NovelToon NovelToon
Warung

Warung

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: BundaDM

seorang chef yang punya masa lalu yang kelam, bertemu dengan wanita seorang guru Paud yang religius.

Kisah sang wanita di masa lalu terus menghantuinya selama ini hingga belum juga berniat menikah diusianya menjelang 30 tahun.

Sang pria yang sukses dalam karier tapi terjebak dalam cinta terlarang. Sebuah cinta dari masa lalu pula.

Sanggupkah keduanya keluar dari bayang-bayang masa lalu dan menjalani hidup lebih baik ke depannya? bagaimana dengan kisah masa lalu nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

* Cooking 14, Hajatan

Ulay teringat akan kata Babanya,

"Allah menciptakan manusia lengkap kelebihan ama kekurangannya .. ga ada yang sempurna. Tapi bagaimana rasa syukur menerima segala yang ada dalam hidup lah yang membuat kita merasa tercukupi".

Andai mulut Ulay mampu bercerita keresahan terbesar dalam hidupnya yang membuat dia takut untuk menikah, mungkin semua orang ga akan pernah memandangnya sebagai wanita yang telat nikah lagi. Tapi bibirnya terlalu berat untuk dia buka, karena sekali bibirnya mengucap, maka semua yang sudah berjalan dengan baik bisa hancur seketika.

💐

Sesampainya di Apartemen, Ale langsung mengguyurkan tubuhnya dibawah shower. Keringat terasa sangat lengket melekat ditubuh atletisnya. Ga ada beban dalam pikirannya malam ini padahal ia baru saja mengajak seorang wanita untuk menikah sama dia. Ale hanya ingin membahagiakan Omanya yang divonis kanker kelenjar getah bening diusianya yang sudah sepuh. Sebagai cucu kesayangan, Oma banyak berharap masih sempat melihatnya menikah.

Sebulan lagi, Oma akan memulai tahapan kemoterapi di Jakarta dan beliau berharap Ale sudah menikah atau paling tidak, sudah punya kekasih. Selain itu dia juga terlalu lelah dikejar sama wartawan karena gosip penyuka sesama jenis bahkan sampai digosipin lelaki buaya darat yang dengan mudahnya berganti wanita buat teman tidur.

Dengan berbagai tekanan dalam hidupnya dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri tekanan pada diri Ulay, akhirnya membuat hatinya tergerak untuk mengajak Ulay menikah.

Bisa dibilang ajakan menikah dengan Ulay adalah simbiosis mutualisme, Ale bisa memenuhi keinginan Omanya dan menepis banyak gosip yang beredar, Ulay pun bisa terbebas dari gunjingan keluarga. Bahkan kelak jika menikah, dia tidak akan menuntut apapun dari pasangannya. Dia tidak butuh cinta, karena dihatinya hanya ada satu wanita. Wanita yang empat tahun yang lalu lebih memilih menikah dengan orang lain daripada dia. Tapi janjinya untuk selalu hadir saat wanita ini memerlukannya sampai detik ini masih ia pegang.

Wanita itu selalu butuh dirinya, berkali-kali bujuk rayu Ale buat wanita tersebut untuk bercerai dari suaminya dan menikah dengan Ale selalu ditolak. Tapi hati Ale masih setia. Bahkan tertanam dalam otak kecilnya kalo dia hanya akan menikah dengan wanita tersebut.

Wanita yang merupakan cinta pertamanya saat SMA dulu. Saat dia berjuang menjadi yang terbaik buat wanita tersebut, pada akhirnya dia hanya menjadi bak sampahnya aja. Dan dengan bodohnya hingga detik inipun, Ale tetaplah menjadi bak sampahnya. Ale selalu datang menghibur dikala wanita itu terjatuh dan menyediakan bahunya untuk bersandar. Bagaimana bisa dia mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain, kalo si dia selalu berhasil merayu Ale untuk selalu dalam dekapannya.

