NovelToon NovelToon
Keberuntungan Dicintai

Keberuntungan Dicintai

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: YWulandari

Mocca Yola, suatu malam yang tragis telah merenggut kesuciannya. Pulang ke rumah dalam keadaan hancur malah dikejutkan dengan sebuah peti mati dengan foto sang ayah tercinta di dekatnya.

Tidak hanya itu, ternyata semua sudah direncanakan oleh dua orang wanita bermuka dua yang berpura menangis tersedu di samping peti jenazah. Semua mereka lakukan tak lain demi mendapatkan harta keluarga Yola.

Setelah itu mereka mengusir Mocca dari rumah, mengirimnya ke tempat yang sangat jauh. 7 tahun kemudian dia kembali dengan si kembar Genius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YWulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria tidak tahu malu!

Tak! Tak! Tak!

Cassa menghentak - hentakan jarinya ke atas meja, setelah Leon menjelaskan semuanya merekapun mulai paham dengan situasi "Tidak disangka, orang yang aku cari selama 7 tahun ternyata berada disini."

Niki menatap Mocca yang sedari tadi ditempeli si kembar, dia tahu ini terlalu mendadak bagi mereka dan mungkin mereka belum bisa terima.

"Tapi, Mocca baru tinggal disini tidak lebih dari satu bulan. Mocca, dimana kau tinggal sebelum datang padaku?" tanyanya.

"Tempat yang sangat jauh!"

"Sangat kecil!"

"Hanya ada pohon!"

"Tidak banyak orang!"

SI kembar menjawab dengan bergantian, berusaha memberikan gambaran tempat itu pada mereka, memberitahu mereka bahwa mereka telah mengalami hal sulit selama ini.

Tiba tiba raut wajah Leon berubah, dingin dan sangat menakutkan "Benar begitu?" tanyanya pada Mocca.

Mocca tetap diam.

Niki menghampiri Mocca dan memeluknya, dia sudah melewati begitu banyak rintangan dan tetap bertahan, menyimpan semuanya sendiri pasti sangat sulit dan harus tetap tegar di depan anak - anaknya.

"Ini pasti tidak sesederhana yang kita pikirkan. Terlebih setelah berita kematian Tuan Yola dan hilangnya Nona muda keluarga Yola, seorang anak tiri langsung menduduki kursi kepemimpinan group Yola."

"Kau benar Cassa, mereka yang telah berbuat demikian. Aku akan membalas mereka 10-- ah tidak, 100 juta kali lipat dari apa yang sudah mereka perbuat." lagi lagi Leon memancarkan aura yang sangat kuat.

Candy melihat Papa-nya begitu kuat, semua hal seakan bisa dia lakukan. Dia kemudian turun dan menghampiri Leon, memegang tangannya dan menatapnya.

"Papa, aku.. Aku mempunyai seekor anjing kecil bernama Max. Dia memiliki bulu berwarna putih dan sedikit hitam, dia sangat lucu. Tapi.. Tapi dia tertinggal saat kami pergi. Papa, tolong.. Tolong bawa Max." pintanya.

Permintaan pertama dari putrinya, bagaimana bisa Leon menolaknya. Dia menggendong Candy dan meletakkannya di pangkuan "Tentu saja, apapun yang Candy mau. 100 Max Papa berikan." memanjakan putrinya.

Candy memeluk Leon "Terima kasih."

"Jadi Leon, sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Cassa.

"Aku akan membawa mereka pulang, bertemu keluargaku."

Semua terkejut dengan pernyataan Leon tersebut "Apa?! I-ini terlalu cepat, jangan terburu - buru."

"Tidak begitu istriku. Jika ingin lebih cepat mendapatkan group Yola maka harus secepatnya bertindak. Rencananya aku akan mempublikasikan hubungan ini, dan memperkenalkan kalian pada dunia. Memberitahu mereka bahwa ada aku di belakangmu dan kau bukanlah orang yang bisa mereka sakiti."

Mocca mengkerutkan dahi "Aku tidak setuju!"

"Aku setuju dengan Mocca. Meski begitu, jika terlalu cepat di publikasikan, orang orang yang berniat jahat akan tahu bahwa Mocca telah kembali. Mereka tidak akan tinggal diam, Tuan Leon pikirkan si kembar juga. Mereka baru mendapatkan kebebasan, apa rela menyeret mereka ke dalam konflik ini?" Niki menentang keputusan Leon yang sangat gegabah itu.

