Menikahlah denganku......!!
Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...
Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.
Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat Belas..
Pagi hari yang sangat cerah untuk memulai aktifitas . Ayra sudah bangun dari tidurnya sekitar lima menit yang lalu . Tapi dia masih belum beranjak dari sana. Ayra masih ingin bermalas-malasan di atas ranjangnya . Sedangkan Baikal , dia masih terlelap pulas sambil memeluk erat Ayra . Sudah dari semalam posisi Baikal seperti itu . Bahkan sampai membuat Ayra kesulitan bergerak . Ayra memang belum mencintai Baikal . Tapi Ayra tak pernah melarang Baikal untuk menyentuhnya. Ayra hanya membiarkan saja apa yang ingin Baikal lakukan pada dirinya asal itu tidak mengarah pada ke kekerasan . Tapi Ayra juga sangat yakin kalau Baikal tidak akan berbuat kasar padanya.
"Bai...bangun yuk .."
"Hm..bentar lagi sayang ..." jawabnya sambil mengeratkan pelukannya.
"Kalau gitu lepasin tangan kamu...aku mau ke kamar mandi."
Baikal tak meresponnya dia masih saja memejamkan matanya.
"Bai....mau aku cubit lagi.." ancam Ayra.
"Hm iya iya....jangan lama lama......"
Ayra tak menjawabnya , dia turun dari ranjang kemudian masuk ke kamar mandi .
Beberapa menit kemudian . Ayra sudah keluar dari kamar mandi . Dia mengganti baju tidurnya dengan kaus dan celana pendeknya. Ayra mengikat rambutnya asal . Dia akan ke dapur untuk membuat sarapan . Dia juga akan bersih-bersih hari ini . Baikal tidak punya asisten rumah tangga jadi Ayra harus membersihkan apartemennya sendiri . Toh juga apartemennya tak terlalu besar jadi tidak akan membuat Ayra capek . Ayra juga masih mengambil cuti kerja jadi dia benar-benar free untuk hari ini.
Ayra akan bersih-bersih dulu sebelum membuat sarapan . Baikal masih tertidur . Ayra tidak mau makanannya menjadi dingin kalau dia memasak sekarang.
Baikal meraba tempat di sampingnya . Kosong , mungkin Ayra belum keluar dari kamar mandi .
"Sayang ..." panggil Baikal tapi tak ada jawaban dari Ayra.
"Ay.." panggilnya lagi .
Baikal kemudian membuka matanya , dari tadi dia terus memanggil Ayra tapi selalu saja tak mendapat jawaban. Baikal kemudian melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi . Dia akan melihat apa yang sedang Ayra lakukan sampai selama ini .
"Sayang kenapa lama banget ..." ucapnya ketika di depan kamar mandi tapi ternyata pintunya sudah terbuka . Ayra sudah keluar dari sana sedari tadi.
Baikal keluar dari kamar masih dengan keadaan yang sangat mengantuk. Baikal mendapati tubuh Ayra yang sedang berada di ruang tamu sambil memegang sebuah kemoceng di tangannya.
"Kamu ngapain Ay...? "
Ayra menoleh mendengar suara Baikal.
"Bersih-bersih ," jawabnya singkat.
"Gak usah bersih-bersih ," Baikal langsung merebut komeceng dari tangan Ayra . Dia tidak mau sampai Ayra kecapekan lagi dan berujung marah-marah padanya.
"Nanti akan ada pembantu yang datang . Dia akan bekerja mulai pagi hingga sore dan setelah itu pulang," jelas Baikal.
"Ayo temani aku tidur lagi ...aku mau di atas ranjang saja hari ini ."
Baikal langsung menarik tangan Ayra setelah mengungkapkan keinginannya.
Ayra hanya menurut , kayaknya bermalas-malasan di atas ranjang juga bukan ide yang buruk.
Kini mereka sudah sama-sama di atas ranjang . Baikal kembali ke posisi semula yaitu memeluk Ayra dan kembali memejamkan matanya kembali . Ayra menjadi sangat bosan , dari tadi dia mencoba memejamkan matanya juga , tapi selalu saja tak bisa karena dia sudah tidak mengantuk lagi . Ayra kemudian mengambil ponselnya di atas nakas samping tempat tidur . Dia mulai memasukan password ponselnya kemudian membuka sosial medianya .
Baru sebentar Ayra menscroll sosial medianya . Suara Baikal sudah menghentikannya.
"Jangan main ponsel kalau lagi sama aku." Baikal sudah membuka matanya ketika menyadari Ayra sibuk memainkan ponselnya.
"Kenapa ? "
"Aku gak suka! "
"Iya alasannya apa...? "
"Kamu pasti akan mengabaikanku dan lebih memilih memainkan ponselmu ," jawab Baikal dengan nada manjanya.
