Ashalina putri memutuskan merantau ke Batam , karna orang tuanya tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan .Dengan mengandalkan Ijazah SMAnya , Ashalina melamar menjadi buruh PT yang memproduksi barang barang Elektronik di kota yang disebut dengan kota teh obeng tersebut , kota kecil yang padat penduduknya .
Lima Tahun Ashalina bekerja sebagai buruh di pulau kecil yang berbatasan langsung dengan lautan singapur dan malaysia itu . Ashalina memutuskan untuk mencari pekerjaan ke Negara tetangga sebagai Art . karna ia harus melunasi hutang biaya pengobatan Ayahnya , kepada rentenir yang memberikannya pinjaman .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14
Selesai menghabiskan makanan Mereka , Mr Ze pun membawa Ashalina kesalah satu pusat perbelanjaan di Singapur .
" Mr Ze ! , katanya tadi mau bawa aku jalan jalan naik ke jembatan gantung yang banyak lampu lampunya itu , kenapa kita malah kesini ? ," protes Ashalina .
" Yakin..! gak mau dibawa kesini ? ," menarik tangan Ashalina masuk kepenjual baju baju bermerek dunia .
" Mr mau beliin aku baju ?," wajah Ashalina langsung sumiringah , ia tidak munafik sebagai wanita , paling senang jika ditawari beli baju baru .
Mr Ze mengangguk sambil tersenyum , " sana ! pilih yang kamu suka ."
" Ah..! majikanku yang tampan plus kaya raya ini baik banget ," ucap Ashalina , menjinjitkan kakinya berusaha untuk mencium pipi Mr Ze tapi tidak sampai karna kedua kakinya pendek pendek , membuat Mr Ze tertawa tawa .
Ashalina mengerucutkan bibirnya , karna adegan romantisnya gagal total .
" Gadis pendekku... ! ," ucap Mr Ze mengusap usap kedua sisi kepala Ashalina gemas , lalu dikecupnya kening wanitanya yang tingginya hanya sampai sebahunya itu . " Kondisikan bibirnya kalau tidak mau kucium disini ," ucap Mr Ze lagi , melihat bibir Ashalina sudah seperti paruh donal bebek . Ashalina pun langsung mengatupkan bibirnya .
" Pelayan..! , keluarkan baju baju yang cocok untuk kekasihku ini ," perintah Mr Ze kepada pelayan kios baju tersebut . lalu merangkul Ashalina berjalan ke arah sofa tunggu yang disediakan untuk pengunjung .
" Baik Mr ! ," setelah melihat ukuran tubuh Ashalina , pelayan itu sudah langsung tau size apa yang pas untuk Ashalina . kemudian pergi mengambil stok baju baju koleksi terbaru mereka .
Berapa menit kemudian , pelayan itu pun datang membawa baju baju bermacam model dengan temannya .
" pelayan ! , bantu kekasihku ini mencoba semua baju baju ini , yang cocok untuknya ambil semua ," perintah Mr Ze lagi kepada pelayan itu .
" baik Mr ! ," balas pelayan itu , lalu mengajak Ashalina keruang pas .
" Ini banyak banget Mr ! ," ucap Ashalina melihat baju yang sangat banyak dibawa dua orang pelayan kios tersebut .
" Tidak masalah Baby ! ," balas Mr Ze . " pelayan ! bawa kekasihku mencobanya ," suruhnya lagi kepada pelayan itu .
Pelayan itu pun mengangguk ," mari nona !,"
Ashalina pun pasrah mengikuti pelayan itu dari belakang . Ashalina memang senang dibelikan baju , tapi tidak harus banyaknya langsung satu koper .
Sampai di kamar pas , Ashalina menelan salivanya dengan susah payah melihat harga yang tertera di baju yang akan dicobanya itu . " ya ampun ! , harga sepotong baju aja bisa buat bayar kontrakanku tiga bulan ," batin Ashalina , seketika jiwa misqueennya meronta ronta .
Ashalina pun memcoba baju baju itu satu persatu . Masa bodo dibilang matre , yang penting gak minta , ditawarin baju siapa yang nolak ? . Ashalina bukanlah gadis yang suka jual jual mahal tapi mau . Asalkan jangan kesuciannya yang menjadi taruhannya .
Kurang lebih satu jam , barulah Ashalina keluar dari kamar pas selesai mencoba baju baju yang banyaknya mungkin satu koper . Sampai Ashalina sendiri kecapean mencobanya .
" Sudah selesai Baby ? ," tanya Mr Ze , Ashalina mengangguk sambil mendudukkan tubuhnya disamping Mr Ze .
" Capek Mr ! , bajunya banyak banget ," keluh Ashalina menyandarkan tubuhnya kesandaran sofa .
" Kamu suka semua ? ," tanya Mr Ze , dihapusnya keringat dikening Ashalina dengan tissu yang diambilnya dari meja sofa didepannya .
