NovelToon NovelToon
Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Duda / Tamat
Popularitas:16.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Einaz Ajjah

Rinjani Analita (Riri) mahasiswa fakultas keguruan yang merangkap sebagai guru honorer di sebuah sekolah SMP negeri bertemu dengan Abel anak muridnya yang punya seorang ayah berstatus duda anak satu. Abel yang rindu sosok seorang ibu yang meninggalkannya selama 4 tahun berharap sang guru menjadi ibunya. Abel selalu berusaha menjodohkan guru kesayangannya itu dengan Ervan papa nya, sedangkan Ervan punya kekasih dan mereka menjalin hubungan selama 2 tahun.

Apakah Abel berhasil membujuk Riri bersama Ervan atau kah Ervan menolak keinginan abel?

SEASON 2

kisah rumit antara Abelia, Davin dan juga Nolan. Kisah cinta segitiga dua bersaudara yang mencinta satu wanita yang sama.

Davin seorang dirut yang dikenal dengan kebiasaannya sering berganti pasangan. Sedangkan Nolan mahasiswa dingin yang punya jiwa sosial yang tinggi terhadap sesama.

siapa yang akan mendapatkan cinta Abel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Einaz Ajjah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 Teras

Pagi ini di sekolah ada kegiatan senam pagi hari dan bersih-bersih sekolah, jadi kegiatan belajar mengajar ditiadakan. Seluruh siswa dan guru di lapangannya sekolah. Setelah satu jam kegiatan senam selesai semua murid-murid bubar masing-masing. Ada yang ke kantin, ada yang bermain dan ada yang sekedar duduk di taman sekolah.

Merasa sangat haus, Riri pergi ke kantin untuk membeli jus mangga.

"Bu Riri!" kata Abel. Sembari menghampiri orang yang dipanggil nya. Riri.

"Sini Bu biar aku bawain ke kantor ya makanannya." Balas Abel lagi.

"Nggak usah, Ibu bawa sendiri aja." Balas Riri lagi.

"Nggak apa-apa kita bawakan ya." Rena langsung merampas jus dan somay Riri.

"Ya udah kalo kalian maksa." Riri mengalah.

"Bu Riri. Pasti beli jus mangga nih." kata Rio tiba-tiba muncul.

"Pak Rio, Ya pak." Balas Riri menoleh.

"Bareng ke kantor." Balas Rio lagi Riri mengangguk dan mulai berjalan.

Abel dan Rena sudah jalan duluan sedangkan Riri dan Rio sedikit jauh di belakang nya. Setelah menaruh makanan dan minuman di meja Riri, Abel keluar dari ruang guru. Abel kesal melihat Riri dan Rio terlihat akrab dengan jalan bersama menuju kantor.

"Pak Rio usaha banget Ren." Kata Abel kesal.

"Ya ampun, anak Papa Abelia, tenang aja, Pak Rio itu gak ada apa-apanya dibandingkan dengan Papa kamu dari segi manapun." Kata Rena meyakinkan sambil menyentil ujung jarinya.

"Yakin?!" Kata Abel. Rena menganggukkan kepalanya.

Kemudian mereka melangkah menuju kantin untuk mentraktir teman-temannya sesuai janji Abel.

Siang panjang disekolah berlalu.

*****

Malam ini seperti biasa Riri menyusuri jalanan ke rumah Abel. Sesampai dihalaman, Riri megetuk pintu sambil mengucapkan salam. Riri sangat terkejut yang membuka pintu Ervan.

"Loh Riri. Abel hari ini les? Dia gak bilang ke kamu kalau lagi dirumah Omahnya?" Kata Ervan yang terkejut melihat Riri.

"Ya Mas, Abel nggak ada ngomong." Balas Riri sedikit seneng bisa pulang cepat.

"Maaf banget ya. Dia mungkin lupa bilang sama kamu." Kata Ervan lagi.

"Gak apa-apa mas." Balas Riri langsung berbalik mau ke halaman.

"Eh Riri mau kemana?" Ervan langsung mencegah Riri melangkah.

"Mau pulang Mas. Kan Abelnya nggak ada." Balas Riri refleks kembali ke teras.

"Kamu bisa bantu aku nggak." Tanya Ervan.

"Bantu apa Mas?"

"Bantu makan. Tadi aku beli sate kebanyakan di rumah gak ada orang pada kerumah Omah Abel." Kata Ervan.

