" Ia yang selalu terlihat bersinar! " gumam Lana saat memandang wajah lelaki dihadapannya.
Pria yang selama ini hanya ada didalam angan - angannya, kini secara nyata berdiri tepat dihadapannya. Kebahagiaan Lana sungguh tiada tara, seolah ia telah memiliki dunia dengan segala. Sejenak ia lupa akan lukanya yang masih basah - basahnya.
Lelaki tampan yang suara merdunya hanya ia dengar dari media pemutar musiknya, lelaki yang senyumannya hanya bisa ia lihat dari layar kaca, lelaki dengan kemisteriusannya mengundang banyak tanya kini benar - benar berdiri dihadapan Lana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SALING MENYAPA
Pagi itu seperti biasanya, dengan menggunakan bus Lana berangkat menuju kantornya. Beberapa saat ia menunggu di halte dan kendaraan yang ia nantikan pun tiba, Lana segera naik kedalam sana dan beruntungnya bus masih lengang. Ia memilih tempat yang berada tepat disamping jendela kaca, seraya mendendangkan musik yang diputar melalui ponselnya, Lana tampak menikmpati perjalanannya.
Hingga sampai akhirnya ia dibuat tersentak oleh sebuah panggilan telepon yang masuk, sebuah nomornya asing baginya. Bahkan ia tidak menyimpan nomor tersebut, Lana khawatir jika itu adalah nomor salah satu kolega Noah sehingga ia segera menjawab panggilan yang tengah masuk itu.
“ Halo, selamat pagi “ sapa Lana dengan begitu sopan pada seseorang diseberang panggilannya.
“ Halo, Lana Park –ssi, aku Min Yoongi “ suara berat Min Yoongi terdengar menyapa Lana dengan lembut.
Lana yang tersentak secara spontan menutup bibirnya sengan sebelah tangan, ia tidak menduga jika lelaki itu akan langsung menghubunginya dengan panggilan suara. Pria pendiam dan terlihat begitu dingin, tiba – tiba saja menghubunginya dihari yang sepagi itu. Perasaan yang begitu sulit untuk digambarkan bercampur aduk didalam dada Lana.
“ Hmm, Min Yoongi- ssi? Apakah ada yang bisa ku bantu? “ sambung Lana kemudian.
“ Hmm, tidak ada Lana –ssi. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa ini nomor ponselku, nomor pribadiku “ kata Min Yoongi.
“ Ah, baik Min Yoongi – ssi aku akan menyimpannya “ Lana terdengar begitu gugup.
Keheningan kini menjeda keduanya, hanya terdengar suara deruan kendaraan yang terekam masuk kedalam pendengaran Min Yoongi. Sementara Lana hanya mendengar suara nafas yang terhembus dengan lembut dari balik panggilan telepon Min Yoongi. Kecanggungan melanda keduanya, tidak ada lagi pembicaraan yang keluar baik dari mulut Yoongi maupun Lana.
“ Apakah kamu sedang berkerja? “ tanya Yoongi pada akhirnya.
“ Aku sedang dalam perjalanan menuju kantor, lalu bagaimana denganmu Yoongi- ssi? “ Lana berbalik melempar tanya pada lelaki itu.
“ Aku? Aku sedang bersiap – siap untuk pergi bekerja, baiklah semoga hari mu menyenangkan Lana – ssi “ sambung lelaki itu.
“ Terima kasih Yoongi – ssi, semoga hari mu juga menyenangkan “ jawab Lana.
“ Jika begitu aku akhiri teleponnya, apakah boleh aku menghubungi mu lagi nanti? “ begitu hati – hati pria itu meminta persetujuan Lana.
“ Oh tentu saja, baiklah sampai jumpa “ Lana kemudian memutus panggilannya setelah Min Yoongi mengucapkan sapaan penutupnya.
Tanpa sadar wajah Lana terlihat merah padam, ia begitu gusar dan sangat tidak percaya. Ia seperti orang yang tengah bermimpi disiang hari, seorang Min Yoongi yang didamba oleh jutaan wanita didunia menghubunginya secara pribadi dan memberikan doa agar harinya menyenangkan.
Sekerjap rasa bahagia merasuki hatinya, luka dan lara yang ia rasa karena Jason mendadak hilang begitu saja. Lana pikir Yoongi hanya bercanda saat meminta nomor ponselnya hari itu, sebab hampir seminggu lamanya sejak mereka makan malam bersama lelaki itu belum pernah menghubunginya atau mengiriminya pesan singkat.
Lalu tiba – tiba saja, dihari yang tidak pernah ia sangka keduanya kembali saling menyapa melalui panggilan suara. Lelaki yang biasanya hanya bisa ia saksikan penampilannya dilayar televisi, lelaki yang biasanya hanya bisa ia dengar suaranya melalui pemutar musiknya kini benar – benar nyata menjelma dikehidupannya.
Bukan lagi sebatas kolega, karena Yoongi mengatakan sendiri bahwa itu adalah nomor ponsel pribadinya. Bahkan pria itu dengan sopannya memohon persetujuan dari Lana bahwa ia ingin menghubunginya lagi nanti. Lana benar – benar tidak menyangka bahwa ini terjadi didalam hidupnya.