"Apa yang di katakan istriku benar, lebih baik selesaikan satu persatu masalahnya. Setidaknya jangan pada publik dulu." Cassa mendukung.

Leon menghela nafas kasar, saking senangnya dia hampir bertindak gegabah. Alih alih berniat melindungi dia malah menyeret mereka ke dalam masalah besar.

"Baiklah, tapi aku tetap membawa kalian pada keluargaku. (tersenyum menyeringai) ada seseorang yang ingin aku tampar wajahnya sampai matanya loncat keluar." menyeramkan.

Setelah itu Niki membantu Mocca membereskan barang barangnya, Leon bersikeras ingin membawa Mocca dan si kembar saat itu juga.

Entah itu baik atau buruk, Mocca memilih mengikuti alurnya saja. Lagian Leon sudah berjanji akan membantunya mendapatkan group Yola miliknya, dia percaya Leon akan menepati janjinya.

Di dalam kamar,

"Mocca apa kau yakin dengan keputusanmu itu?" Mocca tahu Niki sangat mengkhawatirkannya.

"Niki, aku menikah dengannya karna dia menjanjikan suatu hal padaku. Di sisi lain ini demi si kembar. Seperti yang kau katakan, cepat atau lambat mereka akan bertindak setelah tahu aku telah kembali. Jika ada Papa-nya, setidaknya mereka akan merasa aman."

"Gadis ini."Niki tersenyum.

"Baiklah, tapi jika dia menyakitimu langsung tinggalkan saja. Hehe."

"Baiklah Niki."

...* * *...

Di kota tersebut Leon mempunyai beberapa Villa mewah, beberapa Villa layaknya sebuah Castel juga dia miliki diberbagai negara. Tapi sekarang, dia akan membawa keluarga kecilnya ke kediaman Domino, tepatnya tempat tinggal ayah dan ibunya.

Dag dig dug!

Perasaan Mocca jadi sangat kacau, keringat tak henti hentinya mengalir di pelipis mata. Leon menggenggam tangan dingin Mocca yang sesekali dia gosok untuk menghangatkannya.

"Apa kau gugup?" tanyanya.

"T-tentu saja! B-bagaimana kalau orang tuamu tidak menyukaiku? Tidak menyukai si kembar, t-terus mereka memaksa kita untuk bercerai. Lalu aku menjadi janda~"

Leon menarik wajah Mocca hingga menghadap dirinya.

"Ssssttt.. Buang jauh - jauh pikiran itu (syuh), kau sangat cantik mana bisa mereka tidak menyukaimu. Si kembar sangat imut, mereka juga anakku, mana mungkin sampai tidak menyukai."

Mocca mengangguk, dia mengatur nafas dan mencoba menenangkan pikiran kacaunya.

"Sudah sampai." ucap Leon yang lagi membuat pikiran Mocca amburadul. Dia sangat tegang sampai kedua kaki dan tangannya gemetaran.

Mobil berhenti di depan sebuah rumah yang sangat besar, lebih besar dari kediaman Yola yang dulu. Leon turun lebih dulu untuk membukakan pintu untuk Mocca, sementara si kembar dibantu oleh asistennya.

Pintu mobil terbuka, Leon mengulurkan tangannya.

"Silahkan turun, Tuan putri." bernada sangat lembut namun terdengar sangat memalukan. Tangan gemetar Mocca menyambut uluran tangan kuat tersebut.

"Waaaaah. Rumah Papa sangat besar." terkagum.

"Ssssttt, diamlah Candy. Apa kau tidak melihat jajaran pria berbaju hitam di depan sana? Mereka pasti bukan orang biasa." Jean waspada.

"Jangan takut, mereka adalah bawahanku. Ayo masuk."

Segera di kembar menghampiri Leon dan Mocca, mereka kemudian masuk ke dalam. Disambut oleh banyaknya orang rumah membuah Candy dan Jean sedikit tidak nyaman, mereka selalu merasa waspada.

"Tuan muda Leon, selamat datang kembali."

Seorang pria dengan rambut dipenuhi uban menghampiri mereka dan menyapa Leon. Dalam benaknya mungkin bertanya - tanya, siapakah wanita dan kedua anak itu?

"Dimana ayah dan ibuku?" tanya Leon.

