menanti jodoh yang terbaik adalah impian semua orang,sebab itu pernahi diri karena jodoh mu cerminan dirimu.
tapi bagaimana bila dirimu sudah berakhlak sesuai syariat tapi ternyata jodoh mu tak sesuai harapan mu.
inilah kisah dari seorang gadis bernama vilara,gadis berhijab yang sedang menunggu jodoh dunia akhirat nya,
vilara dihadapkan oleh dua pilihan pemuda yang mencintai vilara dengan cara berbeda.
"umi andai vii tidak menikah dengan seorang santri atau anak ustadz apa ilmu yang selama vii dapat tidak bermanfaat",tanya vilara
"tidak nak,karena itu lah perjuangan sesungguhnya bagi mu,untuk menuntun seorang kejalan yang benar dengan ilmu mu,jalan yang diridhoi allah".ucap umi menasehati vilara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hardiantomy Corro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Hari ini Ali memulai awal yang baru belajar melupakan cinta pertamanya menjadi pengajar disebuah sekolah negeri dan sekaligus belajar menjadi pengasuh ponpes milik abi nya.
Hari-hari nya disibukan oleh mengajar dan belajar,diotak nya hanya ada misi dan visi untuk mencetak generasi yang berakhlak serta cerdas.
Hingga suatu malam umi nya menanyakan apa sudah punya calon menantu untuk uminya.
"Nak bagaimana udah ada calon mantu belum buat umi".tanya umi
"Belum umi saat ini Ali mau fokus dulu buat mengembangkan ponpes abi dulu".ucap Ali sambil membolak-balik an lembar kertas.
"Bagaimana kalau umi kenalkan dengan putri teman umi".ucap umi
"Ali masih sibuk umi".elak Ali
"Yaa kan enggak ada salah nya nak kalau kamu mau mencoba untuk taarufan dulu".dengan nada membujuk
"Ehhmm nanti coba lihat dulu ya umi".
"Baiklah,nanti kamu lihat foto nya dulu ya".
"Tapi...".
"Udah enggak usah dipikirin namanya taaruf kalau jadi alhamdulilah kalau enggak bukan jodoh nya".ucap umi untuk menenangkan Ali agar tak terlalu kepikiran.
"Ehmm menurut umi baik buat aku,Ali nurut".ucap Ali sambil tersenyum
Umi hanya senyum dan menganggukan kepalanya,menurut umi gadis yang akan taaruf dengan anaknya sudah pas untuk dijadikan mantu,segi fisik cantik,dari keluarga baik-baik, dari ilmu agama masih belajar dipesantren,terus sudah otomatis menutup aurat pula.umi hanya berharap semoga hal baik segera terlaksana.
Setelah pembicaraan dengan uminya Ali sedikit kepikiran,ya diusia yang hampir kepala tiga dia belum mempunyai pendamping,padahal teman sepantaran dia sudah memiliki istri bahkan anak.
"Huuuffth,isteri".gumam Ali yang sedang berbaring ditempat tidurnya.
aaagghh dia kenapa tiba-tiba teringat senyum gadis kasir penjaga warung bakso.
Ali pun ikut tersenyum,sudah lama pula dia tidak kesana.
nanti malam saja kesana,gumam Ali sambil senyum penuh arti.
Sedang Vii masih sibuk dengan kerjaan karena sekarang dia berada diwarung yang depan pom bensin,hari ini sangat ramai tapi Vii senang,karena bisa mengamati karakter orang yang berbeda-beda tiap harinya.
Warung yang baru ditunggu oleh Susi,Mira dan kang Aang.sebulan sekali bergantian oper pegawai agar enggak bosan kata pakde gendut.
"Vii pinjem charger"ucap kang Aang yang kebetulan disini untuk mengambil bakso.
''Eeeh iya kang ada di kamar istirahat kang".ucap Vii
"Ambilin giih".dengan tampang yang datar(ngeselin banget senyum dikit kek😑).
"Pakai kata"tolong",kan lebih enak didengar".ucap Vii dengan nada penekanan
"Iya tolong mbak Vii ambilin chargernya".dengan nada songong nya
"Baik tuan muda".ejek Vii dan berjalan kebelakang tempat beristirahat karyawati.
