu ya
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
aku hadir kak. jangan lupa dukung karya ku jg ya chat story yg berjudul istri tercinta. mksh😊
Mesra Jenahara
lanjut Thor.. penasaran seperti apa si Tante Ros mendekatkan anaknya bersama gadis lain
Who is My name?
gemes sih liat collin sm lotte
Who is My name?
bau2 pelakor
Mesra Jenahara
wwaahh..bisa berabe nihh..klo wanita itu mengembalikan sapu tangan William..
Mesra Jenahara
berharap moga rencana Ros gagal total..
Who is My name?
nak gile liat si ros nh, nd kapok2 lh
Who is My name?
akhirnya pikiran Adel jdi dewasa
Who is My name?
gelik bngt liat si Ros nihh perempuan bah nggk punya hati
Mesra Jenahara
senangnya..Adel TDK mempermasalahkan masalalu itu..
dan bisa mengerti William..
waktunya Will dan Adel saling merajut kasih dan cinta 😍😍😍♥️♥️♥️
Ana_Mar
gituuu donk del...pakai hati buat mahami seberapa besar dan dalam rasa will ke kamu. bukan hanya mikir egois mu terus-terusan.
next
Ana_Mar
next
Mesra Jenahara
apapun yg km ketahui Adel..percayalah klo Will sangat* cinta ma km..
Ana_Mar
lagi2 kamu egois bangettt del...!!!!
versi andhika kamu del...
next
Ririn Santi
terus aja dirahasiakan Wil, sampe hilang cinta Adel padamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!