Elvano Devan seorang CEO tampan yang cuek dan dingin adalah penerus dari perusahaan ayahnya The Royal Company.
Sang ayah mempekerjakan seorang wanita bernama Irene Stefanie yang sebenarnya adalah gadis yang dijodohkan dengan Devan untuk menjadi sekretarisnya tanpa sepengetahuan sang anak. Apa yang akan terjadi di antara Irene dan Devan? Apakah pada akhirnya Devan akan tau yang sebenarnya? Atau dia akan menolak perjodohan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LOEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Pernikahan
Selesai makan malam mereka pun pergi menuju ruang keluarga.
Mereka pun berbincang-bincang.
"jadi untuk sekarang apa kita akan membicarakan mengenai pernikahan Devan dan Irene? " ucap Kavindra ayah Irene "boleh juga, biar nanti kita tidak terlalu buru - buru merencanakannya " ucap Rio, akhirnya mereka pun membicarakan masalah pernikahan itu. Selesai itu mereka pun memutuskan untuk beristirahat.
Saat ini Irene sedang berada di balkon kamarnya menatap langit malam yang dipenuhi bintang, lalu saat Irene sedang bersantai tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya dan Irene pun mempersilakan orang itu masuk dan ternyata itu adalah Devan dan ia tidak sendiri, Devan datang dengan ibunya Irene, "sayang kamu belum tidur? " tanya Clara ibunya Irene "eemm.. belum ma, Irene belum ngantuk, emangnya kenapa ma? " ucap Irene "mama mau ngomong sama kalian berdua, makanya mama ajak Devan juga kesini" ujar Clara "oh ya udah kalo gitu kita duduk disini aja ma " ucap Irene dan mereka bertiga pun duduk di bangku di sudut balkon tersebut "jadi mama mau ngomongin apa sama Irene dan Devan? " tanya Irene kepada mamanya "ini perihal pernikahan kalian, ini kan acara penting, jadi mama mau tanya pendapat kalian maunya acara yang terbuka atau hanya untuk keluarga kita aja" jelas Clara "kalau Irene sih ngikut aja, gak tau tuh si Devan " ucap Irene melihat ke arah Devan "menurut kamu gimana Van? " tanya Clara "kalau Devan maunya secara publik aja, takutnya kalau cuman keluarga aja yang datang takutnya dipikir ini pernikahan yang dipaksakan tante" jelas Devan "lagian kalau kita undang orang lain acaranya bakal lebih meriah dan seru " lanjutnya lagi "eemm... kalau Irene gimana? " tanya Clara "kayanya usulan Devan masuk akal ma, jadi orang-orang gak berpikir kalau pernikahan ini dipaksain tapi kita menikah karna emang keputusan dari kami berdua " ucap Irene "ya udah kalau gitu nanti mama beritahu yang lain ya, kalian berdua ngobrol aja dulu disini" ucap Clara lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dan sekarang hanya ada mereka berdua di kamar tersebut, "jadi, rencananya kapan? " tanya Irene "kalau tadi katanya bakal dilaksanakan bulan depan di akhir pekan, jadi keluarga yang jauh bisa datang semua " jelas Devan dan dibalas anggukan oleh Irene "kamu gak masalah kan? " tanya Devan lagi "enggak kok gak apa - apa lagian kan kita juga yang mau" tutur Irene "ya udah kalo gitu kmu istirahat aja udah malam, aku tinggal ya bye " ucap Devan dan dibalas senyum oleh Irene, kemudian Devan pun pergi dan Irene pun pergi ke kasurnya dan tidur.
Keesokan paginya Devan dan Irene sedang bersiap - siap untuk pergi kekantor dan selesai sarapan mereka pun berangkat dan seperti biasa sesampainya di kantor mereka berdua jalan sambil berpegangan tangan dan menuju ke ruang kerjanya Devan dan Irene pergi ke meja kerjanya di depan ruangnya Devan dan mereka berdua pun sama-sama melakukan pekerjaannya masing-masing.
Sekarang sudah pukul 12.31 yang artinya jam istirahat karyawan kantor, awalnya Irene berniat untuk mengajak Devan makan siang bersama, tetapi Devan bilang bahwa ia tidak bisa karna akan ada meeting dengan client jadi ia menyuruh Irene untuk makan siang saja duluan dan akhirnya Irene pun pergi makan siang sendirian, awalnya Irene berniat untuk makan siang di kantin perusahaan, jadi ia memutuskan untuk pergi ke kantin, sesampainya disana ketika Irene sedang mengantri untuk mengambil makan siang, tiba - tiba ia melihat Devan pergi keluar seorang diri, tidak seperti biasanya, jika meeting Devan pasti akan mengajak sahabatnya Donny, namun kali ini ia tidak mengajak sahabatnya itu, Irene pun penasaran dan meninggalkan makan siangnya lalu mengejar kekasihnya itu keluar.
Ketika Irene sampai di parkiran mobil dilihatnya mobil Devan sudah pergi lebih dulu jadi Irene pun dengan cepat memanggil taksi dan mengejar mobil Devan. Sekitar 30 menit akhirnya Irene pun berhenti di sebuah restoran mewah langganan nya Devan dan dilihatnya ada mobil Devan terparkir disana dan Irene pun memasuki restoran tersebut. ketika ia masuk, dia melihat Devan berjalan ke sebuah meja dan disana ada seorang wanita cantik yang sedang tersenyum ke arah kekasihnya itu. Namun Irene tidak mengenali wanita itu sama sekali ia ingat bahwa client Devan yang bernama Jessica itu sangat jauh berbeda dari wanita ini, Irene melihat Devan dan wanita itu saling berpelukan dan Irene melihat wanita itu mencium pipinya Devan, awalanya Irene tidak ingin berburuk sangka tentang hubungan mereka berdua, namun Irene mulai gusar ketika melihat kekasihnya itu tidak terganggu sama sekali dengan tingkah wanita itu yang bersender di bahunya Devan dan terlihat bahwa Devan juga merasa tidak masalah dengan tindakan wanita itu, karna hal tersebut Irene pun memutuskan untuk pergi meninggalkan restoran tersebut dan kembali kekantor.
paling malas baca karakter istri seperti itu kalau merasa dicintai suami, setiap ada maunya harus dituruti dan mau menang sendiri, alasan bosan lah ini itu lahh. hei kebosanan itu bisa kau atasi buat hal2 yg bermanfaat di rumah. dikasih hati minta jantung.
di sini aku pribadi ga bisa menyalahkan org luar, justru salahkan diri sendiri ga bisa jaga diri sendiri