Aang mengerutkan dahi
"tuan muda".gumamnya
"Ini kang chargernya".sodor Vii
dan diraih charger beserta tangan Vii,Vii pun refleks langsung menepis tangan Aang,
"Maaf".kikuk Aang
"Iya kang".ucap Vii dengan senyum terpaksa
hening
Eehheem dehem aang
"Tadi yang kamu panggil tuan muda siapa?".tanya Aang
"Ya kang Aang lah"ucap Vii sambil menarik kursinya.
"Maksud nya".Aang tak mengerti
"Tuan muda cuma bercanda kang,apa mau Vii panggil tuan tua",elak Vii padahal batin Vii(tuan muka datar😅😅😅).
"Ooowww,ok".ucap Aang berlalu pergi.dengan senyum tipis yang tidak tampak oleh Vii.
...****************...
Rinan sebentar lagi akan kembali ke kota nya,dia disini hanya sekedar memantau dan memajukan pertanian dikota ini,dia berharap sebelum pergi ingin bertemu dengan Vii,ingin berpamitan dan melihat senyumnya,tidak seperti dulu.
adik manis
Vii abang kewarung kok enggak ada.
Vii diwarung depan pom bang.
Abang akan meluncur kesana.
Setelah berbalas chat dengan Vii,Rinan meluncur menghampiri Vii adik manisnya.
"Assalammualaikum".ucap Rinan
"Walaikumsalam".ucap Vii sambil tersenyum.
Rinan memandang senyum Vii yang selalu Rinan rindukan,yang selalu Rinan ingin pertahankan senyum itu,senyum yang membuat Rinan jauh-jauh datang kekota dimana Vii tinggal.
"Bang,abang Rinan".Vii memanggil Rinan dan melambaikan tangan didepan Rinan.
"Eh iya,pesan bakso nya tapi abang ingin Vii yang antar".ucap rinan yang tersadar dari lamunan.
"Ok,minum nya apa bang?".
"Yang menurut Vii seger aja lah".ujar Rinan dengan berlalu ketempat duduk pengunjung.
"Baik ditunggu ya bang".ucap Vii dan meracik pesanan rinan.
saat sedang meracik
"Siapa mbak".ucap Putri
"Asstagfirulloh".kaget Vii sambil mengusap dada
"Heehee maaf mbak".ucap Putri
"Abang Rinan".Vii menjawab pertanyaan putri.
"Oh sini kalau gitu biar Putri aja yang antar mbak".pinta Putri.
"Enggak usah biar mbak aja".
"Cie cie ehem ehem".goda Putri
"Apaan sich put."ucap Vii dengan wajah malu dengan nampan ditangan.
"Haaahaaahaaa mbak Vii malu-malu meong".goda putri
Vii hanya melirik Putri tajam dan berlalu menuju meja rinan.
"Ini bang pesanannya".ucap Vii sambil meletakan pesanan.
"Terimakasih Vii".
Vii hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Bisa temani aku Vii".pinta Rinan
"Tapi Vii masih jam kerja bang".
"Sebentar saja Vii".
"Enggak enak sama bos dan temen Vii bang".tolak halus Vii
"Bagaimana kalau nanti pulang abang jemput".
"Vii bawa motor bang".
Huuuffth Rinan menghela nafas
"Ya sudah bang selamat menikmati".ucap Vii
Sebenarnya Vii tau Rinan mempunyai rasa terhadap dia tapi Vii pura-pura tidak tau,atau lebih tepatnya menghindari rasa,takut virus merah jambu kambuh lagi.
Vii menghampiri Putri.
"Mbak kenapa",
"Enggak ada apa-apa".
"Ada masalah ya mbak"
"Enggak ada Put".ujar Vii
"Ehhm mbak kayanya bang Rinan suka dech sama mbak".ucap Putri.
"Enggak dan jangan pernah terjadi"ucap Vii
"Kok gitu mbak".heran Putri
"Karena enggak boleh Putri sayang".
"Tapi kenapa?alasan apa yang mbak punya".ucap Putri yang penasaran
"Anak kecil belum boleh tau".ucap Vii sambil mengacak kepala Putri yang tertutup hijab.
Eheemm
Vii dan Putri menoleh kesumber suara
"Aku mau dooong diusap juga".dengan nada menggoda.
kalo anak paman ato bibi itu sepupu Thor bukan keponakan, kalo keponakan, bibi ato paman ke anak saudaranya