Cinta yang begitu besar hingga membuat seorang wanita bernama Maria, rela berpindah keyakinan hanya untuk memperjuangkan cintanya.
Kesalahan terbesar dalam hidupku adalah karena terlalu Mencintaimu,
dan kekecewaan terbesar dalam hidupku adalah karena perjuangan dan pengorbananku ternyata hanya sia sia, saat lelaki yang kuperjuangkan memutuskan menikahi wanita lain.
Ditengah luka dan kecewa yang dirasakannya. Muncul seorang pria tampan yang menerobos masuk kedalam kehidupannya dan selalu mengklaim bahwa Maria adalah miliknya.
Apakah Maria akan bersama dengan pria itu? Atau malah kembali bersama pria yang sudah mengecewakannya?
IG: NonaFi0609
Tekan ❤️ dan rate ⭐ ya, agar selalu bisa mengikuti alur ceritanya.
Mohon dukungannya, Terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
L.A.T.M 14
Jenny menatap kagum. Benar benar terkagum dengan penampilan Maria saat ini, Yang menggunakan Gamis brokat berwarna abu abu senada dengan Hijabnya.
Wajah cantik Maria yang Bak boneka Barbie Hidup itu, tentu saja membuatnya tetap cantik dalam keadaan Apapun. Dan semakin cantik lagi saat menggunakan Hijab seperti saat ini.
"MasyaAllah Ri... Kamu benar benar cantik menggunakan Hijab." Puji Jenny membuat Maria merasa malu mendengarnya.
"Ri... Nggak lucu kan? Aku malu untuk keluar." Tanya Maria yang merasa belum percaya diri dengan Penampilan barunya.
"Kamu sempurna Ri. Harusnya kamu bersyukur dan bangga diberikan wajah serta hati yang Cantik." Jawab Jenny tersenyum lembut menenangkan Maria.
"Keluar Yuk? Aku sudah tidak sabar melihat reaksi Suamiku saat tahu kamu Sudah menjadi Mualaf? Aku sangat yakin, Bukan Hanya Niko. Naura dan Sean juga pasti akan sangat terkejut." Ucap Jenny lagi lebih antusias.
Aku juga sudah tidak sabar melihat reaksi Reyhan Nanti Ri. Penyesalanmu akan segera datang Rey. Batin Jenny
"Ayoo Ri, Mereka udah nungguin diluar." Ucap Jenny menarik pelan tangan Maria keluar dari dalam Kamar saat mendengar suara bell yang Jenny yakin jika Itu Naura dan Niko.
"Bagaimana Menurut Kalian??" Tanya Jenny dengan suara keras mengalihkan fokus mereka yang terlihat asik mengobrol.
Senyum diwajah Jenny semakin mengembang saat melihat Niko, Naura dan Sean mematung dengan mulut menganga melihat Maria yang berdiri disamping Jenny dengan wajah menunduk malu.
"Kak....!!" Tangis sedih dan kebahagian Naura kembali lepas, menghambur memeluk Maria yang masih berdiri dengan menundukan kepalanya.
Meskipun kesal karena Maria sama sekali tidak memberitahunya perihal Maria yang berpindah keyakinan. Tapi Perasaan senang dan sedih Naura lebih besar dari rasa kesalnya. Naura tentu saja senang saat tahu Maria memutuskan untuk Memeluk Agama Islam. Namun dibalik itu semua Naura juga merasa sedih saat menyadari pengorbanan Maria, ternyata Tidak di sambut baik oleh Cintanya.
Bukan Hanya Naura. Niko dan Sean pun turut merasakan apa yang Naura rasakan saat ini. Namun bedanya Mereka lebih bisa menguasai diri dari pada Naura yang sudah menangis memeluk Maria.
"Ra... Kan aku sudah bilang jangan menangis." Ucap Maria melepas pelukan Naura lalu menghapus air mata Naura.
"Kenapa Kakak menyembunyikan ini semua dariku? Kenapa kakak tidak mau berbagi denganku kak?" Tanya Naura dengan air mata yang terus meluncur diwajahnya.
