NovelToon NovelToon
Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Pelabuhan Hati Si Kembar 4

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Mak Nyak

4 saudara kembar, yaitu Archee, Aylin, Amaris, dan Adelia. Mencari sosok yang bisa menggetarkan hati. Sebagai tempat dermaga cinta terkahir bagi hati mereka. Masing-masing memiliki latar belakang yang berbeda.
Akankah perjalanan cinta mereka akan mulus dan mudah menemukan siapa sosok cinta sejati mereka?
Ataukah akan berliku dan banyak kendala dalam menemukannya? Siapakah orang-orang pilihan yang berhasil memenangkan cinta A squad?
Mari kita ikuti kisah cinta mereka dalam coretan "Pelabuhan Hati si Kembar 4"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Nyak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Ada chat masuk diponsel Archee. Ia membukanya. Mengerjap-kerjapkan matanya. Seakan tak percaya dengan chat itu.

Humai : Bang, Aku sudah di terminal Demak.

Archee membacanya namun tak membalasnya. Panggilan video masuk ke ponselnya. Ia tersenyum. "Assalamualaikum" kata Archee pura-pura sibuk dengan pekerjaannya.

"Waalaikum salam, sibuk kah? Sampai gak balas chat aku? Bisa jemput gak nih? Kalau gak bisa ya udah sih, aku berangkat sendiri ke rumah sakit"

"Tunggu bentar. Assalamualaikum" Archee mengucapkan salam tanpa melihat video itu. Mematikannya dan tertawa puas. "Butuh aku juga kan kamu?"

Sedang di terminal, Humai merasa kesal dengan sikap Archee. "Nyebelin banget sih itu orang! Ngeliat aku aja gak!"

Tak lama sebuah sepeda motor matic berhenti di depannya. Archee berlagak dingin di depan Humai. "Nih helmnya, tesnya jam berapa?"

Humai menerima dan memakai helm itu. "Setelah jum'atan. Tapi, jam 11 sudah harus registrasi bagi yang perempuan" Archee mengangguk.

"Naik" kata Archee. "Iya-iya!" jawab Humai judas. Humai naik ke atas motor. Archee menuju kembali ke kantornya.

"Tengok sebelah kanan jalan" Humai mengikuti arahan Archee. Matanya tak percaya. Ternyata rumah sakit tempatnya tes ada di dekat terminal.

"Tahu gitu aku jalan kaki tadi" katanya kesal. Archee menahan senyumnya. Ia telah sampai di kantor. Humai menjadi pusat perhatian. "Kerja! Jangan pada lihat ada cewek cantik terus lupa gawean!" hardik Archee.

"Galak banget sih!" celetuk Humai. Ia mengikuti Archee hingga ke ruangannya. Archee kembali dengan pekerjaannya. Humai duduk di sofa. Melirik Archee yang sama sekali tak mempedulikannya saat ia datang.

"Katanya mau buat aku jatuh cinta, perhatian aja gak!" gumam Humai yang terdengar jelas di telingan Archee. "Dasar!"

"Ngomong apa tadi?"

"Gak ngomong apapun"

Abang akan membuatmu jatuh cinta dengan sendirinya sama Abang. Cinta itu akan tumbuh sendiri dalam hatimu, Mai.

Archee meraih ponselnya dan menyuruh Agil untuk membawakan makanan ke ruangan Archee. Tak lama Agil datang. "Silahkan dinikmati bu" kata Agil. Humai mengangguk dan tersenyum. "Makasih mas"

"Gil, nanti suruh mbak Yanti antarkan Humai ke RSUD"

"Nggih pak, ada lagi?" Archee menggeleng. "Permisi" Agil keluar dari ruangan Archee. Humai lapar, tapi gengsi. Suasana yang begitu hening, membuat suara sekecil apapun akan terdengar. Kruuuukkkkk. Humai melotot karena mendengar suara perutnya sendiri.

Ia menutup wajahnya. Archee beranjak dari kursinya dan mengambil piring itu. "Aa..." Archee menyodorkan sendok penuh makanan ke depan mulut Humai. Membuat Humai merona malu.

"Aku bisa makan sendiri" Humai merebut piring itu. Archee membiarkannya. Humai makan dengan tenang. "Selesai tes jam berapa?"

"Jam 5. Besoknya langsung pengumuman"

"Kamu sudah cari penginapan?" Humai menggeleng. "Nanti tak nyari sendiri"

"Tinggal di rumah mbak Yanti saja sementara, takutnya ada apa-apa" Humai berhenti makan. Ia menatap Archee. "Apa?" tanya Archee.

