novel ini sedang direvisi.
Menceritakan kisah Nana yang tumbuh di tengah keluarga yang berantakan.
Membuatnya hidup tanpa aturan, menjadi gadis yang liar mencari kebahagian.
Namun, suatu hari Nana harus menerima kenyataan bahwa dirinya memiliki Ibu tiri. Siapa sangka Nana yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang Ibu, kini mendapatkannya dari wanita simpanan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OM, KEMANA SAJA?
"Kenapa nggak lo terima aja, gue siap jadi asisten pribadi lo buat bayar hutang gue sama lo" ucap Tara.
Amara berfikir kalau dirinya harus meminta izin terlebih dulu pada Brian.
Tara menggoyangkan lengan Amara yang terlihat sedang melamun, "Hey ayam-"
"Gue Amara bukan ayam kampus," ucap Amara memotong ucapan Tara. Amara berfikir apakah harus dirinya membantu Tara yang bahkan tak dikenalnya.
Lalu Amara membayangkan seandainya Brian yang tak mengenalnya pada saat itu tak menolongnya mungkin Amara sudah menjadi gembel dan buronan Anton.
Setelah berfikir Amara dan Tara kembali masuk kedalam studio, "Apa bisa saya meminta depenya, saya membutuhkan uang yang tak sedikit," ucap Amara pada Joy.
"Baiklah, besok kau harus sudah mulai bekerja." ucap Joy.
Amara meminta depe terlebih dulu tetapi Joy mengatakan besok dihari pertama bekerja, Joy takut kalau uangnya akan dibawa kabur oleh Amara dan Amara mengingkari janjinya.
_________
Tara kembali kerumah sakit dan Amara kembali ke apartemennya.
Amara merasa sepi karena Brian harus pulang terlambat, Brian mengatakan kalau dirinya sedang lembur di kantor.
Amara merasa bosan lalu mengirim pesan pada Brian.
"Om selesai jam berapa?"
"Sabar sayang, om selesai jam 7, kenapa kangen yah sama om?"
"Bukan kangen tapi nggak bisa tanpa om," balas Amara.
"Astaga anak ini, bucin sekali," gumam Brian dengan tersenyum, Brian merasa tak sabar ingin cepat pulang dan menemui Amara.
lalu datang Egi masuk ke ruangan Brian.
"Kebetulan sekali kamu datang," ucap Brian kemudian meminta Egi untuk duduk.
Setelahnya Brian bertanya pada Egi, Brian bertanya apa yang biasanya disukai anak muda saat berkencan.
Egi menjawab kalau anak muda biasanya akan suka kalau di ajak jalan berdua berbelanja, menonton dan jalan-jalan.
Egi ingin menanyakan siapa yang sedang berkencan tetapi diurungkannya, Egi merasa tak sopan apabila menanyakan hal itu.
Brian berfikir kalau dirinya belum pernah mengajak Amara nonton di bioskop. Brian membayangkan betapa bucinnya Amara yang akan selalu menempel dilengannya.
Brian mengirim pesan pada Amara untuk datang ke mall xxx, Brian akan menyusulnya dari kantor.
Amara senyum-senyum setelah membaca pesan dari Brian. Amara merasa kalau Brian sedang mengajaknya kencan.
Amara bersiap dan setelah itu Amara memesan taksi online.
Amara melihat jam ditangannya, waktu menunjukkan sudah pukul 18:45 wib.
Entahlah hari ini begitu membosankan bagi Amara dan dirinya sangat merindukan Brian, dan Amara merasa bahagia disaat dirinya merindukan Brian dan Brian mengajaknya untuk kencan.
Amara sudah tiba dimall yang dituju.
Melihat antrian yang begitu panjang membuat Amara memesan tiket terlebih dulu agar nanti Brian tak perlu antri untuk membeli tiket.
Amara memilih genre action romance dan membayangkan betapa sweetnya nanti saat bersama Brian.
___________
"Bosen banget gue cuma bolak balik main hp di kasur kek gini" gerutu Lian.
Lian menepati janjinya pada Aksen untuk melepas gelar raja jalanannya itu.
Sebenarnya anak buah Lian sudah berkali-kali menghubungi Lian dan meminta untuk kembali dan mengalahkan Aksen.
Lian membuka lemarinya dan melihat semua barang miliknya adalah koleksi lamanya.
Lian keluar dari kamar dan harus melewati kamar Ratna.
"Lian," panggil Ratna dari belakang saat Lian sudah melewati kamar Ratna.