Seusai mandi, Ale merebahkan tubuhnya di sofa. Kemudian melihat HP nya, banyak misscall dari wanita yang amat dicintainya.

"Le... gw di Jakarta, datang ya ke Apartemen, gw tunggu" suara wanita dari ujung telepon memanggilnya.

Walaupun hari ini tubuhnya terasa lelah sekali karena syuting seharian plus nyetir sendiri, panggilan dari wanitanya ga akan pernah bisa dia abaikan.

Jadwal besok Ale ada rencana review masakan para asisten Chef di Restoran Laperpull, tapi masih bisa diatur karena ga ada kegiatan syuting. Dia langsung bergegas layaknya seorang dokter yang akan menghadapi pasien emergency.

🌿

Melihat banyak tamu yang hadir dan tak putus-putus dikawinannya Wiya, dalam raut wajah Wak Yani sudah kebayang, bakalan surplus atawa untung dari hajatan pernikahan anaknya itu. Setidaknya, modal yang digunakan untuk membiayai pernikahan bakalan balik.

Sampai menjelang selesai acara, kotak angpau udah berkali-kali dipindahkan isinya, yang terakhir ini malah sudah hampir ga muat. Setiap tamu yang akan memasukkan amplop kedalam kotak itu, terpaksa harus dibantu oleh para penerima tamu, agar amplop itu bisa masuk kedalam kotak karena sudah penuh sesak.

Menjelang jam sepuluh malam, hanya tinggal acara dangdutan. Kebiasaan di keluarga besarnya kalo amplop akan dibuka didepan keluarga besar.

Hampir tengah malam, satu persatu keluarga membantu membuka amplop tersebut dengan penuh perhatian. Dibacanya nama-nama tamu dan dicatat besarannya uang dalam amplop disebuah buku. Wajah Wak Yani kadang-kadang berseri, kadang nampak mikir dan sambil menghela nafasnya panjang. Ga menyangka hal ini akan terjadi. Setelah semua amplop dibuka, jumlahnya lebih dari lima ratus lembar amplop, tapi jumlahnya hanya dapat dua puluh juta rupiah aja. Wak Yani duduk tertegun, didepan bekas amplop yang berserakan dan isinya sudah kosong itu, ga habis pikir, sebagian besar isi amplop itu, hanya uang Rp 5.000, Rp 2.000, bahkan ga sedikit pula yang kosong. Wak Yani sedih dan malu didepan keluarga.

Pesta pernikahan anaknya menghabiskan dana hingga tiga ratus jutaan, tapi hasilnya ga seberapa. Rekan kerja pihak suaminya Wiya dan Wiya lebih banyak yang memberikan kado berupa barang, paket honeymoon dan perlengkapan harian.

"Kite pan hajatan buat senengin anak, bukan dagangin anak" hibur Bang Pendi.

"Iye sih Bang, uang segitu mah senilai kalo bikin dua pintu kontrakan. Tapi masa sih tamu ampe bejibun, kok kondangannya irit amat. Ini ada yang kaga beres kayanya Bang" ucap Wak Yani.

"Kaga beres pegimane Yani?" tanya Bang Pendi penasaran.

"Kan lagi sering kejadian di Kampung kita ini .. lagi musim tuyul Bang. Emang tuh sekilas aye liat si Dulloh berdiri aja deket soundsystem, kan dia dicurigain miara tuyul" ucap Wak Yani.

"Nyak.. jaman udah modern gini masih aje segala tuyul dibawa, udah sih mungkin rejekinya kita segini. Lagian pan tadi Babe bilang kalo hajatan ini bukan buat dagang yang mikir untung rugi" nasehat anaknya Wak Yani paling tua.

