NovelToon NovelToon
BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

BUKAN SEKADAR IBU SAMBUNG

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: radetsa

Menceritakan tentang Raniya, seorang janda yang dinikahi polisi muda beranak tiga dengan komitmen hanya menjadikan Raniya sebagai ibu sambung. Dia perempuan tegas, namun berhati baik. Sikapnya yang keras dan tidak menampakkan kasih sayang di hati anak-anak suaminya, membuat perpecahan dalam pernikahan mereka.

Hingga suatu waktu mengantarkan mereka membuka rahasia di balik kematian Renima, ibu kandung ketiga anak tersebut. Tidak hanya Renima, tetapi juga kematian Nathan, almarhum suami Raniya yang pertama.

Di sisi lain, cinta bahkan telah jauh lebih lama tumbuh di dalam hati mereka, sehingga mengalahkan dendam dan benci yang terjadi karena kesalahpahaman di masa lampau.

Akankah Raniya mampu bertahan menjadi istri Taufiq, meski hanya sebagai ibu sambung untuk ketiga anak-anaknya?

Selamat menyaksikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TOLONG RAHASIAKAN

Sebegitukah cintanya kamu terhadap suamimu, Raniya? Sampai-sampai kamu se depresi ini karena kehilangan dirinya?

Tadi katamu, suamimu meninggal demi tugas. Apa kamu akhirnya mendapatkan suami seorang polisi seperti yang kamu impikan dulu?

Jika benar, berarti aku terlambat. Padahal, aku masih menyelipkan namamu dalam setiap do'aku. Aku memberanikan diri menjadi seorang polisi meski ini berat.

Aku bahkan belum menikmati profesiku ini, Raniya.

Raniya... Setidaknya, satu kejujuranku. Aku bahagia bisa bertemu kamu seperti ini, karena aku masih mencintai kamu seperti sebelumnya.

Taufiq berdiri di samping tempat tidur Raniya. Matanya begitu lekat memandangi wajah teduh gadis itu.

"Sebenarnya dia siapa, Nak Taufiq?" Tanya Bu Lian memecahkan kesunyian di antara mereka.

"Namanya Raniya, Bu. Dia teman satu sekolah dulunya sama Taufiq." Jawab Taufiq tanpa berhenti memerhatikan Raniya yang masih belum tersadar.

Raniya hanya tertidur. Mungkin dia lelah, dan hari itu hari ternyaman baginya.

"Terus... Apa yang terjadi dengannya?" Tanya Bu Lian lagi terlihat penasaran.

"Entahlah, Bu. Dari yang Taufiq dengar tadi sebelum dia pingsan, dia baru saja kehilangan suami di hari pernikahannya, Bu. Suaminya meninggal karena kecelakaan. Makanya dia begitu.

Tadi Taufiq hampir saja menabraknya, Bu." Tutur Taufiq menjelaskan seadanya yang dia ketahui tentang Raniya.

"Ya Allah Gusti... Kasihan sekali dia..." Ucap Bu Lian ikut larut merasakan kepedihan yang terlihat di diri Raniya. "Keluarganya bagaimana? Apa mereka tidak mencari?" Tanya Bu Lian lagi semakin merasa khawatir.

"Yang Taufiq tahu, Raniya cuma punya ayah. Itu pun waktu SMA dulu. Sekarang entahlah, Bu. Taufiq tidak tahu. Jalan satu-satunya, cuma menunggu dia terbangun." Ujar Taufiq seraya menghembuskan napasnya yang terasa berat.

"Bu Lian... Terima kasih ya, Bu. Taufiq tidak pernah tahu bagaimana jadinya jika tidak bertemu ibu. Taufiq bersyukur sekali dipertemukan dengan orang baik seperti ibu." Ucap Taufiq. Dia menatap nanar kepada wanita paruh baya di hadapannya.

"Nak Taufiq tidak perlu bicara seperti itu. Ibu juga senang dapat bertemu dan membantu ala kadarnya. Ibu sangat bahagia bisa menjaga ketiga anak Renima..."

"Oh ya, Bu. Satu lagi. Taufiq mau minta tolong sama ibu, agar merahasiakan kepada Raniya bahwa Renima bukan adikku. Melainkan istriku, Bu." Pinta Taufiq memotong ucapan Bu Lian dengan tiba-tiba.

Dahi Bu Lian mengkerut. "Kenapa begitu, Nak?"

"Dia tahunya seperti itu, Bu. Taufiq masih berharap menemukan ibu yang cocok untuk anak-anak. Dan Taufiq mau mencobanya kepada Raniya. Apalagi anak-anak... Mereka dari tidak lagi memiliki ayah, hanya aku ayah mereka." Ujar Taufiq bermimik ragu.

Dia sebenarnya takut jika Raniya akan menolaknya, karena alasan terdalamnya adalah dia masih mencintai Raniya. Perempuan yang sama dari dahulu dirinya mengenal kata cinta.