Oh astaga....Ayra baru menyadari kalau laki-laki tinggi bertubuh gagah yang ada di belakangnya ini punya sifat kekanak-kanakan seperti ini . Ayra kira Baikal adalah laki-laki yang tegas dan perfectionist tapi kenyataannya di depan Ayra dia berubah menjadi lebih kekanak-kanakan , bahkan hampir mirip sekali dengan anak kucing yang sedang bermanja-manja dengan induknya.
" Kamu kan sedang tidur , aku bosan."
"Aku udah bangun nih .... jadi cepat taruh ponselmu kembali ," ucapnya sambil menunjukan wajah bangun tidurnya pada Ayra .
"Ck ..." Ayra berdecak kesal dan langsung didengar Baikal.
" Kamu gak suka ? " tanya Baikal yang langsung membalikan tubuh Ayra menghadapnya .
Ayra menghembuskan nafasnya pelan sebelum berucap . Dia sangat malas kalau pagi-pagi sudah harus berdebat dengan Baikal .
"Jadi kehidupan pernikahan itu seperti ini ya.....Istri harus menuruti segala kemauan suaminya . Huft..." batin Ayra.
"Suka kok , nih udah aku taruh kembali ke nakas," jawab Ayra sambil memaksakan senyum indahnya .
"Nah gitu dong ...nurut sama suami," ucap Baikal sambil kembali memeluk Ayra erat . Dia juga mendaratkan ciuman bertubi -tubi ke seluruh wajah Ayra . Dan Ayra hanya bisa pasrah untuk menerimanya .
"Ay ..." panggil Baikal .
"Hm.."
"Ay...boleh gak aku... " Baikal agak sedikit ragu untuk melanjutkanya.
"Apa ?" tanya Ayra . Dia sedikit penasaran , pasalnya Baikal menggantung kalimatnya .
Baikal diam , dia masih saja ragu untuk melanjutkanya , tapi suara Ayra terus saja mendesaknya .
"Apa ..?" tanyanya lagi sambil beralih menatap Baikal .
"Melakukan itu .." jawab Baikal melanjutkan kalimatnya yang tadi .
"Itu .....apa? " Ayra masih belum paham dengan kalimat Baikal . Apa yang Baikal maksut Ayra benar-benar tak paham.
"Itu........" ucap Baikal lagi .
"Iya ..., tapi itu apa ? aku gak paham . Ngomong yang jelas deh Bai," jawab Ayra yang mulai kesal.
Baikal menghembuskan nafasnya pelan . Dia agak sedikit takut mendengar jawaban dari mulut Ayra nanti . Tapi dia sudah terlanjur bertanya sampai sini jadi dia akan mencobanya .
"Hubungan suami istri," ucap Baikal sedikit pelan , namun masih bisa di dengar oleh Ayra .
Ayra sedikit kaget mendengar jawaban Baikal . tapi dia sebisa mungkin untuk menyembunyikan rasa kagetnya . Dia sudah menduga cepat atau lambat Baikal pasti akan meminta hal itu pada dirinya . Ayra jadi teringat ucapan Mama Leylin waktu itu . Dia harus melayani Baikal ketika Baikal menginginkannya kalau dia tidak mau menjadi istri yang durhaka . Ayra memang sudah mengambil keputusan tentang hal ini sejak awal dia menikah dan semoga saja keputusan yang ia ambil ini benar .
Baikal menunggu lumayan lama jawaban Ayra . Dia benar-benar sudah sangat gelisah sekarang . Dia takut Ayra tak mau melakukannya dengannya . secara kan Ayra tidak mencintainya sama sekali . Baikal cukup tau diri tentang hal itu . Dia sudah seperti pengemis cinta saja .
"Boleh ..." jawab Ayra singkat sambil menganggukan kepalanya .
Baikal bagai tersambar petir setelah mendengar jawaban Ayra . Dia sekarang sudah mendapatkan lampu hijau . Dia sangat senang Ayra mau melakukannya dengannya . Dan itu tandanya , Ayra sudah benar-benar menerima dirinya.
"Boleh sayang !!" tanya Baikal ingin memastikan .
" Iya boleh , asal...." Ayra menggantung kalimatnya.
"Asal apa ? " tanya Baikal dengan sangat antusiasnya.
"Aku tipe orang tidak suka berbagi . Kalau sudah jadi milikku ya milikku . Awas saja nanti kalau kamu sampai melakukannya dengan wanita lain . Aku akan suruh Felix untuk memotong milikmu , " ancam Ayra panjang lebar yang intinya adalah Baikal harus melakukannya hanya dengan dirinya saja . Tapi Ayra terlalu malu kalau harus mengungkapkannya seperti itu.
Baikal langsung menyanggupinya . Dia sangat mencintai Ayra dan itu berlaku untuk selamanya . Bahkan Baikal tak pernah bergairah sama sekali ketika melihat tubuh wanita lain tapi beda kalau itu adalah Ayra . Ayra memakai baju lengkap saja Baikal sudah langsung bergairah apalagi jika sudah tanpa busana.
______________
Jangan lupa vote ya....