"Lu mah enak ngomongnya, pada kaga ngeluarin duit kaya Nyak. Mana Lu pada .. cuma ngasih sejuta doangan ke Nyak buat hajatan. Katanya Lu pada orang kaya, ga taunya abis nikah pada boncos semua. Gayanya doangan Lu pada bilang lakinya pemborong, abisan nikah kerjaan pada kaga gablek. Nyak juga yang ngempanin kalo laki Lu kaga ada proyek. Makanya cari kaya Baba Lu, pinter nyari duitnya" ucap Wak Yani kesel.

Banyak keluarga yang meninggalkan ruang keluarga dan pamit pulang. Mereka merasa ga nyaman kalo Wak Yani udah ngomongin duit. Ujung-ujungnya pasti jelek-jelekin semua orang. Lagi pula semua udah capek dari kemarin membantu di rumah ini.

Ulay dan Nyak Puah masih bebenahan di dapur, mereka memilih seperti itu daripada ikut bukain amplop bareng keluarga yang lain.

"Nyak.. udah lah kaga usah dibahas. Pan Nyak sendiri yang mau gede-gedean, katanya buat penutupan hajatan, Nyak ga bikin hajatan lagi, segala pesen catering, kan dari awal Wiya bilang masak aja sendiri, kan sodara kita banyak buat dimintain tolong masak, beliin sodara sampe tetangga bahan seragam sama ngasih ongkos jahit, abis berapa aja tuh? Ngundang juga banyak kaga kira-kira. Dari ujung ke ujung Nyak sambatin semua. Nyak pan tau tetangga kita tuh banyak pengangguran, tukang ojek, kuli batu dan yang kerjanya serabutan. Jadi bukan karena tuyul, amplop yang isinya hanya Rp 5.000 dan sebagian kosong, itu akibat kondisi masyarakat yang emang udah berat. Emang ada sih orang kaya yang tinggal di kampung ini, tapi bisa dihitung jari Nyak" nasehat Wiya pelan.

Dia merasa malu sama suaminya. Kini tinggal Wak Yani yang duduk di ruang keluarga, tumpukan barang-barang masih teronggok manis disudut ruangan.

Pesta Wiya usai jam dua dini hari, karena dangdutan jadi agak mulur waktunya. Padahal ijin cuma sampai jam dua belas malam. Anak-anak muda dan Bapak-bapak masih susah beranjak pas tengah malam dan tetap berjoget ria di lapangan. Ada juga yang main kartu sambil dengerin musik. Tumpukan sampah menggunung dibeberapa tempat karena banyak pedagang keliling yang menjajakan dagangannya saat ada panggung dangdutan.

1
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
terimakasih bunda.. harus banyak istighfar kalo baca karyamu
Bunda DM: hehehe... begitulah hidup kan, kudu banyak istighfar
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
perjuangan, persahabatan percintaan.

meskipun porak poranda tetapi berhasil dibangun kembali
Bunda DM: makasih udh baca tuntas
total 1 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
persahabatan yang tak lekang oleh waktu..
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
setiap proses harus dihargai
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
gitu ya Lay
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
uummm🥹🥹
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
mantap mama🥰🥰🥰
biar kicep dia
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
mama, waktu dan tempat dipersilahkan 🤭
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
sweet beut cheef, ya ampun Ampe jungkir balik ini yang baca 🤣
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
gak diafzanin chef..
eh anak nya cewek pa cowok ya
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
mitos gak ya kalo bayi prematur tuh tingkat kecerdasannya tinggi
Bunda DM: semua org bisa nulis kok
total 3 replies
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
tadi ge panik sekarang dah kek motivator handal🤭
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
s moga lahir sehat ya bayinya
juga ibunya 😭
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
eh sudah hpl kah
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
ya Allah...
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
Alhamdulillah pada mendapatkan kebahagiaan masing-masing
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
jadi besti setelah cerai
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
kasihan Anwar jadi korban 🤭
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
posesif banget chef
ᖇᑌᔕᔕᗴLL
kurang atuh chef, yang lain gak kebagian dong 🤭
Bunda DM: yg ga kebagian ya bikin sendiri 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!