"Baiklah, Nak. Ibu akan merahasiakan itu darinya. Mudah-mudahan dia tidak sama dengan perempuan-perempuan lain yang sudah menolakmu. Ibu juga berharap sama, Nak. Dia bahkan terlihat begitu tenang dan baik, meski dalam tidur begitu." Tutur Bu Lian, mengangguk setuju.

Wanita paruh baya itu sangat baik. Dia tampak tulus memperlakukan Taufiq dan ke tiga ponakannya, Samudra, Sunny dan Langit.

"Aku ada dimana?" Terdengar igauan lirih dari mulut Raniya.

Taufiq dan Bu Lian sama-sama menoleh ke arahnya. "Raniya... Kamu sudah bangun?" Taufiq terlihat senang. Dia mendekati posisi Raniya.

"Ta-Taufiq...? Ka-kamu kok masih ada?" Tanya Raniya tampak kebingungan.

"Tadi kamu pingsan, Raniya. Sementara aku tidak tahu dimana rumahmu. Makanya aku bawa kamu ke sini. Ini rumahku..." Ujar Taufiq menenangkan Raniya.

Oaaak...Oaaak... Oaak...

Bola mata Raniya berputar-putar seolah mencari dari mana asal suara tangisan bayi yang di dengar telinganya. "Anak siapa itu?"

"Sebentar, Nak Taufiq. Langit pasti terbangun." Ucap Bu Lian pamit ke luar. Beliau hendak menemui Langit yang tidur di kamar sebelahnya.

"A-apa itu anakmu?" Tanya Raniya lagi menatap lekat wajah Taufiq.

"Iya..." Sahut Taufiq tampak berat. Dia benar-benar berbohong.

"Istri kamu? Ah iya... Istri kamu dimana? Dia tidak marah aku ada disini?" Raniya gelagapan. Dia bangkit dengan segera.

"Renima sudah meninggal ketika melahirkan Langit, Raniya. Tepat empat bulanan yang lalu. Tadi itu suara tangisannya Langit." Ucap Taufiq getir.

Raniya terpaku. Dia merasa bersalah tidak menentu setelah mendengar pengakuan Taufiq.

"Maaf..." Ucapnya lirih.

"Mereka lebih menyedihkan, Raniya." Keluh Taufiq.

"Mereka?"

"Iya... Mereka bertiga..."

"Kamu sudah memiliki tiga anak?" Raniya bingung harus mengekpresikan dirinya seperti apa, karena saat itu dia merasa cemburu mendengar cerita Taufiq.

Taufiq mengangguk. "Samudra, lelaki tertua. Usianya bahkan masih lima tahunan. Sunny, putri ke dua. Tiga tahunan, dan Langit..." Mata Taufiq berkaca-kaca. Dia tidak lagi mau melanjutkan ceritanya.

Raniya tertegun.

Aku pikir memang aku perempuan yang kamu suka, Fiq. Ternyata... Kamu bahkan bahagia sampai memiliki tiga anak dengan perempuan yang bernama Renima itu.

.

.

.

.

.

.

1
Andaru Obix Farfum
terus g nikah Kantor ya.
Ran Aulia
😫😫😫😫 mewek lagi
Ran Aulia
😫😫😫😫😫😫
Ran Aulia
keren kak, ceritanya berhasil bikin gemes , penasaran , mewek , senyum2 mewek lagi

terimakasih ya kak 😍😍😍😍😍
Ratna Dewita Sari: terima kasih Kak /Smile/
total 1 replies
Bzaa
satu vote terkirim buat gift nya debay ya tor 😘
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Rahma Lia
Luar biasa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗🥰
total 1 replies
Bzaa
coba sing jujur satu sama lainny, bias gak ada miiskom
Bzaa
Luar biasa
Bzaa
hadirrrrr aku tor....
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Ria Dardiri
klo di dunia nyata biasanya disebut " Iya Ndan,,,Siap komandan"😉😉
Ria Dardiri
sukaaaa
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
sri mindaryati
jadi gregeten sm taufik,kno ga jujur aja siihhh
Selvy Anton
Luar biasa
aima
knp hampir setiap bab mengandung bawang berlebihan ya thor 🤧🤧🤧😭😭😭 mana baca ny di tempat kerja lagi
Ratna Dewita Sari: hehe
maaf ya kk 😁
total 1 replies
umi qomari
bagus
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
Hera sasuwe
menarik ceritanya sukaa
Herlina Lina
,tdk ad nikah Dinasx thor
Nadia
Raniya dokter kok BG mestinya kasih tau ke orang masa iya gak ada curiga2 nya
Nadia
Thor bukannya kalau mau nikah anggota polisi harus ada laporan ke kantor dan calon istri di briefing dulu untuk menjadi istri Anggow polisi,,masak Raniya gak,,kalau iya masak gak tahu status Taufiq yg belum pernah menikah??????
Ratna Dewita Sari: hehe
iya, kk
maaf, kurang riset kemarin kk
total 1 replies
Yati Nurjati
karya ini baik aku senang membacanya.
Ratna Dewita Sari: terima kasih kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!