"Tuan besar baru saja pulang dari kantor, Tuan muda silahkan duduk, saya akan memberitahu Tuan besar kalau Tuan muda datang berkunjung."

Leon mengibaskan tangannya, pria itupun pergi.

Lalu membawa mereka ke ruang keluarga.

"Bawakan minuman untuk kami." perintahnya pada seorang pelayan wanita.

"Baik Tuan."

"Mimpi apa aku semalam? Bertemu pria 7 tahun lalu, menikah dengannya dan sekarang diajak bertemu orang tuanya, ayah ibu mertuaku? Bagaimana harus menyapanya nanti? Bla.. Blaa.. Blaaa."

Kacau sekali.

Leon terus menatap Mocca, kemudian beralih pada si kembar.

"Anak anak, dibalkon sana kalian bisa menikmati pemandangan yang sangat cantik, ada beberapa binatang langka juga, pergilah untuk melihatnya." ucap Leon.

Candy yang merasa penasaran langsung bangkit "Kakak, ayo lihat." dia menarik tangan Jean dan berjalan menuju balkon.

"Huh! Aku sudah tahu trik ini." Jean memasang wajah datar.

"Eh! Hati hati, jangan nakal!" Mocca memperingatkan mereka.

Tiba tiba Leon menyentuh dagu Mocca dan menarik mendekatkannya pada wajahnya "Masih gugup?" tanyanya pada Mocca.

Dekat sekali, nafas Leon pun sampai terasa oleh Mocca "A-aku tidak~" Mocca mendorong tubuh Leon. Kenapa jantungnya berdebar - debar saat berdekatan dengan Leon? Wajahnya pun perlahan memerah.

"Aku akan menghilangkan rasa gugupmu, kemarilah." ia kembali menarik wajah Mocca.

Wajah gugup Mocca yang kini berwarna merah membuat Leon terkekeh dalam hati, dia menggodanya dengan menyentuh daun telinga Mocca.

"Kau! Berani sekali!" menepis tangan Leon.

"Benar, aku sangat berani." tanpa pikir panjang Leon langsung mencium Mocca. Meletakkan tangannya di kepala bagian belakang untuk menahan agar Mocca tidak menghindar.

"Tidak tahu malu! Anak anak masih disini!"

Brak!

Tiba tiba pintu terbuka "Tuan besar, Nyonya, Tuan muda Leon sudah menung----gu."

...** * **...

Hi, jangan lupa sarapan ya🖤

1
Princess Ren
pantesan bingung,, kok anak kandungnya mau dinikahkan SM ponakannya... ternyata ohh ternyata...
Princess Ren
akal bulus yang mantap 🤣🤣🤣🤣
Ulau Gabirel
Luar biasa
Dewi Anggita
sumpah Leon bikin ngakak tingkah nya
Dewi Anggita
ampun dah Leon gak percaya apa istrinya bisa masak🤭🤭🤭
Violet
Org biasa aja sring di incer jd target entah diculik, dilecehkan bahkan dibunuh apalg org kaya n terkenal macem kluarga Leon pastinya byk musuh tak terlihat makanya ada perlindungan biar ga knapa2, lalu knapa Mocca ga pinter2 sihh hrusnya bljar dr kjdian kakaknya yg hampir celaka n mawas diri stdknya tdk bikin khawatir Leon n si kembar
🪱ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ Ir. S0ekarn0 ❀∂я
ini gmna kelanjutan kisah henry- Ruri.. pnsran bngt tor. .
Nadja 🎀
benar- benar deh author bikin prank 🤣
Aku Ya Aku. 😂😂
ya ampun sekali sembur langsung jadi.. level 1 lho padahal. belum naik level udah jadi aja..
Nur Ain
hahaha mkn nasi lah bang
Nur Ain
kekasih Mocca kah
Cheng xiao
semuanya bodoh🤣
zhafira
cerita yang menarik untuk dibaca
Lili Adelia
rumit ceritanya
Lili Adelia
heran yah erlan ngajak tp gk bsa ngejagain
Lili Adelia
males peran utama Mocca
Lili Adelia
makax Mocca tuh trlalu sok,klw di bilanhin sok baik padahal goblok,kecelakaan bru tau dia
Lili Adelia
Emank Vello tuh goblok
Lili Adelia
ceritanya berbelit2
Lili Adelia
Mocca tuh keras kepala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!