Ditengah lamunannya, ponsel Lana kembali bergetar. Tampak disana sebuah pesan singkat yang masuk, segera ia membacanya. Lana tersenyum sekilas saat ia telah membuka pesan singkat dari dalam telepon pintarnya. Pria itu, Min Yoongi.
____ Pesan ____
Pengirim : 010 7979 093
“ Lana – ssi, jangan lupa tolong disimpan nomor ponselku. Jika Lana-ssi memiliki akun dan waktu, pukul enam sore aku akan melakukan siaran live di aplikasi. Sampai jumpa “
Lana terdiam sejenak, dirinya tengah memikirkan balasan yang tepat bagi lelaki itu. Jujur saja Lana begitu bahagia, kehadiran sosok Min Yoongi yang secara nyata dan sangat tiba – tiba justru bisa menjadi penawar lukanya. Hanya cukup memandang pria tersebut secara virtual saja sudah menumbuhkan rasa gembira, terlebih kini Lana bisa mengenalnya secara pribadi, bahkan mereka bisa saling berbicara melalui panggilan suara.
____ Pesan ____
Pengirim : Lana Park
“ Tentu Min Yoongi-sii aku simpan nomor ponselmu. Baik Yoongi - ssi jika sudah pulang bekerja aku akan bergabung. Sampai jumpa “
Perempuan itu akhirnya mengirimkan pesan balasannya, ia kembali mendengarkan musiknya dan menikmati separuh perjalanan yang masih tersisa. Pagi itu benar – benar membuat Lana semakin bersemangat, karena memang jujur saja dia begitu mengidolakan Bangtan - BTS terlebih Min Yoongi.
***
Setibanya dikantor Lana segera memulai ritual paginya, kali ini Cherry Blossom Strawberry Latte ia sajikan untuk menyambut hari Noah. Berikut dengan Vanilla Custard Bread yang masih mengepul hangat ia keluarkan dari dalam kemasannya dan menyajikannya diatas meja kerja ruangan Noah.
Berhubung hari itu Lana harus mengikuti rapat bersama Tim Produksi bersama Tim Pemasaran, Lana menempelkan stick notes diatas meja kerja atasannya itu. Disana Lana mencatat seluruh agenda kerja Noah selama seharian penuh, tak luput dokumen – dokumen yang perlu Noah periksa juga sudah Lana siapkan.
Gadis itu segera menuju ruang rapat utama, ia mengambil tempatnya dan rapat segera dimulai. Banyak hal ditumpahkan dalam rapat hari itu, diskusi, perdebatan juga keluh kesah acap kali mewarnai meeting yang cukup memakan waktu itu. Hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul dua belas siang, rapat diakhri dengan hasil menunggu keputusan Wakil Presiden Direktur, yang tidak lain adalah Jung Noah.
Sekretaris Noah itu kembali kedepan meja kerjanya, melongok sekilas kedalam ruang kerja Noah untuk memastikan pria itu tidak melewatkan makan siangnya. Kini gilirannya membuka kotak makan siangnya yang sudah dikirim dari kantin, dengan cepat ia melahap habis nasi berikut daging bulgogi serta sup lobaknya.
Setelah rampung mengisi perutnya, Lana segera membuat resume hasil rapat untuk dapat diserahkan pada Noah. Tidak butuh waktu lama perempuan itu sudah berhasil merampungkannya, segera ia beranjak dari tempatnya dan mengetuk ruang kerja Noah lalu masuk kedalam sana. Terlihat Noah tengah sibuk dengan pekerjaan dilayar monitornya, Lana berjalan mendekat kearah lelaki tampan itu.
“ Selamat siang Pak Noah, resume hasil rapat pagi tadi bersama tim produksi dan tim pemasaran telah saya kirim melalui surel. Produksi tahap pertama berikut uji coba telah selesai dilakukan Pak, jika sudah mendapat persetujuan dari Bapk tim pemasaran akan siap melakukan strategi berikutnya “ ujar Lana sembari membaca catatan dari ipad ditangannya.
“ Oke, aku baca laporan produksi dan hasil quality controlnya terlebih dahulu, jika sudah tidak ada yang perlu diperbaiki silahkan proses pembuatan iklan dilakukan “ Noah kini melemparkan pandangannya pada Lana.
“ Baik Pak, jika demikian mohon untuk review dari Bapak “ Lana bersiap undur dari ruang kerja Noah.
“ Sudah makan siang? “ tanya lelaki itu kemudian.
“ Sudah Pak “ Lana menjawab singkat.
“ Ambillah bingkisan diatas meja itu, vitamin. Itu sangat bagus untuk menjaga kesehatanmu dan jangan lupa besok perayaan hari ulang tahun Ryu “ ucap Noah kemudian dan kini matanya sudah kembali beralih pada komputernya.
“ Hmm, terima kasih banyak Pak Noah “ Lana menghela nafasnya sedikit kasar, ia merasa Noah selalu memberinya banyak hal. Segera diraihnya bingkisan berwarna cokelat dari atas meja kaca disana, kemudian Lana berlalu.
dan biasanya Suga 🤣
kita satu server thorr kalo emang bias nya Suga 🤣🤣
tuing.... lampu hijau mulai menyala...
hai thor... maaf, baru bisa mampir lagi...