" Sebagian , aku gak suka baju yang terbuka dan terlalu pendek ," jawab Ashalina .
Usai urusan pembayaran mereka langsung keluar dari kios penjual pakaian itu dan langsung berjalan kearah parkiran , karna Ashalina yang terus merengek meminta ingin dibawa jalan jalan ke Garden by the by yang sering dikunjungi wisatawan jika ke Singapur .
Sampai diparkiran mobil Mr Ze , para pelayan kios yang membantu membawa belanjaan mereka pun , memasukkan belanjaan mereka yang banyaknya dua troli itu ke dalam mobil Mr Ze ke kursi penumpang belakang .
Yang benar saja , kursi penumpang belakang itu pun hampir penuh .
Kini mereka sudah sampai dijembatan gantung yang ingin Ashalina kunjungi . Senyum bahagia tidak luntur dari wajahnya , Ashalina pun langsung berlari ketengah tengah jembatan .
" Mr ! ayo kejar aku..!! ," sahut Ashalina dengan riang gembira .Ia sudah jauh meninggalkan Mr Ze berjalan dibelakang . Jembatan tidak rame karna malam ini adalah bukan malam libur , jadi tidak banyak pengunjung , ditambah malam juga sudah hampir larut .
" Kamu menantangku Baby !! , aku akan melahapmu jika aku berhasil menangkapmu !! ," balas Mr Ze , langsung berlari mengejar Ashalina .
Ashalina pun berlari dengan menambah kecepatannya . Tapi percuma , karna Mr Ze dengan mudah berhasil mengejarnya dan langsung menangkapnya .
" Aku berhasil menangkapmu Baby ! ," langsung diangkatnya tubuh Ashalina , menggendongnya Ala briddal stly lalu memutar mutar tubuhnya hingga mereka terjatuh bersama. Mr Zee memeluk erat tubuh Ashalina dengan napas yang sama sama memburu.
" Aku mencintaimu Ashalin ! , tunggu aku siap menikahimu ," ucapnya tepat di atas wajah Ashalina lalu dikecupnya kening Ashalina .
Ashalina benar benar sudah merobah arah haluan hidupnya dalam waktu yang singkat . Yang dulu tidak berarah , sekarang Ashalina lah arah tujuan hidupnya .
Ashalina terdiam , ia tidak percaya dengan apa yang sudah ia dengar , secepat itu Mr Ze mempunyai niat untuk menikahinya , Netranya tidak lepas memandangi wajah majikannya yang terlihat serius itu .
Ashalina juga menyukai dan mungkin sudah mencintai majikannya itu , tapi menikah , Ashalina tidak berani berharap sejauh itu .
Mr Zee melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Ashalina." Aku serius Ashalin ! , tunggu aku ," ucapnya lagi .
" Mr ! ,"
" Apa sayang ! ."
" A..aku juga mencintaimu ! , tapi aku takut mengharapkanmu ! ," ungkap Ashalina dari dalam pelukan Mr Ze .
" Kenapa masih takut mengharapkanku sayang ! , sekarang kamu sudah mendapatkanku , kamulah pemenangnya , kamulah pemilik hati ini ," balas Mr Ze , mengeratkan pelukannya , mengecup ujung kepala Ashalina .
" Kamu terlalu tinggi untuk kuraih ," ucap Ashalina .
" Jika menurutmu aku terlalu tinggi , jangan meraihku , Biarkan aku yang turun meraihmu untuk membawamu terbang tinggi bersamaku ," balas Mr Ze .
Ashalina mendongakkan kepalanya melihat wajah Mr Ze ," Semenjak kapan Mr Ze pandai merangkai kalimat seperti itu ?," tanya Ashalin ,mengerutkan keningnya sambil mengulum senyum mendengar gombalan lebay Mr Ze .
" Semenjak gadis pendekku ini membuatku gila ," jawab Mr Ze menarik hidung Ashalina .
" Sakit Mr ! ," keluh Ashalina mengusap usap hidungnya .
" ayo kita pulang , malam sudah larut ," ajak Mr Ze .
" tapi aku belum photo ! ," ucap Ashalina manja .
" Ya udah ! , bersiap biar aku photoin ," Mr Ze pun mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam saku celananya ." Siap Baby..! ," sahut Mr Ze , mengarahkan kamera ponselnya ke arah Ashalina .
Puas mengambil Photo Ashalina , Mr Ze pun mendekati Ashalina . Mengarahkan kamera depan ponsel mahal miliknya ke arah mereka , lalu mengambil photo mereka berdua dengan mendaratkan ciuman di pipi Ashalina , berpindah ke kening Ashalina , kehidung.
" Mr ! ," Ashalina kesal , karna Mr Ze menciuminya sesuka hati di tempat umum .
" Yuk ! Baby kita pulang ," melingkarkan sebelah tangannya kepinggang belakang Ashalina berjalan keluar dari jembatan tersebut .
mana lanjutan nya ya