"Mas dirumah sendirian, terus kita makan didalam? Maaf mas. Riri nggak bisa." Jawab Riri. Ervan langsung kaget.

"Kenapa Ri, buang makanan kan dosa?" Balas Ervan lagi.

Riri berpikir gimana bisa makan tanpa harus masuk ke dalam rumah karena alasan Ervan masuk akal.

"Mas, di dalam rumah berdua laki-laki sama perempuan. Riri sama Mas kan bukan mahram. Nanti kalo terjadi sesuatu diluar kendali kita gimana?" Ervan kehabisan kata-kata membujuk Riri tetap tinggal.

"Riri mau makan tapi kita makannya di sini nggak di dalam rumah." Balas Riri langsung reflek duduk di lantai teras.

"Kamu yakin kita mau makan disini, di teras? Kenapa nggak Ri, boleh juga." Balas Ervan ikut duduk di depan Riri.

Tadinya Riri berpikir Ervan akan menolak karena malu dengan tetangganya makan di depan dan nyuruh dirinya pulang, ternyata Ervan malah setuju dan pergi kedalam rumah mengambil semua makanan satu persatu dihidangkan di depan Riri. Sate, lontong, cemilan ringan, buah dan juga minuman ringan.

'Kasian Mas Ervan harus makan di teras. Aku berlebihan gak sih? Tapi ini demi kebaikan daripada nanti ada syetan yang menggoda'. Kata Riri dalam hati.

"Banyak banget Mas satenya?" Riri mulai mengambil tusukan pertama di antara puluhan tusuk.

"Aku nggak tahu kalau Bi Mina sama pak Amin ikut ngantar Abel. Tadi Abel di jemput sama Oomnya." Balas Ervan sambil makan.

"Oh ya Mas. Mas kapan ngisi kuliah di kampus Riri lagi." Sahut Riri saatnya mencari info pekerjaan Ervan.

"Ya waktu itu aja Ri. Nanti kalau di undang lagi ya datang. Kenapa kamu seneng ya, liat Mas Ervan di sana?" Ervan mengoda Riri.

"Ih mas over PD deh. Maaf Mas kalau boleh tahu Mas kerja apa sih? Kok bisa sampai ngisi seminar di fakultas teknik." Kata Riri sambil mengunyah menikmati sate.

Enak juga ternyata makan di teras.

"Aku kerja di PM Ri, jadi yang sambung pipa?" Balas Ervan sambil tertawa kecil.

"Mas serius dong!." Karena merasa lucu Riri melempar Ervan kacang.

"Aku engginer Ri disana, tapi engginer kelas teri kok." balas Ervan merendah menutupi kebenaran nya.

"Ah, Mas bohong lagi kan. kalo engginer berarti Mas pinter dong." Balas Riri kagum berarti Ervan pinter secara perhitungan.

" Ya lah. Oh ya Ri. Ngomong-ngomong kamu udah punya pacar belum?" Balas Ervan. Riri yang mendengar merasa kaget.

"Gak mas." Jawab Riri tiba-tiba malu.

"Kamu gak punya pacar?" Entah kenapa Ervan langsung auto senang.

"Bukan Mas, Riri gak mau pacaran." Balas Riri lagi.

"Kamu mau fokus kuliah ya, atau kamu mau fokus kerja." Balas Ervan penasaran. Riri menggeleng dan Ervan Semakin binggung.

"Riri maunya pacaran habis nikah Mas. Menurut Riri pacaran itu buang waktu sama menyicil dosa. Riri maunya langsung nikah, memberkahkan waktu dan menyicil pahala." Balas Riri. Ervan langsung kaget dengan jawaban Riri merasa Riri wanita yang tidak biasa.

"Riri yakin kok Mas. cepat atau lambat pasti Allah nemuin sama jodoh Riri tanpa perlu pacar-pacaran."

"Kalo Mas masuk gak Ri kriteria suami kamu." Jawab Ervan langsung membuat Riri tersedak dan buru-buru Riri mengambil air.

"Hahahaha.. Lucu Mas. Mas kan udah punya Bu Tiara." Balas Riri mengoda Ervan.

Ervan merasa lega Riri hanya menganggap ucapannya hanya candaan. Tapi sebenarnya ucapannya refleks keluar begitu saja. Setelah berbincang lama membereskan sisa-sisa makanan hingga tersisa kacang, buah dan minuman. Riri yang tadinya ingin pulang setelah makan, malah berubah pikiran ingin melanjutkan ngobrol dengan Ervan di teras. Ervan memandangi Riri yang menikmati memakan kacang.