"Gak papa, terus kalau kita udah nikah kita tinggalnya terpisah juga?" tanya Humai.

"Gak ada di perjanjian pisah rumah. Ya kamu tinggal di rumah Abang"

"Tapi janji ya jangan sentuh aku, aku.... belum siap"

Archee mengangguk. "Lagian, kamu tuh aneh! Belum siap tapi minta dinikahi! Normal gak sih cara pikir kamu tuh? Ha?"

"Bukannya kamu seneng aku mau nikah sama kamu?" Jawab Humai cuek. Membuat wajah Archee merona malu. "Aku sudah bilang kan? Aku hanya tidak ingin membuat Ayah kecewa lagi. Kalau jalannya harus seperti ini, aku anggap itu teguran dari Allah karena kemarin aku membangkang sama Ayah"

Archee menghela nafasnya. "Masih ada waktu 2 hari kalau kamu mau batalin nikahan kita"

"Kalau kamu mau batalin silahkan. Biar makin memperburuk keadaan" Mereka saling diam. "Sudah lah, fokus sama tes mu saja" kata Archee kemudian.

Humai selesai makan. Ia minum dan diam. "Bang, pernahkah kamu menyebutku dalam do'amu?"

Archee tak siap dengan pertanyaan itu. "Ke...napa?"

"Karena setiap malam, kamu yang selalu muncul dalam mimpi aku" kata Humai menatap Archee. Archee diam tak menjawab Humai. Tapi, tanpa dijawab pun Humai sudah tahu dari tatapan Archee yang begitu dalam terhadapnya.

Sebesar dan sedalam itukah cintamu terhadapku? Hingga kamu menikung di sepertiga malammu? Setiap hari kamu menyebutku dalam do'amu? Meminta langsung diriku atas kepemilikanku yang sesungguhnya? Kamu memintanya langsung kepada pemilik hati ini? Batin Humai mulai bergejolak. Agil masuk dan membuat mereka saling buang muka.

Archee kembali ke kursi kerjanya. "Apa Gil?"

"Mau... minta tanda tangan, pak" Archee mengangguk. Archee menerima berkas itu dan akan asal memberikan tanda tangan di sembarang tempat. Agil mencegahnya.

"Stoooooooppppp..... please pak, jangan diulangi lagi kemarin. Sebelah sini pak. Jangan ngerjain saya lagi pak, huhuhu" Agil berpura-pura menangis. Archee berdecak.

"Iyo iyo Gil, ngerti aku"

"Ngerti tapi mau tanda tangan sembarangan, gimana sih pak. Jangan grogi dong pak"

Archee diam tak menjawab ucapan Agil. "Nih sudah, suruh mbak Yanti kesini Gil"

"Nggih pak" Agil keluar dan memanggil mbak Yanti. Mbak Yanti datang ke ruangan Archee. "Assalamualaikum"

"Waalaikum salam" jawab Archee dan Humai. "Mbak Yanti, masuk mbak" Mbak Yanti masuk dan duduk di depan Archee.

"Tolong nanti antarkan Humai ke rumah sakit, karena setengah 11 kan saya mau persiapan jum'atan. Biarkan dia menginap 1 malam di tempat e jenengan. Gak papa kan?"

Mbak Yanti tersenyum. "Gak papa pak, nggih nanti biar saya antarkan mbak Humai. Pulangnya nanti jam berapa mbak?"

"Pulangnya biar saya yang jemput, karena jam 5 baru selesai. Nanti biar dia saya antarkan ke rumah mbak Yanti" Mbak Yanti mengangguk.

"Ya sudah mbak, terima kasih"

"Sami-sami pak, kalau begitu saya permisi dulu" Mbak Yanti meninggalkan ruangan Archee. Humai belajar soal dari ponselnya, sedangkan Archee memilih melanjutkan pekerjaannya.

Waktu masih menunjukkan pukul 10. Humai bersiap. "Kamar mandi dimana bang?" tanyanya. Archee menunjuk arah kiri ruangannya.

Humai membawa baju gantinya, karena harus menggunakan baju putih, rok atau celana hitam, hijab hitam, dan sepatu hitam. "Itu cowok kenapa jadi nyebelin sih? Bukannya dia cinta sama aku? Tapi, kenapa malah jadi dingin begitu? Beda!"

