Cinta hadir menjadi orang ketiga diantara cakra dan tasya.
Cinta awalnya adalah gadis tangguh namun kehilangan seorang sandaran hidup mampu melemahkannya.
kisah antara cakra dan cinta yang menjalani hari-hari bersama dan menumbuhkan cinta antara mereka, namun tak mendapat restu dari keluarga.
Cakra berniat untuk membawa cinta pergi jauh meninggalkan keluarga untuk menjalani hidup berdua.
Apa yang ada di fikiranmu?Kenapa kamu bilang akan meninggalkan segalanya demi hidup bersamaku?Apakah kau juga akan meninggalkan keluargamu?Dan perusahaanmu, bagaimana?Apakah kita bisa hidup bersama? Aku memang akan pergi tapi tak akan mungkin untuk mengajakmu bersamaku.
Jangan lupa sediakan tissu yah!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Tasmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu DIRUT
Bima menghentikan langkahnya didepan meja cinta.
“ Selamat siang pak,” cinta.
“ Siang. Apa anda tau apa kesalahan anda?” Bima tak mau membuang waktunya.
“Hah, maaf pak, saya tidak tau kesalahan saya. Saya baru bekerja disini selama 3 hari pak. “ Cinta mencoba mencari tau kesalahan dirinya. Karena selama ia bekerja ia masih selalu dalam bimbingan teman-teman satu devisinya.
“Apakah kamu karyawan di sini?” Bima.
“ Iya pak, saya baru bekerja selama 3 hari.”
“ Lalu dimana tanda pengenalmu? Bukannya semua karyawan baru telah mendapatkan ID Card?” Bima.
“Hah?” Cinta langsung menundukkan kepalanya menatap lantai yang ia pijaki sekarang.
“ Baiklah ikut saya!” Bima langsung berbalik di ikuti cinta dibelakannya yang terus menundukkan kepalanya.
Huuf, kasihan cinta langsung ditangani sama asisten Bima, padahalkan kalo dia cepat melaporkan bisa di urus sama Bu mita (bu Mita adalah supervisor di devisi logistic ).
PT PRATAMA MEGAH SAKTI, merupakan anak perusahaan TAMA groub. Dimana penguasa tertingginya ialah Hadi Pratama yang merupakan ayah dari Cakra Safwan Pratama dan perusahaan lainnya di gawangi oleh Cashel Safran Pratama tidak lain adalah anak tertua dari keluarga pratama.
Di lantai 25, hanya ada beberapa rungana di lantai ini.Ruangan staff kesekretarisan, Ruangan asisten Dirut, dan disudut sana adalah ruangan Dirut. Sebelum masuk ke ruangan dirut ada sebuah meja kerja tempat Sekretaris Pribadi Dirut. Semua tamu yang akan masuk ke ruangan Dirut harus melewati sekretaris pribadi beliau.
Bima dan Cinta telah Sampai di depan pintu utama dan,…..
Tok!
Tok!
Tok!
“Masuk!” terdengar suara dari dalam ruangan. Bima dan cinta memasuki ruangan yang cukup luas. Cinta tak terlalu memperhatikan ruangan itu, yang dia lihat hanya lantai keramik tempat dia berjalan sampai di depan cakra.
Kepalanya terus menunduk, Gugup pastinya berhadapan langsung dengan pak DIrut yang tidak lain adalah orang yang pernah dia jambak rambutnya wkwkwkw. Cinta berdiri dihadapan cakra yang masih duduk dibalik meja kerjanya.
Bima meninggalkan ruangan itu, tinggallah mereka berdua dengan perasaan masing-masing. Cinta masih setia dengan pandangannya pada lantai.
Takut, malu kini menghantui hatinya. Bagaimana tidak, dia yang baru saja bekerja diperusahaan besar itu kini berhadapan langsung dengan BOS BESAR untuk mempertanggung jawabkan kesalahannya yang dianggap ceroboh.
Sementara Cakra dengan suatu kemenangan tersenyum simpul melihat. “ Kamu tau kenapa kamu dipanggil kesini?”Cakra membuka percakapannya.
“ Iya pak!” Cinta.
“ Apa? ” Cakra.
“ Karena menghilangkan ID Card perusahaan pak.” Cinta masih tertunduk.
“ Apa seperti ini tingkah lakumu ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua?” Cakra.
AH, si bos akhirnya ngaku juga kalo umurnya memang udah tua wkwkkw.
“ Angkat kepala kamu ketika sedang kamu berbicara. Lihat matanya, apalagi itu atasan kamu. Itu namanya tata karma” Cakra.
Cinta mulai mengangkat kepalanya, tapi tidak dengan matanya. Mungkin saat ini dia hanya melihat kaki meja cakra.
“ Lihat mataku!” Perintah cakra.
Dan cintapun mulai menatap mata pria itu. Mata merekapun akhirnya bertemu. Cukup lama mereka saling bertatapan.
“ Wah kalo diliat-liat pak bos cakep juga yah. G keliatan sih tuanya. Matanya tajam setajam silet! Eh bukan, bukan, seperti mata elang maksudnya, hidungnya mancung, bibirnya seksi.”
Cinta sedikit mengangkat kedua ujung bibir, membentuk senyuman tanpa memperlihatkan giginya. Sementara cakra berdiri melewati mejanya.
Kini dia berdiri di depan mejanya, menyandarkan pinggulnya pada meja kerjanya, meletakkan kedua tangan di samping tubuhnya. Membiarkan wajah dan tubuhnya yang sedang dipandangi lekat oleh gadis itu.
“Body nya, Ah, bawaannya pengen peluk. Peluk aja kali yah? Duh gak tahan nih. Wah, Perfect banget pokoknya! “ Batin CInta.
semangat thor,,, ceritanya bagus bgt,,, aku tunggu karya baru mu thor,,,
klo kisah ku malah mencintai dan d cintai tp nggk bs saling memliki,,,😥
semoga kebahagiaan menantimu cinta