"Maafkan aku Ra, Karena Aku merahasiakan semua ini dari kalian. Awalnya aku Ingin menjadikan Kabar ini sebagai hadiah kejutan, untuk Anniversary kami yang ke lima tahun. Tapi ternyata semua tidak berjalan seperti rencanaku Ra. Aku minta maaf pada kalian." Ucap Maria berusaha tersenyum dengan mata berkaca kaca, membuat Mereka semua yang berada disana kembali diselimuti kesedihan.
*Kamu benar benar bodoh Rey. Ucap Niko dalam hati menatap Maria.
Aku rasa kau memang bukan pria yang tepat untuknya Rey. Ucap Sean yang juga menatap Maria*.
.
.
.
Disebuah Pesta pernikahan yang diadakan disebuh Hotel Berbintang, Keluarga kedua mempelai terlihat begitu bahagia. Namun Tidak untuk Reyhan. Dihari yang Orang orang katakan sebagai hari bahagia, menjadi Hari terburuk dalam hidupnya. Bahkan hanya untuk Tersenyum Terpaksa sekalipun, Reyhan tak sanggup melakukannya.
Sosok Reyhan yang selama ini terkenal lembut dan Ramah berubah menjadi Pria yang begitu dingin.
Keadaanlah yang sudah merubah dirinya. Keadaanlah yang sudah menghancurkan hidup dan cintanya.
Reyhan terus menatap kearah Pintu masuk berharap Kehadiran Teman teman nya, Setidaknya kehadiran mereka mungkin dapat menghibur sedikit hatinya.
Dimana kalian? Apa kalian tidak akan datang? Gumam Reyhan yang terus menatap Pintu Masuk acara tersebut.
Ditengah kebahagiaan yang dirasakan semua orang. Mereka semua tentu saja juga menyadari, Jika sang mempelai pria sama sekali tidak menginginkan pernikahan Ini. Semua itu sangat terlihat dari cara dan sikap yang ditunjukan Reyhan.
beberapa saat kemudian.
Kehadiran Kelima Orang yang datang secara bersamaan, di acara tersebut tentu saja mengundang perhatian semua tamu undangan yang berada disana.
Semua terpesona akan kecantikan dan ketampanan dari kelima orang tersebut yang tak lain adalah Naura, Sean, Niko, Jenny dan Maria.
Tidak ada yang tidak mengenal kelima Orang tersebut.
Wajah Cantik dengan penampilan barunya, benar benar mengalihkan fokus semua orang menatap Maria. Tidak sedikit orang yang mengenal sosok Cantik pemilik beberapa Butik ternama Tersebut.
Penampilan baru Maria benar benar membawa kejutan besar untuk semua orang, terutama Reyhan. Tanpa sadar, dan tanpa menghiraukan pandangan orang orang kepadanya.
Reyhan melangkah perlahan menghampiri Maria yang masih tersenyum ramah, membalas sapaan dari setiap orang orang yang menyapanya disana.
"Mar..ria...!!"
Degh... degh.. degh....
Degup jantung Maria kembali berdetak dengan sangat cepat dan tubuhnya turut bergetar, mendengar Suara yang teramat sangat dikenali siapa pemiliknya. Suara yang sudah menemaninya selama Lima Tahun belakangan. Suara yang sangat disukainya. Dan Suara itu juga yang sudah menghancurkan Cintanya.
.
.
Author berikan Bonus Satu Bab lagi Yah.
Author juga mau kasih tau, kalau untuk hari Libur Author nggak bisa mastiin Bisa Up atau nggak Ya. Karena Pak Suam Libur kerja otomatis Jadi Satpam dirumah. Dan Author juga otomatis nggak Bebas mau ngetik.
Author tetap usahain up Kok, Tapi nggak janji ya.
Oh iya, tolong Berikan dukungan kalian lewat like, vote, Komen Dll agar Author semakin semangat Buat Up nya. Semua tergantung kalian.
Gabung di Grup Chat Author ya🙏🙏