"Bagaiamana dengan janji kamu, mamah beri waktu kamu satu minggu," lanjut Ratna.
"Mamah, santai dan tenang saja ya, Lian yang tampan ini pasti segera mendapat jodoh," ucap Lian memuji dirinya lalu pergi meninggalkan Ratna.
_____________
"Kamu sakit apa mel?" tanya Brian yang saat ini sudah berada dirumahnya bersama Melinda.
"Aku sakit dan kata dokter umur aku nggak lama lagi mas," ucap Melinda dengan menitikan air mata.
Brian tak tega melihat Melinda yang sedang terbaring lemah dirumahnya, Melinda ingin menghabiskan sisa waktunya bersama Brian dan Brian mengabulkan permintaan Melinda dan menganggap itu permintaan terakhir Melinda.
Brian sibuk mengurus Melinda yang terlihat pucat dan lemah, Brian membuatkan makan malam untuk Melinda.
Melinda duduk di kursi meja kecil yang berada didalam kamarnya dan Brian menemaninya, Melinda meminta maaf atas perbuatannya yang menyakiti Brian dan Brian memberikan maaf itu. Melinda yang mendapatkan Maaf dari Brian lalu meminta pada Brian untuk rujuk, "Maaf Mel kalau rujuk aku belum bisa, aku hanya akan merawatmu saja," jawab Brian.
"Aku mengerti mas, memang seharusnya kamu membenciku apalagi sekarang sudah tidak ada buah hati kita yang akan menguatkan cinta kita," ucap Melinda dengan menitikan air mata.
"Cinta, apakah masih ada cinta di hatiku untukmu Mel?" batin Brian.
Setelah selesai makan malam Brian pamit untuk pulang, "Aku pamit Mel, aku harus pulang,"
Melinda menggenggam tangan Brian dan mengatakan,"bukankah rumahmu disini mas?"
"Itu dulu waktu masih ada cinta diantara kita Mel, aku harap kamu menepati janjimu aku hanya akan merawatmu seperti apa yang kamu minta. Ini adalah permintaan terkahir dari kamu," jawab Brian.
Setelah itu Brian pergi dari rumah Melinda, Brian melajukan mobilnya ke mall tempat dirinya membuat janji.
Sementara itu Amara sudah duduk di bangku taman kota ditemani cahaya lampu taman, Tangannya bersedekap dada dan entah apa yang ada dipikiran Amara yang menundukan kepalanya.
Amara yang merasa bosan harus menunggu dua jam di dalam mall seorang diri memilih pergi melihat keindahan taman dimalam hari.
Niatnya untuk mengusir kejenuhan dan rasa kecewanya nyatanya semakin membuat Amara merasa kecewa dan cemburu, Amara melihat banyak anak muda yang sedang berjalan dengan pasangannya, begitu mesranya mereka membuat Amara semakin iri. Amara ingin seperti mereka tetapi Amara berfikir kalau dirinya harus mengerti Brian yang sibuk bekerja. Brian bukan anak muda lagi seperti dirinya yang hanya memikirkan cinta.
Brian sudah sampai di mall dan langsung naik kelantai paling atas dan mencari Amara di gedung bioskop.
Brian mencari Amara dan tak menemukannya lalu Brian merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya, Brian menghubungi Amara namun Amara tak menjawab panggilannya itu.
"Ck, om kemana saja?" gumam Amara melihat nama siapa yang meneleponnya.
Amara kembali memasukan ponselnya kedalam tas slempang miliknya lalu Amara bangkit dari duduknya dan mulai melangkahkan kakainya gontai.
____________
Lian dicegat oleh seseorang yang dikenalnya, dia adalah Rendy anak buah Lian. "Bos, lo kok enak-enakan belanja sih, kami anak buah memperjuangkan posisi bos di wilayah ini loh,"
"Ck, gue udah nggak minat biarin ajalah sesuka dia,"
Rendy merasa tak terima kalau bosnya itu pasrah, karena setelah kepergian Lian, Aksen semakin menjadi dan merajalela.
Rendy lebih kesal lagi saat dirinya sedang membujuk Lian, Lian memilih pergi begitu saja mengejar gadis yang sedang main lari-larian di trotoar.
Bersambung..
soalnya ini kenapa tiba2 si nana meninggal? trus melinda sakit? sama amara berhubungan sma brian? dan brian tiba2 udah cerai sma melinda?
ini apa gue yang ngelengkah2 bacanya apa gimna sii😭
tapi perasaan gue liat ulang kagak salah bacanya🥲