"Kenapa mas. Aku belepotan ya." Kata Riri kaget melihat Ervan yang memandanginya terus dan tangannya mengusap-usap bibirnya.

"Aku nyesel Ri temenan sama kamu." Kata Ervan tersenyum.

"Kenapa emangnya Mas."

"Kamu beda banget sama Riri yang aku kenal bulan yang lalu. Sekarang ketahuan aslinya kalau kamu itu orang nya cerewet ya. Apalagi cara ngomong kamu itu. Bikin orang gemes tahu gak." Balas Ervan Melempari Riri kulit kacang.

"Mas apaan sih. Stop nggak." Riri menutupi wajahnya. Riri merasa malu Wajah nya mulai memerah.

"Aku nggak bisa sentuh kamu kan. Ya udah rasain aja." Ervan masih terus melempari Riri sambil tertawa.

"Mas kayak anak-anak deh. Harus nya Mas sama Abel satu kelas. Mas rasain ini." Riri balas melempar kacang yang masih utuh bertubi-tubi.

Riri dan Ervan terlihat akrab satu sama lain. Tanpa Riri sadari waktu menunjukkan hampir pukul sepuluh, Riri langsung bangkit setelah melihat jam di layar ponselnya.

"Astagfirullahaladzim.. Mas, ini jam setengah 10 aku harus pulang." Riri buru-buru ke halaman.

"Ri aku antar kamu pulang ya. Motor kamu tinggal disini aja besok aku suruh Pak Amin antar." Ervan menghampiri Riri.

"Nggak usah Mas, nanti malah ngerepotin Mas Ervan."

"Kamu gak boleh nolak. Kamu tunggu disini. Nanti biar aku yang ngomong sekalian sama Ibu kamu." Riri mengangguk tidak punya pilihan lain. Ervan masuk kedalam rumah.

Beberapa menit kemudian Ervan keluar dan membuka kunci mobil. Riri bergegas naik disusul Ervan di kursi kemudi. Mobil Ervan melaju menyusuri jalan malam yang mulai lenggang. Riri memandang Ervan merasa senang seperti tidak ada jarak.

'Malam ini kamu buat aku tertawa Mas. Tapi besok atau nanti aku lihat kamu bermesraan lagi dengan wanita itu aku pasti merasa sesak lagi. Kenapa begitu Mas?' kata Riri dalam hati sambil sesekali melihat orang di samping nya.

.

.

.

.

next...

1
Hasni Jus
Buruk
Emma Ratna
Luar biasa
Emma Ratna
krg cocok visualnya ah thor.. 😁 yg ada dibayangan aq lbh ganteng dr ini soalnya.. hihihi
Fabian Adelard
Luar biasa
Diah Utoyo
bagus
Rini Kurniawati
ini gak salah ervan suka sama yg begitu,sama anak kmu aja gk nunjukin sayang nya pdahal bukan nya kmu nyari ibu buat adel....
Rini Kurniawati
aku nebak Riri bakal ktm Tiara sama cowok lain alias selingkuh
Rini Kurniawati
aku bru baca. aku suka nih cowoknya gak judes,biasanya cowok nya suka kasar
innoi nurazizah
Luar biasa
Sisi Tarsun San'ngisa
perempuan sakit jiwa dipacarin
Sisi Tarsun San'ngisa
kamupun harus mengakhiri, jangan mau ditekan, itu cewek ga bener
Sisi Tarsun San'ngisa
betul suarakan pendapat mu Abel, sudah tua kok pacaran mulu contoh buruk buat anak
Sisi Tarsun San'ngisa
mencintai tapi masih pacaran sama yang lain
Sisi Tarsun San'ngisa
cewek kayak soang nyosor melu
Sisi Tarsun San'ngisa
muna lu Ervan, laki-laki ga tegas
Sisi Tarsun San'ngisa
Anaknya pinter papanya blo'on
Sisi Tarsun San'ngisa
tuch dengerin ceramahnya ustadz, Duda cemen
Sisi Tarsun San'ngisa
lah emang bener kok, baru pacar bisa bebas keluar masuk rumah orang
Sisi Tarsun San'ngisa
idih sapa lu kok cemburu, suami bukan pacar juga bukan
Sisi Tarsun San'ngisa
Ervan juga cemen ga bisa jujur, Riri jauhin laki-laki begitu ngeselin aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!