Ia berganti pakaian. Setelah rapi ia segera keluar dari kamar mandi. Archee meliriknya saat berjalan. "Fokus sama kerjaan, jangan lirak lirik!" ketus Humai. Archee ketahuan olehnya.

"Siapa juga yang melirik!" Humai hanya menirukan ucapan Archee tanpa mengeluarkan suara. Ia memoleskan sedikit make up pada wajahnya. "Gak usah menor-menor!" ucap Archee mengingatkan.

"Bawel!"

Archee tersenyum tipis. Entah mengaoa, dirinya suka dengan interkasi itu. Meskipun terkesan judas, tapi, komunikasi mereka lebih intens dari biasanya. Waktu telah menunjukkan 10.30. Mbak Yanti datang untuk segera mengantarkan Humai.

"Bang"

Archee mendongak. "Do'akan aku"

Hati mereka sama-sama berdesir. Archee tersenyum dan mengangguk. "Tanpa kamu minta, Abang selalu mendo'akan kamu"

"Makasih, aku.... pamit dulu"

"Hati-hati, dan.... semoga berhasil. Mbak Yanti, hati-hati bawa motornya"

"Nggih pak" Humai melempar senyum pada Archee. Membuat wajah Archee merona merah.

.

.

.

Like

Vote

Komen

Tip

1
Niken Dwi Handayani
Untung di novel, hal yang aneh bisa ada. di dunia nyata? oh belum tentu bisa😀
Gina Savitri
Hahaha..ngakak parah..imam kualat loh ngerjain emak..
Gina Savitri
Hahaha..ilyas lebih pinter dari damar, nggak mau di kerjain ya mending ke hotel 😂
Gina Savitri
Wulan bodoh sih klo masih mau temenan sama suci apalagi sampai masa bodo sama urusan orang lain pdhl adiknya sendiri yg di sakiti 🙄
Gina Savitri
Hahaha..suci merasa rendah diri pdhl suaminya yg berulah malah nyalahin orang lain sampai mau balas dendam..
Aylin gak bisa tersentuh karna imam menjaga nya dengan baik, tapi knp gak imam hancurkan aja tuh suci dan seno sekalian yg kelakuannya sama2 bobrok..
Gina Savitri
Tuh persis dugaan saya kayanya suci biang kerok nya, nggak bisa balas langsung ke aylin malah balas mau menghancurkan keluarga damar-amaris lewat mama nya..
Gina Savitri
Kayanya ada hubungan nya sama mantan damar atau nggak suci yg menghasut gak terima klo seno masih ngarep sama aylin
Gina Savitri
Kadang mertua bisa jadi orang ketiga penyebab kehancuran rumah tangga anaknya sendiri klo masih suka ikut campur apalagi masalah keuangan 😏
Gina Savitri
Hahaha..ngakak sumpah, damar bodoh bnr kata aylin mau aja di tipu geng somplak..
Gina Savitri
Hahaha..damar yo keno di isengi meneh..
Kayanya obat pencahar atau obat tidur ya 🤔
Gina Savitri
Hadeuh buaya darat mulai membandingkan mantan dan istri sah, dulu lebih milih suci ya skrng telen aja tuh baik dan buruknya suci 😂😂😂
Gina Savitri
Haduh azka jangan cemburu lah, gimana mereka gak deket lah orang tua mereka deket dari mereka blm di bikin 😁 Dari kecil udah main bareng 😂
Gina Savitri
Hayo damar dan imam saatnya menguji kalian, kenal nggak sama pasangan masing2 klo dandanan mereka semua mirip 😂
Gina Savitri
Agil sama rachmi aja biar gak ganggu hubungan ilyas dan adel 😁
Gina Savitri
Untungnya 8 bulan del bukan 8 tahun 😉
Gina Savitri
Lah damar bripda apa ipda sih ? Klo bripda masih polisi baru masuk, tapi klo ipda udah perwira
Gina Savitri
Abang ilyas jangan lupa jelasin sama rachmi klo udah ada calon istri, kasian anak orang di cuekin tanpa penjelasan 😏
Gina Savitri
Semoga emang masih sama2 ada rasa, biar ilyas dan adel tetap bersatu ke pernikahan walaupun skrng harus berjauhan lebih dulu demi menguji kekuatan cinta mereka 😊
Gina Savitri
Nyesel kan lu adel, makanya jangan keras kepala punya pacar nggak ada perhatiannya pdhl ilyas udah perhatian banget 😐
Gina Savitri
Abang ilyas jangan pindah ke lain hati ya memperbaiki lebih baik daripada memulai hubungan baru lagi 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!